Jumat, 22 Februari 2013

TEKNIK DAN CARA FERMENTASI JERAMI PADI SEBAGAI CADANGAN PAKAN TERNAK

Pada saat panen raya padi dipedesaan jumlah jerami padi sangatlah banyak dan berlmpah, akan tetapi sebaliknya disaat musim kemarau petani mengalami kesulitan dalam mencari pakan untuk ternaknya khususnya ternak sapi.Guna mengatasi hal tersebut maka perlu adanya suatu teknologi yang dapat mengatasi hal tersebut sehingga petani tidak mengalami kesulitan didalam menyediakan pakan ternaknya disaat musim kemarau atau masa masa dimana petani mengalami kesulitan dalam mencari pakan untuk ternaknya. Bersama ini kami kenalkan teknologi pengawetan pakan ternak sapi dari jerami padi yang dikenal dengan Teknologi Pembuatan Fermentasi Jerami Padi. 1. Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut; Bahan-bahan yang diperlukan antara lain; a. Jerami kering atau jerami segar setelah diangin-anginkan dengan kadar air kurang lebih 40%. b. Starter berupa strabio atau jenis lainnya sebanyak 0,50 kg untuk setiap 100 kg jerami padi. c. Pupuk urea 0,50 kg untuk setiap 100 kg jerami padi d. Air sebanyak 40 liter untuk setiap 100 kg jerami padi, sedangkan untuk jerami segar tidak perlu ditambahkan air. 2. Teknik dan cara pembuatan (untuk 100 kg jerami padi kering) • Pertama timbanglah jerami padi kering sebanyak 100 kg • Sediakan air sebanyak 40 liter dalam bejana atau ember • Timbang starter sebanyak 0,50 kg dan pupuk urea sebanyak 0,50 kg. • Jerami ditumpuk sejajar lapis demi lapis dengan ketebalan 25 cm dengan ukuran dasar (panjang 2,50 meter x Lebar 2,50 meter ) • Diatas lapisan disiram air yang telah dicampur dengan pupuk urea sampai merata (untuk jerami kering, sedangkan untuk jerami basah tidak perlu ditambahkan air) • Ditaburi strarter hingga merata • Ditumpuki selapis jerami padi (kurang lebih 25 cm) sambil diinjak-injak hingga memadat • Diulangi lagi penyiraman air diatas lapisan jerami padi tersebut hingga merata. • Diulangi lagi penaburan strarter hingga merata dan demikian seterusnya hingga selesai • Setelah selesai, bagian atas ditutupi dengan daun-daun kering seperti daun pisang atau lainnya. • Setelah Proses Pembuatan jerami padi selesai,maka hasil fermentasi jerami padi tersebut dibiarkan selama 3-4 minggu. • Setelah 3-4 minggu jerami padi (harus diangin-anginkan). • Adapun jerami padi hasil proses Fermenstasi yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut; Baunya agak harum, Warna kuning agak kecoklatan (warna dasar jerami nampak kelihatan, Teksturnya lemas tidak kaku serta tidak busuk. Demikian teknik dan cara proses pembuatan fermentasi jerami padi untuk pakan ternak khususnya sapi, semoga tulisan dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya.(mnr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar