Kamis, 21 Februari 2013

KONSERVASI TANAH DAN AIR MERUPAKAN UPAYA UNTUK MELESTARIKAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP

Akhir akhir ini kalau kita rasakan keadaan suhu dimuka bumi semakin hari semakin bertambah panas dan membakar, bencana kekeringan terjadi dimana mana dan mengenaskan, sedangkan pada musim penghujan banjir tak terelakkan datangnya sering dengan tiba tiba disertai lumpur yang mengakibatkan pendangkalan waduk waduk dan rusaknya jaringan irigasi, areal persawahan, perumahan penduduk serta infra struktur. Kejadian semacam ini sebagai indikator bahwa upaya Konservasi Tanah dan Air masih perlu ditingkatkan baik intensitas maupun efektifitasnya. Menyitir dari Kitab Suci Al Qur’an Surat Al Qhosos ayat 77, Allah SWT memberi peringatan kepada kita yang artinya: Dan janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai terhadap orang orang yang berbuat kerusakan. Begitu pula didalam ayat lain yaitu Qur’an Surat Ar Rum ayat 41 Allah SWT memberi peringatan yang keras kepada kita yang artinya: “Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar. Manusia yang diciptakan Allah dimuka bumi sebagai Khalifah yang diberi akal dan pikiran mestinya harus terpanggil dan peduli untuk melestariakn bumi ini, sehingga bumi khususnya Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup tidak terjadi kerusakan yang semakin parah. Kalau kita menengok ke belakang sebenarnya Inpres Reboisasi dan Penghijauan telah dimulai hamper tiga dasa warsa yang lalu, tepatnya tahun 1976, akan tetapi nampaknya keberhasilan yang telah dicapai belum dapat mengimbangi lajunya perusakan bumi terutama kerusakan Tanah dan Air yang disebabkan oleh ulah tangan manusia. Adapun guna mengatasi masalah tersebut maka perlu ditingkatkan adanya Gerakan Konversi Tanah dan Air, adapun agar supaya Konversi Tanah dan Air dapat efisien dan efektif perlu adanya persepsi dan partisipasi yang sama antara Pemerintah dengan Masyarakat secara berkesinambungan. Apakah sebenarnya Konservasi Tanah dan Air itu ? Konservasi tanah dan Air adalah merupakan upaya manusia untuk mempertahankan, meningkatkan, dan atau merehabilitir daya guna tanah agar berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Pada Prinsipnya Metode KonservasiTanah dan Air ada lima yaitu 1. METHODE VEGETATIF Methode Vegetatif pada daqsarnya dilakukan melalui penenaman tanaman atau vegetasi, hal ini dikarenakan tanaman mampu untuk mengurangi erosi tanah, dapat menahan twtesan air hujan yag jatuh langsung kepermukaan tanah, dan Dapat memperbesar porositas yang kemudian dapat menambah infiltrasi tanah serta dapat menjadikan proses evavotraspirasi yang dapat mencegah run off atau aliran permukaan. 2. METHODE TEHNIK SIPIL Methode tehnik sipil sering di istilahkan dengan methode mekanik yaitu upaya penanggulangan erosi dan banjir yang untuk terlaksananya kegiatan ini memerlukan campur tangan manusia atau sarana fisik tehnik sipil / mekanik. Dalam hal ini untuk usaha pengendalian banjir contohnya dengan pembuatan Gully Drop, dan Gully plug. Sedangkan untuk usaha pengendalian erosi perlu Terasiring, dan untuk usaha pengawatan air perlu dibuat Dam pengendali dan sumur peresapan. 3. METHODE KIMIA Methode Kimia yaitu ke4giatan Konservasi Tanah dan Air berupa penambahan bahan imia kedalam tanah yang sifatnya tanah labil, sehingga diharapkan dapat memperbaiki struktur tanah, sehingga tanah lebih tahan terhadap erosi adapun bahan kimia yang dipergunakan untuk pengawetan tanah ini disebut Soil Conditioner. 4. METHODE BIOTEKNIK. Methodhe Bioteknik adalah kegiatan Konservasi Tanah dan Air dengan menggunakan bioteknik yaitu rekayasa penggunaan atau pemanfaatan berbagai jenis tanaman, baik batang, cabang, ranting maupun biji bijian atau di kombinasikan dengan berbagai bahan alam maupun buatan yang digunakan untuk membuat bentuk atau jenis bangunan penanggulangan erosi atau longsor. Sasaran metode ini adalah pada lokasi yang rawan erosi terutama pada lahan miring atau tempat tempat yang curam dan rawan longsor. 5. METHODE BIOLOGIS Konversi tanah dan air dengan metode biologis pada hakekatnya adalah upaya menciptakan kondisi yang sesuai untuk tumbuh dan berkembangbiaknya mikro organisma dalam tanah, dimana mikro organisme ini dapat membantu pembentukan struktur tanah yang baik yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman, disamping dapat meningkatkan daya serap dan daya pegang tanah terhadap air. Demikian sekelumit Teknologi Konversi Tanah dan Air semoga tulisan ini dapat menjadi pertimbangan dalam upaya pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar