Rabu, 20 Februari 2013

TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN BUAH-BUAHAN DALAM POT

Tanaman buah-buahan dalam pot atau yang dikenal dengan istilah Tabulapot akhir-akhir ini mulai nge-trend dan semakin banyak digemari oleh kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang berdomisili didaerah perkotaan khususnya di komplek perumahan yang padat penduduknya serta kebanyakan dari mereka hanya memiliki lahan pekarangan yang relatif sempit, sehingga mereka tidak bisa menanam tanaman buah-buahan secara alamiah dilapangan sebagaimana petani pada umumnya. Tabulampot banyak digemari oleh kalangan masyarakat secara luas, karena tanaman tabulampot banyak memiliki kelebihan-kelebihan dari pada tanaman yang ditanam secara alamiah, diantaranya:  Tabulampot tidak banyak memerlukan tempat yang luas dan mudah dipindah-pindahkan letaknya sesuai dengan keinginan kita serta dapat menambah eistetika atau keindahan lingkungan.  Buah yang dihasilkan dari tanaman dalam pot, baik bentuk maupun ukurannya atau kuantitas maupun kualitasnya sama dengan buah yang ditanam dalam tanah pekarangan secara alamiah pada umumnya.  Tabulampot mudah dilakukan pengamatan secara kontinyu, baik dalam pemupukan, penyiraman maupun dalam pengendalian Hama dan penyakitnya.  Tabulampot mudah perawatannya serta terjaga keamanannya baik dari gangguan hewan maupun gangguan manusia.  Tabulampot teknik dan budidayanya relatif lebih mudah dan dapat ditanaman disepanjang tahun baik di musim penghujan maupun di musim kemarau.  Tabulampot dapat pula diperjual belikan dan harganya relative lebih tinggi dari pada tanaman cangkokan atau okulasi lainnya. TEKNIIK BUDIDAYA Syarat tumbuh. Didalam pembudidayaan Tabulampot walaupun kondisi media tumbuh, pemupukan, penyiraman , pemangkasan tajuk bisa diatur akan tetapi fakor klimatik, seperti tinggi tempat, kelembaban, sinar matahari harus diperhatikan sesuai dengan kondisi tanaman pada umumnya secara normal dan alamiah. Persiapan Pot dan Media tumbuh. Syarat yang harus diperhatikan dari pot yang akan digunakan antara lain; Pot tersebut beratnya cukup ringan , tidak mudah pecah, berbentuk normal dan serasi dengan jenis tanaman yang akan di budidayakan. Jangan memilih jenis pot yang memiliki bibir melebar kesamping serta bagian tengah atau bawahnya menyempit, karena hal ini akan mempengaruhi proses fisiologi dan metabolisme tanaman itu sendiri. Adapun bentuk mulut dari pot pada dasarnya hanya ada dua macam, yang pertama berbentuk bundar dan yang kedua berbentuk persegi. Pot tersebut harus memiliki lubang pada bagian bawahnya serta mempunyai kaki dengan ketinggian yang cukup . Hal ini dimaksudkan agar dapat mengalirkan air siraman atau air hujan yang berlebihan. Sementara kaki Pada Pot dimaksudkan sebagai tempat berpijak dari pada pot, sehingga dengan lantai ada jarak yang cukup dan diharapkan air yang berlebihan dapat dengan mudah mengalir kebawah. Media Tumbuh Pada umumnya perakaran tanaman yang tumbuh didalam pot ruang geraknya sangat terbatas, karena terhalang oleh dinding-dinding pot. Oleh karena itu media tumbuh dalam pot tersebut haruslah dijaga sedemikian rupa sehingga agar dapat memberikan unsur hara yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Disamping itu itu juga kegemburan draenase dan aerasenya harus selalu diperhatikan. Adapun media tumbuh yang lazim dipergunakan terdiri dari tanah, humus, kompos, pupuk kandang, pasir, sekam atau serbuk gergaji. Aplikasinya pertama bagian paling bawah atau dasar pot diisi dengan sekam atau serbuk gergaji dicampur dengan pasir setinggi seper empat pot. Kemudian lapisan kedua diisi dengan pupuk kandang atau bokasi, lapisan ketiga diisi dengan tanah dengan ketinggian hingga mencapai setengah bagian tinggi dari pada pot. Untuk menghindari serangan rayap atau hama akar lainnya tambahkan insektisida furadan atau curater secukupnya. Selanjutnya untuk lapisan terakhir diisi dengan media tumbuh campuran antara serbuk gegaji atau sekam padi, pupuk kandang atau kompos dan tanah dengan perbandingan 1;2;2 sampai dengan ketinggian leher pot. Penanaman Setelah pot diisi dengan media tumbuh yang telah dibasahi dengan air sampai keadaannya menjadi lembab, selanjutnya siapkanlah bibit tanaman buah yang akan ditanam dan ukurlah ketinggian polibag dengan kedalaman lubang, sehingga ketinggian bisa lebih akurat dan serasi. Kemudian buanglah plastik polibag dengan menggunakan pisau yang tajam agar tidak merusak perakaran tanaman. Perawatan Setelah bibit ditanam dalam pot maka, perlu dilakukan penyiraman secara rutin, usahakan jumlah air siraman yang diberikan optimal. Dan perlu diingat bahwa penyiraman tidak cukup dilakukan hanya pada bagian tanahnya saja , akan tetapi harus dilakukan terhadap seluruh bagian tanaman termasuk cabang, ranting dan daun. Sehingga tanaman akan menjadi lebih segar. Adapun yang terpenting lagi adalah untuk menghilangkan debu-debu atau kotoran lain yang menutupi pori-pori atau stomata daun. Dengan demikian tanaman dapat melangsungkan proses respirasi maupun proses fotosintesis secara sempurna, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman itu sendiri. Adapun untuk keperluan penyiraman gunakanlah air yang jernih dan bersih, apabila anda menggunakan air ledeng atau PAM jika kandungan kaporitnya terlalu tinggi, maka airnya perlu diendapkan terlebih dahulu sehingga tidak meracuni tanaman. Pemupukan. Pemberian pupuk dapat dilakukan melalui akar maupun daun . Jenis pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk anorganik maupun pupuk organik . Pupuk anorganik seperti Urea, TSP, KCl atau pupuk majemuk seperti NPK. Cara aplikasinya, pupuk dilarutkan terlebih dahulu menggunakan air jernih, dimana untuk fase pertumbuhan vegetatif pemberian pupuk Nitrogen lebih banyak komposisisnya dari pada pupuk Phospat maupun pupuk Kalium yaitu dengan perbandingan 3:2:1. Sedangkan pada saat tanaman memasuki fase Genaratif pemberian pupuk komposisisnya kebalikannya yaitu dengan perbandingan 1:4:3. Adapun untuk pemberian pupuk organik dapat dilakukan dengan cara ditaburkan diatas tanah. Pada prinsipnya didalam pemberian pupuk pada tanaman Tabulampot tidak ada aturan yang baku, baik jenis, dosis maupun frekuensinya, dikarenakan setiap literatur menampilkan teknologi yang berbeda-beda. Hal ini tergantung dari Jenis tanaman, besar kecilnya tanaman, ukuran pot yang digunakan, komposisi media tumbuh, teknik dan cara pemupukan serta tujuan pemeliharaan itu sendiri. Teknik Merangsang Pembungaan Guna merangsang terjadinya pembungaan dapat dilakukan dengan menggunakan Zat Perangsang Tumbuh ( ZPT) yang mengandung bahan aktif Succinicacid, Maleic Hidrazy, dimana zat perangsang tumbuh dari kelompok ini dapat menghambat pertumbuhan memendekkan ruas dan merangsang pembungaan . Adapun stadia tanaman yang tepat untuk diberi ZPT adalah pada saat tidak terjadi pertumbuhan pucuk, atau daun pucuk sedang menuju ketuaan. Adapun cara penggunaan ZPT adalah dengan melarutkan bahan tersebut kedalam air dengan dosis yang telah ditentukan sesuai dengan petunjuk yang tertera pada label. Kemudian larutan tadi semprotkan pada tajuk tanaman hingga merata, atau perlakuannya boleh juga disiramkan pada permukaan tanah dibawah tajuk tanaman . Waktu pemberian yang tepat adalah pada saat tunas berhenti tumbuh dan daun-daun sudah berwarna hijau tua. Frekuensi pemberian cukup dua kali dalam satu periode bunga, yaitu pertama pada saat tunas berhenti tumbuh dan pemerian selajutnya selang waktunya berkisar 2-3 minggu setelah pemberian pertama. Demikian cara membudidayakan tanaman buah-buahan dalam pot. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya.(mnr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar