Kamis, 28 Februari 2013

Fasad Rumah

Fasad rumah serta beberapa inspirasi contoh fasad rumah minimalis


Fasad rumah


Fasad Rumah
Fasad Rumah. Tak hanya manusia dan hewan yang memiliki wajah, bangunan dan rumah pun memiliki wajah. Wajah bangunan dan rumah ini di sebut fasad. Kita biasa mendengar istilah fasad rumah minimalis atau fasad gaya minimalis misalnya.

Istilah fasad ini lebih sering terdengar di antara kalangan desainer arsitektur, arsitek atau kontraktor bangunan. Istilah fasad ini mengacu pada bagian muka bangunan, depan bangunan atau perwajahan bangunan.

Bagian depan bangunan yang menghadap jalan atau taman adalah bagian yang disebut fasad ini, karena menjadi bagian yang langsung terlihat. Sehingga bangunan yang terletak pada persilangan jalan akan memiliki dua fasad.

Gaya tampilan fasad ini biasanya mengikuti gaya desain rumah atau bangunannya, contohnya fasad rumah minimalis, fasad rumah tropis, fasad rumah modern, fasad gaya minimalis modern, fasad gaya minimalis sederhana misalnya.

Lokasi daerah biasanya juga akan mempengaruhi bentuk fasad ini, dipengaruhi oleh kebiasaan dan budaya daerah tersebut. Gaya fasad tertentu kadangkala membawa simbol-simbol budaya  daerahnya.

Fasad bangunan atau rumah bisa menjadi bagian dan struktur bangunan, namun juga bisa saja fasad terlepas dari struktur bangunan aslinya, sehingga fasad bangunan menjadi seperti topeng yang menempel pada bangunan.

Beberapa contoh inspirasi fasad rumah minimalis


Berikut kami tampilkan beberapa contoh fasad rumah minimalis. Sengaja kami tampilkan disini fasad rumah minimalis karena gaya rumah minimalis sedang banyak dicari akhir akhir ini.

Facade Rumah Minimalis
Facade Rumah Minimalis

Fasad Rumah Minimalis 1
Fasad Rumah Minimalis 1

Fasad Rumah Minimalis 2
Fasad Rumah Minimalis 2

Fasad Rumah Minimalis 3
Fasad Rumah Minimalis 3

Fasad Rumah Minimalis 4
Fasad Rumah Minimalis 4

Fasad Rumah Minimalis 5
Fasad Rumah Minimalis 5

Fasad Rumah Minimalis 6
Fasad Rumah Minimalis 6

Fasad Rumah Minimalis 7
Fasad Rumah Minimalis 7

Fasad Rumah Minimalis 8
Fasad Rumah Minimalis 8

Fasad Rumah Minimalis 9
Fasad Rumah Minimalis 9

Fasad Rumah Minimalis 10
Fasad Rumah Minimalis 10
Sekian Inspirasi mengenai fasad rumah dan contoh fasad rumah minimalis dari Tips Seputar Rumah.

Loss of wild pollinators serious threat to crop yields, study finds

The decline of wild bees and other pollinators may be an even more alarming threat to crop yields than the loss of honeybees, a worldwide study suggests, revealing the irreplaceable contribution of wild insects to global food production.

Scientists studied the pollination of more than 40 crops in 600 fields across every populated continent and found wild pollinators were twice as effective as honeybees in producing seeds and fruit on crops including oilseed rape, coffee, onions, almonds, tomatoes and strawberries. Furthermore, trucking in managed honeybee hives did not replace wild pollination when that was lost, but only added to the pollination that took place.

"It was astonishing; the result was so consistent and clear," said Lucas Garibaldi, at the National University in Río Negro, Argentina, who led the 46-strong scientific team. "We know wild insects are declining so we need to start focusing on them. Without such changes, the ongoing loss is destined to compromise agricultural yields worldwide."

Pollination is needed for about three-quarters of global food crops. The decline of honeybee colonies due to disease and pesticides has prompted serious concern. Jason Tylianakis, at the University of Canterbury, New Zealand, described them as "the species charged with protecting global food security".

The new research shows for the first time the huge contribution of wild insects and shows honeybees cannot replace the wild insects lost as their habitat is destroyed. Garibaldi said relying on honeybees was a "highly risky strategy" because disease can sweep through single species, as has been seen with the varroa mite, and single species cannot adapt to environmental changes nearly as well as a group of wild pollinators.

"The studies show conclusively that biodiversity has a direct measurable value for food production and that a few managed species cannot compensate for the biodiversity on which we depend," said Tylianakis, who was not part of the research team.

Garibaldi's team, whose work was published in the journal Science on Thursday, warn: "Global degradation of natural services can undermine the ability of agriculture to meet the demands of the growing, increasingly affluent, human population."

Garibaldi said: "Without wild pollination, you will not get the best yields and the best agricultural land already farmed, so it is very important to get the maximum yield." He added that, across the world, the yields of crops that needed pollination were rising significantly more slowly than crops that did not.

Wild pollinators perform better than honeybees because they deploy a wider range of pollinating techniques, such as "buzz" pollination. They also visit more plants, meaning much more effective cross-pollination than honeybees, which tend to carry pollen from one flower to another on the same plant.

A second new study published in Science on Thursday showed more than half the wild bee species were lost in the 20th century in the US. It made use of a remarkable record made of plants and pollinators at Carlinville, Illinois between 1888 and 1891 by entomologist Charles Robertson. Scientists combined that with data from 1971-72 and new data from 2009-10 to discover the changes in pollination seen over the century as widespread forest was reduced to the fragments that remain today.

They found that half of the 109 bee species recorded by Robertson had been lost and there had been a serious degradation of the pollination provided by the remaining wild insects, with their ability to pollinate specific plants falling by more than half. There was an increasing mismatch between when plants flowered and when bees were active, a finding consistent with climate change, according to the researchers.

Laura Burkle, at Washington University in Montana, who led the work, said: "There are two sides to this coin. These pollination systems are incredibly robust to environmental change, it is almost miraculous that they continue to pollinate given the land use changes. But the system is also incredibly compromised and further degradation will have serious impacts."

Selasa, 26 Februari 2013

KEY PERSON MERUPAKAN MITRA KERJA BAGI PENYULUH PERTANIAN


Bahwa untuk membuka atau memulai sesuatu pekerjaan kita harus mengetahui kuncinya, atau rahasianya. Seandainya kita telah mengetahui kunci dan rahasinya segala sesuatu pekerjaan apapun yang akan  kita lakukan Insya Allah tidak akan mengalami kesulitan atau hambatan yang berarti, setidak-tidaknya kunci itu akan dapat membantu  atau mempermudah jalan bagi kita.
Begitu pula dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian, bahwa untuk menerapkan suatu teknologi baru dikalanagn masyarakat petani kita perlu mengetahui betul kuncinya, seandainya kita tidak mengetahui kuncinya, kita pasti akan mengalami banyak kendala atau hambatan dan bahkan kesulitan yang pelik
Perlu kita ketahui bahwa tujuan dari pada penyuluhan pertanian pada dasarnya adalah perubahan perilaku petani dan keluarganya, sehingga mereka tahu, mau dan mampu merubah pengetahuan sikap dan keterampilannya dalam berusaha tani yang pada akhirnya dapat meningkatkan produksi pendapatan dan tingkat kesejahteraannya.
Melihat tujuan penyuluhan pertanian sangatlah jelas, bahwa penyuluhan pertanian berbeda dengan penerangan, karena apa ? karena penerangan pada umumnya penyampaian pesan hanya sampai pada pemberian informasi semata. Akan tetapi yang namanya penyuluhan pertanian justeru harus dapat merubah perilaku secara utuh yang meliputi aspek pengetahuan (cognitif), sikap (afektif) dan keterampilan                    (Psikomotorik).Sehingga cakupan dari penyuluhan pertanian yang begitu luas dan kompleks itu maka pemahaman tentang sasaran penyuluhan pertanian sangat diperlukan, untuk itu seorang penyuluh pertanian wajib untuk menguasai psikologi masyarakat khususnya psikologi  dari masyarakat pedesaan.
Mengingat bahwa suatu masyarakat bertingkah laku  atau bersikap sangatlah kompleks, apalagi kalau ada hubungannya dengan penerapan suatu teknologi baru, maka petani tidak akan secara langsung percaya dan menerapkan apa yang disuluhkan oleh seorang penyuluh pertanian.
Perlu kita ketahui pula bahwa didalam masyarakat pedesaan terlihat adanya sistim pengambilan keputusan yang berpola, maksudnya apabila beberapa orang sudah berkata atau bersikap atau bertindak maka dengan sendirinya yang lain cenderung untuk mengikutinya. Hal ini sangatlah wajar, karena masyarakat kita dipede saan umunya masih termasuk kategori masyarakat yang paternalistik. yaitu salah satu cirinya sangat menjunjung tinggi perkataan atau sikap dari orang yang dihormati. Nach disinilah pentingnya bagi seorang penyuluh pertanian untuk memahami siapa-siapa saja yang  menjadi panutan masyarakat dalam suatu daerah tertentu untuk dijadikan sebagi seorang pioner atau embrio pembangunan pertanian khususnya dalam penerapan alih teknologi baru. Dan orang-orang inilah yang kita sebut  sebagai KEY PERSON atau tokoh kunci. Adapun seseorang menjadi tokoh kunci dimasyarakat akan timbul dan tumbuh secara alamiah, tanpa dirinya yang harus menonjolkan diri, biasanya langsung ditentukan oleh masyarakat setempat. Adapun seorang untuk menjadi key person karena bermacam-macam sebab diantaranya; Pengetahuannya yang luas, kepribadiannya yang menarik, keahlian pada bidang tertentu dan sebagainya.
Adapun secara garis besar key person dibedakan menjadi;:
1.Key person karena pengetahuannya yang luas.
Hal ini terlihat pada kepala desa atau lurah, Ketua organisasi dan sebagainya, mereka dihormati dan dipanuti karena pengetahuannya pada bidang tertentu dan biasanya berhubungan dengan jabatan formal, pendidikannya relatif tinggi dan pergaulannya lebih luas, mudah memahami suatu inovasi atau hal-hal yang sifatnya baru.
2.Key person karena kepribadiannya.
Mereka dihormati dan menjadi panutan karena mempunyai kepribadian yang menyenangkan dimasyarakat, biasanya jujur, ramah dan dapat dipercaya baik dalam perkataan maupun tindakannya. contoh dari golongan ini adalah para kyai, alim ulama, para pendeta, kepala adat dan sebagainya.
3. Key person karena mempunyai keahlian tertentu.
Golongan ini dijadikan panutan karena memilki keahlian tertentu yang jarang dimilki oleh kebanyakan masyarakat sekitarnya. adapun contoh dari golongan ini adalah seorang Dokter yang berdomisisli disebuah desa..
 Dengan besarnya peranan Dari Key person dalam penyuluhan pertanian , maka seorang penyuluh pertanian harus memahami betul siapa-siapa di wilayah kerjanya yang dianggap  sebagai tokoh kunci ,mereka harus kita prioritaskan dan kita manfaatkan sebagai pelopor pembangunan pertanian diwilayah kerja kita , sehingga tidak terjadi adanya gesekan, benturan kepentingan atau gejolak sosial, karena apabila terjadi suatu tyang tidak kita inginkan, maka akan dapat berakibat fatal terhadap program penyuluha pertanian khususnya dalam adopsi inovasi baru dibidang pertanian.
Key person atau tokoh kunci ini dapat kita jadikan sebagai penyuluh pertanian sukarela dan mereka akan dapat membantu penyuluh pertanian dalam memobilisasi massa, penyebaran informasi teknologi baru, sebagai demonstrator percontohan teknologi baru, dan dapat pula menguatkan dan mengeratkan persatuan kelompok tani serta dapat membantu dalam pemecahan masalah yang timbul.
Mengingat begitu besarnya peranan key person atau tokoh kunci dalam kelancaran penyluhan  pertanian, maka seorang penyuluh pertanian wajib untuk memahami dan mencermati siapa-siapa saja yang menjadi tokoh kunci serta perlu pendekatan dan kerjasamna dengan mereka secara baik, dan kalau kita melakukan pekerjaan ini semua dengan baik  dan tulus ikhlas pasti Allah Swt akan memberi jalan keluar atau kemudahan  bagi kita dalam melaksanakan penyuluhan pertanian amien.(mnr)

Senin, 25 Februari 2013

EMPAT ASPEK TEKNOLOGI PERTANIAN MERUPAKAN KUNCI DALAM PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN.

Didalam program pembangunan pertanian kita mengenal adanya istilah empat aspek teknologi pertanian yang meliputi Aspek Teknis, Aspek Ekonomi, Aspek Sosial dan Aspek Yuridis. Empat aspek teknologi pertanian ini adalah merupakan salah satu upaya untuk mendukung keberhasilan pertanian yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani. Kita sadar bahwa didalam pembangunan pertanian ternyata negeri kita Indonesia tercinta yang merupakan negara agraris kenyataanya saat ini masih tertinggal dari negara tetangga kita, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya Padahal pemerintah Indonesia telah memiliki lembaga penelitian pertanian yang diisi oleh para peneliti handal, telah memilki balai latihan dan keterampilan pertanian yang dilatih oleh para widia iswara yang mumpuni, telah memiliki sarana dan prasarana pertanian yang memadai dan bahkan telah memiliki penyuluh pertanian yang tangkas, tangguh dan tahan banting yang tersebar diseluruh pelososk nusantara. Sebetulnya hambatan apa yang perlu dibenahi sehingga pembangunan pertanian di Indonesia lebih baik dari sekarang ini. Perlu kita ketahui bahwa teknologi pertanian kini telah berkembang dengan pesat dan kompleks baik jenis maupun jumlahnya. Perlu kita ketahui bahwa teknologi pertanian itu tidak bisa dipindahkan secara mutlak dari satu daerah kedaerah lainnya, sehingga boleh jadi suatu komoditas dapat kita kembangkan dengan baik didaerah kita, akan tetapi belum tentu berhasil dengan baik apabila dikembangkan didaerah lain, itulah yang namanya komoditas pertanian yang memiliki sifat spesifik karaktersitik agroklimatik. Adapun agar supaya teknologi pertanian itu dapat dikembangkan disuatu daerah dengan baik serta dapat meningkatkan produksi pendapatan dan kesejahteraan petani, minimal teknologi pertanian tersebut harus memilki empat aspek yaitu; Pertama secara teknis teknologi tersebut dapat diterapkan oleh petani setempat secara mudah, yang kedua teknologi tersebut secara ekonomi dapat menguntungkan petani, yang ketiga teknologi tersebut secara sosial dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat, yang keempat teknologi tersebut secara yuridis tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku. 1. Teknologi tersebut secara Teknis dapat diterapkan oleh petani setempat dengan mudah. maksudnya bahwa teknologi tersebut harus dapat dengan mudah diterapkan oleh petani didaerah tersebut dan petani tanpa mengalami kesulitan yang berarti. Karena apa ?, karena teknologi pertanian memiliki sifat yang tidak bisa dipindahkan secara mutlak dari satu daerah kedaerah lainnya, sehingga untuk mengembangkan suatu teknologi pertanian itu perlu adanya pengujian pada lahan percontohan atau demplot dengan skala kecil dahulu, barulah setelah berhasil teknologi tersebut dapat dikembangkan pada petani lainnya dengan skala yang lebih luas, akan tetapi apabila teknologi tersebut kurang baik atau gagal, maka teknologi tersebut janganlah sekali disebar luaskan kepada petani lainnya apalagi dipaksakan karena akan dapat menimbulkan kerugian yang besar yang mengakibatkan fatal. 2. Teknologi tersebut secara eknomi menguntungkan bagi petani, maksudnya teknologi pertanian yang akan dikembangkan itu meskipun secara teknis dapat diterapkan dengan mudah oleh petani setempat, akan tetapi teknologi tersebut juga harus dapat menguntungkan bagi petani, sehingga dari hasil analisa usaha taninya harus menunjukkan bahwa jumlah korbanan yang dikeluarkan dalam proses produksi itu harus lebih kecil dari pada income atau pendapatan yang akan diterima oleh petani. Dengan kata lain jumlah Outputnya harus lebih besar dari pada inputnya. Menurut Prof. Sudarsono B/C rationya minimal 1,5 artinya apabila korbanan yang dikelurkan petani katakanlah Rp 10.000.000,- maka pendapatan yang harus diterima minimal Rp 15.000.000,- 3. Secara Sosial dapat diterima oleh sebagian besar lapisan masyarakat. Maksudnya bahwa suatu teknologi pertanian meskipun secara teknik dapat dterapkan oleh petani dengan mudah, secara ekonomi menguntungkan bagi petani, akan tetapi apabila teknologi pertanian tersebut mendapat penolakan sosial atau tidak diterima oleh sebagian kalangan masyarakat, maka teknologi itu janganlah sekali-kali dikembangkan didaerah tersebut, karena apabila teknologi itu tetap dikembangkan, kita pasti akan mengalami penolakan sosial yang berakibat fatal. Adapun contoh dari kasus semacam ini misalnya janganlah sekali-kalai kita mengembangkan ternak babi pada daerah yang penduduknya mayoritas muslim, karena jika kita tetap ngotot untuk mengembangkannya kita pasti akan mendapat penolakan sosial yang akan mengalami kesulitan pada usaha kita dan bahkan fatal akibatnya. 4. Secara Yuridis tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku. Maksudnya bahwa suatu teknologi pertanian itu meskipun secara teknik dapat diterapkan oleh petani, secara ekonomi menguntungkan bagi petani, secara sosial dapat diterima oleh sebagian besar kalangan masyarakat, akan tetapi apabila teknologi pertanian tersebut bertentangan dengan hukum yang berlaku, janganlah kita sekali-kali mencoba untuk mengembangkannya. Karena apabila kita bersi keras tetap ngotot untuk mengembangkannya maka kita akan berhadapan dengan aparat hukum dan bahkan bisa dipenjarakan. Adapun contoh dari kasus semacam ini adalah apabila kita mencoba mengembangkan tanaman ganja, opium, khat atau tanaman sejenisnya, pokonya komoditas yang bertentangan dengan hukum yang berlaku maka kita pasti akan berhadapan dengan aparat yang berwajib. Dari ke empat aspek teknologi pertanian tersebut diatas, maka kita selaku petani atau pengusaha pertanian haruslah dapat mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum teknologi pertanian tersebut kita kembangkan lebih lanjut, Demikian sekilas informasi teknologi pertanian semoga dapat menjadi bahan masukan bagi pelaku pertanian yang ingin mengembangkan komoditas pertanian secara professional.(mnr)

Minggu, 24 Februari 2013

PROPOSAL USAHA BUDIDAYA ITIK PETELUR ATAU BEBEK





PROPOSAL USAHA
BUDIDAYA ITIK PETELUR
                                          

                                              DISUSUN OLEH:
RONI WAHYUDI
NPM : 110301009


UNIVERSITAS MEGOW PAK
TULANG BAWANG
2013



BAB I
 A.  LATAR BELAKANG
   Itik dikenal juga dengan istilah bebek dalam (bahasa jawa) nenek moyangnnya berasal dari amerika utara merupakan itik liar.(anas mascha)atau mild malard. terus menerus di jinakkan oleh manusia hingga jadilah itik dan di pelihara sekarang yang disebut aras demesticus (ternak itik). Jenis bibit unggul yang diternakan khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal,itik mojosari,itik bali,itik cu 2000-ina. 
Itik yang akan sayapelihara atau budidayakan adalah jeni itik yang dibudidayakan secara intensif atau yang lebih dikenal dengan pemeliharaan di lahan kering atau dikandangkan yang akan memberi keuntungan diantara itik tidak lagi di gembalakan di sawah untuk mencari makan sendiri.  pakan dan minum di sediakan di dalam kandang air untuk berenang itik di sediakan sehingga itik hanya memanfaatkan energi untuk memproduksi telur.
Telur menjadi pilihan karena merupakan sumber protein hewani yang gampang terjangkau oleh masyarakat kalangan bawah sekalipun.

    B. TUJUAN
Tujuan dari pembuatan proposal budidaya itik petelur ini antara lain adlah :
1.  Menjadikan usaha beternak itik petelur menjadi usaha yang menguntungkan dan dapat memenuhi kebutuhan sehari hari.
2.  Membuat usaha beternak itik petelur ini berbeda dengan pengusaha lain.
3.  Ingin menjadikan usaha ini menjadi ternak yang di kenal oleh masyarakat.
4. Mengetahui apaka usaha peternakan itik petelur memiliki peluang usaha yang   berkelanjutan
    C.  JENIS USAHA YANG DI RENCANAKAN DAN PRODUK YANG AKAN DI HASILKAN
   Usaha yang akan saya  jalankan rencananya adalah usaha beternak itik petelur,dan dari usaha yang saya  rencanakan akan menghasilkan produk telur yang nantinya akan saya pasarkan di agen agen ataupun warung warung kecil terlebih dahulu.
                                                     
                                Gambar ternak itik yang telah menghasilkan telur           
 
D. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DALAM USAHA TERNAK ITIK PETELUR
Kelebihan
Secara umum keuntungan beternak bebek adalah:
1. Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija.
2.  Lebih tahan penyakit di bandingkan dengan peternakan ayam
3.  Untuk bebek petelur, hasil ternak lebih mudah diserap pasar di bandingkan dengan    telur ayam kampung.  
dan jumlah telur yang di hasilkan pada usia produktif juga tinggi daripada ayam kampung.
Kelemahan beternak bebek:
1.  Konsumsi pakan dan air minum lebih banyak di bandingkan dengan konsumsi pakan   dan air minum pada ayam kampung
2. Sensitif terhadap pakan dengan kualitas yang kurang baik, pakan jamuran,memakan bangkai dll.
3.  Mudah terkejut dan mudah stress.



BAB II
                       GAMBARAN UMUM USAHA
     A.  GAMBARAN  INDUSTRI DAN LINGKUNGAN USAHA
   Telur itik merupakan komoditi ekspor yang dapat memberikan keuntungan besar,kebutuhan akan telur pasar tradisional sangat besar dan masih seimbang dari ketersediaan yang ada,hingga saat ini  budidaya itik masih merupakan komoditi yang menjanjikan untuk di kembangkan secara intensif.
Dan juga ternak itik petelur memiliki prospek yang cukup menguntungkan karena masih kurang nya akan kebutuhan yang kita inginkan.
     B.  KONDISI PASAR
1.pasar sasaran
    Sebagai awal saya akan menjajaki pasar tradisional atau konsumen rumah tangga yang tinggal di lokasi budidaya.jika produksi sudah berjalan sayaakan menjajaki untuk memasarkan telur ke pasar swalayan atau supermarket.
2.peluang pasar
    Kebutuhan akan telur di dalam keluarga maupun di dalam pasar tradisional sangat besar dan masih seimbang dari persediaan yang ada itu salah satu peluang pemasaran telur dari hasil budidaya itik petelur yang saya  jalankan.

     C.ESTIMASI PASAR
    Mungkin produk yang sudah saya hasilkan sudah ada di pasaran, tetapi saya akan merencanakan budidaya ternak itik petelur mungkin budidaya yang saya rencanakan akan berjalan,karena peluangnya cukup besar dan di daerah saya  dan sekitarnya mungkin belum ada yang budidaya ternak itik,oleh karena itu saya akan merencanakan budidaya ternak itik petelur karena peluang pasarnya sangat tinggi.

     D.RENCANA PEMASARAN
1.   penetapan harga produk
     Rencana harga yang akan saya  tawarkan mengacu pada penghasilan rata rata masyarakat.tujuannya agar harga yang akan kami tawarkan tidak terlalu membebankan masyarakat untuk membeli telur dari usaha kami,oleh karena itu rencana harga yang saya  tawarkan Rp 2000 / telur lebih murah dari harga telur itik di pasaran.
2.   strategi pemasaran
    Strategi pemasaran merupakan salah satu langkah yang dilakukan  memperlancar pemasaran dan memuaskan konsumen,strategi pemasaran ada 4 yaitu:
a.   Strategi produk
Dalam hal ini produk dapat berupa telur, dan yang tak kalah pentingnya  untuk memenuhi kepuasan konsumen adalah melihat mutu dan manfaat produk.
b.   Harga
Harga yang di tetapkan stabil dan bersaing dengan produsen itik
petelur lainnya,jika harga terlalu tinggi akan mengurungkan niat pembeli,sebaliknya harga yang terlalu rendah di khawatirkan tidak dapat memenuhi biaya produksi.pemberian diskon setiap pembelian dalam jumlah tertentu juga dapat menarik pembeli.
c.   Tempat
     Tidak kalah pentingnya dengan kualifikasi produk dan harga,tempat dan pasar juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemasaran .penentuan pasar harus didasarkan dengan kemudahan produk telur oleh konsumen.saya akan memilih tempat budidaya di rumah saya sendiri karena untuk memudahkan dalam pengawasan ataupun dalam proses perawatannya.

d.   promosi
    Salah satu cara promosi yang paling banyak dilakukan adalah dengan memasang iklan,selain memasang iklan promosi juga dapat di lakukan dengan secara langsung dari mulut ke mulut.

ASPEK PRODUKSI
    A.   ANALISIS LOKASI USAHA
Usaha pemeliharaan itik secara intensif ( dikandangkan)umumnya dilakukan dimana saja,namun lokasi yang ideal untuk budiaya itik untuk pemeliharaan adalah jauh dari suara bising,mudah transportasi,dan mudah mendapatkan air besih.
Dalam pemeliharaan itik perlu sarana dan prasarana agar itik mampu berproduksi tinggi, mudah pengontrolannya dan mudah kontrol kesehatan.
Dan untuk lokasi usaha yang saya pilih adalah di tempat saya sendiri karena agar memudahkan dalam pengawasan dan perawatannya.


    B.   FASILITAS DAN PERALATAN PRODUKSI
  Kandang
1.   Kandang harus di buat senyaman mungkin dan bentuk atap yang mampu menahan terpaan hujan dan terik matahari.
2.   Bentuk atap yang mampu menahan terpaan hujan dan terik matahari.
3.   Bangunan kandang membujur dari timur ke barat
4.   Luas kandang cukup memadai untik peternakan
Bahan baku atap bisa berupa genteng,asbes,plastik.


   Peralatan
1.  alas lantai
bisa dibuat dari campuran jerami,serbuk gergaji,atau rumput kering,agar empuk,tidak mudah padat,kering,hangat,bersih dan dapat mencegah telur tidak pecah.
2.  tempat pakan,minum.
tempat air minum dibuat pas dengan kepala itik dan di letakkan berlawanan dengan tempat pakan.
3.  ember dan keranjang
ember dan keranjang digunakan untuk tempat atau wadah telur saat panen.
4.  selang
Selang disini digunakan untuk memberi air untuk itik,untuk minum,untuk mandi.

     C.  kebutuhan bahan baku
Untuk kebutuhan bahan baku dalam pembuatan kandang disini saya membutuhkan bambu,kayu,genteng,atau asbes .

     D.  kapasitas produksi
Dalam satu kandang yang berukuran 8x5 meter kira kira bisa menampung 125 ekor itik beserta tempat makan dan minum.

      E.  proses produksi
   Dari penampungan bibit itik saya membeli bibit siap telur,kemudian itik di pelihara sampai menghasilkan produk(telur)setelah menghasilkan produk telur,telur dikumpulkan kemudian telur siap dijual atau dipasarkan.telur saya pasarkan melalui agen,pasar tradisional,pasar modern,dan ke konsumen.


BAB III

   ASPEK KEUANGAN
     A.  BIAYA TETAP
Untuk biaya tetap saya disini membeli itik 125 ekor dengan persentase yaitu untuk itik betina saya membeli 100 ekor dan jantan 25 ekor dengan harga yaitu
Betina 1 Rp.35000 @ 100 ekor                      = Rp. 3500.000
Jantan  1 Rp 45.000 @ 25 ekor                      = Rp.1000.000
Bambu 40 batang 1 batangnya Rp 1000         = Rp 40.000                     
keranjang 5 buah 1 buahnya Rp.15000           =  Rp 75.000
asbes 1 kodi                                                     = Rp 300.000
tempat pakan                                                   = Rp 400.000
selang 5 buah 1 buahnya Rp.20000                = Rp 100.000
lampu 4 buah 1 buahnya Rp.7000                  = Rp 28.000
Tenaga kerja @1Rp.400.000 x 2 orang         =Rp 800.000
Peralatan lainnya                                             = Rp 200.000  +
Total                                                                = Rp 6.443.000





    B. BIAYA VARIABEL
Untuk biaya variabel selama satu bulan yaitu saya membeli pakan dengan harga Rp 1500 per kg dan dalam satu itik per harinya menghabiskan kurang lebih 0,5 kg untuk kebutuhan makannya.
Pakan 0,5kg x 125x 1500x 30                   =Rp 2.812.500
Obat obatan                                                 =Rp 50.000         
Total biaya                                                   =Rp 2.862.500

    C. KEUNTUNGAN 1 BULAN
Untuk keuntungan satu bulannya yaitu hasil produksi itik selama satu bulan  menghasilkan kurang lebih 2500 butir telur yang mana per butir telurnya saya jual dengan harga Rp 2000
Jadi keuntungan saya selama 1 bulan yaitu:
Hasil produksi                                               = 2500 butir/bulan
Harga produk telur                                        = 2000
Penghasilan                                                    =2500 x 2000 =Rp 5000.000
Jadi keuntungan bersih selama satu bulannya yaitu :
Keuntungan =  penghasilan - biaya oprasional 1 bulan
                      =Rp 5000.000 – Rp 2.862.500 =Rp 2.137.500