Kamis, 21 Februari 2013

TEKNIK DAN CARA BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH

Pendahuluan Tanaman bawang merah ( Allium ascalonicum L) diyakini berasal dari daerah Asia Tengah, yakni sekitar Banglades, India dan Pakistan. Bawang merah dapat dikatakann sudah dikenal oleh masayarakat sejak ribuan tahun yang lalu. Pada zaman Mesir kuno sudah banyak yang menggunakan bawang merah untuk pengobatan. Masyarakat Indonesia mengenal bawang merah sebagai bahan yang tidak dapat dipisahkan dari masakan makanan sehari-hari, selalu menggunakan bumbu bawang merah ataupun bawang putih. Dapat dikatakan bahwa seluruh masyarakat Indonesia mengenal bawang merah ini . Bawang merah adalah merupakan komoditas hortikultura yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomis tinggi serta mempunyai prospek pasar yang menarik. Selama ini budidaya bawang merah diusahakan secara musiman (seasonal), yang pada umumnya dilakukan pada musim kemarau (April-Oktober), sehingga mengakakibatkan produksi dan harganya berfluktuasi sepanjang tahun. Untuk mencegah terjadinya fluktuasi produksi dan fluktuasi harga yang sering merugikan petani, maka perlu diupayakan budidaya yang dapat berlangsung sepanjang tahun antara lain melalui budidaya di luar musim (off season). Dengan melakukan budidaya di luar musim dan membatasi produksi pada saat bertanam normal sesuai dengan permintaan pasar, diharapkan produksi dan harga bawang merah dipasar akan lebih stabil. TAKSONOMI TANAMAN BAWANG MERAH Dalam dunia Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman bawang merah diklasifikasikan sebagai berikut. Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledon Ordo : Liliales Famili : Liliaceae Genus : Allium Spesies : Allium ascalonium L Tanaman bawang merah merupakan salah satu dari tiga anggota genus Allium yang paling dikenal oleh masyarakat dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, selain bawang putih dan bawang merah. Bawang merah yang tergolong kedalam genus Allium ini memiliki banyak spesies. Bawang merah termasuk golongan tanaman semusim yang membentuk rumpun, berupa tanaman terna rendah yang tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 25 - 40 cm. SYARAT TUMBUH Untuk membudidayakan tanaman bawang merah perlu pemilihan lokasi pertanaman yang tepat agar hasil yang diperoleh dapat memuaskan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam budidaya tanaman bawang merah antara lain adalah Iklim, meliputi ketinggian tempat, suhu udara yang cukup, angin, curah hujan, intensitas sinar matahari, dan kelembaban nisbi. Bawang merah cocok ditanam pada musim kemarau, walaupun tidak tertutup kemungkinan untuk ditanam dimusim penghujan. Faktor lain yang juga sangat penting untuk diperhatikan adalah faktor tanah, meliputi keadaan fisik, kimia dan biologi tanah. Bawang Merah menyukai daerah yang beriklim kering dengan suhu agak panas dan mendapat sinar matahari lebih dari 12 jam. Bawang merah dapat tumbuh baik didataran rendah maupun dataran tinggi 0-900 meter dari permukaan laut (dpl) dengan curah hujan 300 – 2500 mm/th dan suhunya 25 derajat celcius – 32 derajat celcius. Jenis tanah yang baik untuk budidaya bawang merah adalah regosol, grumosol, latosol, dan aluvial, dengan pH 5.5 – 7. PEMBIBITAN Tanaman bawang merah dapat diperbanyak dengan cara generatif, akan tetapi pada umumnya bawang merah diperbanyak dengan cara vegetatif yaitu menggunakan umbinya. Bibit bawang merah dapat disediakan sendiri atau dapat diperoleh dengan cara membeli pada penjual bibit bawang merah. Bibit bawang merah yang baik sangat menentukan keberhasilan dalam budidaya tanaman bawang merah ersebut. Adapun syarat bibit yang baik adalah umbi yang dipilih ukurannya sedang, umbi terlihat padat berisi yang menunjukkan berasal dari tanaman yang dipanen cukup tua. Bibit umbi yang digunakan sebaiknya yang sudah disimpan lama kurang lebih selama 6 bulan dan paling sedikit selama 2 bulan. Umbi yang dipilih harus umbi yang benar-benar utuh jangan yang cacat. Bibit yang dipilih haruslah benih yang berasal dari jenis unggul dan murni, artinya bibit tidak tercampur dengan jenis atau varietas lain. BENIH Penggunaan Benih bermutu merupakan syarat mutlak dalam budidaya bawang merah. Varietas bawang merah yang dapat digunakan adalah Bima, Brebes, Ampenan, Medan, Keling, Maja Cipanas, Sumenep, Kuning, Timor, Lampung, Banteng dan varietas lokal lainnya. Tanaman biasanya dipanen cukup tua antara 60 -80 hari, telah diseleksi dilapangan dan ditempat penyimpanan. Umbi yang digunakan untuk benih adalah berukuran sedang, berdiameter 1,5 – 2 cm dengan bentuk simetris dan telah disimpan 2-6 bulan, warna umbi untuk benih lebih mengkilap, bebas dari organisme penganggu tanaman. PENGOLAHAN TANAH. Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah sehingga tanah menjadi gembur dan subur karena akar-akar dari gulma atau rumput-rumputan akan terputus, sehingga draenase dan airase tanah menjadi baik dan baik untuk pertumbuhan tanaman nantinya. Adapun faktor tanah yang mempengaruhi produksi dalam usaha tani adalah mencakup tiga segi yaitu faktor fisik tanah, kimia tanah dan biologi tanah. Faktor fisik tanah adalah tentang tekstur tanah, struktur tanah, konsistensi, tata air draenase, tata udara (airase) temperature dan warna tanah. Faktor kimia tanah adalah pengaruh ion terhadap tumbuhnya tanaman, keasaman tanah atau pH tanah, sedangkan Faktor biologi tanah adalah tentang jasad yang hidup dalam tanah atau jasad renik tanah. Biasanya tanah yang memiliki sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang baik, akan dapat meningkatkan produksi pertanian Pengolahan tanah dilakukan pada saat tidak ada hujan 2 – 4 minggu sebelum tanam, untuk menggemburkan tanah dan memberikan sirkulasi udara dalam tanah. Tanah dicangkul sedalam 40 cm. Budidaya dilakukan pada bedengan yang telah disiapkan dengan lebar 100 - 200 cm, dan panjang sesuai kebutuhan. Jarak antara bedengan 20 - 40 cm. PENANAMAN Teknik dan cara penanaman yang benar tentu akan meningkatkan produksi yang baik, beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain persiapan lubang tanam dan jaraknya, seleksi bibit dan waktu tanam. Persiapan lubang tanam, penanaman bawang merah yang terlalu dangkal menyebabkan tanaman mudah roboh, sebaliknya penanaman yang terlalu dalam akan menghambat pertumbuhan tunas karena tertutup oleh tanah. Jarak tanam sangat berfarisi tergantung jenis tanahnya umumnya ditanam dengan jarak 15x15 cm atau 20x20 cm. Umbi bibit bawang merah yang telah dipersiapkan yaitu dipotong 1/3 bagian kemudian dimasukkan lubang tanam dan bagian atasnya ditutup dengan tanah tipis, selanjutnya bedengan tanah disiram dengan air sampai tanahnya agak lembab. Biasanya setelah 5-7 hari umbi bibit sudah terlihat mulai tumbuh Adapun saat tanam yang baik untuk menanam bibit bawang merah yaitu dilakukan pada akhir musim hujan, yaitu kira-kira bulan April, Mei, Juni atau menjelang akhir musim kemarau kira-kira bulan Oktober. Pada umbi yang akan ditanam sudah mulai ada tanda-tanda akan ada akar dan bakal daun yang tumbuh. PEMELIHARAAN Pengairan atau penyiraman dengan air yang kontinu dalam poemeliharaan tanaman bawang merah sangat penting . Penyiraman dilakukan secara rutin sekali atau dua kali dalam sehari tergantung pada keadaan tanah atau musimnya. Air merupakan kebutuhan utama bagi tanaman bawang merah. Pengairan sebaiknya dilakukan dengan cara menyiramkan air dengan gembor. Waktu pengairan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, saat suhu udara tidak terlalu panas, dan penyiraman dilakukan jangan terlalu basah atau masih terlalu kering atau siramlah secara sedang sedang saja. PENYULAMAN TANAMAN Penyulaman adalah suatu kegiatan untuk mengganti tanaman yang mati, rusak atau yang pertumbuhannya tidak normal, penyulaman dilakukan satu minggu setelah tanam, karena saat itu sudah dapat terlihat adanya tanaman yang pertumbuhannya tidak normal. Bibit yang digunakan untuk penyulaman adalah bibit yang sengaja disisakan atau dibiarkan tumbuh pada lahan pembibitan sebagai bibit cadangan. PEMUPUKAN Pemupukan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta produksi. pemupukan bertujuan untuk menambah ketersediaan unsur hara didalam tanah terutama agar tanaman dapat menyerap hara sesuai dengan kebutuhan tanaman itu sendiri Pemupukan tanaman bawang merah dilakukan dalam dua tahap yaitu sebelum penanaman sebagai pupuk dasar dan sesudah penanaman sebagai pupuk susulan. Untuk pupuk dasar digunakan pupuk kandang atau kompos sebanyak 10-15 ton / hektar Pupuk susulan dapat berupa pupuk tunggal atau pupuk majemuk yang semuanya merupakan pupuk anorganik atau pupuk buatan seperti pupuk urea dan ZA sebagai sumber Nitrogen, pupuk TSP sebagai sumber Pospor dan pupuk KCl sebagai sumber Kalium. Adapun pemberian pupuk harus berimbang sesuai dengan anjuran serta penggunaan lima tepat yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat cara, tepat waktu dan tepat tempat. Contohnya Pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang, dengan dosis 10 ton/ha, pupuk buatan dengan dosis urea 100 kg/Ha, ZA 200 kg/Ha, TSP/SP-36 250 kg/ha. KCI 150 kg/ha (sesuai dengan kesuburan tanah) PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN Pengendalian Organisme pengganggu tanaman dilakukan tergantung pada serangan hama dan penyakit yang timbul. Hama yang menyerang tanaman bawang merah adalah ulat tanah, ulat daun, ulat grayak, kutu daun dan Nematoda Akar. Pengendalian Hama dilakukan dengan cara: - Sanitasi dan pembuangan gulma - Pengumpulan larva dan memusnahkan - Pengolahan lahan untuk membongkar persembunyian ulat - Penggunaan Insektisida - Rotasi Tanaman Penyakit yang sering menyerang bawang merah adalh Bercak Ungu, Embun Tepung, Busuk Leher Batang, Antraknose, Busuk Umbi, Layu Fusarium dan Busuk Basah. Pengendalian penyakit dilakukan dengan cara: - Sanitasi dan pembakaran sisa tanaman yang sakit - Penggunaan benih yang sehat - Penggunaan fungisida yang efektif 7.PANEN Panen dilakukan bila umbi sudah cukup umur sekitar 60 HST, ditandai daun mulai menguning, caranya mencabut seluruh tanaman dengan hati-hati supaya tidak ada umbi yang tertinggal atau lecet. Untuk 1 (satu) hektar pertanaman bawang merah yang diusahakan secara baik dapat dihasilkan 10-15 ton. PASCA PANEN Pengeringan umbi dilakukan dengan cara dihamparkan merata diatas tikar atau digantung diatas para-para. Dalam keadaan cukup panas biasanya memakan waktu 4-7 hari. Bawang merah yang sudah agak kering diikat dalam bentuk ikatan.Proses pengeringan dihentikan apabila umbi telah mengkilap, lebih merah, leher umbi tampak keras dan bila terkena sentuhan terdengar gemerisik. SORTASI DILAKUKAN SETELAH PROSES PENGERINGAN Ikatan bawang merah hasil panenan dapat disimpan dalam rak penyimpanan atau digantung dengan kadar air 80 (persen) – 85 (persen), ruang penyimpnan harus bersih, aerasi cukup baik, dan harus khusus tidak dicampur dengan komoditas lain Demikian Teknik Budidaya Tanaman Bawang Merah secara sederhana semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya.(mnr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar