Tampilkan postingan dengan label SDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SDA. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 06 April 2013
EMBUNG MERUPAKAN SUMBER KEHIDUPAN BAGI LAHAN PERTANIAN TADAH HUJAN DIMUSIM KEMARAU
Embung adalah merupakan tendon air atau waduk berukuran kecil pada lokasi pertanian yang bertujuan untuk menampung kelebihan air hujan dimusim penghujan dan pemanfaatannya pada musim kemarau untuk berbagai keperluan baik di bidang pertanian maupun kepentingan masyarakat banyak Teknik pembuatan embung meliputi penentuan tekstur tanah, kemiringan lahan, bentuk, ukuran penggalian tanah, kelapisan tanah, kelapisan plastik, penembokan dan pelapisan kapur. Pembentukan embung pada dasaranya adalah untuk mengairi lahan pertanian terutama pada musim kemarau, manfaat lain dari embung adalah dibidang perikanan yang bisa dijadikan untuk kolam pemeliharaan ikan dan sebagai persediaan minuman ternak maupun untuk keperluan rumah tangga. I. PENDAHULUAN Di Indonesia terdapat dua wilayah agraris yang sangat menonjol, yaitu daerah pertanian dengan ketersediaan air irigasi yang cukup melimpah dan daerah pertanian yang hanya mengharapkan air hujan dari langit yang disebut sawah tadah hujan. Dengan pesatnya pembangunan diberbagai sektor maka memberikan konsekwensi bahwa lahan irigasi semakin lama semakin berkurang dan bahkan banyak berubah fungsi menjadi kawasan industri dan pemukiman. Lahapertanian semacam ini adalah merupakan lahan potensial untuk pertanian yang dapat menghasilkan pangan untuk kehidupan manusia. Untuk itu guna mengganti lahan tersebut maka diperlukan adanya penambahan lahan pertanian baru, pada umumnya untuk lahanpertanian yang baru yang bisa mengganti keadaan seperti ini dalah lahan sawah tadah hujan. Lahan tadah hujan sebenarnya potensial untuk menghasilkan padi, akan tetapi kendalanya adalah adanya factor pembatas yang berupa air, dimana pada musim kemarau petani sangat kesulitan air karena cadangan air terlalu minim, sehingga menyebabkan rendahnya produksi pertanian dan bahkan kadang kala tidak menghasilkan sama sekali karena kekeringan. Untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan membangun jaringan irigasi pada lahan tadah hujan memerlukan biaya yang sangat besar, karena itu perlu diatasi dengan teknologi yang lebih murah dan terjangkau yaitu dengan Teknologi pembuatan Embung II. PENGERTIAN EMBUNG Kata embung menurut beberapa orang berasal dari bahasa Nusa Tenggara Timur yang secara keseluruhan dapat diartikan suatu tandon air atau waduk kecil dilahan pertanian yang bertujuan untuk menampung kelebihan air hujan dan menggunakannya pada saat musim kemarau untuk berbagai keperluan baik dibidang pertanian maupun rumah tangga. III. TEKNIK PEMBUATAN EMBUNG. Teknik pembuatan embung sebenarnya boleh dikatakan sangat sederhana, hanya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain : A. Penentuan Lokasi 1. Tekstur Tanah. • Embung sebaiknya dibuat dilahan dengan tanah bertekstur liat, lempung, liat berlempung dan lempung liat berdebu, agar fungsinya sebagai penampung air dapat terpenuhi. • Pada tanah berpasir yang poreus tidak dianjurkan untuk pembuatan embung karena air akan cepatmeresap kedalam tanah dan hilang, dan apabila terpaksa dianjurkan untuk dibuat maka dianjurkan untuk memakai, plastic atau ditembok lapisan luarnya sehingga air tidak merembes. 2. Kemiringan lahan. • Embung sebaiknya dibuat pada areal pertanian yang bergelombang dengan kemiringan antara 20- 30 persen agar lapisan air permukaan dapat dengan mudah mengalir kedalam embung dan selanjutnya air embung mudah untuk disalurkan kepetak-petak pertanian, karena adanya perbedaan ketinggian antara embung dengan petak pertanian. • Areal pertanian yang datar kurang cocok untuk dibuat embung , karena sulit untuk mengalirkan air dari embung kepetak pertanian. • Pada lahan yang terlalu miring kurang lebih 30 persen embung akan cepat penuh dengan endapan tanah karena pengaruh erosi B. Kontrusksi embung 1. Bentuk Embung. • Bentuk embung sebaiknya bujur sangkar atau mendekati bujur sangkar hal ini agar diperoleh keliling yang paling pendek. Tujuannya agar resapan air melalui tanggul lebih sedikit. 2. Ukuran embung. • Embung bisa dibuat berdasarkan perorangan maupun kelompok, hal ini tergantung dari pada keperluan dan luas pertanian yang akan di airi 3. Penggalian Tanah. • Penggalian tanah dapat dimulai dari batas pinggir embung menuju ke bagian tengah. • Kedalam galian diusahakan mencapai 2-3 meterhal ini untuk memperoleh kapasitas embung • Keliling embung dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah hal ini untuk menghindari masuknya kotoran kedalam embung • Jarak saluran pembuangan dari permukaan tanggul berkisar antara 25-50 cm dan dibuat sedemikian rupa sehingga air embung tidak meluap. 4. Pelapisan tanah. • Untuk menjaga agar embung tidak bocor maka perlu dilakukan pelapisan tanah terutama pada bagian dinding embung. Pelapisan dinding ini dilakukan dengan cara; Tanah liat dibasahi dan diolah sampai berbentuk seperti pasta, baru kemudian dilapiskan secara merata. • Dinding embung pada tanah bertekstur liat atau lempung liat berdebu tidak perlu dilapisi, karena pada jenis tanah ini resapan air boleh dikatakan kurang. • Pada tanah berpasir resapan air kebawah maupun yang melalui tanggul cukup banyak, karena itu dinding embung perlu dilapisi dengan beberapa bahan misalnya, plastic, batu bata, tembok, atau campuran pasir dengan tanah liat untuk penahan resapan air. 5. Pelapisan Plastik. • Plastik yang digunakan untuk pelapisan dinding maupun dasar embung dapat digunakan dari jenis polyethilin atau polyvinil Chloride (PVC) dengan ketebalan 0, 15 mm • Untuk pelapisan didasar embung , plastic ditimbun tanah setebal kurang lebih 25 cm • Ketahan plastik ini bisa mencapai 2-3 tahun. 6. Penembokan. • Pencegahan peresapan air selain dengan plastic dapat pula digunakan dengan penembokan baik untuk dinding maupun untuk dasar embung. 7. Pelapisan Kapur. • Untuk pelapisan dengan kapur dibuat adonan dengan perbandingan kapur tembok dan tanah liat 1:1 • Dibuat pasta yang selanjutnya baru dilapiskan. Pada dinding embung atau dasar embung. IV. MANFAAT EMBUNG. 1. Air Embung Pada prinsipnya air embung digunakan untuk mengairi lahan terutama pada musim kemarau. Pemanfaatan air pada musim kemarau perlu juga memperhatikan luasan lahan dengan ketersediaan air yang ada didalam embung. Apakah untuk mengairi sawah atau palawija dengan memperhitungkan kebutuhan air sebagai misal untuk padi 200 mm per bulan atau 1 liter/ detik /Ha. Disamping itu juga perlu diperhatikan jika embung juga untuk persediaan minuman ternak 2. Pengairan padi dan palawija Pengairan dari embung untuk padi dan palawija tidak sepenuhnya menggunakan air, hanya dilakukan pada saat kritis, yaitu pada fase primordial (bunting), Pembungaan dan pengisian gabah. Saat ini air disalurkan ke petak pertanian bisa menggunakan selang plastic hingga kondisi tanah jenuh air. Untuk tanaman palawija caranya dengan menyiram seputar pangkal tanaman, mengingat ketersediaan air di embung terbatas. Sebaiknya perlu diketahui kebutuhan dari masing-masing jenis palawija akan air per musim atau per hektarnya 3. Peternakan. Pada musim kemarau ada kalanya sulit untuk mendapatkan air untuk minuman ternaknya dan harus diangkut dari tempat yang jauh. Dengan adanya air embung ini dapat digunakan untuk memberi minuman ternaknya 4. Perikanan Khusus dibidang perikanan embung ini dapat dimanfaatkan pada musim hujan maupun musim kemarau, dengan catatan untuk musim kemarau ketersediaan air harus cukup. Beberapa factor penting yang perlu diperhatikan jika embung digunakan untuk pemeliharaan ikan adalah ; Curah hujan, penguapan, Tekstur tanah, Kontruksi kolam dan mutu air yang ada diembung. Untuk mutu air sendiri perlu juga diperhatikan. Oksigen terlarut dan Ammonia, jenis ikan untuk embung perlu dipilih yang tepat dan sesuai dengan kondisi embung. Yang pada dasarnya serba terbatas, yaitu air yang menggenang, jenis ikan yang cocok, yaitu Gurame , Mujair, Tawes, lele. Untuk pakannya dapat berupa dedak, sisa makanan atau pellet serta tanaman-tanaman seperti daun talas. V. PEMELIHARAAN EMBUNG. Pemeliharaan embung perlu dilakukan agar tetap bermanfaat dan terhindar dari kerusakan dini Pemeliharaan ini antara lain dapat dilakukan sebagai berikut: • Pemagaran embung dengan bambu atau pagar hidup • Pengangkatan lumpur yang dilakukan pada musim kemarau atau ketika volume air sudah minimal dan tidak digunakan. • Perbaikan embung terutama untuk bagian dinding tanggul jika terjadi kerusakan segera diperbaikai agar tidak berlarut –larut dan bertambah parah. • Untuk mencegah jebolnya tanggul, usahakan agar air tidak melimpah dipermukaan tanggul • Usahakan tidak menggembalakan, memandikan dan memberikan minuman ternak diatas tanggul maupun masuk kedalam area embung. • Untuk menekan kehilangan air karena penguapan dapat dilakukan penanaman sebagai berikut. o Anjang-anjang atau tanaman penutup/ peneduh dimana tiang anjang dibuat dari anyaman bambu. o Pada anjang-anjang yang dibuat ini dijalarkan tanaman merambat yang bermanfaat seperti tanaman kecipir, markisa, gambas, yang juga berfungsi sebagai penutup permukaan air. o Pohon penahan angin juga diperlukan disekitaar embung seperti pohon buah-buhan atau rumput-rumputan untuk pakan ternak. Demikian teknologi pembuatan embung dan manfaatnya bagi masyarakat tani, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi petani atau masyarakat yang memerlukannya. (mnr)
Kamis, 07 Maret 2013
TEKNIK PEMBUATAN BOKASHI DARI JERAMI PADI
Pada saat panen raya padi jumlah jerami padi ditingkat petani sangat melimpah dan kurang dimanfaatkan oleh petani, akan tetapi saat petani membutuhkan pupuk untuk tanaman padi khususnya pupuk organic. petani umumnya merasa kesulitan untuk mendapatkan pupuk organik tersebut, dan disisi lain Pengetahuan, sikap dan Keterampilan/skill petani dalam pembuatan bokasi dari jerami umumnya masih kurang, sehingga perlu adanya langkah-langkah yang ditempuh diantaranya dengan percontohan Teknik dan cara pembuatan Bokashi dari jerami ditingkat petani secara sederhana, adapun teknik dan caranya sebagai berikut : Pertama Langkah-langkah yang perlu dilakukan antara lain; 1. Bahan-bahan yang diperlukan a. Jerami padi 200kg termasuk berbagai rumput dan dipotong-potong berukuran kurang lebih 10 cm b. Katul atau dedak sebanyak 10 kg c. Sekam padi 200 kg d. Gula pasir 10 sendok makan e. Air sebanyak 20 liter 2. Teknik dan cara pembuatan • Pertama-tama jerami bersama rumpu-rumputan, ditambah katul dan sekam padi, dicampur rata menjadi adonan. • Gula pasir, EM 4 dan air dicampur rata, lalu disiramkan perlahan-lahan kedalam adonan. • Kemudian adonan tadi dikepal-kepal dengan tangan hingga kering. Selanjutnya adonan tersebut dibungkus dengan plastik selama 4 hari dan jangan lupa dikontrol suhunya setiap hari. • Bila suhunya lebih dari 50 derajat Celcius maka adonan tersebut harus didinginkan kembali • Adonan disimpan dalam ruangan terbuka namun tidak boleh terkena sinar matahari maupun hujan • Setelah 4 hari disimpan barulah Bokashi dapat digunakan sebagai pupuk organik. • Adapun dosis pemakaian: Untuk tanaman palawija sebanyak satu genggam dicampur tanah untuk setiap tanaman. Untuk tanaman keras diberikan satu minggu sebelum tanam, dan untuk tanaman sayuran disesuaikan dengan keadaan. Demikian teknik dan cara pembuatan Bokashi dari jerami padi semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya.(mnr)
Senin, 25 Februari 2013
EMPAT ASPEK TEKNOLOGI PERTANIAN MERUPAKAN KUNCI DALAM PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN.
Didalam program pembangunan pertanian kita mengenal adanya istilah empat aspek teknologi pertanian yang meliputi Aspek Teknis, Aspek Ekonomi, Aspek Sosial dan Aspek Yuridis. Empat aspek teknologi pertanian ini adalah merupakan salah satu upaya untuk mendukung keberhasilan pertanian yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani. Kita sadar bahwa didalam pembangunan pertanian ternyata negeri kita Indonesia tercinta yang merupakan negara agraris kenyataanya saat ini masih tertinggal dari negara tetangga kita, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya Padahal pemerintah Indonesia telah memiliki lembaga penelitian pertanian yang diisi oleh para peneliti handal, telah memilki balai latihan dan keterampilan pertanian yang dilatih oleh para widia iswara yang mumpuni, telah memiliki sarana dan prasarana pertanian yang memadai dan bahkan telah memiliki penyuluh pertanian yang tangkas, tangguh dan tahan banting yang tersebar diseluruh pelososk nusantara. Sebetulnya hambatan apa yang perlu dibenahi sehingga pembangunan pertanian di Indonesia lebih baik dari sekarang ini. Perlu kita ketahui bahwa teknologi pertanian kini telah berkembang dengan pesat dan kompleks baik jenis maupun jumlahnya. Perlu kita ketahui bahwa teknologi pertanian itu tidak bisa dipindahkan secara mutlak dari satu daerah kedaerah lainnya, sehingga boleh jadi suatu komoditas dapat kita kembangkan dengan baik didaerah kita, akan tetapi belum tentu berhasil dengan baik apabila dikembangkan didaerah lain, itulah yang namanya komoditas pertanian yang memiliki sifat spesifik karaktersitik agroklimatik. Adapun agar supaya teknologi pertanian itu dapat dikembangkan disuatu daerah dengan baik serta dapat meningkatkan produksi pendapatan dan kesejahteraan petani, minimal teknologi pertanian tersebut harus memilki empat aspek yaitu; Pertama secara teknis teknologi tersebut dapat diterapkan oleh petani setempat secara mudah, yang kedua teknologi tersebut secara ekonomi dapat menguntungkan petani, yang ketiga teknologi tersebut secara sosial dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat, yang keempat teknologi tersebut secara yuridis tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku. 1. Teknologi tersebut secara Teknis dapat diterapkan oleh petani setempat dengan mudah. maksudnya bahwa teknologi tersebut harus dapat dengan mudah diterapkan oleh petani didaerah tersebut dan petani tanpa mengalami kesulitan yang berarti. Karena apa ?, karena teknologi pertanian memiliki sifat yang tidak bisa dipindahkan secara mutlak dari satu daerah kedaerah lainnya, sehingga untuk mengembangkan suatu teknologi pertanian itu perlu adanya pengujian pada lahan percontohan atau demplot dengan skala kecil dahulu, barulah setelah berhasil teknologi tersebut dapat dikembangkan pada petani lainnya dengan skala yang lebih luas, akan tetapi apabila teknologi tersebut kurang baik atau gagal, maka teknologi tersebut janganlah sekali disebar luaskan kepada petani lainnya apalagi dipaksakan karena akan dapat menimbulkan kerugian yang besar yang mengakibatkan fatal. 2. Teknologi tersebut secara eknomi menguntungkan bagi petani, maksudnya teknologi pertanian yang akan dikembangkan itu meskipun secara teknis dapat diterapkan dengan mudah oleh petani setempat, akan tetapi teknologi tersebut juga harus dapat menguntungkan bagi petani, sehingga dari hasil analisa usaha taninya harus menunjukkan bahwa jumlah korbanan yang dikeluarkan dalam proses produksi itu harus lebih kecil dari pada income atau pendapatan yang akan diterima oleh petani. Dengan kata lain jumlah Outputnya harus lebih besar dari pada inputnya. Menurut Prof. Sudarsono B/C rationya minimal 1,5 artinya apabila korbanan yang dikelurkan petani katakanlah Rp 10.000.000,- maka pendapatan yang harus diterima minimal Rp 15.000.000,- 3. Secara Sosial dapat diterima oleh sebagian besar lapisan masyarakat. Maksudnya bahwa suatu teknologi pertanian meskipun secara teknik dapat dterapkan oleh petani dengan mudah, secara ekonomi menguntungkan bagi petani, akan tetapi apabila teknologi pertanian tersebut mendapat penolakan sosial atau tidak diterima oleh sebagian kalangan masyarakat, maka teknologi itu janganlah sekali-kali dikembangkan didaerah tersebut, karena apabila teknologi itu tetap dikembangkan, kita pasti akan mengalami penolakan sosial yang berakibat fatal. Adapun contoh dari kasus semacam ini misalnya janganlah sekali-kalai kita mengembangkan ternak babi pada daerah yang penduduknya mayoritas muslim, karena jika kita tetap ngotot untuk mengembangkannya kita pasti akan mendapat penolakan sosial yang akan mengalami kesulitan pada usaha kita dan bahkan fatal akibatnya. 4. Secara Yuridis tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku. Maksudnya bahwa suatu teknologi pertanian itu meskipun secara teknik dapat diterapkan oleh petani, secara ekonomi menguntungkan bagi petani, secara sosial dapat diterima oleh sebagian besar kalangan masyarakat, akan tetapi apabila teknologi pertanian tersebut bertentangan dengan hukum yang berlaku, janganlah kita sekali-kali mencoba untuk mengembangkannya. Karena apabila kita bersi keras tetap ngotot untuk mengembangkannya maka kita akan berhadapan dengan aparat hukum dan bahkan bisa dipenjarakan. Adapun contoh dari kasus semacam ini adalah apabila kita mencoba mengembangkan tanaman ganja, opium, khat atau tanaman sejenisnya, pokonya komoditas yang bertentangan dengan hukum yang berlaku maka kita pasti akan berhadapan dengan aparat yang berwajib. Dari ke empat aspek teknologi pertanian tersebut diatas, maka kita selaku petani atau pengusaha pertanian haruslah dapat mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum teknologi pertanian tersebut kita kembangkan lebih lanjut, Demikian sekilas informasi teknologi pertanian semoga dapat menjadi bahan masukan bagi pelaku pertanian yang ingin mengembangkan komoditas pertanian secara professional.(mnr)
Kamis, 21 Februari 2013
KONSERVASI TANAH DAN AIR MERUPAKAN UPAYA UNTUK MELESTARIKAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP
Akhir akhir ini kalau kita rasakan keadaan suhu dimuka bumi semakin hari semakin bertambah panas dan membakar, bencana kekeringan terjadi dimana mana dan mengenaskan, sedangkan pada musim penghujan banjir tak terelakkan datangnya sering dengan tiba tiba disertai lumpur yang mengakibatkan pendangkalan waduk waduk dan rusaknya jaringan irigasi, areal persawahan, perumahan penduduk serta infra struktur. Kejadian semacam ini sebagai indikator bahwa upaya Konservasi Tanah dan Air masih perlu ditingkatkan baik intensitas maupun efektifitasnya. Menyitir dari Kitab Suci Al Qur’an Surat Al Qhosos ayat 77, Allah SWT memberi peringatan kepada kita yang artinya: Dan janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai terhadap orang orang yang berbuat kerusakan. Begitu pula didalam ayat lain yaitu Qur’an Surat Ar Rum ayat 41 Allah SWT memberi peringatan yang keras kepada kita yang artinya: “Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar. Manusia yang diciptakan Allah dimuka bumi sebagai Khalifah yang diberi akal dan pikiran mestinya harus terpanggil dan peduli untuk melestariakn bumi ini, sehingga bumi khususnya Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup tidak terjadi kerusakan yang semakin parah. Kalau kita menengok ke belakang sebenarnya Inpres Reboisasi dan Penghijauan telah dimulai hamper tiga dasa warsa yang lalu, tepatnya tahun 1976, akan tetapi nampaknya keberhasilan yang telah dicapai belum dapat mengimbangi lajunya perusakan bumi terutama kerusakan Tanah dan Air yang disebabkan oleh ulah tangan manusia. Adapun guna mengatasi masalah tersebut maka perlu ditingkatkan adanya Gerakan Konversi Tanah dan Air, adapun agar supaya Konversi Tanah dan Air dapat efisien dan efektif perlu adanya persepsi dan partisipasi yang sama antara Pemerintah dengan Masyarakat secara berkesinambungan. Apakah sebenarnya Konservasi Tanah dan Air itu ? Konservasi tanah dan Air adalah merupakan upaya manusia untuk mempertahankan, meningkatkan, dan atau merehabilitir daya guna tanah agar berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Pada Prinsipnya Metode KonservasiTanah dan Air ada lima yaitu 1. METHODE VEGETATIF Methode Vegetatif pada daqsarnya dilakukan melalui penenaman tanaman atau vegetasi, hal ini dikarenakan tanaman mampu untuk mengurangi erosi tanah, dapat menahan twtesan air hujan yag jatuh langsung kepermukaan tanah, dan Dapat memperbesar porositas yang kemudian dapat menambah infiltrasi tanah serta dapat menjadikan proses evavotraspirasi yang dapat mencegah run off atau aliran permukaan. 2. METHODE TEHNIK SIPIL Methode tehnik sipil sering di istilahkan dengan methode mekanik yaitu upaya penanggulangan erosi dan banjir yang untuk terlaksananya kegiatan ini memerlukan campur tangan manusia atau sarana fisik tehnik sipil / mekanik. Dalam hal ini untuk usaha pengendalian banjir contohnya dengan pembuatan Gully Drop, dan Gully plug. Sedangkan untuk usaha pengendalian erosi perlu Terasiring, dan untuk usaha pengawatan air perlu dibuat Dam pengendali dan sumur peresapan. 3. METHODE KIMIA Methode Kimia yaitu ke4giatan Konservasi Tanah dan Air berupa penambahan bahan imia kedalam tanah yang sifatnya tanah labil, sehingga diharapkan dapat memperbaiki struktur tanah, sehingga tanah lebih tahan terhadap erosi adapun bahan kimia yang dipergunakan untuk pengawetan tanah ini disebut Soil Conditioner. 4. METHODE BIOTEKNIK. Methodhe Bioteknik adalah kegiatan Konservasi Tanah dan Air dengan menggunakan bioteknik yaitu rekayasa penggunaan atau pemanfaatan berbagai jenis tanaman, baik batang, cabang, ranting maupun biji bijian atau di kombinasikan dengan berbagai bahan alam maupun buatan yang digunakan untuk membuat bentuk atau jenis bangunan penanggulangan erosi atau longsor. Sasaran metode ini adalah pada lokasi yang rawan erosi terutama pada lahan miring atau tempat tempat yang curam dan rawan longsor. 5. METHODE BIOLOGIS Konversi tanah dan air dengan metode biologis pada hakekatnya adalah upaya menciptakan kondisi yang sesuai untuk tumbuh dan berkembangbiaknya mikro organisma dalam tanah, dimana mikro organisme ini dapat membantu pembentukan struktur tanah yang baik yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman, disamping dapat meningkatkan daya serap dan daya pegang tanah terhadap air. Demikian sekelumit Teknologi Konversi Tanah dan Air semoga tulisan ini dapat menjadi pertimbangan dalam upaya pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Rabu, 20 Februari 2013
TEKNIK PEMBUATAN MINYAK GORENG DARI BUAH KELAPA
PENDAHULUAN. 1. Latar belakang. Tanaman kelapa (Cocos nucifera.L) bukan merupakan hal yang asing bagi kehidupan manusia dan bahkan kelapa sudah merupakan bagian dari kebutuhan hidup masyarakat dunia. Kebutuhan ini meliputi penggunaan untuk keperluan sehari-hari bagi keluarga maupun sebagai ekonomi untuk meningkatkan pendapatan petani ( San Afri Awang,1991) Sedangkan menurut Djoehana (1991)dewasa ini tingkat konsumsi kelapa di dalam negeri dari tahun - ketahun terus meningkat dengan laju 4,5 % pertahun, sedangkan dilain pihak laju peningkatan produksi kelapa hanya mencapai 3,37% pertahun, sehingga terjadilah ketidak seimbangan antara konsumsi dengan produksi. Kebutuhan konsumsi kelapa dapat berupa minyak kelapa, dimana minyak kelapa ini merupakan salah satu komponen Sembilan bahan pokok. Karenanya olahan kelapa untuk minyak kelapa mempunyai porsi yang sangat besar, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor( Rani Palungkun,1993). Sedangkan menurut Carmencita (1989) pengolahan minyak kelapa dapat dilakukan secara tradisional maupun secara modern. Di daerah pedesaan pembuatan minyak kelapa biasanya masih dilakukan secara tradisonal yang dikenal dengan nama cara botokan, krengsengan atau klentik yang pada hakekatnya merupakan metoda basah. Menurut Djoehana (1991). Penduduk Indonesia umumnya mengkonsumsi minyak kelapa untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari rata-rata 6 Kg/jiwa/tahun, namun petani di Indonesia kebanyakan masih rendah dalam penerapan teknologi pembuatan minyak goreng dari buah kelapa. Sebenarnya penerapan teknologi pengolahan minyak goreng dari buah kelapa masih bisa ditingkatkan asalkan petani mau dan mampu menerapkan teknologi sesuai dengan anjuran pemerintah. 2. Masalah . Masalah yang dihadapi petani di Indonesia adalah masih rendahnya tingkat penerapan teknologi pengolahan minyak goreng dari buah kelapa yang dilakukan oleh petani, kebanyakan petani di Indonesia baru dapat memproduksi minyak goreng dari buah kelapa rata-rata dalam 1kg minyak goreng dibutuhkan buah kelapa sebanyak 6-7 butir. Sedangkan menurut anjuran setiap 1 kg minyak goreng hanya dibutuhkan 4-5 butir kelapa saja. Dengan asumsi bahwa kandungan minyak goreng dalam daging buah kelapa sebanyak 45 % (Suhardiman,1994). PROSES PEMBUATAN MINYAK GORENG. 1. Pemilihan buah kelapa. Untuk menghasilkan minyak kelapa yang bermutu tinggi harus dipilih buah kelapa yang sudah tua, tidak cacat (pecah, berlubang bekas dimakan tupai dan lain-lain) atau busuk. Pemilihan buah kelapa yang sudah tua bisa dilakukan dengan cara menggoncang-goncang buah kelapa dengan menggunakan dua belah tangan. Apabila buah kelapa tersebut terasa agak berat dan tidak terdengar goncangan air kelapanya maka buah kelapa tersebut belum cukup tua . Buah yang sudah tua biasanya agak ringan dan terdengar bunyi goncangan air kelapanya bila kelapa tersebut digoncang-goncangkan. Buah kelapa yang masih muda biasanya kandungan minyaknya relatif rendah, dengan demikian akan dihasilkan sedikit minyak. Demikian pula buah yang terlalu tua. Buah yang terlau tua dapat ditunjukkan oleh adanya pertumbuhan tunas. Sedangkan buah yang cacat atau busuk akan menghasilkan minyak yang mutunya rendah, berbau tengik atau mudah menjadi tengik karena kandungan asam lemak bebas yang tinggi. Agar supaya minyak goreng tahan lama simpanlah dengan standard kualitas yang baik, maka sebaiknya minyak goreng disimpan didalam wadah yang tidak dibuat dari logam karena beberapan jenis logam seperti Fe, Cu dan lain-lain dapat mempercepat terjadinya proses ketengikan. Wadah yang baik misalnya botol-botol yang berwarna gelap.Wadah-wadah tersebut sebaiknya disimpan ditempat yang kering, sejuk dan teduh, agar supaya tidak terkena sinar matahari, karena cahaya matahari dapat juga mempercepat prosesd ketengikan. Adapun Proses tahapan pembuatan minyak goreng adalah sebagai berikut: a. Pengupasan sabut kelapa. Pengupasan sabut kelapa dilakukan dengan menggunakan alat pengupas yang disebut Slumbat, yaitu terbuat dari besi seperti linggis pada bagian atas dibuat pipih tapi tidak tajam. Sedangkan pada bagian alas dibuat dari kayu, caranya kayu ditatah selebar lubang besi untuk slumbat tersebut, selanjutnya maukkan besi slumbat tadi pada alas kayu tadi, dan upayakan kuat sehingga tidak copot bila dipakai untuk mengupas sabut kelapa. b. Pencukilan. Pencukilan bertujuan untuk memisahkan daging kelapa dari tempurungnya (batok). Buah kelapa yang akan diambil minyaknya haruslah buah yang sudah tua dan tidak cacat atau busuk. Cara pencukilan menggunakan pisau khusus cukil, sehingga daging buah kelapa yang dihasilkan mutunya baik. c. Pencucian. Hasil cukilan daging buah kelapa kemudian dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel. Kotoran kotoran yang menempel ini apabila tidak dihilangkan akan menurunkan kualitas minyak goreng yang dihasilkan. d. Pemarutan. Pemarutan dimaksudkan untuk memperkecil ukuran dan pemecahan sel-sel, sehingga minyak lebih mudah ter-ekstraksi. Untuk jumlah sedikit, pemarutan dapat dilakukan dengan menggunakan pemarutan manual, yaitu pemarutan yang biasa digunakan dirumah tangga, sedangkan apabila jumlahnya besar sebaiknya digunakan pemarutan semi mekanis, yaitu pemarutan yang digerakkan dengan cara dipedal atau pemarutan mekanis yaitu pemarutan yang digerakkan dengan mesin atau listrik. e. Ekstraksi I, II dan III Hasil parutan daging buah kelapa ini ditambahkan air dengan perbandingan Air : Parutan daging buah kelapa 1 : 1. Kemudian diekstraksi (diperas, dipress). Air yang digunakan atau air yang ditambahkan berperan sebagai media pembawa minyak. f. Pemanasan Pendahuluan. Kumpulan santan kemudian dipanaskan kira-kira selama 1 jam sebagai pemanasan penduhuluan untuk memisahkan santan kental (kanil). Selanjutnya santan kental atau kanil ini kita sebut santal ( singkatan santan kental). Pemisahan santan kental ini diperlukan untuk mempercepat pemisahan minyak pada proses pemanasan santan selanjutnya. Dengan demikian akan lebih efisien dalam pemakaian bahan bakar. Sedang wadah yang digunakan untuk pemanasannya sebaiknya digunakan wadah dari stainlees steel, Aluminium, panci atau wadah lain yang tidak membantu mempercepat proses ketengikan minyak. Untuk memudahkan pemisahan santan kental dari fase air setelah pemanasan pendahuluan dapat digunakan wadah dengan kontruksi bagian bawah atau dasar dari panci tadi dibuat kran untuk pembuangan air yang tidak digunakan. g. Pemanasan. Santan kental setelah dipisahkan dan dikumpulkan kemudian dipanaskan lebih lanjut untuk dipisahkan minyak dari residunya (Blondo). Pemanasan ini dimaksudkan untuk menguapkan air yang masih tertinggal dalam santan kental. h. Penyaringan. Setetelah semua air ter-uapkan , maka residu dan minyak kelapa dipisahkan dengan cara penyaringan. Minyak yang diperoleh ditampung dan karena residunya masih mangandung minyak yang cukup tinggi maka perlu dilakukan pengepresan. i. Pengepresan. Residu yang berupa blondo atau ketak yang diperoleh masih banyak mengandung minyak. Selain mengandung minyak residu ini juga mengandung protein yang cukup tinggi, jadi residu ini merupakan bahan makanan yang bernilai gizi cukup tinggi j. Pengemasan. Setelah diperoleh minyak goreng yang bermutu tinggi makan selanjutnya dikemas dalam botol-botol minyak yang terbuat dari kaca atau jerigen yang terbuat dari plastik dan simpanlah pada tempat yang kering dan teduh serta aman dari sinar matahari secara langsung Demikian sekilas informasi teknologi pembuatan minyak goreng dari buah kelapa secara sederhana, semoga dapat bermanfaat bagi para petani ataupun masyarakat yang ingin mencobanya.(mnr)
Langganan:
Postingan (Atom)
Label
- ANALISIS
- award
- Baja dan Nutrien
- Bena Perang
- Bengkel dan Forum SRI
- Biodiversiti dan Alam Sekitar
- BIOLOGI
- Bioteknologi Pertanian
- Bisnis
- BUAH
- BUDIDAYA
- BUDIDAYA KARET
- BUDIDAYA KELAPA SAWIT
- BUDIDAYA TANAMAN
- BURUNG
- Dapur
- dasar dasar produksi tanaman pangan
- DDPT
- DDPT2
- E_teks pes 6
- Ekologi dan Diversiti
- Ekologi dan Epidemiologi
- ekologi umum
- Ekonomi Hijau
- Ekonomi Pertanian
- Fisiologi Tanaman
- game angry birds
- Gangguan Keruntuhan Koloni
- HAMA
- hot
- icon folder
- ILMU TANAH
- Infografik
- Inspirasi
- Isu Semasa
- JAMUR
- KATA KATA MUTIARA
- Keselamatan Makanan
- Kesihatan Tanah
- Komik
- kunci gitar
- lanskap
- Lantai Kayu
- Laporan dan Jurnal
- MAKALAH
- Mesin dan Jentera
- Musuh Alami
- Padi dan Beras
- Padi Selangor
- Padi SRI
- PANGAN
- Parquet
- pemupukan
- Pengurusan Air
- Pengurusan Perosak Bersepadu
- PENYAKIT
- Penyakit dan Perosak
- Perataan Tanah
- Perawatan
- Perbaikan
- PERKEBUNAN
- Persidangan dan Forum
- PERTANIAN
- Pertanian dan Makanan
- Pertanian Lestari
- Perubahan Iklim
- pes 2013
- pes 6
- pes 6 2
- Predator dan Parasitoid
- PROPOSAL USAHA
- PUPUK
- Racikan
- Racun Perosak
- Revolusi Hijau
- Santai
- SDA
- sefwere mempercepat copy
- sofwere
- sofwere 2
- sofwere edit foto
- sofwere islami
- sofwere2
- Taman
- TANAMAN
- Tazkirah
- Teknologi Maklumat
- TERNAK
- thema
- thema bola
- thema keren
- Tips
- TOTARIAL
- TOTARIAL2
- TV ONLINE
- Ukuran-ukuran
- Usaha
- USAHA TANI
- Wallpaper
- walpaper bola
- we 8
- we9