Tampilkan postingan dengan label PANGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PANGAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 April 2013

BUDIDAYA MINA PADI SAYURAN TERNYATA SANGAT MENGUNTUNGKAN

PENDAHULUAN. Mina padi adalah suatu usaha memelihara ikan di sawah bersama-sama dengan tananam padi. sehingga mina padi merupakan usaha intensifikasi pertanian, karena pada petak sawah yang sama yaitu usaha tani pada satu tempat dapat ditingkatkan hasilnya yasng berupa padi dan ikan sekaligus. Apalagi bila pada pematang atau galengan sawah itu ditanami sayuran, tentu akan lebih menguntungkan lagi, sebab kita dapat memungut tiga macam sekaligus yaitu hasil padi, ikan dan sayuran dalam satu musim. Maka dari itu perlulah kiranya usaha mina padi dan tanaman sayuran di pematang sawah ini dikembangkan. PERSYARATAN SAWAH YANG BAIK UNTUK MINA PADI • Mina padi baik dilaksanakan disawah dengan pengairan yang lancar sepanjang waktu pemeliharaan ikan. • Sawah harus subur, tidak poreus dan bebas banjir • Merupakan komplek yang luas misalnya minimum 1 Ha, hal ini untuk mempermudah pengawasan serta pemeliharaan bersama, serta mengurangi intensitas serangan hama penyakit. • Letak sawah melandai agar pengaturan air nya mudah • Sebaiknya letak sawah dekat dari perkampungan agar pengawasan dapat lebih terjamin. PERSIAPAN PELAKSANAAN.  Dalam bertanam padi, laksanakanlah teknik sapta usaha tani dengan baik  Persiapan untuk pemeliharaan ikan;  Pematang sawah dibuat lebih kuat dan bebas dari kebocoran. Tinggi pematang paling tidak 25 cm, lebar dasar pematang 50 cm, dan lebar bagian atas 25 cm  Pasanglah potongan bambu untuk pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air pada petakan sawah. Pintu air harus diberi saringan agar ikan-ikan tidak dapat keluar atau melarikan diri  Buatlah saluran pada petakan sawah, saluran dapat dibuat mengelilingi petakan sawah, melintang atau membujur petakan sawah Lebar saluran air 40-60 cm dan dalamnya 3-40 cm. pada salah satu ujung saluran dibuat kolam kecil untuk mempermudah penangkapan ikan.  Tanam padi  Sebarkan pupuk dasar sehari sebelum tanam padi  Tanamlah dengan larikan yang rapi setelah bibt padi berumur 3 minggu  Tanaman Sayuran  Kacang panjang ditanam di pematang sawah dengan jarak tanam 40-50 cm dan setiap lubang tanam di isi 3 biji kacang. Bila tanaman kacang panjang telah menjalar, buatkanlah lanjaran setinggi 1,5 meter dan dilengkapi dua baris tali memanjang yang menghubungkan lanjaran satu dengan lanjaran lainnya. PENEBARAN BENIH IKAN • Jenis-jenis ikan yang dapat dipelihara disawah antara lain, ikan mas, ikan Tawes, ikan nila, karper serta ikan mujair. • Penebaran benih ikan dilakukan pada waktu pagi hari.  Usaha pendederan benih ikan. o Penebaran terdiri atas benih ikan kebul ukuran 1-3 cm dipelihara sampai menjadi benih putihan ukuran 3-6 cm, atau ngaramo ukuran 5-8 cm. Padat penebaran 40-60 ribu ekor per hektar. o Bersamaan dengan penebaran benih kebul ini, juga ditebarkan benih putihan sebanyak 2000 - 3000 ekor/hektar. Untuk membantu ikan-ikan kecil dalam menggali atau mencari makanan. o Dalam satu musim tanam padi, dapat dilakukan dua kali usaha pendederan benih ikan. Pertama Penebaran dilakukan 6 hari setelah padi ditanam, dan dipanen pada saat penyiangan pertama. Yang kedua Penebaran dilakukan 3-4 hari setelah penyiangan pertamaa, dan dipanen pada saat penyiangan kedua.  Usahya memperoleh ikan konsumsi o Penebaran ikan dilakukan 5-7 hari setelah padi ditanam. Ukuran benih ikan 2-3 cm dengan padat penebaran +3000 ekor/hektar. Dalam pemeliharaan selama 90 hari, ikan telah mencapai berat +60 gram/ekor o Penebaran ikan dilakukan setelah penyiangan kedua. Ukuran yang ditebarkan 5-8 cm dengan padat penebaran 1500-2000 ekor/ hektar. Dalam waktu pemeliharaan selama 60 hari, ikan telah mencapai berat + 40 gram/ekor PEMELIHARAAN  Selama pemeliharaan , air sawah harus selalu dikontrol , jangan sampai berlebihan atau kekurangan. Perhatikan adanya kebocoran pada pematang sawah.  Pada penebaran ikan yang dilakukan beberapa hari setelah padi ditanam. Pengaturan air disesuaikan dengan pertmbuhan tanaman. Mula-mula kedalaman air cukup 2 cm, kemudian setelah satu minggu dinaikkan sedikit demi sedeikit hingga mencapai kedalaman 5 cm. Sedangkan pada penebaran yang dilakukan setelah penyiangan pertama, sawah harus dikeringkaan dahulu selama 3 hari, kemudian diairi sedalam 5 cm. Setelah seminggu air dinaikkan hingga menjadi 10 cm  Lakukanlah penyiangan dan pemupukan susulan pada tanaman padi.  Agar ikan ikan tidak terganggu , maka penyiangan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama penyiangan pada petakan sawah bagian kiri saluran air, tahap berikutnya penyiangan pada petakan sebelah kana saluran air. Dengan demikian maka ikan-ikan dapat berpindah ke air yang jernih.  Untuk mencegah adanya serangan hama dan penyakit tanaman padi, maka dilakukan penyemprotan menggunakan obat obatan yang dianjurkan dengan dosis yang tepat, hal ini agar lebih aman, ikan-ikan ditampung dahulu ditempat penampungan dan setelah kurang lebih 10 hari baru dilepaskan lagi kesawah. HASIL DARI MINA PADI o Kacang panjang sudah dapat dipetik hasilnya pada umur 40 hari setelah tanam hingga menjelang panen padi o Dalam satu musim tanam padi dapat memungut ikan 1-2 kali. Ikan tersebut untuk dikonsumsi atau berupa benih hasil usaha pendederan. o Menurut pengalaman, ternyata usaha mina padi tidak mengurangi hasil padinya bahkan produksi padinya dapat meningkat 3-10 persen, karena dengan mina padi maka akan diperoleh sebagai berikut; - Petani akan lebih rajin mengawasi usaha taninya - Kotoran ikan merupakan pupuk bagi tanaman padi - Ikan dalam mencari makanan membolak balik lumpur sehingga dapat memperbaiki struktur tanah - Ikan karper atau ikan mas akan membantu memakan binatang-binatang kecil yang merupakan hama tanaman padi. PENUTUP Tenyata menanam padi dengan penerapan sapta usaha tani, memelihara ikan bersama tanaman padi serta menanami galengan sawah dengan tanaman sayuran akan memberikan keuntungan ganda bagi petani, sehingga usaha mina padi ini perlu dikembangkan lebih lanjut guna meningkatkan tingkat kesejahteraan petani. Demikian teknologi budidaya mina padi semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya (mnr)

Rabu, 03 April 2013

TEKNOLOGI PENGOLAHAN KACANG TANAH DENGAN PENGERINGAN OVEN

Kacang tanah adalah merupakan bahan pangan yang sangat populer di Indonesia dan merupakan komoditas yang sangat penting di dunia perdagangan. Dengan mengolah kacang tanah menjadi produk olahan yang bermutu tinggi, maka ada beberapa teknologi pengolahan kacang tanah yang diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi dan nilai ekonomi yang biasa disebut dengan nilai tambah. Salah satu teknologi pasca panen tersebut yang sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia yaitu membuat kacang oven. Perlu diketahui bahwa teknologi adalah merupakan salah satu factor penentu dalam peningkatan produktivitas kacang tanah, sehingga didalam melakukan pengolahan kacang tanah perlu diketahui kandungan gizi dari kacang tanah tersebut. Dari hasil penelitian di laboratorium kacang tanah mentah komposisi yang terbesar yang terkandung dalamnya adalah lemak, yaitu mencapai 47-48 %, dimana lemak tersebut terdiri dari lemak tak jenuh sekitar 40-45 % asam oleat, dan 30-35 % asam lenoleat. Begitupun dengan asam lemak jenuh sebagian besar terdiri dari asam palmitat. Beberapa teknologi pengolahan kacang tanah 1. Pembuatan kacang oven. Bahan dan alat yang digunakan antara lain : Bahan. Bahan yang utama yaitu kacang tanah yang sudah dilakukan penyortiran dimana ukuran besarkecilnya kacang tersebut diupayakan sama dan setiap polong berisi 2 biji. • Dengan penambhan garam dapur. Didalam pembuatan kacang oven perlu diberikan garam dapur guna menambah cita rasa produk tersebut. Penambahan garam dapur sebaiknya digunakan garam dapur yang sudah diukur kemurnian nya dan minimal mencapai 99 % kandungan NaCl nya. • Bahan pengemas. Bahan pengemas yang sangat baik untuk mpengolahan kacang tanah yaitu plastic yang terbuat dari polipropilen dan polietilen atau aluminium poil. 2. Peralatan. Peralatan yang digunakan, yaitu alat untuk mencuci seperti ember, alat untuk merebus seperti panci yang berukuran besar, dan alat penjemuran yang terbuat dari para para bambu serta alat pengovenan yang sangat sederhana yang biasa dipakai dalam pembuatan kue atau roti. Cara Pembuatan kacang oven sebagai berikut. 1. Pertama tama kita lakukan perebusan kacang tanah didalam panci selama kurang lebih 20-30 menit. Selama proses perebusan berlangsung tambahkan garam dapur sekitar 5-10 % dari berat kacang tanah, pengasinan yang maksimal sebaiknya air yang digunakan untuk merebus di kurangi terlebih dahulu. Dan selanjutnya panci diangkat dari atas api. Biarkan rebusan kacang tetap didalam panci hingga cukup dingin, dan apabila telah dingin langsung kacang rebusan langsung ditiriskan. 2. Selanjutnya kacang tersebut dilakukan pengeringan di bawah sinar matahari hingga diperoleh kekeringan yang optimal baik kulit maupun bijinya, Dan bila dilakukan pengeringan dengan menggunakan oven dapat menggunakan suhu antara 60-75 derajat celcius. 3. Selanjutnya dilakukan pengovenan kembali selama 15-20 menit guna mengurangi kadar air yang masih tertinggal. Pada saat dilakukan penjemuran dan proses pengovenan berlangsung kacang tanah sebaiknya sering di bolak balik dengan menggunakan pengaduk dari kayu, agar tingkat kekeringannya merata. Setelah dioven kacang tanah tersebut diangin-anginkan diatas para-para, setelah kacang tanah sudah dingin betul barulah dilakukan pengemasan atau packing dengan menggunakan bahan plastic polietilen dan ukurannya disesuaikan dengan permintaan pasar. Selanjutnya kacang hasil oven tadi siap untuk disimpan atau dipasarkan. Demikian teknologi penbgol;ah pasca panen kacang tanah dengan cara dioven semoga tulisan ini dapat n=bermanfaat bagi yang memerlukannya.(mnr)

Selasa, 02 April 2013

TEKNIK PEMBUATAN TEPUNG MOCAF DARI SINGKONG

Kalau kita mendengarkan lagu yang berjudul anak singkong yang dibawakan oleh penyanyi Aribowo pada tahun delapan puluhan,pasti kita teringat pada sesosok sesuatu yaitu tepung mocaf, tepung mocaf adalah merupakan produk turunan dari singkong yang melalui proses fermentasi sedemikian rupa sehingga bisa menjadi substitusi atau bahan pengganti tepung terigu. Keberadaan tepung mocaf saat ini ternyata mampu membawa harapan baru dan merupakan alternative penggunaan bahan olahan yang lebih murah, lebih mudah didapat serta lebih merakyat. Disamping itu dengan dikembangkannya teknologi baru tepung mocaf ini ternyata dapat mengurangi ketergantungan negara kita Indonesia dari impor tepung terigu yang selalu membebani keuangan negara dalam hal ini subsidi tepung terigu. Adapun proses pembuatan tepung mocaf adalah sebagai berikut: 1. Singkong atau ubi kayu 2. Pencucian 3. Pengupasan 4. Perajangan 5. Rajangan singkong 6. Dalam bentuk chip 7. Perendaman dengan enzim /starter selama 24 jam 8. Penirisan selama 15 menit 9. Pengeringan 10. Penepungan atau penggilingan 11. Pengepakan atau packing. Pembersihan dan pencucian Singkong Singkong atau ubikayu yang masih segar dibersihkan dari tanah dan kotoran yang melekat dalam keadaan ubi kayu belum terkelupas. Sebaiknya ubi kayu diproses sebelum layu, karena kualitas olahan tertinggi akan dicapai apabila ubi kayu tersebut tidak lebih dari 24 jam. Pengupasan Kulit singkong. Pengupasan adalah melepaskan bagian kulit singkong secara manual yaitu dilakukan satu persatu dan merupakan cara pengupasan singkong yang terbaik. Pengupasan ini dapat dilakukan dengan alat bantu pisau atau alat khusus untuk pengupasan singkong. Lendir pada permukaan singkong sebaiknya dihilangkan dengan cara dikerik menggunakan pisau atau disikat. Membersihkan lendir harus segera dilakukan setelah umbi dikupas, disisni dimaksudkan agar supaya kadar asam biru atau asam sianida (HCN ) dapat dihilangkan atau dikurangi. Pencucian disertai Perendaman. Singkjong yang telah dikupas secepatnya dicuci dengan air bersih yang mangalir, apabila harus menunggu diproses, maka singkong yang telah dikupas sebaiknya dibiarkan sementara dalam rendaman air. Perlu diperhatikan bahwa proses perendaman umbi singkong ini harus benar-benar terendam seluruhnya dalam air, karena apabila ada bagian singkong yang tidak terendam akan berwarna biru kecoklatan karena pengaruh proses oksidasi atau proses kimiawi. Perajangan singkong menjadi chip Singkong yang telah direndam kemudian dijadikan chip. Chip adalah merupakan potongan umbi singkong dalam bentuk potongan kecil-kecil berukuran 1- 5 mm. Perajangan ini dilakukan dengan mengggunakan alat perajang khusus pembuat chip singkong atau dapat pula dengan menggunakan alat untuk membuat sawut singkong. Perendaman chip. Agar supaya pengeringan chip lebih cepat dan juga untuk menurunkan kandungan racun asam biru terutama pada umbi singkong yang pahit, maka perlu dilakukan proses pemerasan chip. Chip yang tidak diperas membutuhkan waktu penjemuran selama 15-16 jam sedangkan chip yang diperas umumnya cukup dengan penjemuran selama 7-8 jam. Pengeringan chip. Chip basah hasil pengepresan segera dijemur menggunakan alas anyaman bamboo yang disebut rigen, anyaman plastic, tikar, atau menggunakann bahan lain hingga kadar air pada chip tersebut turun menjadi kurang dari 12 % Penggilingan atau penepungan. Chip yang sudah kering dengan kadar air kurang lebih 12 persen selanjutnya dapat digiling menjadi tepung dengan menggunakan mesin penggiling tepung beras dengan ukuran 80 mesh, dan alat penggilingan tepung semacam ini umumnya banyak dijumpai didaerah pedesaan. Pengemasan Tepung mocaf Tepung mocaf hasil penggilingan selanjutnya siap untuk dikemas hal inI disesuikan dengan kebutuhan, dan selanjutnya siap untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan kue atau roti atau untuk dipasarkan lebih lanjut. Demikian teknik dan cara pembuatan tepung mocaf dari singkong secara sederhana semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya (mnr)

Senin, 01 April 2013

TEKNOLOGI PEMBUATAN GULA SEMUT KRISTAL DARI NIRA KELAPA

Gula merah yang beredar di beberapa daerah di Indonesia masih bervariasi, baik jenis produk, warna, ukuran maupun mutunya. Teknis pembuatan gula merah biasanya diperoleh para perajin gula kelapa secara turun temurun dari nenek moyang mereka. Peralatan yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga mutu produk yang dihasilkan masih relative rendah. Dalam rangka diversifikasi produk hasil kelapa telah dikembangkan gula kristal semut Gula kristal semut adalah merupakan modifikasi dari produk gula merah dengan tingkat kekeringan yang lebih tinggi sehingga mempunyai masa simpan yang lebih lama dibandingkan dengan gula merah pada umumnya. Pada prinsipnya proses pembuatan gula kristal semut hampir sama dengan pembuatan gula merah, hanya pada tahap akhir ada sedikit perbedaan yaitu dengan penambahan proses pembuatan serbuk. Prinsip pembuatan gula merah adalah menguapkan nira kelapa sampai mencapai kekentalan tertentu dan kemudian dicetak dan peralatanya pun cukup sederhana, sedangkan dalam proses pembuatan gula semut digunakan peralatan tambahan berupsa garpu kayu untuk membentuk serbuk dan alat penghancur butiran yang terbuat dari kayu untuk memperkecil ukuran serbuk yang dihasilkan. Langkah kerja . 1. Persiapan nira kelapa Proses pembuatan gula merah diawali dengan tahap persiapan bahan dan pembersihan nira yang akan diolah, pembershan nira dilakukan dengan cara memisahkan kotoran yang berupa berupa manggar, bangkai serangga dengan menggunakan alat penyaring . 2. Pemasakan nira kelapa. Setelah dilakukan penyaringan nira, kemudian nira tersebut dituangkan dalam wajan besar atau bejana yang khusus memasak gula, selanjutnya nira dipanaskan dengan menggunakan api dari kayu bakar dengan suhu anatara 120-130 derajat celcius. Adapun untuk memperoleh warna gula yang cerah perlu ditambahkan Natrium metabisulfat 0,1 persen pada saat pemasakan nira, selama pengupan maka perlu dilakukan pengadukan sehingga panasnya dapat merata. Untuk menguji apakah gula sudah masak yaitu dilakukan dengan cara dipegang dengan tangan, apabila tidak lengket maka berarti gula sudah masak dan siap untuk dicetak. Perlu diketahui apabila cara memasak apinya terlalu besar dan waktunya terlalu lama, maka gula akan berwarna gelap dan keras, sebailknya apabila terlalu singkat gula akan lembek dan kuarng baik. 3. Pencetakan. Stelah gula masak dan siap dicetak, maka gula diangkat dari wajan dan dingingkan sambil diaduk-aduk selama prose pencetakan dan sedikit demi sedikit gula dicetak dengan cetakan yang telah disipakkan. Apabila tidak sambil diaduk aduk maka gula akan mengental. 4. Pembuatan gula semut. Pembuatn gula semut sebenarnya merupakan diversifikasi produk gula merah yang berbentuk serbuk. Pada proses pembuatan gula semut setelah selesai penguapan atau pemasakan, maka adonan perlu didiamkan dulu selama 15 menit, kemudian dilakukan tahap pembentukan serbuk. Penguapan nira dilakukan lebih lama dibandingkan dengan proses pembuatan gula merah cetak, hal ini dimaksudkan agar tingkat kekeringannya lebih tinggi sehingga dapat membentuk serbuk. Pembuatan serbuk gula semut dilakukan dengan pengadukan memakai alat berbentuk garpu yang terbuat dari kayu. mula mula dilakukan pengadukan secara perlahan-lahan dan setelah mulai membentuk serbuk pengadukan dipercepat, sehingga akan dihasilkan serbuk gula semut. Adapun tahapan terakhir dalam proses pembuatan gula semut adalah pengayakan serbuk gula, hal ini adalah untuk memperoleh keseragam ukuran serbuk maka perlu digunakan ayakan dengan ukuran 20 mash 4. Pengemasan. Proses terakhir dari pembuatan gula semut adalah pengemasan. pengemasan yang baik adalah dengan menggunakan plastic yang tahan panas dan kedap air serta tidak mudah rusak, adapun ukuran kemasan disesuikan dengan keadaan dan permintaan pasar. Demikian teknik dan cara pembuatan gula semut semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya.

Jumat, 29 Maret 2013

DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH PERTANIAN AHLI

LAMPIRAN II-B PERATURAN BERSAMA MENTERI PERTANIAN DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 54/ Permentan / OT.210/11/2008 NOMOR : 23 A TAHUN 2008 TANGGAL : 7 November 2008 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH PERTANIAN MUDA Nomor :……………………………………….. Instansi : BADAN KETAHAN PANGAN DAN P4K KABUPATEN REMBANG. MASA PENILAIAN:1 April 2012 s/d 31 Maret 2013 No :................... KETERANGAN PERORANGAN 1. Nama 2. NIP 3. Nomor Kartu Seri Pegawai 4. Tempat dan Tanggal Lahir 5. Jenis Kelamin 6. Pendidikan yang telah diperhitungkan Angka Kreditnya 7. Pangkat/Golongan Ruang/TMT 8. Jabatan Penyuluh Pertanian,TMT 9. Masa Kerja Golongan Lama 10. Masa Kerja Golongan Baru 11. Unit Kerja No UNSUR YANG DINILAI UNSUR,SUB UNSUR DAN BUTIR KEGIATAN ANGKA KREDIT MENURUT INSTANSI PENGUSUL TIM PENILAI LAMA BARU JUMLAH LAMA BARU JUMLAH 1 2 3 4 5 6 7 8 I. UNSUR UTAMA 1. PENDIDIKAN/ Impasing A. Pendidikan Sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar 1. ( S3 ) 2. ( S2 ) 3. Sarjana ( S1) / Diploma IV B. Pendidikan dan Pelatihan Fungsional dan memperoleh surat tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau Serrtifikat Mengikuti diklat fungsional - - - 1. Lamanya lebih dari 960 jam - - - 2. Lamanya antara 641- 960 jam - - - 3. Lamanya 461-640 jam - - - 4. Lamanya 161- 480 jam - - - 5.Lamanya 81-160 jam 6. Lamanya 30- 80 jam C. Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan ( STTPP) Mengikuti Pendidkan dan Pelatihan Prajabatan Tingkat III JUMLAH N0. UNSUR YANG DINILAI UNSUR,SUB UNSUR DAN BUTIR KEGIATAN ANGKA KREDIT MENURUT INSTANSI PENGUSUL TIM PENILAI LAMA BARU JUMLAH LAMA BARU JUMLAH 1 2 3 4 5 6 7 8 2. KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN PERTANIAN A. Identifikasi Potensi Wilayah 1.Menyusun instrumen -Tingkat Provinsi dan nasional 2.Mengumpulkan data -Tingkat nasional 3.Mengolah menganalisa dan merumuskan hasil B. Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Menyusun Programa Penyuluhan Pertanian sebagai -Anggota C. Penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh pertanian -Menyusun Rencana Kerja Tahuan Penyuluh Pertanian 3. PELAKSANAAN PENYULUHAN PERTANIAN A. Penyusunan Materi 1.Menyusun materi penyuluhan pertanian dalam bentuk a.Naskah radio/TV/seni budaya/pertunjukkan b. Film/Vidio/VCD/DVD -Penyusunan synopsis dan skenario 2.Menyusun materi kursus tani B. Perencanaan dan penerapan methode penyuluhan pertanian 1.Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana a.Perorangan b.Kelompok tani c.Massal 2. Merencanakan uji coba/ pengkajian paket teknologi/ methode penyuluhan pertanian 3 Merencanakan dan melaksanakan temu wicara, temu lapang, temu teknologi,temu karya, temu usaha, temu tugas, temu teknis -Merencanakan temu wicara, temu teknologi,temu usaha 4.Merencanakan dan melaksanakan penyuluhan melalui Media elektronik ( Radio,TV,Website) -Melaksanakan 5. Merencanakan dan melaksanakan pameran a.Merencanakan b.Membuat display pameran c.Sebagai pramuwicara 6 Mengajar kursus tani C. Menumbuhkan/mengembangkan kelembagaan petani -Mengembangkan koperasi petani 4. EVALUASI DAN PELAPORAN A. Evaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian 1.Menyusun rencana kerja evaluasi -Tingkat Provinsi 2. Mengumpulkan dan mengolah data pelaksanaan -Tingkat Nasional 3. Menganalisa dan merumuskan hasil evaluasi -Tingkat Provinsi B. Evaluasi Dampak Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian 1.Menyusun rencana kegiatan evaluasi dampak -Tingkat Nasional 2. Mengumpulkan dan mengolah data evaluasi dampak -Tingkat Provinsi -Tingkat Nasional 3. Menganalisa dan merumuskan data evaluasi dampak -Tinghkat Kabupaten No UNSUR YANG DINILAI UNSUR,SUB UNSUR DAN BUTIR KEGIATAN ANGKA KREDIT MENURUT INSTANSI PENGUSUL TIM PENILAI LAMA BARU JUMLAH LAMA BARU JUMLAH 1 2 3 4 5 6 7 8 5 PENGEMBANGAN PROFESI PENYULUHAN PERTANIAN A. Melakukan kegiatan karya tulis/karya ilmiah di bidang pertanian 1. Karya tulis /karya ilmiah hasil pengkajian di bidang Pertanian yang dipublikasikan dalam bentuk: a.Buku yang diterbitkan dan diedarkan secara Internasional b.Buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional c.Majalah ilmiah yang diakui instansi yang bersangkutan 2. Karya tulis /karya ilmiah hasil pengkajian di bidang Pertanian yang tidak dipublikasikan , tetapi didokumentasikan diperpustakaan. a.Dalam bentuk buku b.Dalam bentuk naskah 3 Tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang pertanian yang dipublikasikan. a. Dalam bnetuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Dalam bentuk majalah ilmiah yang diakui oleh Departemen yang bersangkutan 4. Tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang pertanian yang tidak dipublikasikan , tetapi didokumentasikan di perpustakaan a. Dalam bentuk buku b.Dalam bentuk naskah 5. Tulisan ilmiah di bidang pertanian yang disebarkan melalui media massa yang merupakan satu kesatuan 6. Karya tulis/ karya ilmiah berupa prasaran, tinjauan , gagasan, atau ulasan,ilmiah yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah ( inisiatif sendiri) B. Menerjemahkan/ Manyadur buku dan bahan-bahan di bidang pertanian 1. Terjemahan /saduran di bidang pertanian yang dipublikasikan a.Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.Dalam bnetuk majalah ilmiah ( Departemen, Provinsi ) 2 Terjemahan /saduran di bidang pertanian yang tidak dipublikasikan a.Dalam bentuk buku b.Dalam bentuk naskah C Memberikan konsultasi di bidang pertanian yang bersifat konsep 1. Institusi 2. Perorangan JUMLAH UNSUR UTAMA II UNSUR PENUNJANG PENUNJANG KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN A. Mengikuti seminar/ lokakarya di bidang pertanian sebagai a.Pemrasaran b.Moderator/ Pembahas/ Nara sumber c.Peserta B Menjadi Anggota Tim Penilai Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian secara aktif 1. 1 - 4 DUPAK 2. 5 – 9 DUPAK 3. 10 -1 4 DUPAK 4. > 15 DUPAK C Menjadi anggota dewan redaksi dalam media massa bidang pertanian 1. Ketua 2. Anggota No UNSUR YANG DINILAI UNSUR, SUB UNSUR DAN BUTIR KEGIATAN ANGKA KREDIT MENURUT INSTANSI PENGUSUL TIM PENILAI LAMA BARU JUMLAH LAMA BARU JUMLAH 1 2 3 4 5 6 7 8 D Memperoleh penghargaan/ tanda jasa 1. Penghargaan /tanda jasa/dari pemerintah atas prestasi kerjanya a.Tingkat Nasional Internasional b.Tingkat Provinsi c.Tingkat Kabupaten / Kotamadya 2. Memperoleh penghargaan/ Tanda Jasa Satya Lencana Karya a.30 ( tigapuluh) tahun b.20 ( dua puluh )tahun c.10 ( sepuluh ) tahun E Mengajar/ melatih pada diklat Mengajar/ melatih di bidang pertanian pada diklat Kedinasan. F Menjadi anggota organisasi profesi 1. Tingkat Nasional a.Sebagai pengurus aktif b.Sebagai anggota aktif 2. Tingkat Provinsi/ Kabupaten/kota madya a.Sebagai pengurus aktif b.Sebagai anggota aktif G. Memperoleh kesarjanaan lainnya Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugas pokoknya 1. Doktor 2. Pasca Sarjana 3. Sarjana/D-IV JUMLAH UNSUR PENUNJANG Butir kegiatan di atas /di bawah jenjang jabatan 1 2 3 4 5 6 7 8 JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG III. LAMPIRAN PENDUKUNG DUPAK 1. Surat pernyataan melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan pertanian 2. Surat pernyataan melakukan kegiatan persiapan penyuluhan pertanian 3. Surat pernyataan melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan pertanian 4. Surat pernyataan melakukan kegiatan evaluasi penyuluhan pertanian 5. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi 6.Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang kegiatan penyuluhan pertanian Rembang, 31 Maret 2013 Pengusul Ir. …………………………MSi NIP…………………………………… CATATAN PEJABAT PENGUSUL 1…………………………………………………. 2…………………………………………………. 3…………………………………………………. 4. ……………………………………………….. 5…………………………………………………. Rembang, 31 Maret 2013 Pejabat Pengusul Ir. ................, MM NIP: .................... V CATATAN ANGGOTA TIM PENILAI 1…………………………………………………. 2…………………………………………………. 3…………………………………………………. 4. ……………………………………………….. 5…………………………………………………. Rembang, 31 Maret 2011 Penilai I ........................ NIP: Penilai II ......................... NIP: VI. CATATAN KETUA TIM PENILAI 1…………………………………………………. 2…………………………………………………. 3…………………………………………………. 4. ……………………………………………….. 5…………………………………………………. Rembang, 31 Maret 2013 Ketua Tim Penilai Ir.....................,MSc. NIP. ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS INPARI 13 DI DESA WIROTO KECAMATAN KALIORI KABUPATEN REMBANG

I. PENDAHULUAN A. Latar belakang Varietas padi merupakan salah satu teknologi utama yang mampu meningkatkan produktivitas padi dan pendapatan petani. Varietas padi merupakan teknologi yang paling mudah diadopsi oleh petani karena teknologi ini murah dan penggunaanya sangat praktis (Badan Litbang Pertanian, 2007). Varietas unggul merupakan salah satu teknologi inovatif yang handal untuk meningkatkan produktivitas padi, baik melalui peningkatan potensi atau daya hasil tanaman maupun toleransi dan / atau ketahanannya terhadap cekaman biotic dan abiotik (Sembiring, 2008). Varietas / galur padi unggul umur sangat genjah selain dapat digunakan untuk mengatasiatau terhindar dari kekeringan sebagai dampak dari anomaly iklim atau El Nino, juga dapat digunakan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) padi serta meningkatkan produktivitas. Menurut Sembiring (2008) peningkatan produksi padai lebih banyak disumbangkan oleh peningkatan produktivitas dibandingkan peningkatan luas panen. Pada periode 1971 – 2006 peningkatan produktivitasmemberikan kontribusi sekitar 56,1%, sedangkan peningkatan luas panen dan interaksi keduanya memberikan kontribusi masing-masing 26,3 % dan 17, 5 % terhadap peningkatan produksi padi. B. Perumusan masalah Padi adalah merupakan salah satu komoditas unggulan pertanian yang menghasilkan bahan pangan berupa beras. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk maka secara otomatis kebutuhan pangan akan meningkat. Produksi padi berfluktuasi, hal ini di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor rendahnya curah hujan, gangguan OPT dan kurangnya penerapan teknologi benih padi unggul bermutu serta teknologi penanganan panen dan pasca panen. Guna meningkatkan produksi padi secara optimal maka perlu adanya penerapan beberapa inovasi teknologi baru dibidang pertanian diantaranya Penerapan Benih padi unggul, untuk itu kami mengadakan penelitian tentang Analisis Pendapatan usahatani Padi Varietas Inpari 13 di Desa Wiroto Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang. C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian. Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah: sebagai berikut; • Menganalisis tingkat pendapat petani di Desa Wiroto. • Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat antara lain;  Sebagai bahan informasi tentang tingkat pendapatan petani.  Membantu petani dalam usaha taninya.  Bahan untuk penelitian lanjutan. II. TINJAUAN PUSTAKA Peningkatan produksi padi ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya varietas. Pada periode tahun 2000 - 2010, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah melepas 85 padi varietas unggul terdiri dari 1). 45 Varietas padi sawah non hibrida 2). 17 Varietas padi sawah hibrida, 3). 2 Varietas padi sawah ketan, 4). 7 padi lahan kering (gogo) dan , 5). 7 varietas padi rawa (Suprihatno et al, 2011). Meskipun telah banyak varietas unggul non hibrida dan hibrida yang telah dilepas, tetapi hanya beberapa varietas unggul yang telah berkembang di petani. Berdasarkan hasil wawancara dan diskusi antara penyuluh dengan petani terdapat beberapa kendala dalam pengembangan varietas unggul baru antara lain : 1) Kurangnya sosialisasi varietas-varietas baru tersebut, sehingga petani tidak mengetahui adanya varietas baru. 2) Keterbatasan ketersediaan benih padi varietas unggul baru, baik dalam mutu, jumlah maupun varietas / jenis, serta 3) Adanya kesenjangan antara jenis maupun mutu benih yang beredar di pasaran dengan preferensi petani. Sedangkan beberapa faktor yang mempengaruhi preferensi petani terhadap suatu varietas adalah daya hasil yang tinggi, tekstur nasi, umur genjah/ sangat genjah, tinggi tanaman medium, bentuk gabah dan ketahanan terhadap hama/ penyakit seperti wereng batang coklat, tungro dan lainnya. A. Tanaman Padi (Oryta Sativa L). Padi termasuk tanaman semusim, yaitu tanaman yang dapat menyelesaikan satu siklus hidupnya kurang dari satu tahun. Tanaman padi dengan hasil berasnya sampai saat ini masih sebagai sumber karbohidrat terpenting. Tanaman padi termasuk dalam golongan; Divisio : Spermatophyta Sub divisio : Angiospermae Klasis : Monocotyledoneae Ordo : Graminales Familia : Graminae Genus : Oryzae Spesies : Oryza sativa L Tabel 2.1. Komposisi rata - rata beras pecah kulit dan fraksi - fraksinya (%) Kandungan Beras pecah kulit Beras siling Dedak Lembaga Bekatul Protein (Nx9,95) 7,1 – 13,1 5,6 – 13,3 12,1 – 17,2 17,7 – 24,1 12,8 – 16,4 Lemak kasar 1,8 – 4,0 0,2 – 1,1 14,6 – 21,7 15,2 – 23,8 8,8 – 15,3 Serat menu 0,2 – 2,6 0,1 – 0,6 8,7 – 13,1 2,0 – 4,8 2,1 – 5,3 Abu 1,0 – 2,4 0,3 – 0,7 9,0 – 12,2 6,1 – 10,1 5,0 – 9,3 Ekstrak bebas N 74,5 – 90,2 84,0 – 93,5 40,9 – 49,1 36,2 – 57,3 53,7 – 71,3 Sumber : Julianto Cit, Anonim, 1988 Kandungan karbohidrat dalam beras sebagian besar adalah pati dan hanya sedikit protein, selulopsa, hemiselulosa dan gula, antara 85-90 % dari beras kering adalah pati beras (kandungan pentose + 25 % dan gula 0,6-1,4 % dari beras pecah kulit. Nilai gizi protein beras , dianggap mempunyai nilai gizi yang tinggi diantara protein selulosa lainnya, hal ini disebabkan kandungan lisinnya yang tinggi. Jadi walaupun beras mempunyai kadar protein rendah (8,5) % tetapi nilai biologik proteinnya tinggi (Anonim,1988) Marfologi suatu tanaman dapat menunjukkan atau menggambarkan produktivitasnya, maka dari suatu usaha untuk menciptakan suatu type tanaman yang ideal. Salah satu bukti kerjasama ahli fisiologi dan pemuliaan adalah ditemukan varietas-varietas baru yang bertype tegak dan respon terhadap pemupukan. Pengenalan terhadap organ atau bagian tanaman tidak dapat dipisahkan dari proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman itu sendiri. Pertumbuhan menyangkut dimensi waktu dan ukuran, oleh karena itu pola pertumbuhan tanaman dapat digambarkan dalam bentuk kurva dan bentuknya adalah Sigmoid. Dalam pertumbuhan sigmaid terdapat 3 bagian dengan memilki ciri-ciri tersendiri yaitu: 1. Fase pertumbuhan eksponensial 2. Fase pertumbuhan linier 3. Fase terdapatnya penurunan laju pertumbuhan sampai terhenti pertumbuhan dan dikuti dengan senescence Pola pertumbuhan padi terdiri dari dua kelompok yaitu Organ Vegetatiof dan Organ Generatif. III. KERANGKA PEMIKIRAN. 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis Pendapatan merupakan balas jasa terhadap setiap faktor produksi, analisis pendapatan mempunyai kegunaan bagi petani maupun pemilik faktor produksi. Dua tujuan utama analis pendapatan yaitu menggambarkan keadaan sekarang suatu kegiatan usaha dan menggambarkan keadaan yang akan datang dari perencanaan. Suatu usaha dikatakan sukses, apabila situasi pendapatannya memenuhi syarat-syarat antara lain: 1. Cukup untuk membayar semua pembelian sarana produksi, termasuk biaya angkutan dan beaya administrasi yang mungkin melekat pada pembelian tersebut. 2. Cukup untuk membayar bunga modal yang ditanamkan, termasuk pembayaran sewa tanah dan pembayaran dana depresiasi modal. 3. Cukup untuk membayar upah tenaga kerja yang dibayar atau bentuk-bentuk upah lainnya untuk tenaga kerja yang tidak diupah (Soeharjo dan Patong, 1973) Pendapatan petani ada dua yaitu pendapatan total usahatani dan pendapatan tunai usaha tani. Pendapatan total usaha tani merupakan selisih antara penerimaan total dengan beaya total. Pendapatan tunai usaha tani dihitung dari selisih antara penerimaan total dengan beaya tunai 1. Penerimaan Usaha tani Penerimaan usaha tani (Farm Accept) didefinisikan sebagai nilai uang yang diterima dari penjualan semua produk usaha tani (Soekartawi, et al ,1984) Penerimaaan usahatani itu dari semua sumber usahatani meliputi jumlah penambahan inventaris, nilai penjualan hasil, nilai penggunaan rumah dan yang dikonsumsi (Hermanto, 1989). Penerimaan usaha atani ada dua yaitu penerimaan total usaha tani dan penerimaan tunai usaha tani. Penerimaan usaha tani didefinisikan nilai uang yang diterima dari penjualan produk usaha tani. Penerimaan usaha tani (Total Farm Revenue) adalah nilai uang yang diterima dari penjualan produk usaha tani ditambah nilai untuk konsumsi keluarga. 2. Pengeluaran usaha tani Pengeluaran usaha tani terdiri dari pengeluaran tunai dan pengeluaran tidak tunai, Pengeluaran tunai usaha tani (Farm Payment) didefinisikan sebagai jumlah beaya yang dikeluarkan untuk pembelian barang dan jasa usaha tani. Pengeluaran tidak tunai usaha tani adalah pengeluaran yang diperhitungkan yaitu sumber daya untuk petani atau keluarga misalnya pengeluaran untuk penyusutan alat, tenaga kerja dalam keluarga dan sewa lahan ( Herbst, 1986) Cara untuk menilai penyusutan suatu barang (Soeharja dan Patong, 1973) Penyusutan = 2W ( n-a+1) n ( n+1) Keterangan: W : Nilai total dikurangi nilai tidak terpakai n : Lama penaksiran a : Tahun pembelian Analisis Imbangan Pengeluaran ( R/C Ratio ) Salah satu ukuran efisiensi pendapatan adalah Return Cost Ratio atau Imbangan penerimaan Nilai R/C menunjukkan besarnya penerimaan yang diperoleh dengan pengeluaran satu satuan beaya. Jika nilai R/ C > 1 berarti penerimaan yang diperoleh akan lebih besar dari pada tiap unit beaya yang dikeluarkan untuk memperoleh penerimaan tersebut. Jika R/C < 1 maka tiap unit beaya yang dikeluarkan akan lebih besar dari penerimaan yang diperoleh . Alat yang digunakan untuk menganalisis Efisiensi usaha tani adalah R/C Ratio atas beaya total dan R/C atau beaya tunai. IV . METODE PENELITIAN. 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Desa Wiroto Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan salah satu daerah Pengujian padi sawah Varietas Impari 13. Penelitian dilakukan dalam waktu tiga bulan yaitu mulai 1 Desember 2011 s/d 29 Februari 2012. 4.2 Jenis dan sumber data. Jenis data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data skundair. Data primer diperoleh langsung melalui wawancara dengan petani. Data skundair diperoleh dari data Kecamatan dalam angka dan data potensi wilayah Desa Wiroto. 4.3. Metode Pemilihan Responden. Pemilihan responden dilakukan dengan mengambil semua anggota populasi petani peserta Kegiatan Percontohan Padi Benih Unggul Varietas Impari 13 di Desa Wiroto. 4.4. Pengolahan Data dan Analisis Data Pengolaan data dilakukan dengan menggunakan alat bantu yaitu kalkulator. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk melihat kegiatan produksi ditempat penelitian dan berapa hal yang terkait, akan di uraikan secara diskriptif dan bila perlu dengan bantuan gambar guna memperjelas. Analisis kuantitatif dalam penelitian meliputi analisis pendapatan cabang usaha tani, hubungan penerimaan dan pengeluaran (R/C Ratio) A. Analisis Pendapatan Usaha tani Usaha tani adalah suatu kegiatan ekonomi yang ditujukan untuk menghasilkan output (penerimaan ) dengan input fisik, tenaga kerja dan modal sebagai korbanannya. Penerimaan total adalah nilai produk total usaha tani dalam jangka waktu tertentu . Pengeluaran total usaha tani adalah suatu nilai input yang dikeluarkan dalam proses produksi Pendapatan adalah selisih antara total penerimaan dan total pengeluaran (Soekartawi, et al, 1986.) Rumus penerimaan total, beaya dan manfaat adalah : TR = PY + QY TC = TCC+TUC R = TR-TC Keterangan: TR = Total Penerimaan Usahatani TC = Total beaya Usahatani PY = Harga Output Q Y = Jumlah Output TFC = Total beaya tetap TV = Total beaya Variabel. Pengeluaran total dapat dibedakan menjadi dua yaitu pengeluaran tetap dan pengeluaran variable. Beaya variable adalah pengeluaran yang tidak digunakan untuk produksi tertentu dan jumlahnya berubah sebanding dengan besarnya produksi seperti beaya pengeluaran tenaga kerja. Beaya tetap adalah pengeluaran yang tidak tergantung kepada besarnya produksi seperti beaya penyusutan alat-alat pertanian dan pajak. Beaya penyusutan alat-alat pertanian diperhitungkan dengan membagi selisih antara nilai sisa yang ditafsirkan dengan lamanya modal dipakai, metode yang digunakan adalah metode garis lurus. Metode ini digunakan karena jumlah penyusutan alat tiap tahunnya dianggap sama dan diasumsikan tidak laku bila dijual. Rumus yang digunakan adalah : Beaya Penyusutan = Nb-Ns N Keterangan Nb = Nilai pembelian ( Rp ) Ns = Tafsiaran Nilai Sita ( Rp ) N = Jangka Usia Ekonomis ( Tahun) Suatu usaha dikatakan efisien secara ekonomis dari usaha lain bila ratio output terhadap inputnya lebih menguntungkan dari usahatani. Return and Cost Ratio ( R/C ratio ) merupakan perbandingan antara nilai output dan inputnya atau perbandingan antara penerimaan usaha tani dengan pengeluaran usaha tani, setelah diketahui keuntungannya, kemudian keuntungan dibandingkan dengan menggunakan R/C ratio dengan Rumus: R/C = TR TC Keterangan . TR = Total Penerimaan ( Rp ) TC = Total Beaya ( Rp ) Jika nilai R/C ratio lebih besar dari satu maka usaha tani tersebut layak. Sebaliknya jika nilai R/C ratio kurang dari satu maka usaha tani tersebut tidak layak. Tabel. 2 Perhitungan Pendapatan Usaha tani Uraian Jumlah Fisik Harga satuan ( Rp ) Nilai ( Rp ) Penerimaan 1. Penerimaan tunai 2. Penerimaan tak tunai 3. Total penerimaan 1 2 1+2=3 Beaya Tunai • Pembelian Benih • Pembelian pupuk • Pembelian Pestisida • Tenaga kerja luar keluarga • Pajak Lahan • Sewa Tracktor • Total beaya tunai • • Beaya tidak tunai • Nilai penyusutan alat pertanian • Nilai tenaga kerja dalam keluarga • Sewa lahan Total beaya Pendapatan atas beaya tunai Pendapatan atas beaya total R/C ratio atas beaya tunai R/C ratio atas beaya total 4 5 4+5=6 3-4 3-6 3/4 3/6 Sumber : Hermanto, 1989 V. KEADAAN UMUM DESA WIROTO. Situasi dan Kondisi Wilayah. Desa Wiroto memiliki batas-batas sebagai berikut; Sebelah Barat Desa Meteseh, sebelah Utara Desa Sidomulyo, sebelah Timur Kecamatan Sumber sebelah Selatan Kecamatan Sumber. a. Luas Wilayah ( Ha ) • Sawah • Tegal • Pekarangan • Tambak • Lainnya Jumlah b. Jumlah Penduduk Laki-laki Perempuan Jumlah KK ( kepala keluarga) Jumlah RT ( Rukun tetangga) Jumlah Kepala Keluarga miskin c. Jumlah Penduduk menurut tingkat Pendidikan. - Buta huruf - Lulus SD - Lulus SLTP - Lulus SLTA - Lulus Akademi/ Perguruan Tinggi d. Jumlah Penduduk menurut Pekerjaan • Petani • Nelayan • PNS • Wira swasta e. Kelompok Tani • Kelompok Tani Rahayu : Ketua Rujito • Kelompok Tani Budi Santoso : Ketua Ngatmin • Kelompok Tani Budi Luhur : Ketua Nyarmin • Ketua Kelompok Tani Makarti : Gunarto 130,000 10,790 13,000 - 16,000 169,790 1.876 930 946 201 12 210 139 276 106 21 12 293 - 8 145 f. Jenis Tanah Jenis tanah Aluvial dengan Topografi datar, pH tanah 6 -7, tinggi tempat 0 - 10 Meter diatas permukaan laut ( DPL ), Struktur tanah ringan , sedang dan berat, untuk struktur tanah yang berat perlu penambahan bahan organik. g. Iklim. Curah hujan rata-rata 1.985 mm / tahun , dengan jumlah hari hujan : 110 hh/tahun , jumlah bulan basah 4 bulan ( 100 mm ) dan bulan kering 7 bulan ( 60 mm ) serta bulan lembab 1 bulan ( 60- 100 mm). VI. HASIL DAN PEMBAHASAN Perhitungan Pendapatan Usahatani dalam satu hektar. Uraian. 1.Penerimaan Tunai (A) = 8.600 kg x Rp 3.400,- Beaya Tunai 1. Pembelian benih = 45 kg x Rp 8.000,- 2. Pembelian Pupuk • Urea = 200 kg x Rp 1.800,- • Ponska = 250 kg x Rp 2.300,- • SP 36 = 100 kg x Rp 2.000,- • Petroganik = 400 kg x Rp 500,- • KCl = 100 kg x Rp 6.000,- • Pupuk Kandang = 2500 kg x Rp 280,- • Herbisida Pra tumbuh = 17 Liter x Rp 15.000,- • Herbisida Purna tumbuh = 6 Liter x Rp 90.000,- • Fungisida = 4 Liter x Rp 60.000,- • Insektisida = 3 Liter x Rp 37.500,- 3. Tenaga Kerja. • Menanam = 6 Orang x Rp 25.000,- • Memupuk = 6 Orang x Rp 45.000,- • Menyiang = 10 Orang x Rp 25.000,- • Menyemprot = 6 Orang x Rp 45.000,- • Panen = 25 Orang x Rp 45.000,- • Biaya Angkut = 1 x Rp 150.000,- • Pajak = Total beaya tunai ( B ) Beaya tidak tunai • Tenaga kerja keluarga = 55 Orang x Rp10.000,- • Sewa lahan • Total beaya tidak tunai ( C ) • Total beaya(B+C) =D • Pendapatan atas beaya tunai = A-B • Pendapatan atas beaya total = A-D • R/C ratio atas beaya tunai A/B = • R/C ratio atas beaya total A/D = Rp 29.240.000,- Rp 360.000,- Rp 260.000,- Rp 575.000,- Rp 200.000,- Rp 200.000,- Rp 600.000,- Rp 700.000,- Rp 255.000,- Rp 540.000,- Rp 240.000,- Rp 112.000,- Rp 150.000,- Rp 270.000,- Rp 250.000,- Rp 270.000,- Rp 125.000,- Rp 1.125.000,- Rp 150.000,- Rp 150.000,- Rp 13.064.000,- Rp 550.000,- Rp 4.000.000,- Rp 4.550.000,- Rp 17.614.000,- Rp 16.176.000,- Rp 11.626.000,- 2,23 1,66 Berdasarkan hasil diatas bahwa kegiatan Percontohan Padi Unggul Varietas Inpari 13 Desa Wiroto Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang memberikan pendapatan atas beaya tunai sebasar Rp 16.176.000,-/Ha dan Pendapatan atas beaya total Rp 11.626.000,-/ Ha. R/C ratio atas beaya tunai 2,23 artinya setiap Rp 1,- beaya tunai yang dikeluarkan petani untuk menanam padi sawah, maka akan memperoleh tambahan penerimaan Rp 2,23,- R/C ratio atas beaya total 1,66 Artinya setiap Rp 1,- beaya total yang dikeluarkan petani untuk menanam padi sawah, maka akan memperoleh tambahan penerimaan Rp1,66,- VII. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan . Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Kegiatan usahatani Percontohan Padi Varietas Inpari 13 di Desa Wiroto Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang adalah sebagai berikut : Usahatani kegiatan Percontohan Padi Varietas Inpari 13 yang dilaksanakan didesa tersebut memberikan keuntungan, karena R/C ratio atas beaya tunai 2,23 dan R/C ratio atas beaya total diperoleh nilai 1,66. Hal ini berarti kegiatan usahatani Percontohan Padi Varietas Inpari 13 di Desa Wiroto cukup baik, dan selanjutnya varietas padi tersebut dapat dikembangkan didesa tersebut. B. Saran. • Petani di Desa Wiroto sebaiknya melaksanakan kegiatan usahatani padi dengan mengembangkan atau menanam padi Varietas unggul Inpari 13, hal ini agar supaya produksi dan pendapatan petani di desa tersebut meningkat. • Peran serta Kelompok Tani, Penyuluh Pertanian dan Dinas/ Instansi terkait mutlak diperlukan guna lebih mendukung terhadap keberhasilan program pengembangan varietas padi tersebut. DAFTAR PUSTAKA Anonim, 2007. Badan Litbang PertanianPetunjuk Teknis Lapang, Pengelolaan Tanaman terapdu (PTT) Padi sawah irigasi, Badan Penelitrian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta …………., 2011. Deskripsi Varietas Padi (Edisi Revisi ) Balai Besar Penelitian Tanaman Padi . Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Sembiring, H, 2008. Kebijakan Penelitian dan rangkuman hasil Penelitian Balai Benih Padi dalam mendukung pengkatan produksi beras nasional. Prosding Seminar dan hasil apresiasi hasil penelitian padi menunjang P2BN , Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi.

Minggu, 17 Maret 2013

LIKU LIKU PANJANG PERJALANAN PENYULUHAN PERTANIAN DI INDONESIA DAN APA KONTRIBUSINYA TERHADAP NEGERI INI

Pembangunan pertanian di Indonesia saat ini ternyata masih memegang peranan yang sangat penting, baik kontribusinya terhadap pendapatan nasional, terhadap penyerapan tenaga kerja maupun terhadap penyediaan kebutuhan pokok rakyat mupun stabilitas nasional Keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia yang telah dicapai sampai saat ini kiranya tidak lepas dari peranan penyuluhan pertanian. Mosher(1966) menyatakan penyuluhan pertanian merupakan faktor pelancarbagi pembangunan pertanian, namun untuk saat ini kiranya penyuluhan pertanian tidak cukup hanya dianggap sebagai faktor pelancarpembangunan pertanian saja, akan tetapi justeru penyuluhan pertanian adalah merupakan primadona yang mestinya perlu mendapat perhatian besar didalam proses pembangunan pertanian dinegeri kita tercinta sekarang ini. Selanjutnya menurut Mudjio (1979) bahwa penyuluhan pertanian adalah merupakan pendidikan non formal untuk merubah perilaku petani, sehingga mereka tahu, mau dan mampu memecahkan masalah yang timbul pada usaha taninya. Disamping itu bahwa penyuluhan pertanian akan merubah perilaku petani secara utuh yang mencakup aspek pengetahuan, sikap dan keterampilannya, sehingga tujuan dari pada penyuluhan pertanian sangat jauh berbeda dengan tujuan dari penerangan, dimana tujuan dari penerangan hanya terbatas pada penyampaian pengetahuan (cognitive) saja, sedangkan perubahan afektif dan psikomotornya tidak tersentuh sama sekali. Mengingat bahwa penyuluhan pertanian aktornya adalah para penyuluh, dengan peran sertanya penyuluh ini ternyata Indonesia dapat berhasil swaswembada beras pada tahun 1984 serta memperoleh penghargaan dari Badan Pangan Dunia (FAO. Sedangkan secara kelembagaan sejak tahun 1987 telah diakuinya profesi Penyuluh Pertanian sebagai tenaga fungsional dalam rumpun hayati dan untuk sekarang ini kelembagaan penyuluhan pertanian telah diperkuat dengan telah disahkannya Undang-Undang Nomor16Tahun 2006 tentang system Penyuluhan pertanian, Perikanan dan Kehutanan pada tanggal 15 November 2006 yang lalu. Dengan telah disahkannya undang undang tersebut dan sudah berjalan hampir satu windu ini diharapkan dapat berajalan dengan sebaik-baik tanpa mengalami ketimpangan atau kesimpang-siuran didalam iimplementasinya. khususnya mengenai sistem kelembagaannya dari pusat sampai daerah, sumberdaya manusianya, dan yang tak kalah pentingnya adalah kontinuitas sumber dananya yang merupakan faktor penentu terhadap maju mundurnya penyelenggaraan penyuluhan pertanain. Mengingat bahwa sekarang ini adalah era otonami derah, sehingga segala kewenangan mengelola pemerintahan ada pada daerah masing-masing. Undang Undang Nomor 16 Tahun 2006 ini nampaknya telah banyak mengakomodir dari berbagai kelemahan dan kendala yang terjadi pada praktek penyelenggraaan penyuluhan tahun sebelumnya, dimana dalam undang tersebut tersura dan tersirat dengan jelas chirarhi kelembagaan penyuluhan secara Vertikal dari pusat sampai ke daerah bahkan sampai ketingkat kecamatan dan desa. Didalam Undang undang tersebut pun dijelaskan bahwa di tingkat Pusat namanya Badan Penyuluhan, di tingkat Provinsi Bakorluh, di tingkat Kabupaten Badan Pelaksana Penyuluhan, di tingkat Kecamatan Balai Penyuluhan Kcamatan, dan di tingkat desa namanya Pos penyuhan Desa. Semoga undang undang tersebut yang telah berjalan hampir satu windu ini dapat di implementasikan dengan sebaik-baiknya. Sebelum melangkah lebih jauh marilah sejenak kita menengok kebelakang tentang sejarah perkembangan penyuluhan pertanian di Indonesia. Sebetulnya sejak kapankah penyuluhan pertanian di Indonesia itu dimulai, Konon penyuluhan pertanian di Indonesia telah dimulai sejak dua abad yang lampau, tepatnya pada tanggal 17 Mei 1817, yaitu saat pertama kali di dirikannya kebun Raya Bogor, sedang sebagai ilmu pengetahuan penyuluhan pertanian sudah dirintis semenjak tahun 1723 di Scotlandia. Seiring dengan berputarnya waktu dan perkembangan zaman, bahwa pada tahun 1905, kala itu Indonesia masih di jajah oleh Belanda, ternyata telah dibentuk Departemen pertanian ala kolonilais yang melaksanakan fungsi penyuluhan pertanian. Selanjutnya pada tahun 1910 dibentuk Mantri Tani dibawah Pangreh Praja,dan system penyuluhan pertaniannya saat itu masih dilasanakan secara paksaan, baru kemudian pada tahun 1921 dibentuklah Dinas Pertanian Tingkat Provinsi, dimana pada saat itu system penyuluhannya sudah berubah kearah persuasive bukan lagi dengan cara paksaan. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka pada tahun 1911 di Sukabumi Jawa Barat didirikian Sekolah Pertanian Menengah dan Sekolah Usaha Tani. Kemudian pada tahun 1936 berdiri Balai Benih Daerah, dan pada saat itu system penyuluhan pertanian menganut system tetesan minyak (Oil Vleck System) yaitu system penyuluhan dengan cara membina seorang wakil dari suatu daerah sasaran, kemudian apabila mereka berhasil, maka secara langsung akan ditiru oleh petani didaerahnya. Selanjutnya pada awal kemerdekaan tepatnya pada Bulan Oktober 1947. Pemerintah membentuk BPMD (Balai Pendidikan Masyarakat Desa) Lembaga ini berfungsi berfungsi sebagai Balai Penyuluhan pertanian dan pendidikan lainnya, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berikutnya pada tahun 1966 sistem penyuluhan pertanian dilakukan melaui organisasai BIMAS yang mengikut sertakan intansi terkait diantaranya BNI, PT Pertani, Dinas Pertanian, Koperasi, Perguruan Tinggi dan lainnya guna membuat perencanaan, pelaksanaan pengawasan dan pertanggung jawaban, pada saat itu system penyuluhan sudah dilakukan secara massa,l bukan lagi dengan system tetesan minyak. Berikutnya pada tahun 1970, ada program BIMAS yang disempurnakan, pada saat itu muncullah Istilah Catur Sarana Unit Desa yang meliputi Penyuluh Pertanian, BRI, KUD dan Kios Saprodi. Selanjutnya pada tahun 1977 Bennor dan Horison mencetuskan istilah LAKU yaitu latihan dan kunjungan dan pada saat itu terjadilah perubahab organisatoris penyuluhan pertanian yang kemudian Dinas Pertanian menjadi aparat Struktural yang menangani dan melaksanakan fungsi pelayanan serta pengaturan, sedangkan aparat Fungsional melaksanakan fungsi Penyuluhan. Setelah hamper dua abad lamanya penyuluhan pertanian berlangsung dinegeri kita tercinta ini dengan berbagai macam perkembangan yang ada, bagaimanakah kondisi penyuluhan pertanian kita sekarang ini ? Jawaban tersebut mertinya akan beraneka ragam tergantung siapa yang akan menjawabnya, dan dari kacamata apa mereka memandang. Perlu diketahui bahwa penyuluhan pertanian sumberdaya manusianya atau actor intelektualnya adalah penyuluh, entah itu yang berkategori sebagai penyuluh ahli maupun penyuluh terampil atau mereka yang berkategori sebagai perakit, perancang atau pembuat kebijakan dibidang penyuluhan pertanian, mereka tentu akan merasa risih apabila ada sebagian pihak yang menilai bahwa kondisi penyuluhan pertanian di Indonesia saat ini sedang sakit, sedang mengalamim penurunan, penyuluhan kurang menggigit, penyuluhan sedang loyo, penyuluhan pertanian tidak relevan lag, penyuluhan tidak dapat mengasilkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan yang lebih parah lagi apabila ada parat yang mengatakan toch tanpa adanya penyuluhan pertanian, pertanian tetap jalan dengan sendirinya, kilahnya dengan pertanian malah banyak paksaan. Itulah sekelumit gambaran ocehan dari mereka –mereka yang suka usil yang nota benenya mereka orang yang tidak faham akan makna dan falsafah dari penyuluhan, mereka tidak mengetahui hal yang sebenarnya tentang penyuluhan pertanian. Dengan telah berlakunya undang undang system penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan yang sudah berjalan hampir sewindu ini, rasanya koq belum ada perubahan yang signifikan bagi para penyuluh, khususnya bagi penyuluh yang berada di daerah-daerah, dan implementasinya masih perlu dibenahi dengan sebaik-bainya, baik mengenai Batas Usia Pensiun Penyuluh,Tunjangan Fungsional Penyuluh, Biaya Operasional Penyuluh, serta Sertipikasi penyuluh, kami para penyuluh berharap agar semoga dengan telah dikelurkannya PERPRES No.16 Tahun 2013 Tentang Tunjangan Jabatan Penyuluh Pertanian per tanggal 1 Maret 2013 ini, mudah-mudahan implementasinya dapat segera terealisir dengan baik.Amien. (mnr)

Selasa, 12 Maret 2013

TEKNIK MEMACU PERKECAMBAHAN BIJI MELINJO UNTUK PERBANYAKAN TANAMAN

Tanaman melinjo adalah merupakan jenis tanaman perkebunan yang banyak manfaatnya mulai dari buah, bunga hingga daunnya banyak dimanfaatkan orang sebagai bahan pangan baik untuk makanan ringan, untuk sayuran maupun untuk keperluan industry emping melinjo. Melinjo memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, selain karbohidrat juga mengandung lemak, protein, mineral dan vitamin dari 100 gram melinjo mengandung : Kalori : 345,00 kalori, Karbohidrat ;71,50 mg. Protein : 120,00 mg, Lemak : 1,00 mg, Kalsium : 100,00 mg, Fospor: 400,00 mg, Besi : 5,00 mg Vitamin B: 0,20 ( Anonim,95) Tanaman melinjo, bijinya pada umumnya sulit untuk dikecambahkan dan apabila tumbuh secara alamiah memerlukan waktu stagnasi yang relative lama sekitar 10-14 bulan, sehingga petani harus menunggu waktu yang begitu panjang. Bagaimana caranya agar supaya perkecambahan dari biji melinjo dapat dipercepat atau dipacu, sehingga petani akan lebih cepat dalam menghasilkan bibit melinjo guna dikembangkan lebih lanjut Lamanya perkecambahan biji melinjo disebabkan kurang lancarnya perombakan zat cadangan makanan. hal ini disebabkan karena substansi yang menghambat proses tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya perlakuan biji melinjo, yaitu dengan cara stratifikasi hangat, yaitu dengan cara memperlakukan biji melinjo pada suhu diatas suhu perkecambahan selama 3 minggu. Denagn cara seperti ini biji melinjo yang biasanya membentuk embrio dan perkecambahan selama 10-14 bulan dipastikan sudah bisa membentuk embrio dan berkecambah dalam jangka waktu satu sampai satu setengan bulan. Setelah dua bulan kemudian didalam pesemaian maka biji melinjo sudah ber kecambah sekitar 20 %. Adpaun kelebihan lainnya dari perlakuan ini, selain dapat mempercepat proses perkecambahan biji ternyata dapat meningkatkan jumlah prosentase perkecambahan biji. Selanjutnya setelah enam bulan disemaikan jumlah prosentase biji yang bisa mencapai 75 %, bahkan setelah mencapai umur 10 bulan dipesemaian maka biji yang berkecambah bisa mencapai lebih dari 90 % . Perlakuan khusus dengan cara stratifikasi hangat. Setelah biji melinjo diseleksi dan memenuhi kriteria calon benih, selanjutnya benih melinjo dicuci dengan larutan alkohol, lalu dibilas dengan air suling.Kemudian biji merlinjo di angin-anginkan selama 2 jam. Perlakuan selanjutnya biji melinjo disemaikan dalam bak plastic yang berisi media pasir. Benih melinjo disemaikan dengan jarak 1,5 -2 cm dan dibenamkan hingga tersisa 2 mm diatas media tumbuh tadi. Selanjutnya media tanam diberi air sehingga lembab, selanjutnya media tanam yang telah dibenami benih melinjo tadi dimasukkan kedalam oven bersuhu konstan 38 derajat celcius selama 3 minggu. Medias pasir dalam bak ini harus selalu dijaga agar tetap lembab, yaitu dengan cara menyemprotkan air apabila media tersebut terlihat kering . Setelah diperlakukan selama 3 minggu lalu bak tadi dikeluarkan dari oven. Selanjtnya bak yang berisi media tanam dan benih melinjo tadi ditempatkan pada tempat yang teduh dan tidak boleh terkena sinar matahari langsung serta terlindung dari air hujan. Kemudian jangan lupa media tanamnya harus selalu dibasahi sehingga selalu dalam keadaan lembab. Biarkan media yang berisi benih melinjo tadi hingga tumbuh kecambah. Ssetelah tumbuh tunas maka benih melinjo siap untuk disemaiakan pada polybag atau lahan pesemaian lebih lanjut dan cara pemindahannya harus hati-hati, sehingga bibit melinjo tidak mengalami kerusakan dan tetap dalam keadaan baik dan sehat . Demikaian Teknik dan cara memepercepat proses perkecambahan biji melinjo semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya. ( mnr )

Senin, 11 Maret 2013

TEKNIK PENGAWETAN BAHAN MAKANAN

I. PENGERTIAN. Pengawetan adalah suatu teknik atau usaha yang dilakukan manusia pada bahan, sedemikian rupa sehingga bahan tersebut tidak mudah rusak. contohnya ikan asin adalah bahan yang telah mengalami pengawetan dengan penambahan garam, kemudian dikeringkan menjadi bahan yang awet. Sarden adalah suatu hasil pengolahan ikan yang menjadi bentuk masakan baru, mengenai daya awetnya masih tergantung pada langkah selanjutnya. Yang jelas hasil suatu olahan tidak selalu awet kalau dibiarkan begitu saja sehingga masa awetnya mungkin hanya sehari atau beberapa hari saja. Beberapa bahan hasil pertanian, khususnya bahan pangan sangat peka terhadap penyebab kerusakan, karena itu perlu diawetkan. Adapun daya tahan masing-masing bahan berbeda satu dengan lainnya, ada yang tahan hanya beberapa hari saja, ada yang tahan berbulan-bulan dan bahkan ada yang tahan sampai dengan setahun lebih. II.TUJUAN. Tujuan dari pada pengawetan adalah untuk menghambat atau mencegah terjadinya kerusakan, mempertahankan mutu, menghindarkan terjadinya keracunan serta mempermudah penanganan dan penyimpanan. Disamping itu bahan yang diawetkan mempunyai nilai tukar harga yang lebih tinggi. Bahan yang awet lebih mudah cara penanganannya karena sortasi tidak perlu dilakukan, tahan terhadap kondisi luar, sehingga dalam penyimpanan tidak sukar. III.MACAM-MACAM KERUSAKAN. Bahan pertanian dikatakan rusak bila terdapat penyimpangan yang melewati batas dari yang dapat diterima secara normal oleh panca indera atau kriteria lain yang biasa digunakan. Kerusakan bahan hasil pertanian dapat digolongkan dalam lima macam yaitu : A.Kerusakan Mikrobiologis. Kerusakan ini disebabkan oleh pencemaran mikroba seperti kapang, bakteri dan ragi. Banyak dari bahan bahan yang dikeringkan menjadi berwarna hitam karena ditumbuhi kapang pada permukaannya. Kerusakan mikrobiologis merupakan bentuk kerusakan yang banyak merugikan, bahkan dapat membahayakan kesehatan manusia karena racun yang dihasilkan oleh mikroba. Pada umumnya terjadi kerusakan mikrobiologis tidak hanya terjadi pada bahan mentah, tetapi juga pada bahan hasil olahan. Makanan dalam kaleng atau botol dapat rusak dan menimbulkan racun. Bahan bahan yang telah rusak oleh mikroba dapat menjadi sumber pencemaran bagi bahan bahan lain yang masih segar. Penularannya sangat cepat karena bahan yang sedang membusuk mengandung mikroba-mikroba yang masih muda dan dalam pertumbuhan yang sangat cepat dan ganas. B. Kerusakan Mekanis Keruskan Mekanis disebabkan oleh adanya benturan, misalnya antar bahan itu itu sendiri atau benturan dengan benda lain. Kerusakan mekanis biasanya ditandai denga adanya memar atau luka pada permukaan bahan, bahkan sering diikuti kerusakan pada bagian dalam. Kerusakan akibat tergores atau terpotong oleh alat penggali yang digunakan, misalnya pada umbi umbian. Kerusakan mekanis sering terjadi pada waktu panen, waktu pemupukan dan dalam pengangkutan yang kurang hati hati. C. Kerusakan Fisik Kerusakan fisik disebabkan oleh karena perlakuan fisik, misalnya kerusakan yang terjadi pada waktu pengeringan, pendinginan atau pembekuan bahan. Proses pengeringan yang kurang baik dapat menyebabkan bahan mengering pada bagian luarnya saja. Pengeringan atau pembakaran yang terlalu lama dapat menyebabkan hangus. Pecahnya telur yang didinginkan atau rusaknya bahan yang dibekukan karena sel sel mangalami pemecahan merupakan akibat dari kerusakan fisik. Penggunaan suhu yang terlalu tinggi dalam pengolahan bahan pangan menyebabkan cita rasa yang menyimpang dan kerusakan terhadap kandungan vitaminnya. Kondisi gudang yang lembab dapat mengakibatkan kerusakan fisik terhadap bahan, misalnya penggumpalan pada tepung menjadi mengeras dan membatu. D. Kerusakan Biologis. Yang dimaksud dengan kerusakan biologis yaitu kerusakan yang disebabkan karena kerusakan fisiologis, misalnya oleh serangga dan binatang pengerat. Kerusakan fisiologis meliputi kerusakan yang disebabkan pada reaksi metabolisme dan enzim dalam bahan yang terjadi secara alami dan berakhir dengan kerusakan dan pembusukan. Contohnya daging atau buah buahan akan membusuk dengan sendirinya bila disimpan dalam suhu kamar. Serangga dan binatang pengerat dapat menyerang bahan baik di lapangan maupun di gudang. Masuknya ulat serangga ke dalam buah dan sayuran dapat merusakkan bagian dalam, dan biasanya hal ini merupakan jalan masuk bagi mikroba pembusuk. E. Kerusakan Kimia Keruasakn kimia biasanya saling berhubungan dengan kerusakan lain, misalkan adanya zat asam (oksigen) dalam minyak dan sinar mempercepat terjadinya ketengikan pada minyak. Kerusakan biologis biasanya juga merupakan kerusakan kimia, karena reaksi enzimatis biasanya aktif dalam proses kerusakan tersebut. Terjadinya warna coklat pada buah apel dan kentang yang dikupas juga merupakan kerusakan kimia, yaitu karena terjadinya reaksi dengan udara. IV. BEBERAPA CARA PENGAWETAN A. Pengawetan terhadap kerusakan mikrobiologis : Cara mengawetkan bahan tehadap kerusakn yang disebabkan oleh serangan mikroba yaitu dengan mencegah terjadinya pencemaran (kontaminasi), mencegah pertumbuhan mikroba atau membunuh mikroba tersebut. 1. Mencegah terjadinya pencemaran Pencemaran yang terjadi pada hasil pertanian terutama dari udara, tanah dan dari bahan lain yang membusuk. untuk menghindarkan bahan dari pencemaran perlu dilakukan pembersihan, pencucian, “trimming” (pelepasan bagian bagian yang tidak berguna) dan sortasi serta pembungkusan.Adanya telur-telur serangga dan cacing yang melekat pada bahan merupakan sumber kerusakan pula. Oleh karena itu pembersihan dari kotoran untuk beberapa hasil pertanian perlu dilakukan secepatnya. Cara pembersihan dapat dilakukan secara kering, yaitu dengan mengelap dengan kain misalnya untuk buah buahan dan telur. Dapat pula dibersihkan dengan cara basah atau pencucian misalnya untuk sayur sayuran, ikan dan hasil laut lainnya. Pencucian sebaiknya dilakukan tidak hanya pada bahan saja tetapi pada juga wadah yang digunakan, misalnya botol botol susu. Alat pengangkutan perlu diperhatikan kebersihannya, misalnya truk pengangkut daging. Air pencuci sebaiknya memakai air bersih, sebab air yang kotor hanya akan merupakan sumber pencemaran terhadap bahan yang dicuci. Air yang mengandung sisa khlorin 3 – 5 ppm (part per million) dapat digunakan untuk mencuci buah dan sayuran tanpa menyebabkan terjadinya perubahan rasa dan bau. Sortasi terhadap bahan bahan akan banyak peranannya dalam menjaga keawetan bahan. Disamping itu “trimming” (pelepasan bagian bagian yang tidak berguna) akan mengurangi, selain terjadinya pencemaran, juga biaya pengangkutan. Pembungkusan bahan dapat menolong mempertahankan daya awet bahan, juga lebih melindungi bahan terhadap pencemaran dari luar. Mencegah pertumbuhan mikroba Cara mencegah pertumbum mikroba yaitu dengan mengganggu lingkungan hidupnya. Caranya antara lain dengan mengubah suhu, kadar air, pH (derajat keasamaan), dan penggunaan bahan pengawet anti mikroba. Pada umumnya penggunaan suhu rendah dapat lebih mempertahankan keawetan bahan terhadap kerusakan oleh mikroba. Tetapi perlu diperhatikan bahwa ada batas suhu yang aman untuk masing masing bahan. Pengeringan sampai tingkat tertentu adalah satu cara pengawetan terhadap serangan mikroba. Dengan pengeringan yang cukup, pertumbuhan mikroba perusak dapat dicegah, termasuk memproduksi racun. Cara ini sangat baik untuk biji bijian dan kacang kacangan. Merubah derajat keasamaan (pH) bahan dapat dilakuka dengan beberapa cara, misalnya dengan pencelupan dalam air kapur atau air garam misalnya pada telur, perubahan asam atau produksi asam yang disengaja dalam pembuatan tempe. B. Pengawetan terhadap kerusaan mekanis Kerusakan mekanis biasanya banyak terjadi selama pemanenan sampai pengangkutan. Pemanenan yang lebih hati hati dengan tenaga manusia mencegah terjadinya kerusakan mekanis. Disamping itu sortasi dan “trimming” bisa langsung dilakukan sekaligus.Penggunaan bantalan pada pinggir pinggir wadah atau antar bahan dapat mencegah kerusakan mekanis. Buah arbei biasanya ditaruh dalam besek besek bambu yang diberi bantalan daun pisang kering. Apel sebaiknya dibungkus satu persatu dengan kertas berlilin sebelum dimasukkan dalam kotak supaya aman selama pengangkutan. Mangga yang diberi bantalan daun pisang kering atau rumput kering. Bantalan ini juga berfungsi untuk mengatur kelembaban dalam wadah. C. Pengawetan terhadap kerusakan fisik kimia Sesungguhnya pengawetan bahan pangan yang berhasil, bukan hanya agar bahan mempunyai daya tahan simpan lama, tetapi juga harus dapat mengawet cita rasa bahan semula. Penggunaan suhu tinggi dapat merusak vitamin C dan beberapa vitamin B. pada suhu 50 – 60 C. vitamin vitamin tersebut telah mengalami kerusakan. Demikian pula dengan suhu rendah yang tidak tepat dapat mengakibatkan kerusakan fisik kimia. Oleh karena itu perlu pengetahuan tentang pengaruh panas terhadap vitamin dan komponen lainnya serta pengetahuan tentang fisiologi hasil pertanian lepas panen. D. Pengawetan terhadap kerusakan biologis Kerusakan biologis dapat dicegah dengan cara penyimpanan dan penggudangan yang tepat dan bersih. Penggunaan fumigasi untuk mencegah serangan serangga perlu dilakukan sebelum bahan terserang. Serangan oleh tikus dan binatang pengerat lain dapat dicegah dengan cara pemupukan yang teratur dan pertukaran udara (ventilasi) yang cukup. Kebersihan dan pencegahan terhadap kemungkinan masuknya binatang binatang tersebut perlu diperhatikan. E. Wadah dan pembungkusan Wadah dan pembungkusan mempunyai peranan penting dalam pengawetan bahan. Pada umumnya wadah dan pembungkusan berfungsi untuk menempatkan suatu bahan sehingga memudahkan dalam penyimpanan, pengangkutan, dan penyebarannya. Disamping itu juga memberikan perlindungan terhadap mutu bahan serta melindungi terhadap pencemaran. Demikian sekelumit tentang Teknik pengawetan bahan makanan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian semoga dapat bermanfaat bagi kita.(mnr)

Jumat, 08 Maret 2013

TEKNIK PEMBUATAN EMPING MELINJO UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN

Emping melinjo adalah jenis makanan ringan yang bentuknya pipih bulat, bahan bakunya berasal dari biji melinjo yang sudah tua. Hampir semua orang sudah mengenal apa yang namanya emping melinjo, dan jenis makanan ini memiliki rasa dan aroma yang khas. Emping melinjo memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, selain karbohidrat juga mengandung lemak, protein, mineral dan vitamin dari 100 gram emping melinjo mengandung: Kalori : 345,00 kalori, Karbohidrat ;71,50 mg. Protein : 120,00 mg, Lemak : 1,oo mg, Kalsium : 100,00 mg, Fospor: 400,00 mg, Besi : 5,00 mg Vitamin B: 0,20 ( Anonim,95) Emping melinjo yang dijual dipasaran ada bermacam-macam ukurannya yaitu kecil, sedang dan besar. Emping ukuran kecil dikenal dengan nama ceprek, emping ini dibuat dari satu biji melinjo untuk satu buah emping. Emping ukuran sedang dibuat dari beberapa biji melinjo yang dipipihkan dan disatukan, sedangkan untuk emping ukuran besar biasanya dibuat dari biji melinjo sebanyak 15- 20 biji melinjo yang dipipihkan dan disatukan . Proses pembuatan emping melinjo adalah sebagai berikut A.Bahan dan Alat: Bahan dan Alat yang digunakan untuk membuat emping melinjo sangat sederhana, biasanya mudah diperoleh dan harganya pun relative murah sehingga dapat terjangkau dikalangan petani. Alat-lat tersebut meliputi: 1. Batu landasan yang permukaannya rata dan licin sebagai tempat untuk memipihkan biji melinjo. 2. Palu besi untuk memipihkan biji melinjo 3. Wajan untuk menyangrai biji melinjo 4. Kompor pemanas atau tungku api 5. Susuk untuk mengambil emping melinjo yang telah dipipihkan 6. Irus untuk mengambil biji melinjo yang sedang disangrai dari wajan 7. Anyaman bambu atau rigen untuk menjemur emping melinjo yang masih basah 8. Biji melinjo yang sudah tua dan kualitasnya baik. B. Pemilihan bahan baku Agar diperoleh emping yang berkualitas baik, maka bahan baku yang dipilih harus berkualitas baik pula. Bahan baku yang berkualitas adalah yang berasal dari biji melinjo yang sudah tua dan tidak lebih dari 3 bulan dalam peyimpanan. C. Cara membuat emping melinjo Prinsip dasar pembuatan emping melinjo adalah pengupasan kulit buah, pemanasan biji, pengupasan kulit biji, pemukulan dan pemipihan biji, pelepasan emping dari batu pemipih penjemuran dan sortasi. 1. Pengupasan kulit buah. Biji melinjo yang sudah tua dikupas kulit luarnya dengan pisau. Kulit melinjo dikerat memanjang kemudian dilepas. kulit ini bisa dijadikan sebagai sayuran. 2. Pemanasan Biji melinjo Ada tiga cara pemanasan biji melinjo dalam pembuatan emping  Dengan cara disangrai tanpa pasir, pertama wajan dipanaskan diatas kompor atau pemanas lainnya. Usahakan nyala api jangan terlalu besar dan selalu konstan, kemudian biji melinjo dimasukkan sedikit demi sedikit kira-kira satu genggaman tangan, lalu diaduk-aduk dengan irus agar panasnya merata dalam pemanasan ini jangan sampai hangus.  Dengan cara disangrai dengan pasir. Wajan yang telah diisi dengan pasir dipanaskan diatas pemanas hingga panas pasirnya merata. Pasir yang digunakan adalah pasir bangunan yang telah dicuci bersih sebelumnya. Jika pasir telah panas, biji melinjo dimasukkan dan diaduk-aduk bersama pasir hingga panasnya merata  Dengan cara direbus. Biji melinjo direbus dalam panci yang berisi air mendidih. Dalam hal ini yang harus diperhatikan pada tahap pemanasan biji adalah lamanya pemanasan, meskipun tidak ada patokan resmi sebaiknya pemanasan serat melinjo itu cukup matang, bila terlalu matang akan menghasilkan emping melinjo yang rasanya kurang enak dan warnanya pucat sehingga kurang menarik. 3. Pengupasan kulit biji. Biji melinjo yang telah dipanaskan segera dikupas kulit tanduknya dalam keadaan masih panas, biji melinjo dipukul agar kulit tanduknya yang keras dapat terlepas . 4. Pemukulan dan pemipihan biji Setelah kulit keras biji melinjo dikupas, biji melinjo segera diletakkan diatas bantalan batu dalam keadaan masih panas/ hangat. Biji melinjo dipukul pukul dengan palu dan dipipihkan hingga rata. Hal ini merupakan prinsip pembuatan emping melinjo. Apabila ingin membuat emping dengan ukuran yang lebih besar, maka pemukulan biji melinjo berikutnya diusahakan agar berdekatan dengan biji pertama. Demikian seterusnya sambil dibentuk bundar, sehingga jadilah emping yang ukurannya lebih besar. Prinsip pembuatan emping dari biji yang direbus pada dasarnya sama saja dengan emping dari biji yang disangrai. Untuk menjaga agar tetap panas sebelum dipukul, sebaliknya biji melinjo yang sudah direbus itu dikukus terlebih dahulu. 5. Pelepasan emping dari batu landasan Emping yang telah berbentuk bundar dan rata dilepaskan dari batu landasan dengan menggunakan susuk. Pelepasan ini dilakuakan dengan hati-hati agsupaya emping tidak sobek atau rusak. Ada cara untuk memudahkan pelepasan emping dari batu landasan yaitu dengan mengoleskan sedikit minyak goreng dibatu landasan, sebelum biji melinjo diletakkan diatasnya. Meskipun cara ini banyak digunakan oleh pengrajin melinjo, namun sebenarnya mengandung resiko. Pengolesan minyak ini akan mempercepat tumbuhnya jamur sehingga daya simpan emping mejadi kurang. 6. Penjemuran emping melinjo Emping yang sudah dipipihkan masih dalam keadaan basah. Untuk mengeringkan emping ini disusun dan ditata rapih diatas rigen kemudian dijemur, penjemuran dilakukan hingga emping kering betul agar tahan lama disimpan. 7. Sortasi Emping Setelah kering, emping melinjo kemudian dikumpulkan dan disotasi. Pemilihan ini hanya untuk membedakan kelas atau kualitas dari emping melinjo. 8. Pengemasan dan penyimpanan Emping melinjo yang telah kering dapat dikemas dan siap untuk dipasarkan. Kemasan yang digunakan adalah dengan menggunakan kantong plastic yang diikat erat-erat. Penyimpanan emping sebaiknya ditempat yang sejuk dan kering penyimpanan diupayakan jangan sampai lebih dari tiga bulan. Demikian Teknik dan cara Pembuatan emping melinjo semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat yang memerlukannya.(mnr)

TEKNIK PEMBUATAN INSTAN JAHE SEBAGAI BAHAN MINUMAN PENYEGAR TUBUH

Instan jahe adalah merupakan produk olahan dari pasca panen hasil perkebunan khususnya tanaman empon-empon yang tujuannya untuk meningkatkan nilai tambah, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan tingkat kesejahteraan petani. Instan jahe merupakan salah satu proses diversifikasi bertingkat dari komoditas perkebunan khususnya tanaman jahe. Selain dapat digunakan sebagai bumbu masak jahe dapat pula dijadikan sebagai bahan kosmetika, bahan pembuat jamu tradisonal maupun dijadikan bentuk produk lainnya Beberapa manfaat dari Instan jahe antara lain: • Dapat menghilangkan rasa dahaga, yaitu dapat dihidangkan dengan menambah air masak baik panas, hangat maupun air dingin sesuai dengan selera yang kita inginkan • Memberikan kesegaran badan, yaitu dapat menyegarkan badan yang lelah atau letih sehabis kita bekerja berat , sehabis olah raga maupun bepergian. • Menghangatkan badan. Yaitu dapat menghangatkan tubuh yang terasa dingin baik karena pengaruh iklim/cuaca yang dingin atau karena masuk angin. Caranya dengan menghidangkan disedu dengan air panas. CARA PEMBUATAN INSTAN JAHE Bahan-bahan dan alatnya; Bahannya; Jahe sebanyak 0.5 kg, gula pasir, 1 kg, pandan wangi serta serai secukupnya Alatnya; Pisau, parut, Saringan, Wajan, kompor, timbangn, ayakan, pengaduk.kantong plastik Langkah kerja, 1. Pertama tama jahe dikupas dan dicuci sampai bersih 2. Jahe dihaluskan dengan cara diparut 3. Hasil parutan jahe diperas, disaring airnya dan ditampung dalam baskom. 4. Larutan jahe ditambah 0,5 kg gula pasir sambil diaduk -aduk dipanaskan sampai mengental 5. Setelah mengental wajan diangkat dari kompor, tambahkan 0,5 kg gula pasir sisanya tadis ambil terus diaduk aduk supaya tidak menggumpal 6. Setelah agak dingin di ayak untuk memisahkan bagian yang menggumpal 7. Untuk memperoleh hasil instan jahe yang lebih halus dapat diblender 8. Hasilnya siap untuk dihidangkan dengan menambah air panas. Atau dapat pula dikemas dengan kantong plastik untuk disimpan atau dijual. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan instan jahe adalah sebagai berikut: • Jahe yang sudah dikupas harus dicuci sampai bersih agar hasil yang diperoleh dalam pembuatan instan jahe lebih baik • Penggunaaan api kompor jangan terlalu besar atau terlalau panas sehingga keberhasilan dan warna hasilnya menarik • Dalam memanaskan larutan jahe perlu diaduk-aduk secara terus menerus agar tidak terjadi penggumpalan dan hasilnya baik. Demikian teknik dan cara membuat instan jahe semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat yang memerlukannya.(mnr)

TEKNIK PEMBUATAN TEPUNG KELAPA SEBAGAI BAHAN CAMPURAN KUE

Tepung kelapa adalah merupakan hasil dari pasca panen hasil perkebunan khususnya buah kelapa yang tujuannya untuk meningkatkan nilai tambah produk perkebunan sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Tepung kelapa merupakan proses diversifikasi bertingkat dari pada komoditas perkebunan khususnya buah kelapa yang selain dapat dibuat minyak kelapa, Coconut Oil maupun dalam bentuk produk lainnya. Kegunaan dari tepung kelapa antara lain; • Sebagai bahan pembuat roti/ kue basah maupun kering. Seperti bolu kukus atau kongguan rasa coconut. • Menghemat penggunaan blue band/ margarine. Dengan penggunaan tepung kelapa maka dalam pembuatan roti/kue fungssi dari blue band atau margarine dapat digantikannya tanpa mengurangi kualitas rasanya. • Dapat pula digunakan sebagai santan sewaktu tidak tersedia kelapa segar. Bahan-bahan dan alat yang diperlukan; Bahannya; Buah kelapa segar, plasti transparan, air besih Alat-alatnya.; Parut, Pisau, Blender, tampa/ nyiru, dandang, kompor Teknik dan cara pembuatan;  Pertama tama pisahkan daging buah kelapa dari tempurungnya.  Kerik kulit ari yang menempel pada dagbuah kelapa sampai bersih  Kemudian cucilah dengan air sampai bersih  Blanching daging buah kelapa tersebut selama lima menit  Selanjutnya lakukan pemarutan terhadap daging buah kelapa  Setelah diparut daging buah kelapa jemurlah dengan menggunakan tampah dan gunakan penutup plastik agar terjamin kebersihannya.  Selama penjemuran perlu dilakukan pembalikan agar hasil parutan kelapa tadi menjadi kering secara merata  Setelah kering kamudian dihaluskan dengan menggunakan blender atau alat penggiling sehingga menjadi tepung  Tepung yang telah halus selanjutnya dikemas dan disimpan pada suhu kamar  Selanjutnya tepung kelapa siap untuk digunakan. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan tepung kelapa adalah sebagai berikut: 1. Sewaktu membersihkan kuilit ari dari daging buah kelapa harus menggunakan pisau yang baik dan tajam sehingga daging buah benar-benar besih. 2. Lamanya blanching dan pengukusan harus dalam waktu yang tepat, tidak boleh terlalu lama atau terlalu singkat. 3. Arah dari pemarutan buah kelapa harus benar yaitu melintang mengikuti alur serat daging buah kelapa. 4. Penghalusan atau penggilingan harus dilaksanakan pada saat kelapa parutan benar-benar sudah kering, sehingga kandunagn minyaknya sedikit mungkin. Hal ini dimaksudkan agar supaya tepung kelapa tidak mudah tengik atau rusak sewaktu disimpan. Adapun maksud diadakannya perlakukan seperti blanhing, pengukusan dan pemarutan adalah sebagai berikut;  Tujuan Blanching adalah untuk menghilangkan lendir yang menempel pada permukaan daging buah kelapa, sehingga apabila dibuat roti / kue mutunya akan baik.  Tujuan pengukusan adalah untuk lebih memudahkan keluarnya minyak yang terdapat pada daging buah kelapa, sehingga tepung kelapa berkualitas baik dan tidak mudah menjadi tengik atau rusak.  Tujuan pemarutan; pemarutan daging buah kelapa yang baik yaitu dilakukan dengan cara melintang sesuai dengan arah alur serat hal ini agar supaya kandungan minyak yang terdapat pada partikel bahan dapat keluar lebih banyak serta untuk memudahkan dalam proses penggilingan dan penghalusan menjadi tepung. Demikian teknik dan cara pembuatan tepung kelapa semoga dapat bermanfaar bagi yang memerlukannya.(mnr)

Kamis, 07 Maret 2013

TEKNIK DAN CARA PEMBUATAN BANDENG PRESTO

Ikan Bandeng merupakan hasil dari perikanan tambak, pada saat panen raya jumlahnya cukup melimpah dan harganya biasanya relatif lebih murah apabila dijual masih dalam bentuk ikan bandeng tanpa diolah terlebih dahulu, namun apabila ikan bandeng dijual dalam bentuk olahan misalnya dalam bentuk Bandeng Presto harganya relative lebih tinggi,dan umumnya bandeng yang dibuat presto dapat bertahan lama sehingga bisa untuk dijual keluar daerah. 1. Permasalahan. a. Ikan Bandeng pada saat panen raya jumlahnya cukup melimpah dan harganya relatih murah sehingga kurang menguntungkan petani tambak b. Ikan Bandeng harganya akan lebih tinggi apabila dibikin menjadi olahan lain seperti bandeng presto c. Untuk Pembuatan Bandeng Presto Petani pada umumnya belum menguasai teknik dan caranya, 2. Pemecahan masalah. Pembuatan Bandeng Presto pada dasarnya mudah dilakukan oleh petani khususnya para ibu-ibu, Teknik dan caranya hampir sama dengan proses pembuatan masakan lainnya yaitu memerlukan bahan-bahan dan peralatan sebagai berikut : Bahan : • 2 kg bandeng (kira-kira isi 6 ekor) • 1 butir ragi tapai, haluskan • 3 sdm garam • 2 sdm air asam Jawa • 10 lembar daun salam • 10 cm lengkuas, iris, memarkan • 5 btg serai, memarkan • 2 liter air • daun bambu/daun pisang Bumbu, haluskan : • 15 butir bawang merah • 15 siung bawang putih • 10 cm jahe • 6 cm kunyit • 15 btr kemiri, sangrai • 1 sdm ketumbar, sangrai • 1/2 sdm garam Cara Membuat Bandeng Presto : 1. Buang insang dan isi perut bandeng. Cuci bersih, tiriskan. 2. Campur ragi dan garam, lumurkan pada bandeng. Diamkan kira-kira 2 Pukul. Cuci di air mengalir. Tiriskan kembali. 3. Lumuri bandeng dengan bumbu halus hingga rata. Alasi masing-masing bandeng dengan daun bambu, kalau tidak ada gunakan lembaran daun pisang. 4. Tuang 1 liter air dalam panci presto. Beri daun salam, lengkuas, dan serai. Letakkan klakat di atasnya (air tidak boleh lebih tinggi dari klakat) 5. Taruh bandeng yang telah dilumuri bumbu di atas klakat. Atur rapi searah disetiap lapis. Lapis berikutnya melintang. Tutup panci rapat. Masak hingga panci berdesis. Masak selama 30 menit. Matikan api. 6. Biarkan panci dingin, buka tutupnya, tuangi lagi air perlahan melalui sisi-sisi panci, lagi, jangan sampai air melebihi klakat. Masak kembali selama 30 menit sejak panci berdesis. Dinginkan panci. Buka tutupnya, angkat bandeng. Tiriskan. Bandeng siap digoreng. 7. Kocok lepas 1 butir telur, potong bandeng serasi, celupkan pada telur, goreng di minyak panas. Sajikan dengan sambal bajak. Tips Bandeng Presto : • Bagi yang menginginkan bandengnya agak kuning, boleh ditambahkan kunyitnya. • Gunakan pisau yang tajam dan tipis untuk mengiris bandeng presto agar potongan halus dan tidak remuk. • Bagi yang menginginkan hasil bandeng prestonya lebih garing, gunakan tepung bumbu untuk menggorengnya. Demikian Teknik dan cara pembuatan Bandeng Presto secara sederhana, semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat atau petani yang memerlukannya. (mnr)

TEKNIK DAN CARA PEMBUATAN TAPE KETAN

Tape ketan atau tape yang dibuat dari beras ketan adalah merupakan menu makanan khas Indonesia, banyak digemari oleh kalangan masyarakat, Tape ketan merupakan jenis makanan dan juga merupakan jenis minuman apabila itu dicampur dengan air dan ditambah buah-buahan lain yang sering disebut dengan istilah sop buah tape . Tape ketan umumnya banyak mengandung unsur gizi Karbohidrat yang berguna untuk sumber energy yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh manusia. Bagaimana Teknik dan cara pembuatan Tape Ketan secara sederhana, sehingga dapat diterapkan dan dikembangkan oleh petani. 1. Permasalahan. a. Beras ketan pada saat panen apabila dijual dalam bentuk beras harganya relatif murah dan dipandang kurang menguntungkan bagi petani. b. Beras ketan akan memiliki nilai tambah atau nilai ekonomi yang tinggi apabila dijual dalam bentuk olahan seperti Tape ketan atau bentuk olahan lainnya. c. Teknik dan cara pembuatan Tape ketan pada umumnya petani masih belum terampil dan belum menguasai. Bagamana Teknik dan Cara Pembuatan Tape ketan secara sederhana sehingga bisa dikembangkan oleh petani 2. Pemecahan masalah. Tape adalah makanan hasil fermentasi dari mikroba, terutama kapang dan ragi.Rasa manis dari tape dipengaruhi oleh kadar gula dari tapenya sendiri. Dalam proses fermentasi itu pati akan diubah menjadi gula oleh kapang jenis Chlamydomucor dan oleh ragi Saccharomyces Cerevisiae gula diubah menjadi alkohol. Rasa asam pada tape dapat timbul karena perlakuan-perlakuan (proses) yang kurang teliti, seperti penambahan ragi yang berlebihan dan penutupan yang kurang rapat pada saat fermentasi. Selain itu rasa asam pada tape dapat terjadi bila fermentasi berlangsung terlalu lanjut. Ragi tape sangat diperlukan dalam pembuatan tape tersebut. Ragi tape yang sudah rusak tidak baik digunakan dalam proses pembuatan tape, sebab itu harus dipilih ragi yang masih baik. Dalam fermentasi tape ketan terlibat beberapa mikro organisme yang disebut dengan mikrobia perombak pati menjadi gula yang menjadikan tape pada awal fermentasi terasa manis yang menyebabkan tape ketan berubah menjadi alkohol karena adanya bakteri actobakter aceti (mengubah alkohol menjadi asamasetat). Adapun beberapa faktor yang menyebabkan pembuatan tape ketan ini dapat berlangsung tidak sempurna salah satu penyebabnya adalah peralatan yang kurang higienis dan ragi yang sudah lama (sudah kadaluarsa).dan dapat disebabkan juga oleh pencucian beras ketan yang tidak bersih sehingga fermentasi tdak sempurna. Pembuatan tape ini berlangsung selama dua sampai tiga hari, dalam kurun tiga hari itu tape masih bisa masih bisa dimakan karena tape belum berubah menjadi alcohol, tapi jika tape sudah lebih dari tiga hari tape tidak bisadimakan (dikonsumsi) karena sudah berubah menjadi alcohol selain itu juga tape tersebut sudah membusuk. Teknik dan Cara Pembuatan Tape Ketan sebagai berikut : Peralatannya : 1. Pengukus nasi (langseng) 1 buah 2. Panci atau baskom 1 buah 3. Tampah 1 buah 4. Entong (pengaduk) 5. Kompor 6. Alat bantu : daun pisang/ kantung plastik Bahan - bahannya : 1. 500 gr beras ketan putih 2. 1 Lt air 3. 2 sdm pandan pasta 4. 400 ml air panas 5. 5 sdm gula pasir 6. 2-3 butir ragi tape, dihaluskan Cara membuat : 1. Cuci peralatan dengan bersih. 2. Cuci beras ketan sampai benar-benar bersih 3. Kemudian rendam beras ketan dengan 1 Lt air dan 2 sdm pandan pasta semalaman. 4. Tiriskan beras lalu kukus sampe beruap banyak. Selanjutnya siram dengan 400 ml air panas, kukus lagi selama 15 menit. 5.Angkat ketan dari dandang kemudian diamkan hingga dingin di tampah. 6.Ratakan ketan di dalam wadah, taburi setengah bagian ragi dan gula. Tutup dengan cara membalikan ketan, taburi juga sisa ragi dan gula. 7.Setelah itu bungkus ke dalam daun pisang, lalu letakkan di tempat yang hangat. 8.Biarkan fermentasi selama 3 hari agar menjadi tape ketan. Demikian Teknik dan cara pembuatan Tape Ketan secara sederhana, semoga dapat dikembangkan dikalangan masyarakat sebagai penambah pengetahuan dan keterampilan yang pada akhirnya semoga dapat menambah pendapatan dan kesejahteraan petani.(mnr)

Jumat, 01 Maret 2013

TEMPE MERUPAKAN MAKANAN ASLI INDONESIA SUMBER PROTEIN TINGGI, MURAH DAN MUDAH DIDAPAT

Tempe merupakan produk makanan asli Indonesia yang sudah tidak asing lagi bagi kita, baik sebagai masyarakat desa maupun kota. Tempe sudah tersohor dari masyarakat ekonomi kelas bawah hingga kelas menengah keatas telah mengenal atau setidak-tidaknya pernah mencicipi atau mengkonsumsi apa yang namanya tempe Tempe kini telah telah menyebar luas kemana-mana mulai dari pasar tradisional hingga super market tempe telah tersedia disana. Tempe adalah merupakan produk olahan yang serba guna, dapat dihidangkan dalam bentuk berbagai macam menu makanan antara lain; dapat dijadikan tempe goreng atau mendoan, tempe kering atau keripik, tempe bacem, tempe penyet dan sebagainya. Tempe apabila dikonsumsi rasanya tidak membosankan asalkan dibuat menu yang bervariasi sesuai dengan selera kita. Tempe adalah merupakan hasil rekayasa bioteknologi bangsa kita yang tertua dan produk fermentasi tradisional yang paling menonjol, bahkan makanan ini mudah didapat dan harganya relatif murah sehingga dapat terjangkau oleh kalangan masyarakat lapisan ekomomi kelas bawah, makanan ini umumnya telah menjadi “daging” dalam menu makanan pada lapisan masyarakat tersebut. KANDUNGAN GiZi. Tempe termasuk makanan bermutu tinggi karena kandunagn gizinya cukup tinggi, Protein sekitar : 19 % dari berat basah atau lebih dari 45 % berat kering seluruh protein itu. Sekitar 56 % nya dapat dimanfaatkan oleh tubuh manusia, tempe setiap 100 gram nya dapat menyumbangkan 10-18 gram protein bagi tubuh manusia, artinya lebih dari 25 % kebutuhan protein orang dewasa. Karena itu tempe merupakan sumber protein penting bagi jutaan manusia, khususnya yang berdomisisli di pulau Jawa. Konsumsi tempe rata-rata diperkirakan sekitar 80-110gram/orang/hari, karena kandungan lemaknya juga tinggi sekitar 12 % dari berat kering, sehingga tempe dapat berperan sebagai makanan pengganti daging yang baik. Adapun setiap 100 gram tempe kedele murni mengandung zat-zat gizi sebagai berikut; Kalori: 149, Protein : 18,3 gram. Hidrat arang : 12,7 gram, Kalsium : 129 mg, Phospor: 154 mg, Zat besi : 10 mg, Vitamin A : 150 iu, Vitami B: 0,17 mg dan Air : 64 gram. (Sumber DKPM Direktorat GIzi Departemen Kesehatan). KEUNGGULAN PRODUK. Dengan banyaknya kandungan gizi pada tempe seperti tersebut diatas, berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman-pengalaman empiris mengenai tempe, maka bahan makanan ini memiliki keunggulan sebagai berikut: 1. Komposisi kandungan gizinya sangat baik, tempe merupakan sumber mineral yang baik terutama Kalsium, Phospor dan zat besi, lemaknya dapat dihidrolisis menjadi asam asam lemak bebas yang mudah diserap oleh tubuh. Karena proses fermentasi kedele, maka kandungan beberapa vitamin pada tempe meningkat termasuk Riboflavin, Vitamin B 6, Asam Pantotenat, Biotin, Senyawa folat dan Asam Mikotenat. Tempe mengandung Vitamin B 12 yang sangat tinggi, sehingga kebutuhan tubuh akan Vitamin B 12 perhari dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi sekitar 60 gram tempe. 2. Tempe mempunyai daya pengawet yang tinggi dan mengandung anti biotik yang diproduksi oleh Rhizopus Olygosporus ketika proses fermentasi bagi tubuh. 3. Sebagai makanan diet bagi penderita diare kronis pada anak-anak, hal ini karena adanya kandungan antibiotik yang terdapat pada tempe, sehingga kebanyakan orang menganggap bahwa tempe merupakan obat penyakit diare. 4. Kandungan Isoflavin pada tempe dapat mencegah penyakit jantung. 5. Tempe mengandung serat yang relatif besar, sehingga dapat menghambat adanya kanker Colom (kanker usus besar) serta dapat menghambat pembentukan kholesterol. 6. Tempe tidak menyebabkan flatulensi (kembung perut) 7. Dengan banyaknya kelebihan yang terdapat pada tempe, maka kita tidak bisa memandang rendah terhadap makan tempe ini, walau demikian hingga saat ini citra tempe kok belum juga terangkat ketingkat yang elit dan rasanya masih saja tetap bertengger pada posisi kelas ekonomi menengah kebawah sebagai makanan inferior. Demikian sekilas info komoditas tempe yang merupakan makanan asli Indonesia semoga ditahun mendatang dapat terangkat derajatnya dan dijadikan sebagai komoditas ekspor yang handal.(mnr)

Jumat, 22 Februari 2013

TEKNIK PEMBUATAN SELAI DARI BUAH-BUAHAN

Buah-buahan adalah merupakan hasil pertanian yang banyak dibudidayakan oleh petani baik didaerah pedesaan maupun perkotaan. Buah-buAhan ternyata sangat dibutuhkan dalam usaha pemeliharaan kesehatan tubuh kita khususnya untuk pemenuhan gizi yang berupa vitamin serta berfungsi sebagai bahan pengatur dalam proses metabolisme tubuh, mempertahankan fungsi dan mempengaruhi pertumbuhan dan pembentukan sel-sel baru. Pada umumnya buah-buhan buah-buahan melimpah jumlahnya pada saat musim panen atau pada saat musim tertentu, dikarenakan antara jenis buah yang satu dengan yang lainnya saat panennya tidak bersamaan, namun adakalanya ada tanaman buah yang yang berbuah tak mengenal musim sehingga sepanjang tahun serlalu menghasilkan buah. Untuk mengetahui adanya kerusakan atau kebusukan yang merupakan sifat dari buah-buhan, melalui tulisan ini kami perkenalkan Cara pembuatan selai dari buah-buahan secara sederhana. Selai adalah merupaskan produk yang diperoleh dari pulp buah-buahan atau buah-buahan yang telah dihancurkan dengan cara diparut atau diblender. Kemudian bahan tadi dimasak dengan ditambah gula pasir hingga mencapai kekentalan tertrentu. Untuk pembuatan selai buah biasanya dibutuhkan perbandingan antara 45 % bagi buah-buhan dan 55 % bagian gula. Buah yang digunakan: Buah buahan yang digunakan untuk pembuatan selai harus betul-betul buah yang telah masak agar diperoleh flavor atau aroma serta cita rasa dan warna yang baik, umumnya dapat digunakan dari bermacam-macam jenis buah-buahan seperti mangga,nanas, sirsak, durian, sawo, nangka, tomat, melon dan buah lainnya. Buah-buahan sebelumnya dikupas dan dicuci dahulu agar bersih dan selanjutnya baru dihancurkan dengan cara diparut atau diblender. Biasanya untuk menghancurkan buah-buahn yang agak padat dilakukan pemasakan terlebih dahulu dengan ditambah air sedikit mungkin. Gula yang diperlukan Banyaknya gula yang diperlukan untuk pembuatan selai ditentukan oleh jenis buah, tingkat kematangan buah serta keasaman dari buah itu sendiri. Umumnya digunakan perbandingan volume buah dengan air 1:1, tetapi dapat juga bervariasi sesuai dengan selera kita dan umumnya hanya berkisar 3:4 sampai dengan 5:4 Untuk buah yang rasanya manis atau tingkat keasamannya rendah tidak memerlukan gula sebanyak buah-buahan yang yang rasanya masam, sebaliknya pemakaian gula yang terlalu banyak akan menghasilkan selai yang kurang baik, karena rasa buahnya itu sendidri tidak meninjol dan kurang terasa. Bila kita akan membuat selai dari buah yang memiliki rasa netral seperti papaya atau jambu air sebaiknya perlu ditambahkan asam untuk menambah atau memperbaiki flavor atau aroma selai. Cara pengolahan Bahan-bahannya antara lain ; Buahan-buahan, Gula pasir, air bersih dan lainnya Alata -alatnya ; Pisau, panci, wajan, gelas, pengaduk, belnder/ parut, saringan, botol, kompor dan lainnya Cara Kerja; Buah-buahan yang telah masak dikupas dan dicuci terlebih dahulu sampai bersih, buah dipotong-potong agar mudah untuk dihancurkan dan buang;lah bagian buah yang tidak dibutuhkan. Selanjutnya buah yang telah dipotong-potong tadi dihancurkan dengan menggunakan blender atau diparut. Buah yang telah diblender masukkan kedalam panci dan tambahkan sedikit air , kemudian panaskan dengan kompor. Usahakan api kompor jangan terlalu kebesaran, setelah separoh dari air buahnya menguap, tambahkan gula pasir dengan perbandingan 1:1 atau 3:4 dan panaskan terus diatas kompor hingga adonan tadi mencapai kekentalan tertentu sesuai dengan keinginan kita, selanjutnya selai yang sudah matang tadi tuangkan kedalam toples atau botol khusus selai dalam keadaan masih panas dan tutuplah rapat-rapat. Setelah dingin selai dapat dikonsumsi sebagai pengisian roti atau campuran es krim dan dapat pula dikonsumsi langsung. Demikian sekilas teknik pembuatan selai dari buah-buahan semoga dapat barmanfaat bagi yang membutuhkannya.(mnr)

TEKNIK DAN CARA PEMBUATAN TEMPE KEDELE

Tempe adalah merupakan salah satu menu makanan khas Indonesia, yang banyak digemari oleh kalangan masyarakat, tempe merupakan lauk pauk yang selalu ada dalam setiap hidangan makanan kita sehari-hari, baik dalam bentuk tempe bacem, tempe mendoan, sambal tempe, keripik tempe maupun dalam bentuk olahan lainnya . Tempe umumnya banyak mengandung unsur gizi protein nabatai yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh manusia sebagai zat pembangun dan umumnya relative murah sehingga dapat terjangkau oleh kalangan masyarakat ekonomi menengah kebawah.Disamping itu kedele pada saat panen harganya relatif murah ditingkat petani karena jumlahnya cukup banyak dikalangan petani,Kedele akan menjadi mahal harganya apabila dijual dalam bentuk olahan lain seperti tempe kedele, berikut Ini adalah Cara Membuat Tempe Kedele Secara Sederhana; Pertama tama yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : • Siapkan kacang kedelai sebanyak 1 kg. • Dan ragi tempe sebanyak 2 gram. • Cuci bersih kacang kedelai dan rendam selama 24 jam. • Setelah direndam selama 24 jam, kacang kedelai akan mekar • Mulailah meremas-remas kacang kedelai agar kulit arinya lepas. • Setelah bersih, tuangkan kacang kedelai ke dalam panci dan beri air secukupnya. Rebus kacang kedelai selama kurang lebih 30 menit. Selama kacang kedelai direbus akan muncul buih putih • Setelah direbus selama 30 menit, buang air yang tersisa di dalam panci. Kemudian, taruh kembali panci yang tinggal berisikan kacang kedelai diatas kompor. Aduk-aduk, jangan sampai hangus. Proses ini dilakukan untuk mengeringkan kacang kedelai. Jangan terlalu lama – karena kacang mudah hangus. • Tuang kacang kedelai ke wadah yang memudahkan kacang kedelai menjadi dingin. • Setelah dingin, taburkan ragi tempe sebanyak 2 gram dan aduk rata. • Siapkan plastik dengan ukuran sesuai selera. Masukkan kacang kedelai ke dalam plastik hingga ketebalan kira-kira 2-3 cm. • Tutup plastik : dapat mempergunakan cara dengan lilin. Kalau pakai daun maka diikat. • Kemudian lubangi plastik yang telah berisi kacang kedelai dengan menggunakan pisau - kira-kira 8 lubang untuk setiap sisi atas dan sisi bawah. Tambahan: Di tusuk-tusuk pakai tusuk gigi juga bisa. Kalau pakai daun tak perlu dilubangi. • Simpan tempe didalam lemari. Alas yang dipakai untuk menyimpan adalah rak lemari es yang diganjal bagian bawahnya, sehingga ada sirkulasi udara. Diamkan selama kurang lebih 36 jam. • Tempe siap diolah untuk dikonsumsi atau dijual di pasar Demikian cara pembuatan tempe kedele secara sederhana, semoga dapat diterapkan dikalangan petani sebagai penambah pengetahuan dan keterampilan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.(mnr)