Tampilkan postingan dengan label BURUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BURUNG. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 20 April 2013
BETERNAK ITIK MANILA (MENTOK) TERNYATA SANGAT MUDAH DAN MENGUNTUNGKAN
Jika kita memperoleh seekor itik manila jantan dan dua ekor itik manila betina itu merupakan suatu permulaan yang baik untuk peternak itik. jika kita tidak dapat memperoleh itik dewasa, kita dapat mulai dengan telur itik yang dieramkan oleh ayam betina yang sedang mengerami telurnya. Ada dua macam itik yang kita kenal yaitu itik yang banyak terdapat didekat sungai, danau-danau atau kolam-kolam yang kedua itik yang dipelihara di daratan tanpa kolam, beternak itik manila umumnya untuk mendapatkan telur dan juga dagingnya. Telur itik manila umumnya menetas pada umur 32-33 Hari. Apabila kita memelihara itik untuk tujuan komersial, bukannya untuk kebutuhan sendiri itik jenis lain yang disebut pato real atau bibe di Philipina, di Indonesia disebut dengan itik manila atau di Jawa Tengah dikenal dengan istilah mentok ,itik jenis ini ternyata benar-benar cocok untuk peternak yang ingin memperoleh dagingnya yang lezat rasanya serta telur yang banyak jumlahnya. Itik jenis ini amat cocok di daerah-daerah dimana ayam dapat dipelihara dengan baik, itik ini ternyata dapat mengeram dan bahkan menjadi mesin pengeram yang baik dan dapat menetaskan telur yang mereka hasilkan, telur itik jenis ini umumnya menetas dalam waktu 33 hari. Kandang Itik Untuk membuat kandang itik kita hanya membutuhkan sebuah lapangan kecil dan kandang yang kecil pula, jika memilki sebuah pekarangan yang cucup besar untuk ayam, dimana banyak terdapat tumbuh-tumbuhan, dimana tubuhan hijau ini dapat dijadikan sebagai makanan untuk ayam ayam tersebut, maka kita membiarkan agar itik juga ikut memakan dedaunan tersebut bercampur baur dengan ayam,ini khusus pada suatu pekarangan yang sempit saja. tetapi untuk lahan yang luas sebaiknya anatara itik dan ayam dipiosahkan sehingga tidak saling berebut atau kompetisi dalam mencarai makanannya. Kandang untuk itik seharusnya mempunyai sebuah tempat air minum yang berukuran sekurang-kurangnya diameter 50 cm dan kedalamannya 30 cm, hal ini untuk memungkinkan itik dapat mandi. Kita dapat meletakkan sebagian dari drum atau ember cuci di dalam tanah, jika dekat dengan rumah, Jika memiliki kolam ikan biarkanlah itik itu menggunakan sebagian untuk aktifitasnya dan sebaiknya harus kita beri pagar kolam tersebut. Agar itik pergi kemana-mana. Pemeliharaan itik manila Jika memulai dengan seekor itik jantan dan dua ekor itik betina, kita seharusnya memeliharanya dalam kandang itik yang lantainya diberi alas dari jerami padi. Beberapa kotak buah untuk bertelur diletakkan pula dalam sangkar. selanjutnya itik itu akan membuat sarangnya sendiri. Itik bibe atau mentok dapat menetaskan telurnya kira kira sesudah 33 hari. sesudah itu kita dapat memelihara anak-anak itik tersebut sebagai mana kita memelihara anak ayam. Anak-anak itik itu mulai memakan makanan pada umur sehari sesudah menetas dan mereka umumnya akan tumbuh sangat cepat. Bila kita mulai beternak itik dengan mengeramkan telur pada seekor ayam betina yang sedang mengeram, maka sangat penting untuk meletakkan telur itu pada ayam betina tersebut, pada sekitar 33 hari telur itik telah menetas, dan anak itik yang baru menetas biasanya diasuh oleh induk ayam yang mengeraminya sebagai induknya, dengan penuh rasa kasih sayang dan perhatian. kitapun harus membiarkan ayam itu tetap berada pada sarangnya, kecuali hanya bila pada saat ayam itu mau makan dan minum saja. Pemeliharaan untuk itik manila atau mentok ini pada prinsipnya hampir sama dengan cara memelihara ayam kampung, jenis pakannyapun hampir sama, hanya itik manila atau mentok ini membutuhkan minuman yang porsinya lebih banyak serta air yang jumlahnya banyak untuk keperluan mandi. Selanjutnya setelah itik manila ini telah berumur 10-12 minggu, maka itik ini sudah bisa dipotong untuk keperluan konsumsi atau dijual sebagai penambah income kelurga. Demikian cara pemeliharaan itik manila atau mentok secara sederhana semoga dapat bermanfaat bagi peternak atau masyarakat yang memerulkannya.(mnr)
Jumat, 22 Februari 2013
TELUR KOMODITAS MULTIGUNA, BAGAIMANA TEKNIK DAN CARA PENGAWETANNYA
Telur merupakan komodidas hasil peternakan yang multiguna, banyak digunakan dalam berbagai keperluan diantaranya sebagai konsumsi atau lauk pauk, sebagai bahan industri pembuatan roti dan kue, sebagai bahan industri kosmetika atau alat kecantikan, sebagai bahan untuk perekat kaca. Adapun yang terpenting dari itu semua adalah sebagai penerus keturunan atau perkembang biakan lebih lanjut. Pada dasarnya sebuah telur yang telah dibuahi terdiri atas sel yang hidup yang dikelilingi oleh kuning telur sebagai cadangan makanan, selanjutnya kedua komponen tadi dikelilingi oleh putih telur yang mempunyai kandungan air yang relative tinggi dan selanjutnya kesemuanya itu dibungkus oleh kulit telur atau cangkang. Telur banyak sekali jenisnya diantaranya telur ayam, telur itik, telur puyuh, telur penyu, telur kura- kura, telur buaya dan banyak lagi jenisnya. Pada umumnya telur terdiri dari tiga bagian pokok yaitu pertama, bagian kulit atau cangkang sebanyak : 11 %, kedua, bagian putih telur sebanyak : 57 % dan ketiga, bagian kuning telur sebanyak 32 %. Telur merupakan bahan makanan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi yaitu mengandung zat-zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia seperti asam amino yang kompleks dan seimbang, vitamin serta mempunyai daya cerna yang tinggi. Komposisi kimia telur terdiri dari berbagai macam komponen diantaranya ; Air sebanyak : 74 %, Protein : 12,8 %, Lemak: 11,5 % serta komponen lainnya sebesar : 1,7 % . Warna kuning pada telur sebenarnya bukan disebabkan oleh adanya karoten atau pro vitamin A, akan tetapi oleh adanya Xanthophil dan BethaLutein. Cara sortasi dan pengawetan telur. Sortasi adalah suatu cara atau langkah langkah yang dilakukan agar diperoleh suatu hasil yang baik sesuai dengan keinginan kita. Sedangkan pengawetan telur pada dasarnya adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penguapan, mencegah hilangnya CO2 ( Karbon dioksida ) dalam telur, mencegah kerja enzim didalam telur serta mencegah masuknya mikro organisme dari luar telur melalui kulit telur. Dengan adanya perlakukan tersebut diharapkan mutu telur dapat dipertahankan dalam waktu yang relative lama dengan kualitas yang tetap baik. Cara mensortIr telur Agar kita dapat memperoleh telur yang berkualitas baik, maka perlu adanya sortasi atau pemilihan telur dengan cermat caranya sebagi berikut : 1. Dengan cara diamati langsung, yaitu telur dikocok, apabila berbunyi dan koclak bertanda telur sudah rusak. 2. Dengan Candling, caranya dengan jalan meneropong atau menerawang dengan sinar, bila telur masih baik kelihatan terang sebaliknya bila gelap bertanda telur jelek atau sudah rusak. 3. Dengan cara perendaman dengan air bersih, apabila telur tenggelam bertanda telur masih baik , sebaliknya apabila telur terapung berarti telur sudah rusak. Cara Pengawetan telur Cara pengawetan telur banyak sekali ragamnya diantaranya: 1. Dengan cara pencelupan kedalam minyak kelapa, caranya pertama minyak dipanaskan dahulu sampai mendidih, setelah itu didinginkan. Telur dibersihkan dengan lap terlebih dahulu lalu rendamlah dalam minyak yang telah dingin tadi beberapa saat. Setelah itu telur ditiriskan pada rak-rak. Dengan cara ini telur dapat bertahan kurang lebih 1-2 bulan. 2. Disimpan dalam suasana CO2 (Carbon dioksida) telur dapat bertahan selama 5-6 bulan, tetapi perlakukan ini jarang diterapkan karena biayanya relative mahal. 3. Disimpan dalam Frezer dengan suhu 0-2 Derajat Celcius, telur dapat bertahan selama 6 bulan, sedangkan pada suhu 5-10 derajat celcius dapat bertahan hanya 1-2 bulan saja. 4. Pengawetan dengan (NaCl) atau garam dapur, caranya telur direndam dalam larutan garam dapur dengan konsentrasi 25-40 % selama 2-3 minggu, selanjutnya telur ditiriskan dan disimpan dalam rak-rak , dengan cara ini telur dapat bertahan selama 1 – 2 bulan. 5. Perendaman dengan Ca(OH)2 atau air kapur. Caranya 1 Kg CaCO3 (kapur tohor), 15 liter air, 100 gram garam dapur diaduk-aduk sampai rata, lalu biarkan sampai sampai terpisah antara air dan endapan kapur, kemudian ambillah bagian airnya yang jernih saja lalu masukkan telur kedalam larutan tersebut. Perendaman dilakukan selama 21 hari, selanjutnya diangkat dan ditiriskan, dengan cara ini telur dapat bertahan selama 3-4 bulan. 6. Dibuat telur asin. Caranya dengan abu gosok dicampur dengan garam dapur perbandingan 2 : 1, tambahkan air sedikit sehingga terbentuk adonan pekat, telur dibersihkan dan diamplas terlebih dahulu agar pori-pori kulit telur tidak tertutup , setelah itu baru dibalut dengan adonan tadi, simpanlah selama 12 hari. Setelah itu dicuci dan ditiriskan. Selanjutnya dapat pula dimasak dengan cara dikukus sampai matang dan siap untuk dikonsumsi. Demikian sekelumit teknik pengawetan telur semoga bermanfaat bagi yang memerlukannya. Selamat mencoba semoga sukses.(mnr)
Kamis, 21 Februari 2013
TEKNIK DAN CARA BETERNAK BURUNG PUYUH
PENDAHULUAN. Burung puyuh merupakan salah satu jenis ternak unggas yang cocok untuk dibudidayakan, baik sebagai usaha sambilan maupun usaha komersial. Sebab telur dan dagingnya semakin populer dan dibutuhkan sebagai salah satu sumber protein hewani yang cukup penting. Burung puyuh pada mulanya memang kurang mendapat perhatian dari para peternak. Tubuh dan telurnya yang kecil dengan cara hidup yang liar dianggap tidak dapat diternakan, kalau pun bisa bakal merepotkan. Bahkan banyak orang mengatakan bahwa beternak burung puyuh tidak akan memberikan keuntungan. Tetapi setelah pemerintah mencanangkan puyuh sebagai salah satu ternak alternative penunjang peningkatan penyediaan protein hewani untuk masyarakat, barulah puyuh terangkat namanya. Ditilik dari produksinya, sebenarnya produksi telur puyuh ini cukup banyak, bahkan dibandingkan jenis burung lainnya, Burung puyuh menemmpati ranking pertama, dalam satu tahunnya burung ini mampu menghasilkan 250 sampai 300 butir telur. Nilai gizi telur dan daging puyuh juga tidak kalah dengan telur dan daging unggas lainnya, sehingga dengan tersedianya daging dan telur puyuh dipasaran dapat menambah variasi dalam penyediaan sumber protein hewani dan tentu saja konsumen memilki lebih banyak pilihan. JENIS-JENIS BURUNG PUYUH. Pada saat ini kita baru mengenal beberapa jenis burung puyuh yang dipelihara untuk diambil telur maupun dagingnya. Sebenarnya banyak jenis puyuh yang tersebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tetapi tidak semua burung puyuh tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penghasil pangan. Ada beberapa jenis diantaranya yang mempunyai warna bulu indah, tidak kalah menariknya dengan dengan burung hias lainnya, tapi sayang produksi telurnya rendah. Adapun bagi peternak puyuh yang menginginkan produksi telurnya banyak, dapat memilih jenis puyuh yang diternakan seperti Coturnix cotournix japonica Puyuh termasuk family Phasianidae dan sub ordo Galliformes. Dibanding dengan burung puyuh lainnya, jenis dapat menghasilkan telur sebanyak 250-300 butir per ekor/tahun. Betinanya mulai bertelur pada saat berumur 35 hari, sehingga tak heran apabila banyak orang memelihara jenis puyuh ini untuk diternakan. SKALA USAHA DAN PROGRAM PEMELIHARAAN. Seperti halnya beternak hewan lain yang dilakukan secara intensif, maka dalam beternak puyuh pun perlu ada program pemeliharaan dan tata laksana yang baik. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dan memberikan keuntungan. Program pemeliharaan dan tata laksana perlu dilakukan dengan benar dan teratur sejak penetasan telur, pemeliharaan anak-anak puyuh, sampai puyuh-puyuh tersebut diafkir. Program pemeliharaan yang dimaksud disini adalah garis besar pelaksanaan yang mutlak harus dilaksanakan secara berurutan, teratur pada waktu tertentu. Program pemeliharaan dibedakan menurut skala usaha yang akan dilaksanakan. Yaitu skala usaha besar, menengah atau usaha kecil. Adapun urutan program pelaksanaan tersebut adalah sebagi berikut: Skala Usaha besar. Pengusaha ternak puyuh dalam skala besar biasanya melakukan hampir seluruh kegiatan pemeliharaan. Dari penetasan, pemeliharaan puyuh anakan, pemeliharaan puyuh pembibit dan petelur atau pedaging. Untuk itu akan diterangakn secara singkat. a. Penetasan telur. Biasanya pengusaha ternak puyuh skala besar mengusahakan pengadaan anakan puyuh sendiri. Untuk melakukan penetasan telur yang dibutuhkan, mesin tetas yang mampu memuat telur dalam jumlah ratusan, karena itu yang pertama kali disediakan adalah mesin tetas besar. b. Pemeliharaan puyuh anakan umur starter. Untuk menampung dan memelihara puyuh anakan yang baru menetas diperlukan kandang anakan/ indukan. Pemeliharaan puyuh yang berumur 1 hari sampai 3 minggu ini dilakukan pada kandang khusus untuk puyuh umur starter. Pemeliharaan harus dipisahkan dari puyuh yang dapat mengakibatkan cacat, bahkan kematian bagi anak puyuh tersebut. Banyaknya kandang Indukan disesuaikan dengan jumlah puyuh anakan yang berhasil ditetaskan. Biasanya waktu puyuh anakan berumur 1-10 hari, satu meter persegi kandang indukan cukup untuk menampung 100 ekor anakan. Tetapi setelah lewat 10 hari satu meter persegi hanya untuk 60 ekor anakan puyuh. c. Pemeliharaan umur Grower. Pemeliharaan puyuh berumur 3-6 minggu ini dilakukan dalam kandang khusus untuk puyuh-puyuh umur grower. Pada usia ini antar puyuh jantan dan betina dipisahkan atau tidak tergantung kepada tujuan pemeliharaan. Apakah puyuh dipelihara untuk pembibit, petelur atau pedaging. Bila puyuh pembibit yang dipilih, maka dalam satu kandang dicampurkan antara puyuh jantan dan puyuh betina, dengan perbandinagn1:3 dan kandang yang digunakan adalah kandang untuk jenis pembibit. Akan tetapi bila yang dipilih adalah pemeliharaan puyuh petelur maka dalam satu kandang petelur hanya dihuni puyuh betina saja didalam kandang petelur, Sedangkan kalau usaha puyuh pedaging yang akan digeluti, dalam satu kandang dapat berisi puyuh jantan dan betina. Kandang yang digunakan untuk keperluan ini mirip kandang petelur. d. Pemeliharaan puyuh umur layer Pemeliharaan puyuh yang berumur lebih dari 6 minggu ini dilakukan dalam kandang grower. Pemeliharaan pada waktu ini adalah saat kita mulai memetik hasil. Bila puyuh pembibit dan petelur yang dilakukan maka puyuh puyuh betina itu sudah waktunya bertelur dan puyuh puyuh pedaging sudah bisa di potong untuk di jual dagingnya. Hanya yang perlu dicatat untuk pembuatan kandang skala usaha besar sebaiknya tidak dalam ukuran besar sekaligus tetapi dalam ukuran sedang (lihat bab perkandangan) yang di satukan dalam kandang besar. Dengan demikian pemeliharaan lebih mudah dilakukan dan puyuh-puyuh tidak saling berkelahi karena populasi yang terlalu besar. PERKANDANGAN. Puyuh termasuk jenis burung yang tidak tahan dengan perubahan lingkungan yang sangat berbeda dari waktu kewaktu dan juga kebisingan-kebisingan, oleh karena itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan kandang. Pertama yaitu menentukan lokasi kandang. Dalam penentuan ini harus memperhatikan syarat-syarat hidup yang dikehendaki puyuh, agar puyuh yang diternakkan dapat hidup sehat dan terjamin pertumbuhannya. Sebaiknya kandang puyuh harus terpisah dari rumah, karena burung puyuh peka terhadap kebisingan-kebisingan, disamping itu juga bau dari kotoran burung sangat menyengat sehingga dapat mengganggu kenyamanan kita. Hal yang penting patut dipikirkan adalah agar kandang puyuh berada dalam ruangan yang tidak terkena percikan air hujan, baik yang langsung maupun yang tidak langsung. Begitu pula ventilasi udara harus selalu diperhatikan . Sinar matahari sangat diperlukan baik untuk penerangan, penghangat, pembunuh bibit penyakit dan sumber vitamin D bagi puyuh. Oleh karena itu kandang sebaiknya dibuat ditempat yang mendapat sinar matahari. Disamping itu kandang puyuh lantainya harus jauh dari tanah kurang lebih 40 cm dari tanah. Dan lantai usahakan dibuat dari bata merah atau campuran pasir semen dan kapur. Sistem kandang sebetulnya banyak jenisnya namun yang akan diterapkan disini ,hanya kandang yang menggunakan system baterei. Sistem kandang ini paling banyak digunakan oleh peternak puyuh di Indonesia. Dinding dan lantai kandang ini terbuat dari kawat kasa, sehingga dibawah lantai setiap kandang perlu disediakan alas guna menampung kotoran. Dengan adanya penampung kotoran, pemeliharaan kebersihan ruangan lebih mudah dilakukan dan kotoran tidak menimpa puyuh yang ada dikandang bawahnya. Kandang semacam ini sangat baik sirkulasi udaranya dan dapat mencegah timbulnya penyakit. Persyaratan Kandang. Pembuatan kandang merupakan langkah awal dalam beternak puyuh. Sekali kandang telah berdiri berarti untuk seterusnya seperti itu wujudnya, karena pembuatan memerlukan investasi yang cukup banyak. Jenis-jenis kandang. Kandang puyuh dibedakan dalam beberapa jenis kandang sesuai dengan keperluannya. 1. Kandang untuk induk pembibitan. Kandang ini sangat memerlukan sinar matahari baik langsung maupun tidak langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur. Kandang harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan lingkungan yang sehat. Oleh karena itu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Kepadatan kandang. Idealnya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 200 Cm2, sehingga didalam pembibitan satu kandang yang berisi kurang lebih 40 ekor permeter persegi itu sebaiknya dipakai perbandingan satu pejantan untuk 3 ekor betina . b. Ukuran kandang. Panjang kandang diusahakan kurang dari 2 meter, karena bila lebih dari 2 meter, kandang tersebut akan menjadi terlalu luas, akibatnya puyuh akan menjadi semakin aktif, lebarnya 75 cm, hal ini untuk memudahkan dalam perawatan. Sedangkan tingginya 30-40 cm dan pintu kandang sebaiknya dibuat dari samping . c. Temperatur dan kelembaban. Temperatur dan kelembaban ini perlu diatur, sehingga sesuai dengan keadaan yang diinginkan yaitu berkisar 200C-250C. Biasanya perlu diberi penerangan tambahan dengan lampu listrik pada siang hari 25-40 wat dan pada malam hari 50-60 wat. PAKAN PUYUH Faktor terpenting dalam keberhasilan beternak puyuh adalah faktor pakan(nutrisi). Faktor pakan meliputi cara pemberian dan kebutuhan gizi menurut tingkatan umurnya. Pakan dianggap faktor terpenting karena 80 % biaya yang dikeluarkan seorang peternak puyuh digunakan untuk pembelian pakan. Nutrisi yang harus diperhatikan antara lain: protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air mutlak harus tersedia dalam jumlah yang cukup. Cara pemberian pakan. Selain komposisi zat pakan, cara pemberian pakan pun harus diperhatikan jika tidak, akan menggangu pertumbuhan, kesehatan dan produksi telur itu sendiri. Pada saat tertentu seperti cuaca yang sangat panas misalnya, ransum bisa sedikit ditambah dengan air. Dengan cara ini puyuh lebih suka makan. tetapi harus diingat ransum yang tidak habis harus segera dibuang. Ransum dapat diberikan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan siang hari . PERAWATAN PUYUH. Keberhasilan peternak puyuh sangat tergantung dari perawatan itu sendiri. Perawatan puyuh dimulai sejak telur masih dalam mesin tetas sampai dengan burung puyuh itu bertelur, yaitu harus selalu memperhatikan kebutuhan pakan yang mengandung nutrisi lengkap, minuman, ventilasi udara yang baik, suhu dan kelembaban, serta kesehatan burung puyuh itu sendiri. Demikian teknik dan cara beternak burung puyuh secara sederhana, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya.(mnr)
Langganan:
Postingan (Atom)
Label
- ANALISIS
- award
- Baja dan Nutrien
- Bena Perang
- Bengkel dan Forum SRI
- Biodiversiti dan Alam Sekitar
- BIOLOGI
- Bioteknologi Pertanian
- Bisnis
- BUAH
- BUDIDAYA
- BUDIDAYA KARET
- BUDIDAYA KELAPA SAWIT
- BUDIDAYA TANAMAN
- BURUNG
- Dapur
- dasar dasar produksi tanaman pangan
- DDPT
- DDPT2
- E_teks pes 6
- Ekologi dan Diversiti
- Ekologi dan Epidemiologi
- ekologi umum
- Ekonomi Hijau
- Ekonomi Pertanian
- Fisiologi Tanaman
- game angry birds
- Gangguan Keruntuhan Koloni
- HAMA
- hot
- icon folder
- ILMU TANAH
- Infografik
- Inspirasi
- Isu Semasa
- JAMUR
- KATA KATA MUTIARA
- Keselamatan Makanan
- Kesihatan Tanah
- Komik
- kunci gitar
- lanskap
- Lantai Kayu
- Laporan dan Jurnal
- MAKALAH
- Mesin dan Jentera
- Musuh Alami
- Padi dan Beras
- Padi Selangor
- Padi SRI
- PANGAN
- Parquet
- pemupukan
- Pengurusan Air
- Pengurusan Perosak Bersepadu
- PENYAKIT
- Penyakit dan Perosak
- Perataan Tanah
- Perawatan
- Perbaikan
- PERKEBUNAN
- Persidangan dan Forum
- PERTANIAN
- Pertanian dan Makanan
- Pertanian Lestari
- Perubahan Iklim
- pes 2013
- pes 6
- pes 6 2
- Predator dan Parasitoid
- PROPOSAL USAHA
- PUPUK
- Racikan
- Racun Perosak
- Revolusi Hijau
- Santai
- SDA
- sefwere mempercepat copy
- sofwere
- sofwere 2
- sofwere edit foto
- sofwere islami
- sofwere2
- Taman
- TANAMAN
- Tazkirah
- Teknologi Maklumat
- TERNAK
- thema
- thema bola
- thema keren
- Tips
- TOTARIAL
- TOTARIAL2
- TV ONLINE
- Ukuran-ukuran
- Usaha
- USAHA TANI
- Wallpaper
- walpaper bola
- we 8
- we9