Tampilkan postingan dengan label BUDIDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUDIDAYA. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 27 April 2013
BUDIDAYA IKAN LELE PADA GENANGAN AIR LIMBAH ATAU COMBERAN
Lele merupakan salah satu jenis ikan tawar yang tinggi nilai gizinya serta mudah pemasarannya serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pemeliharaan ikan lele pada umumnya masih di lakukan secara sederhana dan tradisional mengingat ikan lele sangat mudah untuk dipelihara. Pada akhir-akhir ini animo masyarakat untuk memelihara ikan lele sangat meningkat, beberapa kolam lele banyak kita jumpai dimana dan bahkan ada yang yang memijahkannya sehingga ketergantungan benih dan bibit lele dapat teratasi dan selalu ada di setiap saat kita membutuhkan jenis ikan lele ini. Selain nilai gizinya tinggi dan mempunya nilai ekonomis yang tinggi masyarakat juga telah mengetahui keuntungan-keuntungan yang lain yang ada dalam memelihara ikan lele ini antara lain: • Pertumbuhannya sangat cepat • Pemeliharaanya sangat mudah • Tempat pemeliharaan sangat sederhana • Pakan lele umumnya mudah didapat • Setiap ekor lele mengandung Protein 17 %, Lemak 4,8 % Mineral 1,2 % Vitamin 1,2 % dan Air 75,1 % (Anonimus,94) Tempat pemeliharaan ikan lele a. Pemeliharaan di air limbah atau comberan Ikan lele dapat dipelihara di air limbah atau comberan yaitu suatu tempat pembuangan air dari sisa-sisa makanan dari rumah tangga. Tempat ini banyak mengandung makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan lele. Agar supaya ikan lele terhindar dari bahan pencemar, maka tempat pemeliharaan lele ini perlu dilengkapi bak pengendapan. Ukuran kolam pengendapan 1x1x1 meter dihunbungkan dengan kolam pemeliharaan lele yang berukuran 2x1,5x 1 meter. Kolam dibuat dengan dasar dan dinding disemen atau dibeton dan saluran penghubung dengan pipa paralon. 2/3 bagian dari permukaan kolam ditutup dengan anyaman bambu kasar. Setelah kolam pengendapan dan kolam pemeliharaan di aliri air selama 2 minggu barulah dimasukkan bibit ikan lele kedalam kolam tersebut. b. Pemeliharaan di kolam Kolam ikan lele di persiapkan seperti kolam pemeliharaan ikan jenis lainnya. Kolam dikeringkan dan ditaburi pupuk kandang serta di jemur selama 2-3 hari. Pemupukan ini untuk menumbuhkan plankton sebagai makanan ikan lele nantinya. Pupuk diberikan 30 kg/10 m2 yang disebarkan di sepanjang tepian kolam. Pengairan kolam dilakukan sebelum benih lele ditebarkan, setelah kolam berlumpur, barulah ikan lele ditebarkan.Ukuran benih ikan lele yang ditebarkan adalah + 5 cm dan untuk ukuran 5 cm tersebut, kolam diberi genangan air setinggi 70 cm. Pada penebaran ikan lele tergantung ukurannnya, Jika ukuran benih 5-11 cm padat penebaraan + 50 ekor per m2 kolam. sedangkan untuk benih berukuran 12 cm digunakan padat penebaran + 10 ekor per m2 Pemberian pakan a. Makanan alami Makanan alami ikan lele adalah berupa zooplankton, tanaman air atau ganggang dan jazad-jazad renik atau binatang-binatang dasar yang ada dikolam tersebut.Usaha-usaha untuk meningkatkan atau menyuburkan kolam antara lain dengan memupuk kolam tersebut dengan pupuk organik, caranya pupuk diaduk-aduk dan dibenamkan dalam lumpur dasar kolam secara merata. b. Makanan Tambahan Makanan tambahan yang diberikan pada ikan lele pada pembesaran dikolam antara lain adalah; • Pelet ikan yang banyak dijual dipasaran • Bangkai-bangkai binatang yangb terlebih dulu dibakar • Sisa-sisa daging yang dicincang • Bekicot atau siput yang dikupas cangkangnya dan direbus • Sisa makanan yang berasal dari limbah dapur. HAMA DAN PENYAKIT IKAN LELE 1. Hama Ikan lele. Hama yang banyak menyerang ikan lele antara lain adalah ular, biawak, burung dan lainnya 2. Penyakit Ikan Lele. Gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh parasit dan bakteri adalah sebagai berikut; • Pengeluaran lendir tubuh yang berlebihan • Gerakan dari tubuh atau sirip yang tidak teratur • Menggaruk-garukkan badannya pada benda lain • Kondisi berat tubuh berkurang, nafsu makan dan keseimbangan tubuh terganggu • Terdapat luka-luka di bagian tubuhnya • Kuarng darah atau anemia CARA PENGENDALIANNYA a. Secara fisik yaitu melakukan pengaturan terhadap suhu air, dijaga agar tetap pada suhu 18-29 Derajat Celsius dan mengendalikan arus air dalam kolam b. Secara Biologis, yaitu dengan menyebarkan ikan predator seperti ikan gabus untuk memakan parasit c. Secara pembedahan yaitu dengan memotong parasit yang menempel pada tubuh ikan d. Secara Kimiawi, yaitu dengan melakukan perendaman pada ikan yang terkena penyakit misalnya dengan memakai obat larutan methilene Blue 1 %, sediakan dalam ember plastic disis 4 liter air dan campurkan 2-4 cc larutan tadi, kemudian ikan yang terkena parasait tadi direndam selama 24 jam dalam larutan tersebut. Baru kemudian dipindahkan kekolam semula. PENAGGUNALANGAN ATAU PENCEGAHANNNYA 1. Kolam perlu dijemur diberi kapur dan disemprot dengan Kalium Permanganat (PK) untuk memberantas hama dan penyakit yang hidup di dasar kolam 2. Peralatan pemijahan yang berupa ijuk, pasir dan kerikil dicuci dan dijermur 3. Air perlu dibersihkan dari kotoran atau binatang air lainnya yaitu dengan memberi saringan pada pintu pemasukkan air 4. Untuk induk ikan lele perlu dicuci hamalkan dan di karantina 5. Makanan untuk benih-benih ikan perlu dicampur Terramicyn PEMUNGUTAN HASIL Pada waktu pemungutan hasil, kolam harus dikeringkan sebagian, kemudian ikan lele ditangkap dengan menggunakan jaring. Pengkapan harus dilakukan dengan segera agar supaya ikan lele tidak menyusup kedalam lumpur didasar kolam. Pengankapan di air tawar memerlukan teknis tersendiri, karena ikan lele harus dapat ditangkap dalam keadaan hidup lebih-lebih yang akan dijadikan indukan atau bibit nantinya perlu benar-benar sehat. Penagkapan akan mudah lagi kalau di sekeliling kolam diberi seperti parit keliling atau ditengah yang menuju kerah pembuangan air Adapun untuk keperluan konsumsi lele sebaiknya dipanen pada umur 5-7 bulan denga berat ikan lele rata-rata 150 - 200 gram Demikian teknik pemeliharaan ikan dalam kolam dan comberan semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya (mnr)
Jumat, 26 April 2013
PESTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA TANAMAN PERTANIAN YANG RAMAH LINGKUNGAN.
Arah dan program pembangunan sekarang ini memberikan petunjuk, bahwa tantangan terhadap aktivitas pertanian Akan semakin kuat dari tahun ketahun. Upaya pembangunan pertanian dilakukan melalui empat cara yaitu, Intensifikasi, Rehabilitasi, diversifikasi dan ektensifikasi. Adapun yang paling penting dalam pembangunan pertanian adalah melalui intensifikasi, secara teknis program ini adalah introduksi varietas unggul penggunaan pupuk berimbang, peningkatan frekuensi tanam, terutama untuk tanaman semusim, perbaikan irigasi dan penggunaan pestisida terutama pada awal program intensifikasi. Salah satu kendala penggunaan pestisida kimiawi dalam program pertanian adalah kendala ekologi. Penggunaan pestisida serampangan atau dosis yang kurang tepat dapat menimbulkan eksplosif hama dan perkembangan lebih lanjut banyak yang ditimbulkan akibat penggunaan pestisida kimia baik secara langsung maupun tidak langsung terjadi resistensi, rezurgensi dan eksplosifnya hama-hama baru. Akibat dampak negative tadi mendorong para ahli berfikr untuk kembali ke produk-produk alami yang khususnya menggunakan bahan tumbuhan sebagai bahan aktif pestisida yang dikenal dengan nama pestisida Nabati. SEBENARNYA APAKAH PESTISIDA NABATI ITU Pestisida nabati adalah ramuan pestisida yang menggunakan bahan aktifnya dari produk tumbuh-tumbuhan. Sebenarnya penggunaan ramuan atau formulasi dari produk alami tumbh-tumbuhah ini sudah sejak lama dikenal oleh petani Indonesia. Menurut Gatot Kartono dan Trihadiyani (1994). Formulasi pestisida nabati dikenal sejak tahun 1909 dan penggunaannya pada tahun 1939, namun perhatian terhadap pestisida nabati ini terhenti ketika pestisida kimia yang mempunyai keampuhan untuk mematikan hama ditemukan, dan setelah terbukti DDT mampu menekan dan mematikan nyamuk sebagai pembawa penyakit malaria yang saat itu merupakan penyakit yang menghantui dunia. Sejak itulah orang berpaling dari pestisida nabati ke pestisida kimia, mereka menganggap sebagi dewa penolong dalam produksi pertanian. Pengalaman pada pengendalian hama tanaman padi, palawija dan sayuran menunjukkan bahwa penggunaan pestisida kimiawi ditingkatkan, ternyata masalah hama masih menjadi kendala dan bahkan semakin merajalela serta menggenaskan, hal ini disebabkan karena ; 1. Hama menjadi kebal terhadap formulasi pestisida kimia. 2. Musuh alami predator dan parasit mati akibat pestisida kimia 3. Hama memperlihatkan rezurgensi terhadap formulasi pestisida kimia. Kecuali hal tersebut diatas timbul dampak negative akibat-akibat penggunaan pestisida kimia antara lain: a. Serangga penyerbuk bunga dan hewan ternak juga ikut mati. b. Polusi udara, air dan tanah tidak dapat dihindarkan. c. Kecelakaan pada manusia dengan terjadinya keracunan kronis, Dari dampak negative penggunaan pestisida kimia tersebut pemerintah merubah kebijaksanaanya dalam masalah penaggulangan hama, yakni dengan menggunakan pestisida lain. Pendekatan menggunakan secara konprenhensif berdasarkan prinsip-prinsip ekologi, Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) yang merupakan tindak lanjut dari kebijaksanaan pemerintah yang memasyarakatkan antara lain pengetahuan yang mendalam tentang interaksi antara komponen–komponen agro ekosistem (Kelompok hama tanaman, musuh alami, agronomi, kondisi cuaca dan factor manusia sebagai pengelola) Pestisida nabati perlu disajikan sebagai alternative substitusi pestisida kimia karena pestisida nabati mempunyai kelebihan antara lain aman terhadap lingkungan, hampir tidak meninggalkan residu, mudah diperoleh serta relative murah harganya. Reaksi pestisida nabati terhadap hama dapat secara kontak, fumigasi dan racun kontak, meskipun reaksinya agak lambat, hal in i cenderung musuh alami memakan lebih cepat. Gejala keracunan hama oleh pestisida nabati adalah terjadinya gerakan serangga yang kurang aktif baik dalam kegiatannya merusak tanaman, bahkan timbulnya kelumpuhan hama itu sendiri. JENIS-JENIS TUMBUHAN SEBAGAI PESTISIDA NABATI. Sekarang para ahli mulai mencari dan meneliti tumbuhahn yang mengandung bahan aktif sebagaai pestisida nabati. Beberapa tumbuhasn yang dapat diperhatikan antara lain mimba (Azadiracta indica), tembakau (Nicotianan tabacum). Tuba (Derriseleptica) dan Mindi (Melbia sp). Karena dari formulasi tumbuhan tersebut dapat mengendalikan bahkan menekan larva penggerek daun dan batang pada berbagai jenis tanaman pertanian. Nicotin pada tumbuhan sangat efektif untuk Aphida dan serangga berbadan lemah lainnya yang menimbulkan gejala kejang lumpuh dan mati ( Matsumura, 1976) Memang secara khusus belum banyak penelitian tentang pengunaan pestisida nabati untuk mengendalikan berbagai jenis hama tanaman pertanian di Indonesia, dapat dilihat dalam table berikut ini. JENIS TUMBUHAN PESTISIDA NABATI NO TUMBUAHN BAHAN AKTIF KETERANGAN 1. Mimba Mimba Ekstrak daun 2. Tuba Derris Ekstrak akar 3. Cikusau Paretmins Ekstrak daun dan batang 4. Cengkeh Eugenol Ekstrak buah dan bunga 5. Gandum Alkaloid Ekstrak umbi 6. Lada hitam Alkaloid Bubuk, buah 7. Vatey trifolia Alkoloid Ekstrak daun 8. Duku Alkoloid Ekstrak kulit buah 9. Mindi Alkoloid Ekstrak daun 10. Arona galabia Alkoloid Ekstrak biji 11. Bengkoang Alkoloid Ekstrak biji 12. Nilam Oil resin Ekstrak biji 13. Jambu mete Oil resin Ekstrak minyak kulit biji 14. Kecubung Oil resin Ekstrak bunga 15 Sawolucin Oil resin Ekstrak biji 16. Kluwih Oil resin Ekstrak biji 17. Temu HItam tumerol Ekstrak rimpang 18. Kencur tumerol Ekstrak rimpang 19. Kunyit tumerol Ekstrak rimpang Konsep penggunaan pestisida nabati cukup besar dan penting sebagai substitusi pestisida kimia, karena mempunyai kelebihan, aman terhadap lingkungan, tidak meninggalkan residu, mudah diperoleh dan harganya relatih murah. Pencarian dan penelitian penggunaan pestisida nabati belum begitu luas, sehingga dapat merupakan peluang bagi peneliti dan agro industry khususnya pestisida nabatai Demikian manfaat penggunaan pestisida nabati yang ramah lingkungan semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya(mnr)
Jumat, 19 April 2013
MANFAAT PENGHIJAUAN ADALAH UNTUK PELESTRAIAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP
Dalam arti luas penghijauan adalah segala daya upaya manusia untuk memulihkan, mempertahankan dan mengembangkan kondisi tanah beserta semua kelengkapannya. Tergantung kepada kondisi dan peruntukan tanahnya. Penghijauan dilaksanakan melalui berbagai macam bentuk pendekatan dan budidaya, seperti reboisasai di kehutanan, penghijauan di pertanian, peremajaan di perkebunan dan perumputan di peternakan. Semua bentuk kegiatan ini bertujuan untuk menjaga agar tanah dapat berfungsi sebagai unsure produksi, pengatur tata air dan pelindung alam lingkungan HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALAM. Manusia dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan hidupnya, akan selalu memerlukan dan menggunakan sumber-sumber alam. Ada dua penggolongan sumber-sumber alam yaitu: 1. Sumber alam yang berupa hasil tambang, seperti tambang emas, minyak bumi, batu bara dan gas bumi 2. Sumber alam yang berupa tumbuh-tumbuhan dan hewan, seperti pepohonan, rumput, hewan seperti sapi, kerbau, burung-burung, hutan dan ikan. • Hasil-hasil tambang bila diambil secara terus menerus, lama kelamaan akan habis dan manusia tidak berdaya untuk sengaja membuat atau memulihkannya kembali • Sedangkan sumber-sumber alam yang berupa tumbuh-tumbuhan dan hewan, walaupun diambil terus menerus akan dapat tumbuh dan berkembang lagi, apabila dilakukan usaha-usaha pemeliharaan dan pemulihan kembali. • Dengan kata lain kelestarian sumber-sumber alam yang berupa tumbuh-tumbuhan dan hewan, sangat tergantung kepada kegiatan manusia dalam memanfaatkannya. Perladangan dan pengembalaan liar , cara bertani yang salah. Penyerobotan tanah. Penebangan hutan dan pohon dengan semau maunya dan pembakaran di kawasan hutan, merupakan tindakan manusia yang dapat merusakkan kelestarian alam, yang pada akhirnya akan mengakibatkan terjadinya tanah-tanah kritis yang tidak memberikan manfaat bagi manusia, bahkan akan menimbulkan mala petaka. • Adalah kewajiban kita semua bahwa disamping menggunakan sumber alam tersebut kita harus juga memeliharanya dan mencegahnya dari kerusakan. Untuk tujuan inilah kita melaksanakan penghijauan, antara lain dengan membuat teras-teras, melakukan pemupukan dan menanami tanah-tanah gundul serta tanah-tanah kritis lainnya. MANFAAT PENGHIJAUAN Penghijauan yang dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan tersebut, banyak memberikan manfaat bagi kita, baik secara langsung maupun tidak langsung. 1. Manfaat langsung Dengan menanam tanaman penghijauan seperti lamtoro, akasia, kaliandra dan gamal, kayunya dapat dibuat kayu bakar dan arang. Sedangkan kayu pinus, albasia, sono keling dan mahoni dapat dipakai untuk bahan pembuatan perkakas rumah tangga dan bahan bangunan. Beberapa tanaman, seperti nangka, mangga, durian, adpokat, rambutan dan petai memberikan hasil yang dapat dikonsumsi dan di jual dipasar Tanaman penghiujauan yang berupa cengkeh, coklat, kopi, kayu mais, teh, pala dan kelapa hasilnya dapat menambah pendapatan yang tidak sedikit jumlahnya bagi kelurga. Tanaman penghijauan seperti belimbig dan kayu putih dapat digunakan sebagai bahan ramuan obat-obatan Hasil rumput rumputan dan daun-daunan dari tanaman tertentu dapat dijadikan sebagai pakan ternak. 2. Manfaat tidak langsung Pepohonan dan rumput-rumputan melindungi kelestarian tanah dan air. pohon dan pelindung tanah lainnya adalah pengendali air bagi kehidupan kita. Tanam,an yang menutup tanah akan menahan air hjan sehingga air hujan tidak langsung jatuh kepermukaan tanah. Apabila air hujan jatuh langsung ke permukaan tanah, butur-butir tanah akan pecah dan menutupi pori-pori tanah, akibatnya air tidak dapat meresap ke dalam tanah. Air ini akan mengalir dan mengikis serta membawa butir-butir tanah. Peristiwa ini disebut aliran permukaan atau RUN OFF yang apabila jumlahnya besar akan terjadi erosi. Erosi yang berkelanjutan akan menyebabkan pendangkalan sungai. Akibatnya bila musim hujan tiba akan mengakibatkan terjadinya banjir. Daun-daun yang berguguran akan membentuk lapisan humus yang mampu menyerap air dengan baik dan dapat menyuburkan tanah. Tanah yang subur dengan air yang cukup akan memberikan hasil yang memuaskan bagi segala jenis usaha tani, yang akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat tani. Tersedianya air sepanjang masa dan adanya hasil pertanian yang baik, dapat membuka dan memperluas lapangan pekerjaan baru, yang dapat meningkatkan kesejahteraan social ekonomi masyarakat. Misalnya tumbuhnya perusahaan kerajinanan tangan, industry rumah tangga, usaha perikanan dan pertanian dalam arti luas Penghijauan yang baik akan memberikan lingkungan hidup yang baik. Pepohonan yang rimbun dapat menciptakan suasana nyaman dan udara sejuk yang pada akhirnya baik untuk kesehatan. Usaha-usaha dan hasil penghijauan mendorong tumbuh dan kembangnya kerjasama kelompok dan usaha-usaha ekonomi yang dapat menuju timbulnya koperasi dan industry pengolahan hasil pertanian. Semua manfaat penghijauan, baik secara langsung maupun yang tak langsung akan dapat di nikmati oleh semua lapisan masyarakat, penghijauan yang dilakukan terus menerus akan memberikan kesempatan dan lingkungan hidup yang sejahtera. Oleh karena itu laksanakan penghijauan secara sedini mungkin sebelum terlambat demi untuk kepentingan hidup kita dan kehidupan anak cucu kita kelak. Demikian tulisan yang sederhana ini semoga dapat menjadi renungan kita semua sehingga manusia semakin sadar dalam melestarikan sumber daya alam dan lingkingan hidup kita.(mnr)
Sabtu, 13 April 2013
TEKNIK DAN CARA BUDIDAYA TANAMAN TEBU
Pendahuluan. Penanaman tebu dilahan sawah pada umunya diusahakan untuk tanaman tebu giling. Pertumbuhan tanaman tebu yang baik dengan kadar gula tinggi disebabkan adanya, Kesuburan tanah, cara pengolahan tanah, pemupukan dan pemeliharaan yang baik, terutama dengan adanya pengaturan pengairan yang baik pula mestinya. Syarat Tumbuh. • Tinggi tempat 0-500 meter dari permukaan laut • Dalam masa partumbuhan sampai umur 8 bulan membutuhkan air yang cukup, menjelang panen menghendaki keadaan kering. • Tanah gembur, subur, dapat menahan air tetapi juga mudah melepaskan air. Persiapan Tanah • Membuat saluran pemasukan dan pembuangan air • Membuat got/ Parit keliling dengan lebar 50 cm dalam 60 cm -75 cm • Membuat got mujur (parit membujur yang letaknya sejajar dengan cemplongan I, lebar parit 30 cm, dalam 50 cm jarak antar got mujur 50-55 meter • Membuat got malang (parit yang dibuat tegak lurus parit membujur). Lebar 25 cm, dalam 30 cm jarak antar got 8-10 meter • Pembuatan lubang tanaman/ cemplongan • Galian 1 dilakuan dengan lempak/lencek/lencus semacam sekop dengan tangkai panjang sedalam 20 cm • Galian II dilakukan dengan garpu gigi 4 sedalam 10 cm, sehingga dalamnya lubang tanaman 30 cm • Lebar lubang tanaman 40 cm. panjang juringan pada tanah ringan 12, 5 meter, pada tanah berat 7,5 meter, jarak antar juringan 1 meter. • Membuat kasuran tanaman; Memasukkan kembali tanah garpuan yang sudah kering setebal 15 cm. BIBIT TEBU. • Stek pucuk, yaitu bagian ujung batang yang panjangnya 2-4 ruas dengan tidak termasuk bagian yang ujung sekali sepanjang 2-3 ruas. • Bibit rajungan, yaitu bibit yang berasal dari tunas batang, yang diperoleh dengan terlebih dahulu tebu bibit dipertanaman diambil stek pucuknya. Kemudian dibersihkan dari pelepahnya . Tunas akan segera tumbuh dari mata tunas yang ada pada batang tebu. • Rayungan adalah sudah dapat diambil pada umur 35-45 hari, panjang 15-20 cm mempunyai daun 4-5 helai, 1 potong bibit terdiri dari 1 ruas dengan sebuah tunas • Bibit bagal, yaitu bibit yang berasal dari batang tebu yang dipotong-potong menjadi stek sepanjang 2 mata ruas PENANAMAN • Penanaman pada musim hujan , bibit dibenamkan sebagian, bila tertimbun tanah seluruhnya bibit bisa menjadi busuk. • Penanaman pada musim kemarau, bibit dibenamkan sedalam 1-3 cm agar bibit tidak menjadi kering karena terkena sinar matahari secara langsung. PEMELIHARAAN • Pengairan; Tanaman tebu yang masih muda kurang lebih 3 bulan membutuhkan air yang cukup, menjelang masa pemasakan atau masa panen pada batas-batas tertentu air tidak diperlukan. • Penyiangan; Penyiangan dilakukan 3-4 kali atau sampai daun tanaman tebu saling menutup • Pemupukan; Pupuk dimasukkan ke dalam lubang pupuk yang dibuat dengan tugal. Lubang pupuk dibuat sejauh 7-10 cm, dari tanaman, dan satu tanaman cukup dibuat satu lubang pupuk dan setelah pemupukan diikuti dengan penyiraman. Pemupukan I : diberikan pada waktu tanam atau maksimal kurang lebih 7 hari setelah tanam o Dosis pemupukan Za 7 gram/ tanaman/rumpun atau 120 kg/Ha. o TSP 8 gram/tanaman/rumpun atau 160 kg/Ha o KCl 35 gram/lubang pupuk atau 300 kg / Ha. Pemupukan II Diberikan 30 hari setelah pemupukan kedua, dosis pemupukan sebagai berikut, Za 10 gram/ lubang atau 200 gram/ ha PEMBUMBUNAN Pembumbunan dilakukan empat kali yaitu Bumbun I. dilakukan bersama-sama dengan penyiangan dan setelah tanaman mendapat pupuk II atau pada umur tanaman mencapai 1, 5 bulan. Tenah dikanan kiri lubang tanaman dimasukkan setebal 3-15 cm menutupi kasuran tanaman, agar tanaman cepat beranak. Bumbun II. Dilakukan pada waktu tanaman berumur 2,5 -03 bulan yaitu sesudah ada satu atau dua batang dalam 1 rumpun yang mulai membentuk ruas. Bumbun III. Yaitu dilakukan pada saat tanaman berumur 4, 5 -5 bulan dimana daun tanaman sudah mulai menutup. Bumbun IV. Yaitu dilakukan pada kurang lebih dua bulan kemudian. yaitu dengan terlebih dahulu daun-daun tebu yang sudah tua dan kering dikeletek PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT Penggerek batang tebu (Diatraea Venosata) Tanda-tanda serangan daun-daun pucuk tampak layu , kemudian kering dan mudah dicabut. Serangan pada tanaman muda menyebabkan matinya titik tumbuh Pemberantasannya. Yaitu dengan menggunakan parasit Trichagrama Sp yang dapat menyerang telur dari penggerek hama tebu ini. Penyakit Pokkah Bung Tanda-tanda serangan; Stadia I Pada pangkal daun yang baru membuka terlihat gejala keriput. Pada Stadia II . Pada ujung batang yang masih muda terdapat garis-garis merah kecoklatan dan dapat meluas, akibatnya pertumbuhan batang terhambat dan bengkok. Pada stadia III Kerusakan pada titik tumbuh dan terjadinya pembusukan, seterusnya tanaman akan mati. Pemberantasan. Menanam jenis tebu yang tahan terhadap serangan hama penyakit tersebut. Penyakit Blendok. Tnada-tanda serangan, kalau batang yang sakit dibelah akan terlihat adanya blendok atau gum berwarna kuning atau coklat tua Pemberantasannya. o Tanaman yang sakit harus dibongkar o Parang pemotong bibit atau stek harus didesinfeksi dengan Lysol 5-15 % o Untuk penanaman bibit atau stek sebelumnya harus dimasukkan dalam air panas 52,5 derajat celcius selama 50 menit. PANEN Tanaman tebu sudah dapat dipanen pada umur 11- 14 bulan, pada saat tanaman tebu sudah berbunga, pucuk tanaman dipangkas dan dapat digunakan untuk makanan ternak. Tanah guludan disamping tanaman tebu dicangkul sedalam 20 cm, sehingga pangkal tanaman tebu nampak jelas. Dengan parang, pangkal tanaman tebu dipotong serendah rendahnya. Batang-batang tebu kemudian diikat tiap ikatan kurang lebih 30 batang dan selanjutnya tebu tersebut dibawa ke pabrik gula untuk digiling. Batang tebu yang telah ditebang jangan terlalu lama terkena sinar matahri karena dapat menurunkan renik dan cara budidaya tamana tebu semoga dapat bermanfaat bagi petani yang memerlukannya (mnr)
BETERNAK AYAM BURAS TERNYATA MUDAH DAN MENGUNTUNGKAN
Ayam buras atau nenek moyang kita menyebutnya dengan istilah ayam kampung atau ayam sayur, akan tetapi sekarang lebih popular dengan sebutan ayam buras atau ayam bukan ras. Usaha pemeliharaan ayam buras ini sudah lama dikenal di Indonesia hanya teknik dan cara pemeliharaannya masih secara ekstensif atau masih sangat sederhana dan belum banyak peternak yang melakukan secara Intensif. Beberapa hal yang perlu diperhaatikan dalam meningkatkan produksi ayam buras antara lain: 1. Vaksinasi yang teratur. Untuk menekan angka kematian vaksinasi amat perlu dilakukan dengan jadwal yang tepat dan teratur seperti tabel berikut ini: Periode vaksinasi Umur ayam Jenis vaksin Dosis dan aplikasi Pertama 1-4 hari Strain F 1 tetes lewat mata Kedua 3-4 minggu Strain F 2 tetese lewat mulut Ketiga 2-3 bulan Strain Kumarov 0,5 dosis suntikan intra mosculer Keempat 5-6 bulan Strain kumarov 1 dosis suntikan intra mosculer Kelima Diulang 4-5 bln kemudian Strain kumarov 1 dosis suntikan intra mosculer 2. Kandang. Kandang amat diperlukan bagi ayam buras, terutama pada malam hari hal ini untuk melindungi dari hujan, cuaca dingin, gangguan binatang buas dan lain sebagainya. Ukuran kandang ayam buras yang optimal belum banyak diteliti seperti pada ayam ras, tetapi untuk sekedar pegangan adalah sebagai berikut; • Ukuran kandang 2 x 3 meter meter bisa untuk menampung 100 ekor anak ayam sampai dengan umur 3 bulan • Ukuran kandang yang sama juga bisa menampung 20 ekor ayam dewasa. 3. Seleksi bibit dan perkawinan Untuk memperoleh produksi anak ayam yang banyak dan pertumbuhannya baik, ada beberapa factor yang perlu diperhatikan antara lain. A. Seleksi Induk dan Pejantan • Bentuk Luar; harus sehat, tegap, penampilannya lincah, gesit, mata bulat bening dan bercahaya, rongga perut elastis dan bulu mengkilat. Tidak ada cacat pada organ-organ tubuh seperti kaki lumpuh atau pincang, paruh bersilang dan lainnya. • Berdasarkan catatan dipilih calon bibit dari, ayam-ayam yang mempunyai pertumbuhan cepat, produksi telurnya banyak dan daya tetas telurnya juga tinggi serta tidak punya sifat kanibal atau saling mematuk sesamanya . • Berdasarkan silsilah; Yaitu dengan mempertahankan ayam-ayam dari keturunan induk yang baik dalam hal produksi telur maupun daya tetas telurnya. • Umur ternak; juga dipilih calon induk, terutama pejantan yang baik hendaknya berumur kurang dari 3 tahun. B. Perkawinan. • Perbandingan ayam jantan dan betina yang dianjurkan adalah 1:10 artinya 1 ekor ayam pejantan dapat melayani 10 ekor ayam betina. • Mengisitirahatkan pejantan, untuk menjaga kondisi pejantan agar tetap sehat dan subur, maka perlu istirahat, yaitu 1 minggu dalam wakti 1 bulan, dengan jalan dikurung atau dipisahkan dari ayam betina, jika memilki banyak pejantan bisa dilakukan secara bergiliran. 4. Sarang. Keadaan sarang harus bersih dan kering, karena sarang yang kotor akan dapat menurunkan daya tetas telur. Bentuk sarang bermacam-macam antara lain ada yang berbentuk segi empat, bulat dengan alas rata dan ada pula yang bagian tengahnya cekung. 5. Perawatan dan pemisahan anak Anak ayam yang telah berumur 1-3 hari segera dipisahkan dari induknya, dimasukkan ke dalam kotak indukan dan induknya dikurung dengan pejantan. Lama pemeliharaan anak-anak ayam di dalam kotak indukan selama 2 bulan. Pada hari pertama sampai dengan hari ke tujuh , lampu pemanas didalam kotak indukan dinyalakan siang dan malam hari, tetapi pada hari yang ke delapan sampai dengan hari yang ke sepuluh lampu, hanya dinyalakan pada malam hari saja, dan setelah hari ke 10 dan seterusnya lampu pemanas dimatikan. Periode pertama umur ayam 1 hari s/d 1 bulan pemberian makanannya disamakan dengan makanan ayam ras periode starter, sedangkan periode kedua umur 1 bulan s/d 2 bulan makanan yang diberikan diganti dengan jagung giling ditambah bekatul dengan perbandingan 1:1 . Setelah anak ayam berumur 2 bulan bisa dilepas bersama-sama dengan ayam-ayam lainnya. Makanan tambahan yang diberikan dapat berupa jagung, dedak atau nasi sissa dan lain sebagainya, bisa diberikan pada pagi hari sebelum ayam dikeluarkan dari kandangnya. Pencegahan penyakit terutama New Castel Disease atau yang terkenal denga penyakit Tetelo dilakukan dengan jalan di vaksinasi seperti yang dianjurkan pada tabel didepan tadi. Selanjutnya Induk ayam segera akan bertelur kembali setelah istirahat selama 2 minggu dari anak ayam menetas. Dengan method perawatan dan pemisahan anak ayam secara dini, menurut hasil penelitian dalam waktu 1 tahun induk ayam dapat menghasilkan telur sebanyak 115 butir Demikian teknik dan cara beternak ayam buras secara sederhana semoga dapat bermanfaat bagi peternak yang memerlukannya. (mnr)
Jumat, 12 April 2013
CARA BETERNAK KELINCI TERNYATA SANGAT MUDAH DAN MENGUNTUNGKAN
Jenis kelinci sebetulnya banyak sekali namun yang perlu kita ketahui cukup yang terkenal saja yaitu pertama Kelinci Lokal ciri-cirinya badannya agak kecil warnanya bulunya bermacam - macam, dan jenis kelinci lainnya yaitu ada jenis kelinci dari New Zealand warna bulunya putih tubuhnya besar begitu pula kelinci dari Inggris tubuhnya besar dan bulunya tebal, ada pula kelinci dari Australia betuk tubuhnya besar dan wrna bulunya putih serta tebal pula CARA MEMILIH BIBIT KELINCI. Untuk bibit pilihlah kelinci yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut; • Asal dari keturunan kelinci besar, sehat dan tidak cacat • Kepala cukup besar, lubang hidung lebar kering, mata terang. • Bulu halus, bersih dan warnanya mengkilat • Mempunyai puting susu antara 10-12 buah • Gerak geriknya lincah cekatan sering lari-lari atau melompat lompat tidak selalu bersembunyi disudut kandang KANDANG KELINCI Kunci keberhasilan dari usaha ternak kelinci salah satunya adalah perkandangan dimana kandang adalah merupakan suatu peralatan yang erat hubungannya dengan pemeliharaan. Adapun fungsi kandang adalah sebagai berikut; 1. Untuk melindungi ternak kelinci dari pengaruh luar seperti hujan, panas, gangguan bintanag buas dan lainnya 2. Memudahkan dalam pemeliharaan sehari hari 3. Memudahkan seleksi,vaksinasi dan pengontrolan penyakit. 4. Menghemat tenaga kerja dan pemakaian tempat 5. Kotoran mudah dibersihkan, dikumpulkan dan diangkut sebagai pupuk tanaman. Berdasarkan pengalaman dari peternak kelinci. Kandang sebaiknya dibuat dengan model panggung yang bahan -bahan nya terdiri dari kayu dan bambu. Ukuran kandang sangat tergantung pada besar kecilnya kelinci dan jumlah kelinci yang akan dipelihara. Adapun untuk pegangan bahwa luas kandang yang diuperlukan untuk seekor kelinci minimal panjang 75 cm, lebar 75 cm dan tinggi 60 cm serta tinggi dari permukaat tanah 75 cm. Untuk kelinci yang sedang bunting perlu dipisahkan pada sebuah sangkar atau kotak tempat beranak. Kotak tempat beranak ini dapat dibuat dari papan kayu dengan ukuran panjang 40 cm, lebar 30 cm dan tinggi 30 cm dengan lubang keluar masuk atau pintu berukuran 15 x 15 cm. Kandang kelinci sebaiknya terpisah antara kandang pejantan. Kandang induk melahirkan. Kandang betina dara dan kandang untuk anak kelinci. MAKANAN KELINCI Bahan makanan kelinci sangat sederhana, yaitu terdiri dari rumput-rumputan, daun daunan seperti daun turi, lamtoro dan lainnya, sayuran seperti kangkung, bayam, wortel disamping itu kelinci juga doyan dengan nasi yang masih sehat dikonsumsi. Seekar kelinci mampu menghabiskan hijauan 1-1,5 kg/ekor/ hari hal ini tergantung dari besar kecilnya kelinci. Makanan penguat dapatr terdiri dari 1 kg bekatul, 1 sendok garam dapur, 2 sendok mineral yang dicampur dengan sedikit air panas . Makanan penguat ini dapat diberikan pada pagi hari sebanyak 100-200 gram ekor/ hari, sedangkan makanan hijauan dapat diberikan pada siang dan malam hari. Adapun yang perlu diperhatikan bahwa makanan tersebut harus dalam keadaan segar, jangan diberi makanan yang mudah busuk atau asam karena dapat menimbulkan penyakit. Seekor kelinci dengan tujuh ekor anak mampu menghabiskan air minum sebanyak 3, 5 liter perhari. PERKEMBANGBIAKAN KELINCI Kelinci jantan dewasa sebagai pemacek dipelihara dalam kandang khusus jangan dicampur dengan kelinci betina, hanya pada waktu akan dikawinkan kelinci betina yang dimasukkan ke dalam kandang pejantan jangan sebaliknya. Kelinci baru dapat dikawinkan pertama kali pada umur 5-6 bulan. Kelinci betina baru dikawinkan setelah menunjukkkan tanda-tanda birahi yaitu gelisah, nafsu makan berkurang, tidak menolak apabila di dekatkan pejantan dan sering menggosok gosokkan dagunya pada tempat makan atau dinding kandang. Bila sudah dikawinkan tentunya kelinci bunting. Lama kebuntingan ini berkisar antara 29-33 hari, dan umumnya rata 30 hari. dan 5 hari menjelang akan melahirkan anak kelinci dipindahkan ke dalam kandang yang sudah dilengkapi dengan kotak tempat beranak. Jumlah anak yang ideal pada setiap kelahiran kelinci adalah 8 ekor.. PERAWATAN ANAK KELINCI Induk kelinci yang baru melahirkan harus dijaga supaya tidak terganggu atau kaget , sebab akan mengggangu keselamatan anak kelinci yang baru lahir. Anak-anak kelinci baru dapat membuka mata untuk melihat pada umur 11 hari. Pada umur ini harus dilindungi dari pengaruh angin dan hawa dingin yang dapat mengganggu kesehatan anakan kelinci. Semua anak kelinci harus mendapatkan air susu dari induknya sampai umur 8 minggu ,kalau tidak harap disusukan pada induk lainnya. Anak kelinci mulai keluar dari sarang untuk makan rumput atau daun daunan setelah berumur 19-20 hari. Penyapihan paling lambat setelah berumur 2 bulan. Kemudian induknya segera dapat dikawinkan lagi sesudah mengalami, istirahat 10-14 hari. Seekor induk kelinci dalam setahunnya dapat menghasilkan anak turunannya sebanyak 132 ekor. PENCEGAHAN PENYAKIT KELINCI 1. Penyakit Kudis ( Scabies) Tanda-tandanya bulu rontok, kulit bersisisk, merasa kegatalan. Cara pencegahan. Menjaga kebersihan kandang dan sanitasi lingkungan Cara pengobatannya. Disekitar kulit yang sakit diolesi dengan salep belerang yang terdiri dari campurang tepung belerang dan vaselin dengan perbandingan 1:3. 2. Penyakt Eksim; Tanda tandanya bulunya rontok kulit berbungkul kecoklatan dan berlendir. Cara pencegahan, menjaga kebersihan kandang dan kelinci yang sakit dipisahkan dari yang sehat Pengobatannya. Yaitu dengan salep belerang , salep salicyl yang dapat dibeli di apotek. 3. Penyakit Radang paru-paru ( pneumonia) Tanda-tandanya Kelinci sulit bernafas, sesak nafas dan selalu merasa kehausan. Pencegahan ; mencegah angin langsung yaitu ventilasi udara harus baik, menjaga kebersihan lingkungan kandang dan sekitarnya. Pengobatan Sul- Q -Nox pada air atau makanan 4. Penyakit Perut Kembung. Atau salah makan Cara pengobatan berikan 1 sendok teh campuran minyak adas 1 bagian dan minyak kelapa 4 bagian. 5. Penyakit Berak darah.( Coccidiosis) Tanda-tandanya Perut Nampak besar, mencret bercampur darah dan di ikuti dengan radang paru-paru . Cara pencegahan yaitu, lantai kandang harus bersih dan kering. Pengobatan dengan Pengobatan Sul- Q -Nox pada air atau makanan 6. Penyakit cacingan. Tanda-tandanya kurus, bulu berdiri kasar dan rontok, pucat, mencret perut besar dan mata kelihatan kotor. Cara pencegahan yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang minuman dan makanan. Pengotan dengan menggunakan Piperazine, Santomone Upixon. Demikian teknik dan cara beternak kelinci secara sederhan semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya (mnr)
Jumat, 05 April 2013
CARA PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSE ATAU PATHEK PADA TANAMAN CABE MERAH
Penyakit pathek atau antraknose merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman utama pada tanaman buah-buhan pada umumnya, dan khususnya pada tanaman cabe merah. Penyebab penyakit pathek ini berasal dari golongan jamur/ cendawan yang diiderntifikasi namanya Colleto trichum spp dan Gloesporoides spp. Jamur akan berkembang dan mampu menimbulkan penyakit bila kelembaban lingkungan > 85 % dan suhu temperatur mencapai 32 derajat celcius. Kerusakan akibat penyakit pathek dalam waktu relative singkat dapat mengakibatkan buah cabe rusak sehingga dikenal pula sebagai penyakit otomatis sehingga buah cabe tidak mempunya nilai ekonomis lagi. Pada lahan yang draenasenya tidak baik dan banyak genangan air disekitarnya pertanaman cabe, maka hal ini akan sangat mendukung terhadap perkembangan penyakit ini. Gejala awal penyakit pathek pada tanaman cabe ditandai dengan adanya lekukan pada buah dengan warna yang sama dengan warna buahnya, selanjutnya lekukan tadi akan jelas terbentuk dengan warnanya berubah, ada yang berwarna kecoklatan atau hitam yang bagian atasnya ditumbuhi benang-benang halus (aservulus) hitam atau kemerah-merahan. Hal inI tergantung dari jenis jamurnya. Buah yang terinfeksi penyakit pathek ini bijinya tidak boleh dijadikan sebagai benih (seed born). Penyakit Pathek ini juga mengakibatkan matinya pucuk atau ranting tanaman yang berlanjut pada seluruh daun kering dengan warna seperti jerami. Cara pengendaliannya. • Melakukan perendaman biji dalam air panas sekitar 55 derajat celcius selama 30 menit atau perlakukan dengan fungisida sistemik yaitu golongan triazole dan pyrimidin 0,05 – 0,1 % sebelum benih ditanam atau bisa juga menggunakan agen hayai. • Penyiraman fungisida atau agen hayati yang tepat pada umur 5 hari sebelum pindah tanam • Memusnahkan bagian tanaman yang terinfeksi, namun perlu diperhatikan saat melakukan pemusnahan, tangan yang telah menyentuh sebaiknya diusahakan tidak menyentuh tanaman yang sehat atau buah yang sehat, dan sebaiknya dilakukan menjelang pulang, sehingga kita tidak terlalu banyak bersinggungan dengan tanaman yang masih sehat • Pergiliran tanaman dengan tanaman lain yang bukan family solaneceae atau bangsa terong-terongan atau tanaman inang lainnya, misanya tanaman pepaya, karena berdasarkan penelitian IPB pathogen pathek pada pepaya dapat menyerang cabai pada areal pertanaman cabe. • Penggunaan fungisida fenarimol, triazole, klorontalonil khususnya pada periode pematangan buah dan terutama saat curah hujan cukup tinggi. Fungisisda diberikan secara bergilir untuk satu penyemporotan dengan penyemprotan berikutnya, baik yang menggunakan fungisida sistemik maupun fungisida kontak atau bisa juga golongan keduanya. • Penggunaan mulsa hitam perak, karena dengan menggunakan mulsa ini sinar matahari dapat dipantulkan pada bagian bawah permukaan daun atau tanaman sehingga kelembaban tidak begitu tinggi. • Menggunakan jarak tanam yang lebar yaitu sekitar 65 -70 cm dan ditanam secara zig zag, hal ini bertujuan untuk mengurangi kelembaban dan sirkulasi udara cukup lancar, karena jarak antar tanaman semakin lebar, keuntungan lain buah cabe akan tumbuh lebar dan besar. • Penggunaan pupuk Nitrogen tidak boleh terlalu banyak, misal pupuk Urea, Pupuk Za ataupun pupuk daun dengan kandungan Nitrogen yang tinggi. • Penyiangan atau santisai gulma atau rumput penggangu hal ini bertujuan agar supaya kelembaban berkurang dan tanaman semakin tambah sehat. • Menaman cabe tidak boleh dekat dengan tanaman cabe yang sudah terserang lebih dahulu oleh penyakit Pathek, ataupun tanaman inang lainnya yang telah terinfeksi. • Pengelolaan draenase yang baik dimusim penghujan. Agen hayati yang seing digunakan dalam pengendalian pathek adalah Actinoplanes, Alkaligenes, Agrobacterium dan lainnya. Demikian teknik dan cara pengendalian penyakit pathek pada tanaman cabe merah semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya.(mnr)
TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG HYBRIDA DAN KOMPOSIT
Pada saat ini komoditas jagung sangat potensial dan mendapat prioritas untuk dikembangkan. Selain sebagai sumber karbohidrat dan protein, jagung juga merupakan bahan baku utama industri pakan ternak dan industrI lainnya dan merupakan komoditas penting dalam upaya diversifikasi pangan guna mempertahan ketahanan pangan di Indonesia 1. Syarat tumbuh. Jagung pada umumnya ditanam didaerah dataran rendah baik ditegalan, disawah tadah hujan maupun sawah irigasi, namun tanaman ini masih dapat tumbuh pula pada daerah dengan ketinggian antara 1000 m - 1800m dari permukaan laut (DPL) • Tanah yang dikehendaki yaitu tanah berstekstur lempung, lempung berdebu, lempung berpasir, struktur gembur pH antara 5,5 – 7,5 dan kemiringan lahan < 8 % • Iklim, iklim yang dikehendaki yaitu intensitas sinar matahari 100%, curah hujan 100 -200 mm/bulan, ketinggian tempat 0 -1300 meter dari permukaan laut (DPL), temperatur 24-34 derajat celcius, tipe iklim A-E ( Oldeman) • Cara penanaman • Benih, varietas unggul jagung berpotensi produksi tinggi 10-12 ton pipilan kering/ Hektar. a) Mutu Benih, kriteria benih yang bermutu adalah sebagai berikut: o Daya tumbuh tinggi > 80 % o Murni secara fisik dan genetik o Sehat, bernas dan mengkilat dari hasil panenan baru (belum lama disimpan) o Tumbuh serentak dan cepat. b) Jumlah benih yang dibutuhkan. Kebutuhan benih per hektar dapat dihitung dengan rumus Sebagai berikut: 100 100 100 S B = 10.000 -------- X -------- X ----------- X -------- X T P Q R 100 B : Benih yang dibutuhkan ( gram ) P : jarak antar barisan (cm) Q : jarak rumpun dalam barisan R : Daya tumbuh benih (angka %) S: Bobot per 100 biji (gram ) T: Jumlah benih perlubang. Anjuran benih jagung per hektar yaitu Untuk varietas komposit : 30 Kg /Ha, sedangkan untuk hibrida : 20 kg /Ha 1. Pengolahan tanah. • Pengolahan tanah sempurna Tanah dibajak dan dicangkul 2 kali sedalam 20-25 cm, gulma dan sisa tanaman dibenamkan , tanah digaru sampai rata. Waktu pengolahan tanah minimal satu minggu sebelum tanam Bila waktu tanam mendesak, pengolahan tanah hanya pada barisan tanaman saja selebar 60 cm dengan kedalaman 20-25 cm • Minimum tillage tanah yang peka erosi ( bertekstur ringan ) dilakukan konservasi tanah dan sedikit pengolahan tanah, bila waktu tanam mendesak pengolahan tanah hanya pada barisan tanaman saja selebar 60 cm dengan kedalaman 20-25 cm. • Tanpa pengolahan tanah ( pada lahan sawah yang tanahnya ringan) Menggunakan herbisida 2-3 liter untuk memberantas gulma. Tanah dicangkul hanya pada lubang petanaman . perlu ditambahkan mulsa untuk mengatasi erosi dan menekan tumbuhnya gulma. 2. Penanaman. Untuk jagung komposit, benih dimasukkan sebanyak 2 biji per lubang ke dalam tugalan sedalam 3-5 cm , untuk jenis hibrida 1 biji per lubang. 3. Penyulaman dan penyiangan. • Penyulaman dilakukan 7 hari setelah tanam • Penjarangan pada umur 2-3 minggu • Pembumbunan pada umur 3-4 minggu pada saat penyiangan. 4. Pengairan Kebutuhan air pada tanah pertanaman jagung cukup sampai kapasitas lapang. Dan diadakan pembuatan saluran air untuk mengatasi kekeringan dan genangan air. 5. Penyiangan. Keterlambatan penyiangan 1 hari saja pada awal pertumbuhan akan menurunkan hasil 1 %. Penyiangan dilakukan 2-3 kali. Penyiangan dilakukan sebelum pemupukan susulan urea. 6. Pemupukan. Pupuk alam /pupuk kandang , kompos/ pupuk hijau diberikan sebanyak 15-20 ton/Ha pada saat pengolahan tanah. Dosis pupuk buatan, Urea : 300 Kg/Ha, SP 36 100 kg/Ha dan Pupuk KCl : 50 Kg / Ha Waktu pemupukan. Pupuk dasar 1/3 bagian urea. Seluruh pupuk SP 36 dan KCl diberikan pada saat tanam, dan 2/3 bagian Urea diberikan satu bulan setelah tanam. Pupuk pelengkap cair (PPC) dosis dan cara penggunaan disesuaikan dengan anjuran. 7. Pengendalian hama penyakit. Bila ada tanda tanda serangan hama dan penyakit diatas ambang ekonomi segera dikendalikan dengan pestisida dengan dosis yang telah dianjurkan. PANEN DAN PASCA PANEN 1. Tanaman jagung dapat dipanen apabila sudah mencapai masak optimal hal ini tergantung dari varietas dan tingggi tempat penanaman. 2. Tanda-tanda jagung siap untuk dipanen apabila klobotnya telah berwarna coklat muda dan kering serta bijinya mengkilat. Bila biji ditekan dengan kuku tidak berbekas dan kadar air mencapai 35-40 % 3. Perlakukan hasil untuk benih , setelah dikupas tongkol diseleksi, dikeringkan sampai kadar air mencapai 18 %, kemudian dipipil dan dikeringkan sampai kadar air 12 %. Sedangkan untuk konsumsi pengeringan dapat berupa tonggkol berklobot atau kupasan dan pipilan sampai kadar air mencapai 12- 14 % Demikian teknik dan cara budidaya tanaman jagung secara sederhana semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukan (mnr)
Selasa, 02 April 2013
TEKNIK PEMBUATAN TEPUNG MOCAF DARI SINGKONG
Kalau kita mendengarkan lagu yang berjudul anak singkong yang dibawakan oleh penyanyi Aribowo pada tahun delapan puluhan,pasti kita teringat pada sesosok sesuatu yaitu tepung mocaf, tepung mocaf adalah merupakan produk turunan dari singkong yang melalui proses fermentasi sedemikian rupa sehingga bisa menjadi substitusi atau bahan pengganti tepung terigu. Keberadaan tepung mocaf saat ini ternyata mampu membawa harapan baru dan merupakan alternative penggunaan bahan olahan yang lebih murah, lebih mudah didapat serta lebih merakyat. Disamping itu dengan dikembangkannya teknologi baru tepung mocaf ini ternyata dapat mengurangi ketergantungan negara kita Indonesia dari impor tepung terigu yang selalu membebani keuangan negara dalam hal ini subsidi tepung terigu. Adapun proses pembuatan tepung mocaf adalah sebagai berikut: 1. Singkong atau ubi kayu 2. Pencucian 3. Pengupasan 4. Perajangan 5. Rajangan singkong 6. Dalam bentuk chip 7. Perendaman dengan enzim /starter selama 24 jam 8. Penirisan selama 15 menit 9. Pengeringan 10. Penepungan atau penggilingan 11. Pengepakan atau packing. Pembersihan dan pencucian Singkong Singkong atau ubikayu yang masih segar dibersihkan dari tanah dan kotoran yang melekat dalam keadaan ubi kayu belum terkelupas. Sebaiknya ubi kayu diproses sebelum layu, karena kualitas olahan tertinggi akan dicapai apabila ubi kayu tersebut tidak lebih dari 24 jam. Pengupasan Kulit singkong. Pengupasan adalah melepaskan bagian kulit singkong secara manual yaitu dilakukan satu persatu dan merupakan cara pengupasan singkong yang terbaik. Pengupasan ini dapat dilakukan dengan alat bantu pisau atau alat khusus untuk pengupasan singkong. Lendir pada permukaan singkong sebaiknya dihilangkan dengan cara dikerik menggunakan pisau atau disikat. Membersihkan lendir harus segera dilakukan setelah umbi dikupas, disisni dimaksudkan agar supaya kadar asam biru atau asam sianida (HCN ) dapat dihilangkan atau dikurangi. Pencucian disertai Perendaman. Singkjong yang telah dikupas secepatnya dicuci dengan air bersih yang mangalir, apabila harus menunggu diproses, maka singkong yang telah dikupas sebaiknya dibiarkan sementara dalam rendaman air. Perlu diperhatikan bahwa proses perendaman umbi singkong ini harus benar-benar terendam seluruhnya dalam air, karena apabila ada bagian singkong yang tidak terendam akan berwarna biru kecoklatan karena pengaruh proses oksidasi atau proses kimiawi. Perajangan singkong menjadi chip Singkong yang telah direndam kemudian dijadikan chip. Chip adalah merupakan potongan umbi singkong dalam bentuk potongan kecil-kecil berukuran 1- 5 mm. Perajangan ini dilakukan dengan mengggunakan alat perajang khusus pembuat chip singkong atau dapat pula dengan menggunakan alat untuk membuat sawut singkong. Perendaman chip. Agar supaya pengeringan chip lebih cepat dan juga untuk menurunkan kandungan racun asam biru terutama pada umbi singkong yang pahit, maka perlu dilakukan proses pemerasan chip. Chip yang tidak diperas membutuhkan waktu penjemuran selama 15-16 jam sedangkan chip yang diperas umumnya cukup dengan penjemuran selama 7-8 jam. Pengeringan chip. Chip basah hasil pengepresan segera dijemur menggunakan alas anyaman bamboo yang disebut rigen, anyaman plastic, tikar, atau menggunakann bahan lain hingga kadar air pada chip tersebut turun menjadi kurang dari 12 % Penggilingan atau penepungan. Chip yang sudah kering dengan kadar air kurang lebih 12 persen selanjutnya dapat digiling menjadi tepung dengan menggunakan mesin penggiling tepung beras dengan ukuran 80 mesh, dan alat penggilingan tepung semacam ini umumnya banyak dijumpai didaerah pedesaan. Pengemasan Tepung mocaf Tepung mocaf hasil penggilingan selanjutnya siap untuk dikemas hal inI disesuikan dengan kebutuhan, dan selanjutnya siap untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan kue atau roti atau untuk dipasarkan lebih lanjut. Demikian teknik dan cara pembuatan tepung mocaf dari singkong secara sederhana semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya (mnr)
Rabu, 13 Maret 2013
TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DENGAN SISTEM VERTIKULTUR
Guna mendukung keberhasilan program penganeka ragaman pangan pemerintah kini telah menempuh berbagai macam cara agar lebih memantapkan ketahan pangan, sehingga petani atau masyarakat tidak tertumpu hanya pada komoditas beras dan terigu saja. Petani bisa mengembangkan komoditas lain seperti umbi-umbian, jagung, sagu, dan lainnya, sehingga komoditas tersebut dapat memenuhi kebutuhan akan gizi yang sangat diperlukan bagi tubuh khususnya karbohidrat, lemak, protein, vitamin serta serat yang nberfungsi sebagai bahan untuk mempermudah proses pencernaan makanan. Dalam budidaya tanaman dapat dilakukan dengan sistem vertikultur. Vertikultur Adalah sistem budidaya tanaman secara bertingkat, dengan cara penanaman bertingkat ini ternyata dapat memanfaatkan lahan pertanian yang sempit atau terbatas menjadi lebih luas beberapak kali lipat . Komposisi media yang digunakan sebaiknya adalah lapisan topsoil, pasir halus, pupuk kandang, kompos dan kapur pertanian. Pelaksanaan penanaman vertikultur dapat dilakukan pada suatu tempat tertentu baik berupa polibag, pot, tas plastic, gerabah tanah, keramik atau paralon , kaleng bekas serta batang bambu. Bahwa dengan penanaman sisitem vertikultur disamping menghemat lahan pertanian ternyata dapat juga menghemat kebutuhan air, karena air merupakan factor pembatas bagi tanaman untuk daerah tertentu. PENGARUH KADAR AIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN Bahwa selama siklus hidup tanaman, mulai dari perkecambahan sampai dengan panen akan selalu memerlukan air, dan nampaknya tidak satupun proses kehidupan tanaman yang dapat bebas tanpa adanya air. Besarnya kebutuhan air setiap fase pertumbuhan selama siklus hidupnya tidak sama, hal ini berhubungan langsung dengan proses fisiologis, marfologis dan kombinasi dari kedua factor tersebut dengan factor lingkungan. Adapun fungsi air bagi tanaman adalah sebagai berikut: • Merupakan unsur penting dari protoplasma, terutama pada jaringan meristematik • Sebagai pelarut dalam proses fotositesis dan proses hidrolitik, seperti perubahan pati menjadi gula • Bagian yang esensial dalam menstabilkan turgol sel tanaman. • Pengatur suhu bagi tanaman, karena air mempunyai kemampuan menyerap panas yang baik. • Transport bagi garam-garam , gas dan material lainnya dalam tubuh tanaman. Kebutuhan air pada tanaman dapat dipenuhi melaui tanah dengan jalan penyerapan oleh akar. Besarnya air yang diserap oleh akar tanaman sangat tergantung pada kadar air tanah dan kondisi lingkungan diatas tanah. Kisaran kadar air tanah yang tersedia secara optimum berada antara kapasitas lapang (field capacity) dan titik layu permanen (permanen waiting point) kondisi ini berada antara 50 % sampai 70% air tersedia. Ketersediaan air dalam tanah ditentukan oleh kemampuan partikel tanah memegang air, dan kemampouan akar untuk menyerapnya. Besarnya kemapuan partikel tanah memegang air ditentukan oleh jumlah air dalam tanah . Jumlah air dapat diserap oleh akar pada lapisan tanah dari peringkat pertama, kedua, ketiga dan ke empat berturut turut adalah 40%, 30 %, 20 % dan 10 % . Defisit dapat langsung mempengaruhi peretumbuhan vegetative tanaman. Kisaran defisist air ini tergantung umur tanaman, kondisi lingkungan terutama ditentukan oleh tegangan turgor. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYERAPAN AIR OLEH AKAR TANAMAN Penyerapan air aleh akar tanaman sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan marfologi akar tanaman. Faktor-faktor yang penting yang mempengaruhi penyerapan air oleh akar tanaman adalah ; • Ketersediaan air tanah • Temperatur tanah • Sirkulasi udara tanah • Konsentrasi larutan dalam tanah • Sistem perakaran tanaman Adapun untuk mengatasi permasalahan air yang sangat dibutuhkan oleh tanaman, sehingga air dapat tersedia dengan cukup pada waktu musim kemarau dengan penggunaan air seefisien mungkin, maka model penanaman dengan cara vertikultur menggunakan bambu, pot plastic, kaleng bekas adalah merupakan bahan yang mudah didapat dan mudah digunakan untuk menampung air, sehingga ketersediaan air tanah dapat tercukupi dan kondisi tanaman dapat tumbuh dengan baik. Apabila kebutuhan air tanah tercukupi berarti berada pada kondisi ketersediaan air yang optimum bagi tanaman. Dengan menggunakan air yang efisien akan tetapi selalu tersedia pada tanaman, maka tanaman akan dapat menstabilkan temperatur air tanah dan kebutuhan air pada tanaman sehingga dapat seimbang. Adapun alat dan bahan yang digunakan untuk membuat system vertikultur tanaman adalah Bambu, bejana/ pot/ kaleng, Gergaji, tang,linggis, palu, paku , kawat/tali Cara membuat. Ambil batang bambu dan potonglah dengan gergaji sepanjang + 2 meter, Bagian bawah dipotong dibawah batas ruas dan bagian diatas juga dipotong dibawah ruas jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan Bambu-bambu yang telah dipotong diatas nantinya digunakan sebagai tiang. bambu tersebut dibuat lubang dikanan dan kiri sepanjang 1/3 ruas bambu. yang nantinya dipakai untuk tempat tumbuh tanaman, dan yang 2/3 bagian dari ruas bambu digunakan untuk menampung media tanam. Buatlah rak-rak tanam sebanyak 3-4 rak dengan belahan bamboo atau kayu yang nantinya sebagai tempat pot-pot tanaman, rak-rak tersebut dipaku dan diikat erat dengan kawat sehingga kuat dan kokoh Sediakan pot-pot bisa dari pot plastic atau kaleng bekas atau bahan lainnya. Isilah pot-pot tersebut dan bambu yang telah dilubangi dengan media tanam yang terdiri dari tanah, pupuk kandang dan pasir halus dengan perbandingan 1;1;1; Setelah itu tanamilah dengan tanaman yang kita inginkan misalnya tanaman sawi, kangkung darat, tomat, cabe, terong dan lainnya Siramlah tanaman setiap hari untuk menjaga kelebaban,kesehatan dan kesuburan tanaman serta untuk menghindari kekeringan Tempatlah tanaman system vertikultur ini pada tempat atau areal yang terkena sinar matahari langsung, karena sinar matahari sangat membantu terhadap perkembangan dan petumbuhan tanaman pada proses foto sintesis. Rawatlah tanaman sebaik-baiknya dengan cara dipupuk, disiram dan dikendalikan hama penyakitnya abila terdapat adanya tanda-tanda atau gejala serangan hama penyakit. Karena tanaman vertikultur umumnya di letakan di sekeliling rumah atau di pekarangan, maka untuk mencegah adanya gangguan hewan yang bisa merusak, sebaiknya tanaman perlu dipagar sehingga tanaman lebih aman. Demikian teknik budidaya tanaman dengan sistem Vertikultur semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya.
Sabtu, 09 Maret 2013
BUDIDAYA TANAMAN BAYAM UNTUK MENAMBAH PENDAPATAN KELUARGA
Bayam adalah merupakan tanaman sayuran yang masuk kedalam tanaman dwi musim dan umumnya berbentuk semak. Tanaman ini dapat tumbuh sepanjang tahun dan tumbuh di daerah dataran rendah maupun dataran tinggi. Pertumbuhan yang baik terdapat pada tanah yang subur dan gembur pada lahan yang agak terbuka dengan pH tanah antara 6-7. Waktu penanaman yang baik yaitu pada awal musim hujan akan tetapi dapat pula ditanam pada musim kemarau. Bayam umumnya banyak mengandung vitamin A dan C serta sedikit vitamin B, garam mineralyang penting seperti kalsium, posphordan zat besi. Daunnya dapat digunakan sebagai konsumsi seperti sayur lodeh, pecel, sayur bening, gado-gado dan bahkan banyak lagi kegunaan lainnya. Sedangkan manfaat untuk fungsi tubuhyaitu dapat memperbaiki kerja buah pinggang dan mengandung serat-seratan sehingga dapat melancarkan proses pencernaan makanan. Bayam dikenal ada dua macam yaitu: 1. Pertama bayam cabut atau bayam sekul (Amaranthus tricolor l) Bayam jenis ini batangnya ada yang berwarna kemerah-merahan dan adapula yang berwarna hijau keputih-putihan biasanya dipanen secara cabutan dan dijual dalam bentuk ikatan. 2. Bayam tahunan atau bayam sekop atau bayam kakap ( Amaranthus hybridus) jenis bayam ini mempunyai daun yang lebar dan dipanen daunnya saja Cara bercocok tanam Pengolahan tanah. Pencangkulan tanah untuk bayam cabutan sedalam + 25 cm, sedangkan untuk bayam + 30 cm. Pemupukan dengan pupuk organic ; 30 -40 kg/10m2, untuk bayam cabutan. Sedangkan untuk bayam tahunan ; 40-50 kg/10m2. Bedengan dibuat dengan ukuran 1.5 meter dan panjang disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Penanaman Sebelum disebarkan pada bedengan yang basah, biji bayam yang halus harus sudah diaduk rata dengan campuran pasir atau abu dapur kering dalam perbandingan 1: 15. Kebutuhan benih bayam untuk tiap 10 m2 bedengan + 10 gram, yang berisi kira-kira 10.000 butir biji kalau dengan takaran +3 sendok teh. Tebarkan biji yang telah dicampur dengan pasir tadi secara merata. Penyiraman dilakukan dengan cara hati-hati menggunkan gembor yang lubang saringannya kecil siramlah pada setiap pagi dan sore, dan biasanya pada hari yang kelima bibit bayam sudah mulai berkecambah. Pemupukan. Pemupukan susulan dapat dilakukan dengan pupuk urea sebanyak 0,5 kg setiap 10 m2, yang sebelumnya pupuk tersebut dilarutkan dalam air sebanyak 50 liter air. Pemupukan dilakukan pada hari ke 10 dan diulang lagi pada hari yang ke 20 Penjarangan tanaman Untuk jenis bayam cabutan pada hari ke 20 dan ke 25 serta hari ke 30 dilakukan penjarangan yang berupa panenan pencabutan. Tiap panen dipilih tanaman yang besar-besar saja. proses penjarangan pencabutan ini harus hati-hati agar tidak merusak tanamanbayam yang masih tertinggal. Pada hari ke 35 - 50 tanaman bayam praktis harus dicabut seluruhnya karena tanaman sudah relatih tua. Pada jenis bayam tahunan tanaman dapat terus diperjarang sampai pada hari yang ke 35, sehingga tanaman berjarak 50 x 40 cm selanjutnya dapat dipanen daunnya sampai tanaman berumur 60 hari Hama dan penyakit. Pada tanaman bayam gangguan hama dan penyakit relative sedikit, kadang kala hanya ulat daun dan gangguan lain berupa gulma rumput-rumputan, teruatama teki, lempuyangan dan jajagoan cara pengendalian hamanya yaitu dtangkap dan dan bunuh yang dikenal dengan cara pengendalian mekanis, sedangkan untuk pengendalian gulmanya cukup dicabut saja dengan tangan atau soled. Potensi hasil Hasil yang diperoleh untuk tanaman bayam cabutan sebanyak + 750kg/ m2/35 hari, sedangkan untuk tanaman bayam tahunan diperoleh hasil 30kg/10m2/50 hari. Dermikian teknik dan cara budidaya tanaman bayam semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukan.(mnr)
BUDIDAYA TANAMAN PISANG TERNYATA MUDAH DAN MENGUNTUNGKAN
PENDAHULUAN Tanaman pisang adalah suatu tumbuhan yang dari akar hingga daunnya dapat dimanfaatkan untuk pepenitingan manusia. Walaupun pengembangnnya oleh masyarakat hanya sebagai usaha sambilan . Tanaman ini juga merupakan tumbuhan tropis sudah tidak asing lagi bagi kita masyarakat Indoneisa. Semenjak bayi kita sudah menimati lezatnya buah pisang. Buah ini sedemikian tersohornya hingga setiap acara jamuan makan pada upacara pesta terasa tidak lengkap bila tidak menyajikan buah pisang sebagai buah –buahan yang dinikmati setelah makan. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium. Di Indonesia, pisang menduduki tempat pertama diantara jenis buah-buahan lainnya, baik dari sisi sebaran, luas pertanaman, maupun dari sisi produksinya. Namun demikian, secara umum produktivitas pisang yang dikembangkan masyarakat masih sangat rendah, yaitu hanya sekitar 10-15 ton/ha. Padahal, potensi produktivitasnya bisa mencapai 35-40 ton/ha. Selain sebagai komoditi penunjang ketahanan pangan, pisang di Indonesia juga berpotensi sebagai komoditi agribisnis. Peluang pengem bangan agribisnis komoditas pisang masih terbuka luas. Untuk keberha silan usahatani pisang, selain penerapan teknologi, penggunaan varietas unggul dan perbaikan varietas harus dilaksanakan. Varietas unggul yang dimaksud adalah varietas yang toleran atau tahan terhadap hama dan penyakit penting pisang, mampu berproduksi tinggi, serta mempunyai kualitas buah yang bagus dan disukai masyarakat luas. KANDUNGAN GIZI BUAH PISANG Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi daripada apel. Apel dengan berat sama (100 gram) hanya mengandung 54 kalori. Karbohidrat pisang menyediakan energi sedikit lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi, biskuit, dan sejenis roti. Oleh sebab itu, banyak atlet saat jeda atau istirahat mengonsumsi pisang sebagai cadangan energi. Kandungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan dan dapat secara cepat tersedia bagi tubuh. Kandungan Mineral Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh. Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg. Bandingkan dengan apel, yang hanya mengandung 0,2 mg besi dan 0,1 mg seng untuk berat 100 gram. Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. Pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin). MANFAAT PISANG Buahnya merupakan produk utama pisang. Pisang dimanfaatkan baik dalam keadaan mentah, maupun dimasak, atau diolah menurut cara-cara tertentu. Pisang dapat diproses menjadi tepung, kripik, cuka, atau didehidrasi. Daun pisang digunakan untuk menggosok lantai, sebagai alas ‘kastrol’ tempat membuat nasi ‘liwet’, dan sebagai pembungkus berbagai makanan. Serat untuk membuat kain dapat diperoleh dari batang semunya. Bagian-bagian vegetatif beserta buah-buah yang tidak termanfa atkan digunakan sebagai pakan ternak; bagian-bagian vegetatif itu khusus dimanfaatkan jika pakan ternak dan air sulit diperoleh (batang semu itu banyak mengandung air). Tanaman pisang (atau daun dan buahnya) juga memegang peranan dalam upacara-upacara adat, misalnya di Indonesia, untuk upacara pernikahan, ketika mendirikan rumah, dan upacara keagamaan setempat. SYARAT TUMBUH Tanaman pisang dapat tumbuh di daerah tropis, baik dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian tidak lebih dari 1.600 m di atas permukaan laut (dpl). Suhu optimum untuk pertumbuhan adalah 27°C, dan suhu maksi mumnya 38°C, dengan keasaman tanah (pH) 4,5-7,5. Curah hujan yang optimum untuk pertumbuhan tanaman pisang berkisar antara 2000-2500 mm/tahun atau paling baik 100 mm/bulan. Apabila suatu daerah mempunyai bulan kering berturut-turut melebihi 3 bulan, maka tanaman pisang memerlukan tambahan pengairan agar dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Iklim Yang cocok untuk tanaman pisang a. Iklim tropis basah, lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis. b. Kecepatan angin tidak terlalu tinggi. c. Curah hujan optimal adalah 1.520 - 3.800 mm/tahun dengan 2 bulan kering. Media Tanam a. Sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan. b. Air harus selalu tersedia tetapi tidak menggenang. c. Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%. Ketinggian Tempat Dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 m dpl Pembibitan Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan usahatani pisang adalah tersedianya bibit yang berkualitas, yaitu bibit yang bebas hama dan penyakit, serta sehat. Selain itu, jumlahnya harus cukup dan jenis pisangnya sesuai dengan yang diinginkan. Untuk menyediakan bibit pisang, dapat memanfaatkan rumpun pisang yang sehat. Bibit bisa diperoleh dari tunas, anakan, bonggol, dan bit yang diperbanyak secara tradisional maupun kultur jaringan. Teknologi pembibitan dengan kultur jaringan memerlukan biaya investasi awal yang besar, sehingga pembibitan secara sederhana dipandang masih layak untuk diterapkan. Ada tiga macam cara perbanyakan bibit pisang, yaitu : 1. Perbanyakan dengan anakan a. Bibit ini berasal dari pemisahan anakan untuk langsung ditanam di kebun. Bahan yang paling baik digunakan adalah anakan pedang (tinggi 41-100 cm), daunnya berbentuk seperti pedang dengan ujung runcing. Anakan rebung (24-40 cm) kurang baik jika ditanam langsung, karena bonggolnya masih lunak dan belum berdaun, sehingga mudah mengalami kekeringan. Sedangkan anakan dewasa (tinggi > 100 cm) terlalu berat dalam pengangkutan dan kurang tahan terhadap cekaman lingkungan, karena telah memiliki daun sempurna. b. Bibit anakan setelah dipisahkan harus langsung ditanam. Jika terlambat akan meningkatkan serangan hama penggerek dan kematian di kebun. Apabila pada saat tanam kekurangan air dalam waktu yang cukup lama, bibit akan layu dan mati bagian batangnya, tetapi bonggol yang tertimbun dalam tanah masih mampu untuk tumbuh dan memulai pertumbuhannya kembali, membentuk bonggol baru di atas bonggol yang lama. c. Untuk menghindari kejadian tersebut, sebelum menanam, anakan dipotong 5 cm di atas leher bonggol dan cara menanamnya ditimbun 5 cm di bawah permukaan tanah. 2. Perbanyakan dari bibit anakan Bahan yang digunakan adalah anakan pisang yang berdiameter 7-12 cm atau tingginya 40-150 cm (anakan pedang sampai anakan dewasa). Cara membuatnya adalah sebagai berikut : a. Pemisahan anakan dari rumpun dilakukan dengan hati-hati menggunakan linggis, sehingga kondisi bonggol masih utuh. b. Bonggol dibersihkan dari akar dan tanah yang menempel, kemudian dipotong 1 cm di atas leher bonggol. Titik tumbuh di pusat bonggol dikorek dengan lebar dan dalam ± 3 cm menggunakan pisau yang runcing dan bersih. c. Rendam dalam air hangat dengan suhu 55°C yang telah dicampur fungisida dengan dosis 2 gr/liter air selama 15 menit, kemudian ditiriskan. Untuk menghindari serangan hama pada saat perendaman, dapat juga disertai pemberian insektisida sesuai dosis yang dianjurkan. d. Untuk merangsang munculnya tunas, bonggol disemai dalam bedengan, disusun secara berjajar dengan bagian titik tumbuh tetap mengarah ke atas. Masing-masing bonggol diberi jarak 5 cm, kemudian ditimbun dengan campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang setebal ± 5 cm. Penimbunan dilakukan selama 3-5 minggu atau sampai tumbuh tunasnya. Selama penimbunan, perlu dijaga kelembabannya dengan penyiraman setiap hari, terutama bila tidak ada hujan. e. Bila tunas telah tumbuh dan telah mempunyai 1-2 lembar daun, bonggol diangkat dari timbunan, kemudian dibelah searah membujur dari permukaan atas bonggol sampai dasar sebanyak tunas yang tumbuh. Bila bonggol terlalu besar dapat dikurangi dengan menipiskan potongan di kiri dan kanan tunas. f. Tunas hasil belahan (bit) disemai di polybag ukuran 20 cm x 30 cm, yang berisi media tanam campuran tanah dan pupuk kandang (1:1), kemudian diletakkan di tempat teduh/naungan. g. Setelah berumur 1 bulan, bibit dipindahkan ke tempat terbuka, dan siap ditanam di lapang setelah bibit berumur 2 bulan. h. Perawatan yang utama adalah penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah. Pemupukan dilakukan 2 minggu sekali dengan menggunakan Urea 2 gr/liter air dengan cara dikocor. 3. Bonggol dari tanaman yang sudah dipanen a. Bonggol diangkat dari tanah dengan hati-hati agar mata tunas tidak rusak. Kemudian dibersihkan dari akar dan tanah yang menempel. b. Bonggol kemudian dipotong dengan ukuran 10 cm x 10 cm menurut jumlah mata tunas. Kemudian direndam dalam air hangat dengan suhu 55°C yang telah dicampur fungisida dengan dosis 2 gr/liter air selama 15 menit, kemudian ditiriskan. c. Bit setelah ditiriskan kemudian ditanam di polybag ukuran 20 cm x 30 cm yang berisi media tanah dan pupuk kandang 1:1. Setelah ditanam, benih diletakkan di tempat teduh/naungan selama 1 bulan, dan pada bulan kedua diletakkan di tempat terbuka. d. Perawatan yang diperlukan adalah penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah. Pemupukan dapat diberikan melalui pengocoran larutan pupuk Urea dengan konsentrasi 2 gr/liter air setiap 2 minggu. e. Bibit ditanam di kebun pada umur 3-4 bulan setelah semai. Persiapan Lahan Lahan dibersihkan dari sisa tanaman, kemudian siapkan lubang tanam ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm, sekitar 2 minggu hingga 1 bulan sebelum tanam. Tanah lapisan atas dipisah dengan tanah lapisan bawah. Penutupan lubang tanam dilakukan dengan memasukkan tanah lapisan bawah terlebih dahulu. Waktu Tanam Menanam pisang sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan, agar terhindar dari kekeringan pada awal pertumbuhan dan buah sudah siap dipanen pada saat masuk musim kemarau. Idealnya, untuk mendapatkan produksi dan kualitas buah yang baik, penanaman pisang dilakukan 2 tahap (setahun 2 kali) dengan selisih penanaman 6 bulan. Penanaman pertama menggunakan jarak tanam yang lebar (misalnya 4 m x 4 m), kemudian penanaman tahap kedua dilakukan diantara jarak tanam yang telah ditanam. Hal ini bertujuan untuk dapat mengatur waktu panen dan pembongkaran tanaman pada tahun ke-5, 9, 13, dan 17 yang memungkinkan masih adanya panen karena penanaman yang tidak serempak. Menanam pisang sebaiknya pada awal musim hujan agar terhindardari kekeringan pada awal pertumbuhan dan masuk musim kemarau buah sudah siap dipanen. Idealnya untuk mendapatkan produksi dan kualitas buah yang baik, penanaman pisang dilakukan 2 tahap (setahun 2 kali) dengan selisih penanaman 6 bulan. Penanaman pertama menggunakan jarak tanam lebar (misalnya 4 m x 4 m), kemudian penanaman tahap kedua dilakukan diantara jarak tanam yang telah ditanam. Hal ini bertujuan untuk mengatur waktu panen dan pembongkaran tanaman pada tahun ke 5, 9, 13, 17 yang memungkinkan masih adanya panen karena penanaman yang tidak serempak. Penanaman Bila hujan telah turun dengan teratur, lakukan penanaman. Sebaiknya penanaman dilakukan pada sore hari agar bibit menda patkan udara yang sejuk dan tidak langsung mendapatkan cahaya matahari. Lubang tanam yang telah ditimbun, digali seluas gumpalan tanah yang menutup media bibit pisang. Buka polybag bagian bawah, setelah itu bagian samping secara hati-hati. Letakkan bibit pisang secara tegak lurus. Tutup lubang tanam dengan tanah galian dan tekan sedikit disamping tanah bekas polybag, selanjutnya siram bibit secukupnya. Jarak tanam sesuai dengan jenis pisang. Untuk jenis pisang Bas dan Barangan, jarak tanam yang digunakan adalah 2 m x 2 m. Untuk jenis pisang Ambon, Cavendish, Raja Sereh, dan Raja Nangka jarak tanam yang digunakan adalah 3 m x 3 m. Jenis pisang Kepok dan Tanduk menggunakan jarak tanam 3 m x 3 m atau 3 m x 3,5 m. Pemberian pupuk kandang pada lubang tanam dilakukan 1-2 minggu sebelum tanam. Pemupukan Sebelum penanaman, lubang tanam diberi pupuk kandang sebanyak 10 kg/lubang, dan dibiarkan selama 1-2 minggu. Pupuk kimia yang diberikan meliputi 350 kg Urea, 150 kg SP36, dan 150 kg KCl per hektar per tahun, atau 0,233kg Urea, 0,10 kg SP36, dan 0,10 kg KCl per tanaman. Untuk tanaman yang baru ditanam, pemupukan dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu ¼ bagian saat tanam dan sisanya dibagi 2, yaitu pada umur 3 bulan dan 6 bulan. Pupuk diletakkan pada alur dangkal berjarak 60-70 cm dari tanaman, dan ditutup tanah. Sedangkan untuk tanaman berumur 1 tahun atau lebih, pupuk diberikan 2 kali, yaitu pada awal musim hujan dan menjelang akhir musim hujan. Pemangkasan Pemangkasan daun yang kering bertujuan untuk pencegahan penularan penyakit, mencegah daun-daun yang tua menutupi anakan, dan melindungi buah dari goresan daun. Pada saat pembungaan, setidaknya ada 6 - 8 daun sehat agar perkembangan buah menjadi maksimal. Setelah pemangkasan bunga jantan, sebaiknya tidak dilakukan pemangkasan daun lagi. Daun bekas pemangkasan dari tanaman sakit dikumpulkan dan dibakar. Selanjutnya alat pemangkas disterilkan dengan desinfektan, misalnya menggunakan Bayclean atau alkohol. Penyiangan Pengendalian gulma secara mekanis terutama dilakukan pada saat tanaman berumur 1 sampai 5 bulan. Setelah berumur 5 bulan, pengendalian dapat dikurangi karena kanopi tanaman dapat menekan pertumbuhan gulma. Pada saat tersebut, pengendalian gulma dapat dilakukan dengan menggunakan herbisida. Penyiangan dilakukan dengan selang waktu 2-3 bulan. Pada daerah yang pernah terserang penyakit layu, penyiangan dianjurkan menggunakan herbisida dan tidak dianjurkan menggunakan cangkul atau kored, untuk mencegah penularan penyakit karena kontak dengan alat. Penjarangan Anakan Penjarangan anakan dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi jumlah anakan, menjaga jarak tanam, dan menjaga agar produksi tidak menurun. Penjarangan anakan dilakukan dengan memelihara 1 tanaman induk (umur 9 bulan), 1 anakan (umur 7 bulan), dan 1 anakan muda (umur 3 bulan), dilakukan rutin setiap 6-8 minggu. Anakan yang dipilih atau disisakan adalah anakan yang terletak pada tempat yang terbuka dan yang terletak diseberangnya. Perawatan Tandan Perawatan tandan dilakukan dengan membersihkan daun di sekitar tandan, terutama daun yang sudah kering. Selain itu, membuang buah pisang yang tidak sempurna, yang biasanya pada 1-2 sisir terakhir, dan diikuti dengan pemotongan bunga jantan, agar buah yang berada di atasnya dapat tumbuh dengan baik. Buah juga perlu dibungkus/dikerodong dengan kantong plastik warna biru ukuran 1 m x 45 cm. Hal ini dilakukan untuk melindungi buah dari kerusakan oleh serangga atau karena gesekan daun. Setelah dibungkus, tandan yang mempunyai masa pembuahan yang sama dapat diberi tanda (misalnya dengan tali rafia warna yang sama). Hal ini untuk menentukan waktu panen yang tepat, sehingga umur dan ukuran buah dapat seragam. HAMA DAN PENYAKIT PISANG Beberapa penyakit utama yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman pisang, diantaranya adalah penyakit layu (layu fusarium dan layu bakteri), bercak daun (Black dan Yellow Sigatoka, penyakit yang disebabkan virus terutama virus kerdil pisang (Banana Bunchy Top Virus/BBTV). Sedangkan hama yang banyak ditemukan adalah ulat penggulung daun (Erionata thrax L.), Penggerek bonggol (Cosmopolites sordidus Germar), Penggerek batang (Odoiporus longicolis (Oliv), thrips (Chaetanaphotrips signipennis) dan burik pada buah (Nacolea octasema). PENYAKIT PISANG Sigatoka kuning atau bercak daun merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya. Penyakit ini disebabkan oleh Mycosphaerella musicola (tahap konidiumnya disebut Cercospora musae) yang endemik untuk Asia Tenggara, dan hanya dijumpai pada pisang. Bercak daun ini menyebabkan kematian dini sejumlah besar daun pisang, menyebabkan tandan buah mengecil dengan sedikit sisiran, dan individu buah pisang yang kurang penuh. Penyakit layu Fusarium atau penyakit Panama disebabkan , oleh Fusarium oxysporum f. cubense. Penyakit ini berupa jamur tanah yang meriyerang akar kultivar-kultivar pisang yang rentan, dan menyumbat sistem pembuluh, sehingga tanaman akan layu. Satu-satunya cara pemberantasan ialah penghancuran fisik atau kimiawi (herbisida) pada tanaman yang terserang dan tetangga-tetangganya; lahan hendaknya dikosongkan dan dipagari, serta dikucilkan dari penanaman dan aliran pengairan. HAMA PISANG Serangga hama yang paling berbahaya adalah kumbang penggerek pisang (Cosmopolitis sordidus). Hama ini berasal dari Asia Tenggara, tetapi telah tersebar ke semua areal penanaman pisang. Yang paling merusak adalah Iarvanya: larva-larva itu menggerek bonggol dan menjadi pupa di lorong-lorong yang dibuatnya. Sebagian besar jaringan bonggol akan rusak, akibatnya akan menurunkan kemampuan pengambilan air dan hara, juga kemampuan tertancapnya tanaman. Serangga dewasanya meletakkan telur pada jaringan-jaringan bonggol atau di sekitarnya. Langkah pemberantasannya mencakup pencacahan bonggol dan batang semu agar pembusukan berlangsung lebih cepat, menjerat dan menangkap serangga-serangga dewasa, menggunakan bahan perbanyakan yang tidak terserang, merusak tempat berlindung dan tempat makan serangga dewasa dengan cara menjaga kebersihan lahan di sekitar tanaman, dan menggunakan insektisida. Nematoda-pelubang (Radopholus similis) adalah jenis nematoda yang paling merusak. Bercak-bercak atau bintik bintik hitam pada akar menunjukkan adanya serangan yang kemudian diikuti oleh infeksi jamur. Tanaman yang terserang hebat hanya tinggal berupa batang berakar busuk, yang mudah roboh jika telah terbentuk tandan buah. Langkah-langkah pemberantasannya mencakup pembuangan tanaman yang terserang, Panen dan Pasca Panen Pemotongan jantung pisang Setelah bunga terakhir pada jantung mekar yang ditandai dengan pertumbuhan buah yang kecil-kecil dan lambat, sisa jantung segera dipotong Pemotongan jantung tersebut dapat meningkatkan produksi buah 2 - 5%. Panen Pada bulan-bulan panas buah pisang sudah bisa dipanen setelah 80 hari sejak keluarnya jantung, dan pada bulan-bulan basah setelah 120 hari Ciri-ciri buah pisang sudah bisa dipanen antara lain; * kulit buah menjadi lebih cerah * bentuk buah lebih membulat tidak bersiku Pada saat panen jangan sampai terjadi banyak luka pada kulit buah akibat benturan atau gesekan agar mutu dan penampakan buah tetap baik dan menarik. Buah pisang dipanen ketika masih mentah, tingkat kematangan diperkirakan dari adanya siku-siku pada individu buah, buah pisang yang penampang melintangnya lebih bulat berarti lebih matang. Selanjutnya buah pisang siap untuk dikonsumsi baik dalam bentuk kripik pisang, sale pisang atau buah pisang matang sebagai buah. Demikian sekilas Teknik Budidaya Tanaman Pisang secara sederhana, semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya.
Kamis, 07 Maret 2013
TEKNIK DAN CARA PEMBUATAN TAPE KETAN
Tape ketan atau tape yang dibuat dari beras ketan adalah merupakan menu makanan khas Indonesia, banyak digemari oleh kalangan masyarakat, Tape ketan merupakan jenis makanan dan juga merupakan jenis minuman apabila itu dicampur dengan air dan ditambah buah-buahan lain yang sering disebut dengan istilah sop buah tape . Tape ketan umumnya banyak mengandung unsur gizi Karbohidrat yang berguna untuk sumber energy yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh manusia. Bagaimana Teknik dan cara pembuatan Tape Ketan secara sederhana, sehingga dapat diterapkan dan dikembangkan oleh petani. 1. Permasalahan. a. Beras ketan pada saat panen apabila dijual dalam bentuk beras harganya relatif murah dan dipandang kurang menguntungkan bagi petani. b. Beras ketan akan memiliki nilai tambah atau nilai ekonomi yang tinggi apabila dijual dalam bentuk olahan seperti Tape ketan atau bentuk olahan lainnya. c. Teknik dan cara pembuatan Tape ketan pada umumnya petani masih belum terampil dan belum menguasai. Bagamana Teknik dan Cara Pembuatan Tape ketan secara sederhana sehingga bisa dikembangkan oleh petani 2. Pemecahan masalah. Tape adalah makanan hasil fermentasi dari mikroba, terutama kapang dan ragi.Rasa manis dari tape dipengaruhi oleh kadar gula dari tapenya sendiri. Dalam proses fermentasi itu pati akan diubah menjadi gula oleh kapang jenis Chlamydomucor dan oleh ragi Saccharomyces Cerevisiae gula diubah menjadi alkohol. Rasa asam pada tape dapat timbul karena perlakuan-perlakuan (proses) yang kurang teliti, seperti penambahan ragi yang berlebihan dan penutupan yang kurang rapat pada saat fermentasi. Selain itu rasa asam pada tape dapat terjadi bila fermentasi berlangsung terlalu lanjut. Ragi tape sangat diperlukan dalam pembuatan tape tersebut. Ragi tape yang sudah rusak tidak baik digunakan dalam proses pembuatan tape, sebab itu harus dipilih ragi yang masih baik. Dalam fermentasi tape ketan terlibat beberapa mikro organisme yang disebut dengan mikrobia perombak pati menjadi gula yang menjadikan tape pada awal fermentasi terasa manis yang menyebabkan tape ketan berubah menjadi alkohol karena adanya bakteri actobakter aceti (mengubah alkohol menjadi asamasetat). Adapun beberapa faktor yang menyebabkan pembuatan tape ketan ini dapat berlangsung tidak sempurna salah satu penyebabnya adalah peralatan yang kurang higienis dan ragi yang sudah lama (sudah kadaluarsa).dan dapat disebabkan juga oleh pencucian beras ketan yang tidak bersih sehingga fermentasi tdak sempurna. Pembuatan tape ini berlangsung selama dua sampai tiga hari, dalam kurun tiga hari itu tape masih bisa masih bisa dimakan karena tape belum berubah menjadi alcohol, tapi jika tape sudah lebih dari tiga hari tape tidak bisadimakan (dikonsumsi) karena sudah berubah menjadi alcohol selain itu juga tape tersebut sudah membusuk. Teknik dan Cara Pembuatan Tape Ketan sebagai berikut : Peralatannya : 1. Pengukus nasi (langseng) 1 buah 2. Panci atau baskom 1 buah 3. Tampah 1 buah 4. Entong (pengaduk) 5. Kompor 6. Alat bantu : daun pisang/ kantung plastik Bahan - bahannya : 1. 500 gr beras ketan putih 2. 1 Lt air 3. 2 sdm pandan pasta 4. 400 ml air panas 5. 5 sdm gula pasir 6. 2-3 butir ragi tape, dihaluskan Cara membuat : 1. Cuci peralatan dengan bersih. 2. Cuci beras ketan sampai benar-benar bersih 3. Kemudian rendam beras ketan dengan 1 Lt air dan 2 sdm pandan pasta semalaman. 4. Tiriskan beras lalu kukus sampe beruap banyak. Selanjutnya siram dengan 400 ml air panas, kukus lagi selama 15 menit. 5.Angkat ketan dari dandang kemudian diamkan hingga dingin di tampah. 6.Ratakan ketan di dalam wadah, taburi setengah bagian ragi dan gula. Tutup dengan cara membalikan ketan, taburi juga sisa ragi dan gula. 7.Setelah itu bungkus ke dalam daun pisang, lalu letakkan di tempat yang hangat. 8.Biarkan fermentasi selama 3 hari agar menjadi tape ketan. Demikian Teknik dan cara pembuatan Tape Ketan secara sederhana, semoga dapat dikembangkan dikalangan masyarakat sebagai penambah pengetahuan dan keterampilan yang pada akhirnya semoga dapat menambah pendapatan dan kesejahteraan petani.(mnr)
Jumat, 01 Maret 2013
TEKNIK PERBANYAKAN TANAMAN LADA DENGAN STEK SATU RUAS
Tanaman Lada (Peper negrum L) berasal dari daerah India, di Indonesia jenis tanaman in sudah tidak asing lagi, hampir diseluruh kepulauan nusantara terdapat tanaman ini. Beberapa manfaat yang dapat diambil dari tanaman lada ini banyak sekali, sebagaian besar penduduk di Indonesia sampai sekarang masih mempergunakan lada ini sebagai bumbu masakan, untuk keperluan bahan obat-obatan maupun bahan kosmetika. Syarat tumbuh tanaman ini menghendaki tanah yang subur, gembur, draenase dan aerase baik, curah hujan yang sesuai untuk jenis tanaman ini antara 2000-2500 mm tiap tahun. Pada ketinggian tanah 600 meter dari permukaan laut (DPL) tanaman ini masih dapat berkembang dengan baik. Perkembang biakan tanaman lada ini dapat dilakukan dengan menggunakan biji maupun stek, tetapi yang lazim dilakukan adalah dengan menggunakan stek, karena dengan cara ini tanaman akan cerpat berbuah diperoleh tanaman yang seragam, adapun yang paling utama adalah diperoleh sifat keturunan dari induknya yang masih dalam keadaan utuh. Pembuatan stek lada dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan stek panjang dan stek pendek. Stek panjang yaitu dengan menggunakan tujuh ruas, sedangkan untuk stek pendek cukup dengan satu ruas saja. Keuntungan pemakaian stek satu ruas ini adalah bahwa kebutuhan bahan yang digunakan untuk tanaman relative lebih sedikit, dibandingkan dengan menggunakan stek panjang, dengan kata lain menghemat bahan tanaman untuk stek. Resiko kematian pada stek satu ruas ini apabila ditanaman lebih kecil, karena bibit asal stek satu ruas umumnya sudah siap untuk dipindahlkan, akan tetapi pemakaian stek satu ruas inipun ada pula kelemahannya yaitu pembuatan steknya harus disemaikan terlebih dahulu dan baru bisa ditanaman setelah stek berumur 4-5 bulan di pesemaian. Pada umur ini keadaan tanaman telah bertdaun sebanyak 4-5 helai dan tingginya telah mencapai 30-40 cm. PEMILIHAN BAHAN TANAMAN UNTUK STEK Stek diambil dari bahan tanaman yang berasal dari batang atau sulur, pengambilan sulur/cabang yang benar akan diperoleh hasil yang baik. Sulur tanaman lada dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu: a. Sulur panjat. Sulur panjat ini ditandai dengan adanya akar lekat yang ada pada ruas-ruasnya, ini merupakan ciri khusus dari pada sulur panjat. Akar lekat ini berfunbgsi untuk memanjat pada lanjarannya. Ciri lain pada sulur panjat ini adalah mempunyai tingkat pertumbuhan yang cepat. b. Sulur buah Pertumbuhan sulur buah ini mendatar, sulur ini tidak mempunyai akar lekat pada ruas-ruasnya, sulur ini kan memproduksi buah. c. Sulur gantung. Sulur gantung merupakan cabang yang tumbuh menggelantung kearah bawah, sulur ini tidak baik untuk menghasilkan buah maupun untuk stek. Apabila sulur ini dibiarkan akan tumbuh terus dan apabila tanpa dipangkas akan mengganggu pertumbuhan sulur buah. d. Sulur tanah Cabang yang tumbuh dari batang menjalar dipermukaan tanah disebut sulur tanah, sulur ini serbaiknya dipangkas saja, karena tidak dapat memberikan hasil yang baik. Dari keempat sulur tersebut yang paling baik untuk digunakan sebagai bahan stek adalah sulur panjat, sebab disamping cepat pertumbuhannya, sulur ini adalah tumbuh memanjat pada tajarnya. Walaupun sulur buah dapat dipergunakan untuk bahan stek, akan tetapi sulur ini pertumbuhannya lebih lambat dan lebih awal mengeluarkan bunga, kendati keadaan batangnya belum mampu atau belum siap untuk berproduksi. Biasanya jumlah produksi yang dihasilkan oleh sulur panjat ini lebih tinggi dari pada sulur jenis lainnya. MENENTUKAN BAHAN STEK. Bahan stek diperoleh dari kebun induk yang terawat baik, bebas dari hama dan penyakit, berasal dari tanaman yang telah berumur 3-4 tahun, dapat juga diambil dari kebun khusus perbanyakan. Sebaiknya stek diperoleh dari induk yang jelas varietasnya, apabila tidak bisa memperoleh varietas unggul, dapat mempergunakan variertas yang sudah beradaptasi dengan daerah setempat. Sulur dalam keadaan sehat, subur dan sudah setengah mengkayu (berkayu), memilki mata tidur pada ketiak daun. CARA PEMBUATAN PESEMAIAN STEK SATU RUAS. Pembuatan stek satu ruas bisa dilakukan pada bedengan maupun polybag. Apabila menggunakan polybag, tanah agar dicampur dengan pupuk kandang. Perbandingan 1/3 bagian tanah, 1/3 bagian pupuk kandang dan 1/3 bagian pasir. Tujuan dari pada pemberian pasir dimaksud agar supaya media tanam menjadi ringan, sehingga akar tanaman mudah menembus tanah dan tumbuh subur. Pesemaian pada bedengan, ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan stek yang kita perlukan. Jumlah pemberian pupuk kandang pada bedengan sebanyak 1-2 kg setiap meter persegi, adapun fungsi pupuk kandang ini adalah untuk memperbaiki struktur tanah sehingga tanah menjadi remah. Setelah bedengan atau polybag siap ditanami, bibit berupa bahan tanaman untuk stek dipatong sepanjang 1 (satu ) ruas, pemotongan kurang lebih 1 cm diatas ruas. Stek ini mempunyai 1 helai daun dan diupayakan agar setiap stek mempunyai 1 helai daun, hal ini untuk membantu proses photo synthesis. Kedalaman penanaman stek sepanjang ruas stek tersebut, sehingga stek masih kelihatan 1 cm diatas ruas dari permukaan tanah. Sebelum ditanam stek tersebut sebaiknya dicelupkan terlebih dahulu kedalam larutan ZPT (zat perangsang tumbuh) dengan konsentrasi 10 %, apabila menggunakan Rotone f agar dibuat pasta terlebih dahulu. Pada waktu penanaman tanah harus dalam keadaan basah, sebab untuk memudahkan penanaman stek. Adapun penanaman dengan bedengan jarak tanaman yang digunakan 5-10 cm, sedangkan penanaman dengan menggunakan polybag dapat diatur sesuai dengan situasi dan kondisiatau keinginan kita. Intensitas sinar matahari dalam bedengan diusahakan 50 %, sedangkan bila menggunakan polybag, stek lada sebaiknya disungkup dengan plastik yang tembus pandang (transparan), umunya lama penyungkupan berkisar antara 2-3 minggu hal ini untuk merangsang pertumbuhan tunas. PEMELIHARAAN PESEMAIAN STEK Untuk menjaga kelembaban dan memenuhi kebutuhan air, maka pesemaian perlu dilakukan penyiraman. Pada tanah yang normal penyiraman dilakukan 1 kali sehari, sedangkan untuk tanah yang porositasnya tinggi dapat disiram dua kali dalam sehari atau disesuaikan situasi dan kondisi. Pemeliharaan selanjunnya yaitu menyiangi gulma atau rumput-rumputan yang tumbuh disela-sela stek. Selanjtnya pemindahan stek kelapangan atau ke kebun permanen dilakukan setelah stek berumur 4-5 bulan, dimana stek telah berdaun kira-kira 4-5 helai dan tingginya telah mencapai 30 -40 cm Demikian teknik perbanyakan tanaman lada dengan menggunakan stek satu ruas semoga dapat bermanfaat bagi yang membutuhkannya. (mnr)
Selasa, 26 Februari 2013
KEY PERSON MERUPAKAN MITRA KERJA BAGI PENYULUH PERTANIAN
Bahwa untuk membuka atau memulai sesuatu pekerjaan kita harus mengetahui kuncinya, atau rahasianya. Seandainya kita telah mengetahui kunci dan rahasinya segala sesuatu pekerjaan apapun yang akan kita lakukan Insya Allah tidak akan mengalami kesulitan atau hambatan yang berarti, setidak-tidaknya kunci itu akan dapat membantu atau mempermudah jalan bagi kita.
Begitu pula dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian, bahwa untuk menerapkan suatu teknologi baru dikalanagn masyarakat petani kita perlu mengetahui betul kuncinya, seandainya kita tidak mengetahui kuncinya, kita pasti akan mengalami banyak kendala atau hambatan dan bahkan kesulitan yang pelik
Perlu kita ketahui bahwa tujuan dari pada penyuluhan pertanian pada dasarnya adalah perubahan perilaku petani dan keluarganya, sehingga mereka tahu, mau dan mampu merubah pengetahuan sikap dan keterampilannya dalam berusaha tani yang pada akhirnya dapat meningkatkan produksi pendapatan dan tingkat kesejahteraannya.
Melihat tujuan penyuluhan pertanian sangatlah jelas, bahwa penyuluhan pertanian berbeda dengan penerangan, karena apa ? karena penerangan pada umumnya penyampaian pesan hanya sampai pada pemberian informasi semata. Akan tetapi yang namanya penyuluhan pertanian justeru harus dapat merubah perilaku secara utuh yang meliputi aspek pengetahuan (cognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (Psikomotorik).Sehingga cakupan dari penyuluhan pertanian yang begitu luas dan kompleks itu maka pemahaman tentang sasaran penyuluhan pertanian sangat diperlukan, untuk itu seorang penyuluh pertanian wajib untuk menguasai psikologi masyarakat khususnya psikologi dari masyarakat pedesaan.
Mengingat bahwa suatu masyarakat bertingkah laku atau bersikap sangatlah kompleks, apalagi kalau ada hubungannya dengan penerapan suatu teknologi baru, maka petani tidak akan secara langsung percaya dan menerapkan apa yang disuluhkan oleh seorang penyuluh pertanian.
Perlu kita ketahui pula bahwa didalam masyarakat pedesaan terlihat adanya sistim pengambilan keputusan yang berpola, maksudnya apabila beberapa orang sudah berkata atau bersikap atau bertindak maka dengan sendirinya yang lain cenderung untuk mengikutinya. Hal ini sangatlah wajar, karena masyarakat kita dipede saan umunya masih termasuk kategori masyarakat yang paternalistik. yaitu salah satu cirinya sangat menjunjung tinggi perkataan atau sikap dari orang yang dihormati. Nach disinilah pentingnya bagi seorang penyuluh pertanian untuk memahami siapa-siapa saja yang menjadi panutan masyarakat dalam suatu daerah tertentu untuk dijadikan sebagi seorang pioner atau embrio pembangunan pertanian khususnya dalam penerapan alih teknologi baru. Dan orang-orang inilah yang kita sebut sebagai KEY PERSON atau tokoh kunci. Adapun seseorang menjadi tokoh kunci dimasyarakat akan timbul dan tumbuh secara alamiah, tanpa dirinya yang harus menonjolkan diri, biasanya langsung ditentukan oleh masyarakat setempat. Adapun seorang untuk menjadi key person karena bermacam-macam sebab diantaranya; Pengetahuannya yang luas, kepribadiannya yang menarik, keahlian pada bidang tertentu dan sebagainya.
Adapun secara garis besar key person dibedakan menjadi;:
1.Key person karena pengetahuannya yang luas.
Hal ini terlihat pada kepala desa atau lurah, Ketua organisasi dan sebagainya, mereka dihormati dan dipanuti karena pengetahuannya pada bidang tertentu dan biasanya berhubungan dengan jabatan formal, pendidikannya relatif tinggi dan pergaulannya lebih luas, mudah memahami suatu inovasi atau hal-hal yang sifatnya baru.
2.Key person karena kepribadiannya.
Mereka dihormati dan menjadi panutan karena mempunyai kepribadian yang menyenangkan dimasyarakat, biasanya jujur, ramah dan dapat dipercaya baik dalam perkataan maupun tindakannya. contoh dari golongan ini adalah para kyai, alim ulama, para pendeta, kepala adat dan sebagainya.
3. Key person karena mempunyai keahlian tertentu.
Golongan ini dijadikan panutan karena memilki keahlian tertentu yang jarang dimilki oleh kebanyakan masyarakat sekitarnya. adapun contoh dari golongan ini adalah seorang Dokter yang berdomisisli disebuah desa..
Dengan besarnya peranan Dari Key person dalam penyuluhan pertanian , maka seorang penyuluh pertanian harus memahami betul siapa-siapa di wilayah kerjanya yang dianggap sebagai tokoh kunci ,mereka harus kita prioritaskan dan kita manfaatkan sebagai pelopor pembangunan pertanian diwilayah kerja kita , sehingga tidak terjadi adanya gesekan, benturan kepentingan atau gejolak sosial, karena apabila terjadi suatu tyang tidak kita inginkan, maka akan dapat berakibat fatal terhadap program penyuluha pertanian khususnya dalam adopsi inovasi baru dibidang pertanian.
Key person atau tokoh kunci ini dapat kita jadikan sebagai penyuluh pertanian sukarela dan mereka akan dapat membantu penyuluh pertanian dalam memobilisasi massa, penyebaran informasi teknologi baru, sebagai demonstrator percontohan teknologi baru, dan dapat pula menguatkan dan mengeratkan persatuan kelompok tani serta dapat membantu dalam pemecahan masalah yang timbul.
Mengingat begitu besarnya peranan key person atau tokoh kunci dalam kelancaran penyluhan pertanian, maka seorang penyuluh pertanian wajib untuk memahami dan mencermati siapa-siapa saja yang menjadi tokoh kunci serta perlu pendekatan dan kerjasamna dengan mereka secara baik, dan kalau kita melakukan pekerjaan ini semua dengan baik dan tulus ikhlas pasti Allah Swt akan memberi jalan keluar atau kemudahan bagi kita dalam melaksanakan penyuluhan pertanian amien.(mnr)
Jumat, 22 Februari 2013
TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN KANGKUNG DARAT
Kangkung darat (Ipomoea sp.) adalah jenis sayuran yang dapat dibudidayakan dilahan sawah maupun dilahan kering, mengingat Kabupaten Rembang sebagian besar lahan kering maka akan cocok apabila dibudidayakan kangkung darat. Kangkung dapat dikonsumsi baik sebagai lalapan maupun sayuran yang dimasak, baik sebagai sayur kuah maupun sayur oseng dan banyak digemari oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia, karena banyak mengandung gizi yang baik untuk kesehatan tubuh serta mengandung serat yang baik untuk membantu proses pencernaan. Sayuran kangkung banyak dibutuhkan masyarakat sebagai bahan konsumsi sehari-hari yang harganya relative terjangkau untuk kalangan masyarakat menengah kebawah serta laku untuk dijual belikian dipasaran, sehingga dapat menambah pendapatan keluarga Kangkung dapat ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi. Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun, termasuk kedalam famili Convolvulaceae. Daun kangkung panjang, berwarna hijau keputih-putihan merupakan sumber vitamin pro vitamin A. Berdasarkan tempat tumbuh, kangkung dibedakan menjadi dua macam yaitu: 1. Kangkung darat, hidup di tempat yang kering atau tegalan, dan 2. Kangkung air, hidup ditempat yang berair dan basah. Benih Kangkung Kangkung darat dapat diperbanyak dengan biji. Untuk luasan satu hektar diperlukan benih sekitar 10 kg. Varietas yang dianjurkan adalah varietas Sutra atau varietas lokal yang memiliki daya adaptasi lebih baik dibanding varietas lain. Persiapan Lahan Lahan terlebih dahulu dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur, setelah itu dibuat bedengan membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya 100-120 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan, untuk mempermudah pemeliharaan sebaiknya panjang bedengan tidak lebih 15 m. Jarak antar bedengan + 30 cm. Lahan yang asam (pH rendah) lakukan pengapuran dengan kapur kalsit atau dolomit untuk menaikkan derajat keasaman tanah dosis 1,5 t/ha, pengapuran dilakukan sebelum penanaman, yaitu 2-4 minggu sebelum tanam. Pemupukan Kangkung Pupuk organik (sebaiknya kotoran ayam yang telah difermentasi) diberikan tiga hari sebelum tanam dengan dosis 4 kg/m2. Sebagai starter ditambahkan pupuk anorganik berupa Urea 15 gr/m2 pada umur 10 hari setelah tanam. Agar pemberian pupuk lebih merata, pupuk Urea diaduk dengan pupuk organik kemudian diberikan secara larikan disamping barisan tanaman, jika perlu tambahkan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 1 dan 2 minggu setelah tanam. Penanaman Kangkung Biji kangkung darat ditanam di bedengan yang telah dipersiapkan. Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm, tiap lubang tanamkan 2 – 5 biji kangkung. Sistem penanaman dilakukan secara zigzag atau system garitan (baris). Pemeliharaan Kangkung Pemeliharaan yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan air, bila tidak turun hujan harus dilakukan penyiraman. Hal lain adalah pengendalian gulma waktu tanaman masih muda dan menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada Kangkung Hama yang menyerang tanaman kangkung antara lain ulat grayak (Spodoptera litura F), kutu daun (Myzus persicae Sulz) dan Aphis gossypii. Sedangkan penyakit antara lain penyakit karat putih yang disebabkan oleh Albugo ipomoea reptans. Untuk pengendalian, gunakan jenis pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya. Panen dan Pasca Panen Kangkung Panen dilakukan setelah berumur + 25 hari setelah tanam, dengan cara mencabut tanaman sampai akarnya atau memotong pada bagian pangkal tanaman sekitar 2 cm di atas permukaan tanah. Pasca panen terutama diarahkan untuk menjaga kesegaran kangkung, yaitu dengan cara menempatkan kangkung yang baru dipanen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar dalam air dan pengiriman produk ketempat tujuan secepatnya. Demikian sekilas Informasi Teknik dan Cara Budidaya Tanaman Kangkung Darat semoga dapat bermanfaat bagi para petani atau masyarakat yang ingin mencobanya.(mnr)
Kamis, 21 Februari 2013
TEKNIK DAN CARA BUDIDAYA TANAMAN ANGGUR DI PEKARANGAN
Anggur adalah merupakan nama dari tanaman buah perdu yang merambat dan juga nama jenis buah-buahan yang sudah tidak asing lagi bagi kita, khususnya masyarakat Indonesia. Buah anggur biasanya selalu ada disepanjang tahun, sehingga boleh dikatakan bahwa buah anggur ini tidak mengenal musim. Anggur yang telah lama dikenal dikalangan masyarakat Indonesia, baik masyarakat yang tinggal perkotaan maupun pedesaan, anggur selalu tersedia dan ada di dimana-mana mulai dari, super market, pasar besar maupun pasar tradisional, sehingga kita relatif mudah untuk mendapatkannya. Anggur konon kabarnya berasal dari Armenia,buah anggur banyak digemari orang, mulai dari kalangan masyarakat kelas atas hingga masyarakat kelas bawah, dari orang dewasa hingga anak-anak, mereka setidak-tidaknya pernah melihat atau bahkan minimal pernah mencicipi rasa manis dan segarnya buah anggur. Mengingat begitu banyaknya masyarakat yang menyukai anggur, dan bahkan banyak dari mereka yang ingin memiliki tanaman anggur itu sendiri, maka melalui tulisan ini kami mencoba memberikan resep mengenai Teknik dan cara membudidayakan tanaman anggur secara benar serta resep rahasianya. Anggur termasuk tanaman marga Vitis. Tidak semua jenis dari marga ini dapat dimakan, yang bisa dimakan hanya dua jenis yaitu Vitis vinifera dan Vitis labrusca. Tanaman anggur jenis Vitis vinifera mempunyai ciri: 1. Kulit tipis, rasa manis dan segar. 2. Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 300 m dari permukaan laut beriklim kering. 3. Termasuk jenis ini adalah Gros Colman, Probolinggo Biru dan Putih, Situbondo Kuning, Alphonso Lavalle dan Golden Champion. Anggur dimanfaatkan sebagai buah segar maupun untuk diolah sebagai jadi produk lain seperti minuman fermentasi hasil perasan anggur yang mengandung alkohol biasa disebut Wine, dikeringkan menjadi kismis dan untuk keperluan industri selai dan jeli. SYARAT TUMBUH Iklim Tanaman anggur dapat tumbuh baik di daerah dataranrendah,terutama di tepi-tepi pantai, dengan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan. Angin yang terlalu kencang kurang baik bagi anggur. Curah hujan rata-rata 800 mm per tahun. Dan keadaan hujan yang terusmenerus dapat merusak premordia/ bakal perbungaan yaitu tengah berlangsung serta dapat menimbulkan serangan hama dan penyakit. Sebaiknya sinar matahari yang banyak/udara kering sangat baikbagipertumbuhan vegetatif dan pembuahannya. Suhu rata-rata maksimal siang hari 31 derajat C dan suhu rata-rata minimal malam hari 23 derajat C dengan kelembaban udara 75-80 %. A. Media Tanam 1. Tanah yang baik untuk tanaman anggur adalah mengandung pasir, lempung berpasir, subur dan gembur, banyak mengandung humus dan hara yang dibutuhkan. 2. Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok untuk budidaya tanaman anggur adalah 7 atau netral. Ketinggian Tempat Anggur akan tumbuh baik bila ditanam antara 5-1000 m dpl atau di daerah dataran rendah. Perbedaan ketinggian akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Buah anggur banyak digemari orang, mulai dari kalangan masyarakat kelas atas hingga masyarakat kelas bawah, dari orang dewasa hingga anak-anak, mereka setidak-tidaknya pernah melihat atau bahkan minimal pernah mencicipi rasa manis dan segarnya buah anggur. Mengingat begitu banyaknya masyarakat yang menyukai anggur, dan bahkan banyak dari mereka yang ingin memiliki tanaman anggur itu sendiri, maka melalui tulisan ini kami mencoba memberikan resep mengenai Teknik dan cara membudidayakan tanaman anggur secara baik dan benar, serta rahasia-rahasianya.. Tanaman anggur sebetulnya merupakan tanaman yang relatif mudah untuk dibudidayakan, baik pada tanah tegalan, tanah pekarangan maupun pada halaman rumah, yang penting dalam budidaya tanaman anggur ini, lahan yang akan ditanami janganlah ternaungi, diharapkan sinar matahari dapat menyinari permukaan lahan sepanjang hari. Tanaman anggur apabila dibudidayakan dengan teknik dan cara yang benar sesuai dengan petunjuk yang dianjurkan, baik itu teknik penanam, pemupukan, penyiraman, dan pemangkasan serta perawatannya, Insya Allah pada umur kurang lebih satu tahun tanaman anggur, yang anda tanam sudah dapat dinikmati hasilnya. Adapun cara membudidayakan tanaman anggur yang baik dan benar adalah sebagai berikut; 1. Pemilihan lahan. Pertama-tama pilihlah lahan yang akan ditanami, lahan atau tempat yang akan ditanami hendaknya tidak ternaungi, sehingga sinar matahari dapat menyinari keseluruh tanaman anggur secara penuh dan merata pada permukaan daun-daun. Karena Cahaya Matahari merupakan faktor yang sangat dibutuhkan dalam proses pertumbuhan, perkembangan dan pembuahan tanaman anggur. Cahaya matahari sangat berperan dalam proses fotosintesis dalam pembentukan karbohidrat yang berupa zat-zat gula atau glucose yang rasanya manis, adapun bentu reaksi fotosintesisnya adalah sebagai berikut; 6 CO2 + 6 H2O Sinar matahari+ Klorofil ------- > C6H12O6 + 6 O2 Dimana (C6H12O6) inilah yang merupakan unsur glucose atau zat -zat gula yang banyak terkandung didalam buah anggur, sehingga buah anggur rasanya manis. 2. Membuat stek tanaman anggur Teknik pembuatan stek tanaman anggur, pertama pilihlah tanaman anggur yang telah berbuah minimal telah berumur 3 tahun keatas. Dengan syarat utama bahwa tanaman yang akan diambil untuk bahan stek,harus benar-benar merupakan jenis unggul, sehingga kualitasnya tidak diragukan lagi. Janganlah sekali-kali anda mengambil bahan stek dari tanaman anggur yang belum pernah berbuah sama sekali, karena dari pengalaman yang penulis alami, tanaman akan sulit untuk berbuah dan bahkan kadang-kadang tidak mau berbuah sama sekali. Selanjutnya ambillah bahan stek dengan 2-3 mata tunas dengan ukuran diameter sebesar pensil atau kurang lebih berdiameter 1 Cm, warna dari bahan stek pilihlah yang sudah berwarna kecoklat-coklatan. Jangan mengambil bahan stek yang terlalu muda atau terlalu tua, upayakan yang umurnya sedang-sedang saja, sehingga pertumbuhan dan perkembangannya akan lebih cepat dan baik. Buatlah media untuk menanam stek yang terdiri dari; tanah, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 2:1:1, kemudian masukkan media tadi kedalam polybag yang telah disediakan. Umumnya polybag terbuat dari bahan plastik dengan ukuran dimeter +10 Cm, pada bagian bawah dan samping dari polybag diberi lubang-lubang. Hal ini untuk mengatur kelembaban media tumbuh sehingga air yang berlebihan dapat dialirkan. Selanjutnya Bahan stek yang telah disiapkan tadi, tanamlah pada polybag. Dimana setiap polybag cukup diisi dengan satu stek dengan kedalaman penananam kurang lebih separoh dari tinggi media dalam polybag tersebut. Kemudian setelah stek anggur ditanam pada polybag, siramlah tanaman setiap hari dengan air bersih secukupnya. Insya Allah pada hari kelima belas dari penanaman, biasanya stek sudah mulai tumbuh tunas-tunasnya. Selanjutnya pada umur 1-2 bulan, stek tanaman anggur sudah bisa untuk ditanam dilapangan. 3. Buatlah lubang tanaman dengan ukuran 40x40x40Cm dengan cara digali menggunakan cangkul, selanjutnya tanah hasil galian tadi dicampur dengan pupuk kandang atau bokasi dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Jangan lupa tambahkan pupuk anorganik NPK sebanyak 100 gram, selanjutnya hasil campuran media tanam tadi, masukkan kembali kedalam lubang tanam. 4. Tanamlah bibit anggur yang telah dipersiapkan tadi pada lubang tanaman, jangan lupa buanglah polybag atau kantong plastiknya dengan pisau secara hati-hati dan upayakan tanahnya jangan sampai pecah, sehingga tidak merusak perakaran. Kemudian setelah itu tanaman diberi ajir setinggi 2,5 meter, hal ini sebagai lanjaran atau rambatan tanaman anggur nantinya. 5. Siram tanaman anggur yang telah ditanam setiap hari, pupuklah dengan menggunakan pupuk NPK sebanyak 1 sendok makan setiap 2 minggu sekali secara rutin. Setelah tanaman mencapai ketinggian 2,5 meter mulai dibuat anjang-anjang atau para-para untuk rambatan tanaman nantinya. Adapun ukuran dari pada para-para tersebut kurang lebih; lebar 1,5 meter, panjang 4 meter atau disesuaikan dengan keadan serta tinggi para-para kurang lebih 2,5 meter. 6. Setelah tanaman anggur mencapai ketinggian + 2,5 meter, bentuklah tanaman anggur dengan cara mengatur percabangan dengan rumus 1:3:9 artinya dari 1 batang anggur dibuat menjadi tiga cabang, dan kemudian dari tiap cabang tadi dikembangkan menjadi 3 cabang lagi. Sehingga jumlahnya menjadi 9 cabang. Cabang-cabang inilah yang nantinya dijadikan sebagai calon cabang untuk pembungaan yang menghasilkan buah nantinya. 7. Setelah tanaman anggur berumur +12 bulan, tanaman harus sudah mulai dipupuk dengan pupuk NPK dengan dosis 500 gram/tahun. Cara pemberian pupuknya yaitu dua kali pertahun, pertama pada saat awal musim penghujan, selanjutnya pemupukan yang kedua dilakukan pada akhir musim penghujan. Selanjutnya pada saat tanaman sudah berumur 1 tahun.tanaman mulai diadakan pemangkasan pembungaan; caranya adalah sebagai berikut: Pangkaslah semua ranting-ranting pada cabang yang telah dibentuk tadi, diatas ruas ketiga, sehingga tiga ruas dibawahnya jangan dipangkas, dan ruas-ruas inilah yang akan menghasilkan buah anggur nantinya. Jangan lupa buanglah semua daun-daun yang ada pada ranting-ranting tadi, hingga terlihat gundul tanpa sehelai daun pun yang menempel. 8. Siramlah tanaman anggur secara rutin, dua kali sehari. Setelah +2 minggu dari pemangkasan, biasanya tanaman anggur sudah mulai tumbuh tunas-tunas baru, bersamaan dengan tumbuhnya tunas-tunas baru tadi, tanaman anggur sudah mulai berbunga. Kemudian setelah 2-3 bulan dari pembungaan tadi, maka buah anggur sudah mulai tua dan mulai matang, pada saat itulah buah anggur sudah saatnya untuk dipetik dan dikonsumsi. Demikianlah teknologi budidaya tanaman anggur secara benar, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya, dan umumnya masyarakat Indonesia. Selamat mencoba semoga berhasil.(mnr)
Langganan:
Postingan (Atom)
Label
- ANALISIS
- award
- Baja dan Nutrien
- Bena Perang
- Bengkel dan Forum SRI
- Biodiversiti dan Alam Sekitar
- BIOLOGI
- Bioteknologi Pertanian
- Bisnis
- BUAH
- BUDIDAYA
- BUDIDAYA KARET
- BUDIDAYA KELAPA SAWIT
- BUDIDAYA TANAMAN
- BURUNG
- Dapur
- dasar dasar produksi tanaman pangan
- DDPT
- DDPT2
- E_teks pes 6
- Ekologi dan Diversiti
- Ekologi dan Epidemiologi
- ekologi umum
- Ekonomi Hijau
- Ekonomi Pertanian
- Fisiologi Tanaman
- game angry birds
- Gangguan Keruntuhan Koloni
- HAMA
- hot
- icon folder
- ILMU TANAH
- Infografik
- Inspirasi
- Isu Semasa
- JAMUR
- KATA KATA MUTIARA
- Keselamatan Makanan
- Kesihatan Tanah
- Komik
- kunci gitar
- lanskap
- Lantai Kayu
- Laporan dan Jurnal
- MAKALAH
- Mesin dan Jentera
- Musuh Alami
- Padi dan Beras
- Padi Selangor
- Padi SRI
- PANGAN
- Parquet
- pemupukan
- Pengurusan Air
- Pengurusan Perosak Bersepadu
- PENYAKIT
- Penyakit dan Perosak
- Perataan Tanah
- Perawatan
- Perbaikan
- PERKEBUNAN
- Persidangan dan Forum
- PERTANIAN
- Pertanian dan Makanan
- Pertanian Lestari
- Perubahan Iklim
- pes 2013
- pes 6
- pes 6 2
- Predator dan Parasitoid
- PROPOSAL USAHA
- PUPUK
- Racikan
- Racun Perosak
- Revolusi Hijau
- Santai
- SDA
- sefwere mempercepat copy
- sofwere
- sofwere 2
- sofwere edit foto
- sofwere islami
- sofwere2
- Taman
- TANAMAN
- Tazkirah
- Teknologi Maklumat
- TERNAK
- thema
- thema bola
- thema keren
- Tips
- TOTARIAL
- TOTARIAL2
- TV ONLINE
- Ukuran-ukuran
- Usaha
- USAHA TANI
- Wallpaper
- walpaper bola
- we 8
- we9