Tampilkan postingan dengan label TERNAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TERNAK. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 27 April 2013
BUDIDAYA IKAN LELE PADA GENANGAN AIR LIMBAH ATAU COMBERAN
Lele merupakan salah satu jenis ikan tawar yang tinggi nilai gizinya serta mudah pemasarannya serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pemeliharaan ikan lele pada umumnya masih di lakukan secara sederhana dan tradisional mengingat ikan lele sangat mudah untuk dipelihara. Pada akhir-akhir ini animo masyarakat untuk memelihara ikan lele sangat meningkat, beberapa kolam lele banyak kita jumpai dimana dan bahkan ada yang yang memijahkannya sehingga ketergantungan benih dan bibit lele dapat teratasi dan selalu ada di setiap saat kita membutuhkan jenis ikan lele ini. Selain nilai gizinya tinggi dan mempunya nilai ekonomis yang tinggi masyarakat juga telah mengetahui keuntungan-keuntungan yang lain yang ada dalam memelihara ikan lele ini antara lain: • Pertumbuhannya sangat cepat • Pemeliharaanya sangat mudah • Tempat pemeliharaan sangat sederhana • Pakan lele umumnya mudah didapat • Setiap ekor lele mengandung Protein 17 %, Lemak 4,8 % Mineral 1,2 % Vitamin 1,2 % dan Air 75,1 % (Anonimus,94) Tempat pemeliharaan ikan lele a. Pemeliharaan di air limbah atau comberan Ikan lele dapat dipelihara di air limbah atau comberan yaitu suatu tempat pembuangan air dari sisa-sisa makanan dari rumah tangga. Tempat ini banyak mengandung makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan lele. Agar supaya ikan lele terhindar dari bahan pencemar, maka tempat pemeliharaan lele ini perlu dilengkapi bak pengendapan. Ukuran kolam pengendapan 1x1x1 meter dihunbungkan dengan kolam pemeliharaan lele yang berukuran 2x1,5x 1 meter. Kolam dibuat dengan dasar dan dinding disemen atau dibeton dan saluran penghubung dengan pipa paralon. 2/3 bagian dari permukaan kolam ditutup dengan anyaman bambu kasar. Setelah kolam pengendapan dan kolam pemeliharaan di aliri air selama 2 minggu barulah dimasukkan bibit ikan lele kedalam kolam tersebut. b. Pemeliharaan di kolam Kolam ikan lele di persiapkan seperti kolam pemeliharaan ikan jenis lainnya. Kolam dikeringkan dan ditaburi pupuk kandang serta di jemur selama 2-3 hari. Pemupukan ini untuk menumbuhkan plankton sebagai makanan ikan lele nantinya. Pupuk diberikan 30 kg/10 m2 yang disebarkan di sepanjang tepian kolam. Pengairan kolam dilakukan sebelum benih lele ditebarkan, setelah kolam berlumpur, barulah ikan lele ditebarkan.Ukuran benih ikan lele yang ditebarkan adalah + 5 cm dan untuk ukuran 5 cm tersebut, kolam diberi genangan air setinggi 70 cm. Pada penebaran ikan lele tergantung ukurannnya, Jika ukuran benih 5-11 cm padat penebaraan + 50 ekor per m2 kolam. sedangkan untuk benih berukuran 12 cm digunakan padat penebaran + 10 ekor per m2 Pemberian pakan a. Makanan alami Makanan alami ikan lele adalah berupa zooplankton, tanaman air atau ganggang dan jazad-jazad renik atau binatang-binatang dasar yang ada dikolam tersebut.Usaha-usaha untuk meningkatkan atau menyuburkan kolam antara lain dengan memupuk kolam tersebut dengan pupuk organik, caranya pupuk diaduk-aduk dan dibenamkan dalam lumpur dasar kolam secara merata. b. Makanan Tambahan Makanan tambahan yang diberikan pada ikan lele pada pembesaran dikolam antara lain adalah; • Pelet ikan yang banyak dijual dipasaran • Bangkai-bangkai binatang yangb terlebih dulu dibakar • Sisa-sisa daging yang dicincang • Bekicot atau siput yang dikupas cangkangnya dan direbus • Sisa makanan yang berasal dari limbah dapur. HAMA DAN PENYAKIT IKAN LELE 1. Hama Ikan lele. Hama yang banyak menyerang ikan lele antara lain adalah ular, biawak, burung dan lainnya 2. Penyakit Ikan Lele. Gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh parasit dan bakteri adalah sebagai berikut; • Pengeluaran lendir tubuh yang berlebihan • Gerakan dari tubuh atau sirip yang tidak teratur • Menggaruk-garukkan badannya pada benda lain • Kondisi berat tubuh berkurang, nafsu makan dan keseimbangan tubuh terganggu • Terdapat luka-luka di bagian tubuhnya • Kuarng darah atau anemia CARA PENGENDALIANNYA a. Secara fisik yaitu melakukan pengaturan terhadap suhu air, dijaga agar tetap pada suhu 18-29 Derajat Celsius dan mengendalikan arus air dalam kolam b. Secara Biologis, yaitu dengan menyebarkan ikan predator seperti ikan gabus untuk memakan parasit c. Secara pembedahan yaitu dengan memotong parasit yang menempel pada tubuh ikan d. Secara Kimiawi, yaitu dengan melakukan perendaman pada ikan yang terkena penyakit misalnya dengan memakai obat larutan methilene Blue 1 %, sediakan dalam ember plastic disis 4 liter air dan campurkan 2-4 cc larutan tadi, kemudian ikan yang terkena parasait tadi direndam selama 24 jam dalam larutan tersebut. Baru kemudian dipindahkan kekolam semula. PENAGGUNALANGAN ATAU PENCEGAHANNNYA 1. Kolam perlu dijemur diberi kapur dan disemprot dengan Kalium Permanganat (PK) untuk memberantas hama dan penyakit yang hidup di dasar kolam 2. Peralatan pemijahan yang berupa ijuk, pasir dan kerikil dicuci dan dijermur 3. Air perlu dibersihkan dari kotoran atau binatang air lainnya yaitu dengan memberi saringan pada pintu pemasukkan air 4. Untuk induk ikan lele perlu dicuci hamalkan dan di karantina 5. Makanan untuk benih-benih ikan perlu dicampur Terramicyn PEMUNGUTAN HASIL Pada waktu pemungutan hasil, kolam harus dikeringkan sebagian, kemudian ikan lele ditangkap dengan menggunakan jaring. Pengkapan harus dilakukan dengan segera agar supaya ikan lele tidak menyusup kedalam lumpur didasar kolam. Pengankapan di air tawar memerlukan teknis tersendiri, karena ikan lele harus dapat ditangkap dalam keadaan hidup lebih-lebih yang akan dijadikan indukan atau bibit nantinya perlu benar-benar sehat. Penagkapan akan mudah lagi kalau di sekeliling kolam diberi seperti parit keliling atau ditengah yang menuju kerah pembuangan air Adapun untuk keperluan konsumsi lele sebaiknya dipanen pada umur 5-7 bulan denga berat ikan lele rata-rata 150 - 200 gram Demikian teknik pemeliharaan ikan dalam kolam dan comberan semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya (mnr)
Sabtu, 20 April 2013
BETERNAK ITIK MANILA (MENTOK) TERNYATA SANGAT MUDAH DAN MENGUNTUNGKAN
Jika kita memperoleh seekor itik manila jantan dan dua ekor itik manila betina itu merupakan suatu permulaan yang baik untuk peternak itik. jika kita tidak dapat memperoleh itik dewasa, kita dapat mulai dengan telur itik yang dieramkan oleh ayam betina yang sedang mengerami telurnya. Ada dua macam itik yang kita kenal yaitu itik yang banyak terdapat didekat sungai, danau-danau atau kolam-kolam yang kedua itik yang dipelihara di daratan tanpa kolam, beternak itik manila umumnya untuk mendapatkan telur dan juga dagingnya. Telur itik manila umumnya menetas pada umur 32-33 Hari. Apabila kita memelihara itik untuk tujuan komersial, bukannya untuk kebutuhan sendiri itik jenis lain yang disebut pato real atau bibe di Philipina, di Indonesia disebut dengan itik manila atau di Jawa Tengah dikenal dengan istilah mentok ,itik jenis ini ternyata benar-benar cocok untuk peternak yang ingin memperoleh dagingnya yang lezat rasanya serta telur yang banyak jumlahnya. Itik jenis ini amat cocok di daerah-daerah dimana ayam dapat dipelihara dengan baik, itik ini ternyata dapat mengeram dan bahkan menjadi mesin pengeram yang baik dan dapat menetaskan telur yang mereka hasilkan, telur itik jenis ini umumnya menetas dalam waktu 33 hari. Kandang Itik Untuk membuat kandang itik kita hanya membutuhkan sebuah lapangan kecil dan kandang yang kecil pula, jika memilki sebuah pekarangan yang cucup besar untuk ayam, dimana banyak terdapat tumbuh-tumbuhan, dimana tubuhan hijau ini dapat dijadikan sebagai makanan untuk ayam ayam tersebut, maka kita membiarkan agar itik juga ikut memakan dedaunan tersebut bercampur baur dengan ayam,ini khusus pada suatu pekarangan yang sempit saja. tetapi untuk lahan yang luas sebaiknya anatara itik dan ayam dipiosahkan sehingga tidak saling berebut atau kompetisi dalam mencarai makanannya. Kandang untuk itik seharusnya mempunyai sebuah tempat air minum yang berukuran sekurang-kurangnya diameter 50 cm dan kedalamannya 30 cm, hal ini untuk memungkinkan itik dapat mandi. Kita dapat meletakkan sebagian dari drum atau ember cuci di dalam tanah, jika dekat dengan rumah, Jika memiliki kolam ikan biarkanlah itik itu menggunakan sebagian untuk aktifitasnya dan sebaiknya harus kita beri pagar kolam tersebut. Agar itik pergi kemana-mana. Pemeliharaan itik manila Jika memulai dengan seekor itik jantan dan dua ekor itik betina, kita seharusnya memeliharanya dalam kandang itik yang lantainya diberi alas dari jerami padi. Beberapa kotak buah untuk bertelur diletakkan pula dalam sangkar. selanjutnya itik itu akan membuat sarangnya sendiri. Itik bibe atau mentok dapat menetaskan telurnya kira kira sesudah 33 hari. sesudah itu kita dapat memelihara anak-anak itik tersebut sebagai mana kita memelihara anak ayam. Anak-anak itik itu mulai memakan makanan pada umur sehari sesudah menetas dan mereka umumnya akan tumbuh sangat cepat. Bila kita mulai beternak itik dengan mengeramkan telur pada seekor ayam betina yang sedang mengeram, maka sangat penting untuk meletakkan telur itu pada ayam betina tersebut, pada sekitar 33 hari telur itik telah menetas, dan anak itik yang baru menetas biasanya diasuh oleh induk ayam yang mengeraminya sebagai induknya, dengan penuh rasa kasih sayang dan perhatian. kitapun harus membiarkan ayam itu tetap berada pada sarangnya, kecuali hanya bila pada saat ayam itu mau makan dan minum saja. Pemeliharaan untuk itik manila atau mentok ini pada prinsipnya hampir sama dengan cara memelihara ayam kampung, jenis pakannyapun hampir sama, hanya itik manila atau mentok ini membutuhkan minuman yang porsinya lebih banyak serta air yang jumlahnya banyak untuk keperluan mandi. Selanjutnya setelah itik manila ini telah berumur 10-12 minggu, maka itik ini sudah bisa dipotong untuk keperluan konsumsi atau dijual sebagai penambah income kelurga. Demikian cara pemeliharaan itik manila atau mentok secara sederhana semoga dapat bermanfaat bagi peternak atau masyarakat yang memerulkannya.(mnr)
Sabtu, 13 April 2013
BETERNAK AYAM BURAS TERNYATA MUDAH DAN MENGUNTUNGKAN
Ayam buras atau nenek moyang kita menyebutnya dengan istilah ayam kampung atau ayam sayur, akan tetapi sekarang lebih popular dengan sebutan ayam buras atau ayam bukan ras. Usaha pemeliharaan ayam buras ini sudah lama dikenal di Indonesia hanya teknik dan cara pemeliharaannya masih secara ekstensif atau masih sangat sederhana dan belum banyak peternak yang melakukan secara Intensif. Beberapa hal yang perlu diperhaatikan dalam meningkatkan produksi ayam buras antara lain: 1. Vaksinasi yang teratur. Untuk menekan angka kematian vaksinasi amat perlu dilakukan dengan jadwal yang tepat dan teratur seperti tabel berikut ini: Periode vaksinasi Umur ayam Jenis vaksin Dosis dan aplikasi Pertama 1-4 hari Strain F 1 tetes lewat mata Kedua 3-4 minggu Strain F 2 tetese lewat mulut Ketiga 2-3 bulan Strain Kumarov 0,5 dosis suntikan intra mosculer Keempat 5-6 bulan Strain kumarov 1 dosis suntikan intra mosculer Kelima Diulang 4-5 bln kemudian Strain kumarov 1 dosis suntikan intra mosculer 2. Kandang. Kandang amat diperlukan bagi ayam buras, terutama pada malam hari hal ini untuk melindungi dari hujan, cuaca dingin, gangguan binatang buas dan lain sebagainya. Ukuran kandang ayam buras yang optimal belum banyak diteliti seperti pada ayam ras, tetapi untuk sekedar pegangan adalah sebagai berikut; • Ukuran kandang 2 x 3 meter meter bisa untuk menampung 100 ekor anak ayam sampai dengan umur 3 bulan • Ukuran kandang yang sama juga bisa menampung 20 ekor ayam dewasa. 3. Seleksi bibit dan perkawinan Untuk memperoleh produksi anak ayam yang banyak dan pertumbuhannya baik, ada beberapa factor yang perlu diperhatikan antara lain. A. Seleksi Induk dan Pejantan • Bentuk Luar; harus sehat, tegap, penampilannya lincah, gesit, mata bulat bening dan bercahaya, rongga perut elastis dan bulu mengkilat. Tidak ada cacat pada organ-organ tubuh seperti kaki lumpuh atau pincang, paruh bersilang dan lainnya. • Berdasarkan catatan dipilih calon bibit dari, ayam-ayam yang mempunyai pertumbuhan cepat, produksi telurnya banyak dan daya tetas telurnya juga tinggi serta tidak punya sifat kanibal atau saling mematuk sesamanya . • Berdasarkan silsilah; Yaitu dengan mempertahankan ayam-ayam dari keturunan induk yang baik dalam hal produksi telur maupun daya tetas telurnya. • Umur ternak; juga dipilih calon induk, terutama pejantan yang baik hendaknya berumur kurang dari 3 tahun. B. Perkawinan. • Perbandingan ayam jantan dan betina yang dianjurkan adalah 1:10 artinya 1 ekor ayam pejantan dapat melayani 10 ekor ayam betina. • Mengisitirahatkan pejantan, untuk menjaga kondisi pejantan agar tetap sehat dan subur, maka perlu istirahat, yaitu 1 minggu dalam wakti 1 bulan, dengan jalan dikurung atau dipisahkan dari ayam betina, jika memilki banyak pejantan bisa dilakukan secara bergiliran. 4. Sarang. Keadaan sarang harus bersih dan kering, karena sarang yang kotor akan dapat menurunkan daya tetas telur. Bentuk sarang bermacam-macam antara lain ada yang berbentuk segi empat, bulat dengan alas rata dan ada pula yang bagian tengahnya cekung. 5. Perawatan dan pemisahan anak Anak ayam yang telah berumur 1-3 hari segera dipisahkan dari induknya, dimasukkan ke dalam kotak indukan dan induknya dikurung dengan pejantan. Lama pemeliharaan anak-anak ayam di dalam kotak indukan selama 2 bulan. Pada hari pertama sampai dengan hari ke tujuh , lampu pemanas didalam kotak indukan dinyalakan siang dan malam hari, tetapi pada hari yang ke delapan sampai dengan hari yang ke sepuluh lampu, hanya dinyalakan pada malam hari saja, dan setelah hari ke 10 dan seterusnya lampu pemanas dimatikan. Periode pertama umur ayam 1 hari s/d 1 bulan pemberian makanannya disamakan dengan makanan ayam ras periode starter, sedangkan periode kedua umur 1 bulan s/d 2 bulan makanan yang diberikan diganti dengan jagung giling ditambah bekatul dengan perbandingan 1:1 . Setelah anak ayam berumur 2 bulan bisa dilepas bersama-sama dengan ayam-ayam lainnya. Makanan tambahan yang diberikan dapat berupa jagung, dedak atau nasi sissa dan lain sebagainya, bisa diberikan pada pagi hari sebelum ayam dikeluarkan dari kandangnya. Pencegahan penyakit terutama New Castel Disease atau yang terkenal denga penyakit Tetelo dilakukan dengan jalan di vaksinasi seperti yang dianjurkan pada tabel didepan tadi. Selanjutnya Induk ayam segera akan bertelur kembali setelah istirahat selama 2 minggu dari anak ayam menetas. Dengan method perawatan dan pemisahan anak ayam secara dini, menurut hasil penelitian dalam waktu 1 tahun induk ayam dapat menghasilkan telur sebanyak 115 butir Demikian teknik dan cara beternak ayam buras secara sederhana semoga dapat bermanfaat bagi peternak yang memerlukannya. (mnr)
Jumat, 12 April 2013
CARA BETERNAK KELINCI TERNYATA SANGAT MUDAH DAN MENGUNTUNGKAN
Jenis kelinci sebetulnya banyak sekali namun yang perlu kita ketahui cukup yang terkenal saja yaitu pertama Kelinci Lokal ciri-cirinya badannya agak kecil warnanya bulunya bermacam - macam, dan jenis kelinci lainnya yaitu ada jenis kelinci dari New Zealand warna bulunya putih tubuhnya besar begitu pula kelinci dari Inggris tubuhnya besar dan bulunya tebal, ada pula kelinci dari Australia betuk tubuhnya besar dan wrna bulunya putih serta tebal pula CARA MEMILIH BIBIT KELINCI. Untuk bibit pilihlah kelinci yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut; • Asal dari keturunan kelinci besar, sehat dan tidak cacat • Kepala cukup besar, lubang hidung lebar kering, mata terang. • Bulu halus, bersih dan warnanya mengkilat • Mempunyai puting susu antara 10-12 buah • Gerak geriknya lincah cekatan sering lari-lari atau melompat lompat tidak selalu bersembunyi disudut kandang KANDANG KELINCI Kunci keberhasilan dari usaha ternak kelinci salah satunya adalah perkandangan dimana kandang adalah merupakan suatu peralatan yang erat hubungannya dengan pemeliharaan. Adapun fungsi kandang adalah sebagai berikut; 1. Untuk melindungi ternak kelinci dari pengaruh luar seperti hujan, panas, gangguan bintanag buas dan lainnya 2. Memudahkan dalam pemeliharaan sehari hari 3. Memudahkan seleksi,vaksinasi dan pengontrolan penyakit. 4. Menghemat tenaga kerja dan pemakaian tempat 5. Kotoran mudah dibersihkan, dikumpulkan dan diangkut sebagai pupuk tanaman. Berdasarkan pengalaman dari peternak kelinci. Kandang sebaiknya dibuat dengan model panggung yang bahan -bahan nya terdiri dari kayu dan bambu. Ukuran kandang sangat tergantung pada besar kecilnya kelinci dan jumlah kelinci yang akan dipelihara. Adapun untuk pegangan bahwa luas kandang yang diuperlukan untuk seekor kelinci minimal panjang 75 cm, lebar 75 cm dan tinggi 60 cm serta tinggi dari permukaat tanah 75 cm. Untuk kelinci yang sedang bunting perlu dipisahkan pada sebuah sangkar atau kotak tempat beranak. Kotak tempat beranak ini dapat dibuat dari papan kayu dengan ukuran panjang 40 cm, lebar 30 cm dan tinggi 30 cm dengan lubang keluar masuk atau pintu berukuran 15 x 15 cm. Kandang kelinci sebaiknya terpisah antara kandang pejantan. Kandang induk melahirkan. Kandang betina dara dan kandang untuk anak kelinci. MAKANAN KELINCI Bahan makanan kelinci sangat sederhana, yaitu terdiri dari rumput-rumputan, daun daunan seperti daun turi, lamtoro dan lainnya, sayuran seperti kangkung, bayam, wortel disamping itu kelinci juga doyan dengan nasi yang masih sehat dikonsumsi. Seekar kelinci mampu menghabiskan hijauan 1-1,5 kg/ekor/ hari hal ini tergantung dari besar kecilnya kelinci. Makanan penguat dapatr terdiri dari 1 kg bekatul, 1 sendok garam dapur, 2 sendok mineral yang dicampur dengan sedikit air panas . Makanan penguat ini dapat diberikan pada pagi hari sebanyak 100-200 gram ekor/ hari, sedangkan makanan hijauan dapat diberikan pada siang dan malam hari. Adapun yang perlu diperhatikan bahwa makanan tersebut harus dalam keadaan segar, jangan diberi makanan yang mudah busuk atau asam karena dapat menimbulkan penyakit. Seekor kelinci dengan tujuh ekor anak mampu menghabiskan air minum sebanyak 3, 5 liter perhari. PERKEMBANGBIAKAN KELINCI Kelinci jantan dewasa sebagai pemacek dipelihara dalam kandang khusus jangan dicampur dengan kelinci betina, hanya pada waktu akan dikawinkan kelinci betina yang dimasukkan ke dalam kandang pejantan jangan sebaliknya. Kelinci baru dapat dikawinkan pertama kali pada umur 5-6 bulan. Kelinci betina baru dikawinkan setelah menunjukkkan tanda-tanda birahi yaitu gelisah, nafsu makan berkurang, tidak menolak apabila di dekatkan pejantan dan sering menggosok gosokkan dagunya pada tempat makan atau dinding kandang. Bila sudah dikawinkan tentunya kelinci bunting. Lama kebuntingan ini berkisar antara 29-33 hari, dan umumnya rata 30 hari. dan 5 hari menjelang akan melahirkan anak kelinci dipindahkan ke dalam kandang yang sudah dilengkapi dengan kotak tempat beranak. Jumlah anak yang ideal pada setiap kelahiran kelinci adalah 8 ekor.. PERAWATAN ANAK KELINCI Induk kelinci yang baru melahirkan harus dijaga supaya tidak terganggu atau kaget , sebab akan mengggangu keselamatan anak kelinci yang baru lahir. Anak-anak kelinci baru dapat membuka mata untuk melihat pada umur 11 hari. Pada umur ini harus dilindungi dari pengaruh angin dan hawa dingin yang dapat mengganggu kesehatan anakan kelinci. Semua anak kelinci harus mendapatkan air susu dari induknya sampai umur 8 minggu ,kalau tidak harap disusukan pada induk lainnya. Anak kelinci mulai keluar dari sarang untuk makan rumput atau daun daunan setelah berumur 19-20 hari. Penyapihan paling lambat setelah berumur 2 bulan. Kemudian induknya segera dapat dikawinkan lagi sesudah mengalami, istirahat 10-14 hari. Seekor induk kelinci dalam setahunnya dapat menghasilkan anak turunannya sebanyak 132 ekor. PENCEGAHAN PENYAKIT KELINCI 1. Penyakit Kudis ( Scabies) Tanda-tandanya bulu rontok, kulit bersisisk, merasa kegatalan. Cara pencegahan. Menjaga kebersihan kandang dan sanitasi lingkungan Cara pengobatannya. Disekitar kulit yang sakit diolesi dengan salep belerang yang terdiri dari campurang tepung belerang dan vaselin dengan perbandingan 1:3. 2. Penyakt Eksim; Tanda tandanya bulunya rontok kulit berbungkul kecoklatan dan berlendir. Cara pencegahan, menjaga kebersihan kandang dan kelinci yang sakit dipisahkan dari yang sehat Pengobatannya. Yaitu dengan salep belerang , salep salicyl yang dapat dibeli di apotek. 3. Penyakit Radang paru-paru ( pneumonia) Tanda-tandanya Kelinci sulit bernafas, sesak nafas dan selalu merasa kehausan. Pencegahan ; mencegah angin langsung yaitu ventilasi udara harus baik, menjaga kebersihan lingkungan kandang dan sekitarnya. Pengobatan Sul- Q -Nox pada air atau makanan 4. Penyakit Perut Kembung. Atau salah makan Cara pengobatan berikan 1 sendok teh campuran minyak adas 1 bagian dan minyak kelapa 4 bagian. 5. Penyakit Berak darah.( Coccidiosis) Tanda-tandanya Perut Nampak besar, mencret bercampur darah dan di ikuti dengan radang paru-paru . Cara pencegahan yaitu, lantai kandang harus bersih dan kering. Pengobatan dengan Pengobatan Sul- Q -Nox pada air atau makanan 6. Penyakit cacingan. Tanda-tandanya kurus, bulu berdiri kasar dan rontok, pucat, mencret perut besar dan mata kelihatan kotor. Cara pencegahan yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang minuman dan makanan. Pengotan dengan menggunakan Piperazine, Santomone Upixon. Demikian teknik dan cara beternak kelinci secara sederhan semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya (mnr)
Sabtu, 06 April 2013
EMBUNG MERUPAKAN SUMBER KEHIDUPAN BAGI LAHAN PERTANIAN TADAH HUJAN DIMUSIM KEMARAU
Embung adalah merupakan tendon air atau waduk berukuran kecil pada lokasi pertanian yang bertujuan untuk menampung kelebihan air hujan dimusim penghujan dan pemanfaatannya pada musim kemarau untuk berbagai keperluan baik di bidang pertanian maupun kepentingan masyarakat banyak Teknik pembuatan embung meliputi penentuan tekstur tanah, kemiringan lahan, bentuk, ukuran penggalian tanah, kelapisan tanah, kelapisan plastik, penembokan dan pelapisan kapur. Pembentukan embung pada dasaranya adalah untuk mengairi lahan pertanian terutama pada musim kemarau, manfaat lain dari embung adalah dibidang perikanan yang bisa dijadikan untuk kolam pemeliharaan ikan dan sebagai persediaan minuman ternak maupun untuk keperluan rumah tangga. I. PENDAHULUAN Di Indonesia terdapat dua wilayah agraris yang sangat menonjol, yaitu daerah pertanian dengan ketersediaan air irigasi yang cukup melimpah dan daerah pertanian yang hanya mengharapkan air hujan dari langit yang disebut sawah tadah hujan. Dengan pesatnya pembangunan diberbagai sektor maka memberikan konsekwensi bahwa lahan irigasi semakin lama semakin berkurang dan bahkan banyak berubah fungsi menjadi kawasan industri dan pemukiman. Lahapertanian semacam ini adalah merupakan lahan potensial untuk pertanian yang dapat menghasilkan pangan untuk kehidupan manusia. Untuk itu guna mengganti lahan tersebut maka diperlukan adanya penambahan lahan pertanian baru, pada umumnya untuk lahanpertanian yang baru yang bisa mengganti keadaan seperti ini dalah lahan sawah tadah hujan. Lahan tadah hujan sebenarnya potensial untuk menghasilkan padi, akan tetapi kendalanya adalah adanya factor pembatas yang berupa air, dimana pada musim kemarau petani sangat kesulitan air karena cadangan air terlalu minim, sehingga menyebabkan rendahnya produksi pertanian dan bahkan kadang kala tidak menghasilkan sama sekali karena kekeringan. Untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan membangun jaringan irigasi pada lahan tadah hujan memerlukan biaya yang sangat besar, karena itu perlu diatasi dengan teknologi yang lebih murah dan terjangkau yaitu dengan Teknologi pembuatan Embung II. PENGERTIAN EMBUNG Kata embung menurut beberapa orang berasal dari bahasa Nusa Tenggara Timur yang secara keseluruhan dapat diartikan suatu tandon air atau waduk kecil dilahan pertanian yang bertujuan untuk menampung kelebihan air hujan dan menggunakannya pada saat musim kemarau untuk berbagai keperluan baik dibidang pertanian maupun rumah tangga. III. TEKNIK PEMBUATAN EMBUNG. Teknik pembuatan embung sebenarnya boleh dikatakan sangat sederhana, hanya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain : A. Penentuan Lokasi 1. Tekstur Tanah. • Embung sebaiknya dibuat dilahan dengan tanah bertekstur liat, lempung, liat berlempung dan lempung liat berdebu, agar fungsinya sebagai penampung air dapat terpenuhi. • Pada tanah berpasir yang poreus tidak dianjurkan untuk pembuatan embung karena air akan cepatmeresap kedalam tanah dan hilang, dan apabila terpaksa dianjurkan untuk dibuat maka dianjurkan untuk memakai, plastic atau ditembok lapisan luarnya sehingga air tidak merembes. 2. Kemiringan lahan. • Embung sebaiknya dibuat pada areal pertanian yang bergelombang dengan kemiringan antara 20- 30 persen agar lapisan air permukaan dapat dengan mudah mengalir kedalam embung dan selanjutnya air embung mudah untuk disalurkan kepetak-petak pertanian, karena adanya perbedaan ketinggian antara embung dengan petak pertanian. • Areal pertanian yang datar kurang cocok untuk dibuat embung , karena sulit untuk mengalirkan air dari embung kepetak pertanian. • Pada lahan yang terlalu miring kurang lebih 30 persen embung akan cepat penuh dengan endapan tanah karena pengaruh erosi B. Kontrusksi embung 1. Bentuk Embung. • Bentuk embung sebaiknya bujur sangkar atau mendekati bujur sangkar hal ini agar diperoleh keliling yang paling pendek. Tujuannya agar resapan air melalui tanggul lebih sedikit. 2. Ukuran embung. • Embung bisa dibuat berdasarkan perorangan maupun kelompok, hal ini tergantung dari pada keperluan dan luas pertanian yang akan di airi 3. Penggalian Tanah. • Penggalian tanah dapat dimulai dari batas pinggir embung menuju ke bagian tengah. • Kedalam galian diusahakan mencapai 2-3 meterhal ini untuk memperoleh kapasitas embung • Keliling embung dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah hal ini untuk menghindari masuknya kotoran kedalam embung • Jarak saluran pembuangan dari permukaan tanggul berkisar antara 25-50 cm dan dibuat sedemikian rupa sehingga air embung tidak meluap. 4. Pelapisan tanah. • Untuk menjaga agar embung tidak bocor maka perlu dilakukan pelapisan tanah terutama pada bagian dinding embung. Pelapisan dinding ini dilakukan dengan cara; Tanah liat dibasahi dan diolah sampai berbentuk seperti pasta, baru kemudian dilapiskan secara merata. • Dinding embung pada tanah bertekstur liat atau lempung liat berdebu tidak perlu dilapisi, karena pada jenis tanah ini resapan air boleh dikatakan kurang. • Pada tanah berpasir resapan air kebawah maupun yang melalui tanggul cukup banyak, karena itu dinding embung perlu dilapisi dengan beberapa bahan misalnya, plastic, batu bata, tembok, atau campuran pasir dengan tanah liat untuk penahan resapan air. 5. Pelapisan Plastik. • Plastik yang digunakan untuk pelapisan dinding maupun dasar embung dapat digunakan dari jenis polyethilin atau polyvinil Chloride (PVC) dengan ketebalan 0, 15 mm • Untuk pelapisan didasar embung , plastic ditimbun tanah setebal kurang lebih 25 cm • Ketahan plastik ini bisa mencapai 2-3 tahun. 6. Penembokan. • Pencegahan peresapan air selain dengan plastic dapat pula digunakan dengan penembokan baik untuk dinding maupun untuk dasar embung. 7. Pelapisan Kapur. • Untuk pelapisan dengan kapur dibuat adonan dengan perbandingan kapur tembok dan tanah liat 1:1 • Dibuat pasta yang selanjutnya baru dilapiskan. Pada dinding embung atau dasar embung. IV. MANFAAT EMBUNG. 1. Air Embung Pada prinsipnya air embung digunakan untuk mengairi lahan terutama pada musim kemarau. Pemanfaatan air pada musim kemarau perlu juga memperhatikan luasan lahan dengan ketersediaan air yang ada didalam embung. Apakah untuk mengairi sawah atau palawija dengan memperhitungkan kebutuhan air sebagai misal untuk padi 200 mm per bulan atau 1 liter/ detik /Ha. Disamping itu juga perlu diperhatikan jika embung juga untuk persediaan minuman ternak 2. Pengairan padi dan palawija Pengairan dari embung untuk padi dan palawija tidak sepenuhnya menggunakan air, hanya dilakukan pada saat kritis, yaitu pada fase primordial (bunting), Pembungaan dan pengisian gabah. Saat ini air disalurkan ke petak pertanian bisa menggunakan selang plastic hingga kondisi tanah jenuh air. Untuk tanaman palawija caranya dengan menyiram seputar pangkal tanaman, mengingat ketersediaan air di embung terbatas. Sebaiknya perlu diketahui kebutuhan dari masing-masing jenis palawija akan air per musim atau per hektarnya 3. Peternakan. Pada musim kemarau ada kalanya sulit untuk mendapatkan air untuk minuman ternaknya dan harus diangkut dari tempat yang jauh. Dengan adanya air embung ini dapat digunakan untuk memberi minuman ternaknya 4. Perikanan Khusus dibidang perikanan embung ini dapat dimanfaatkan pada musim hujan maupun musim kemarau, dengan catatan untuk musim kemarau ketersediaan air harus cukup. Beberapa factor penting yang perlu diperhatikan jika embung digunakan untuk pemeliharaan ikan adalah ; Curah hujan, penguapan, Tekstur tanah, Kontruksi kolam dan mutu air yang ada diembung. Untuk mutu air sendiri perlu juga diperhatikan. Oksigen terlarut dan Ammonia, jenis ikan untuk embung perlu dipilih yang tepat dan sesuai dengan kondisi embung. Yang pada dasarnya serba terbatas, yaitu air yang menggenang, jenis ikan yang cocok, yaitu Gurame , Mujair, Tawes, lele. Untuk pakannya dapat berupa dedak, sisa makanan atau pellet serta tanaman-tanaman seperti daun talas. V. PEMELIHARAAN EMBUNG. Pemeliharaan embung perlu dilakukan agar tetap bermanfaat dan terhindar dari kerusakan dini Pemeliharaan ini antara lain dapat dilakukan sebagai berikut: • Pemagaran embung dengan bambu atau pagar hidup • Pengangkatan lumpur yang dilakukan pada musim kemarau atau ketika volume air sudah minimal dan tidak digunakan. • Perbaikan embung terutama untuk bagian dinding tanggul jika terjadi kerusakan segera diperbaikai agar tidak berlarut –larut dan bertambah parah. • Untuk mencegah jebolnya tanggul, usahakan agar air tidak melimpah dipermukaan tanggul • Usahakan tidak menggembalakan, memandikan dan memberikan minuman ternak diatas tanggul maupun masuk kedalam area embung. • Untuk menekan kehilangan air karena penguapan dapat dilakukan penanaman sebagai berikut. o Anjang-anjang atau tanaman penutup/ peneduh dimana tiang anjang dibuat dari anyaman bambu. o Pada anjang-anjang yang dibuat ini dijalarkan tanaman merambat yang bermanfaat seperti tanaman kecipir, markisa, gambas, yang juga berfungsi sebagai penutup permukaan air. o Pohon penahan angin juga diperlukan disekitaar embung seperti pohon buah-buhan atau rumput-rumputan untuk pakan ternak. Demikian teknologi pembuatan embung dan manfaatnya bagi masyarakat tani, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi petani atau masyarakat yang memerlukannya. (mnr)
Minggu, 31 Maret 2013
TEKNIK MENGATASI KEGAGALAN KAWIN SUNTIK (IB) PADA TERNAK SAPI
• Mengapa dalam pelaksanaan Inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik pada ternak sapi sering mengalami kegagalan atau tidak terjadi pembuahan sehingga sapi tidak bunting ? 1. Permasalahan ; • Peternak pada umumnya belum tahu kapan saat yang tepat sapi betina harus dikawinkan. • Kadang kala ada bibit atau straw yang sudah kedaluwarsa. • Keterampilan atau skil dari Petugas IB yang masih kurang. • Sapi betina masih dibawah umur kadang kala sudah dikawinkan. • Belum kelihatan adanya tanda-tanda birahi pada sapi betina. 2. Langkah-langkah yang perlu dilakukan. Sapi betina siap untuk dikawinkan berumur kurang lebih 18 bulan. Adanya tanda-tanda birahi pada alat kelamin betinanya dan menunjukkan adanya 3 ABC (Abang, abuh, anget) bengak-bengok, clingkrak- clingkrik. Sapi sering menaiki temannya, gelisah dan nafsu makan menurun Lama birahi sapi betina rata-rata 21 hari, dan masa birahi + 36 Pukul. Adapun saat yang tepat sapi dikawinkan adalah pada saat sedang birahi, yaitu apabila sapi birahi pada pagi hari Pukul 10.00, maka sapi harus dikawinkan pada siang hari atau sore harinya, apabila dilkawinkan pada hari berikutnya atau keesokan harinya maka sudah terlambat. Apabila terjadi birahi pada siang hari sampai Pukul 15.00, maka sapi harus dikawinkan pada sore hari atau malam harinya. Apabila terpaksa paling lambat sapi harus dikawinkan pada pagi keesokan harinya, maksimal pada Pukul 08.00 pagi hari, bila melebihi maka sudah terlambat. Apabila sapi birahi pada malam hari, maka sapi harus dikawinkan pada malam itu juga, atau sampai dengan keesokan harinya sebelum Pukul 10.00, apabila melebihi dari Pukul 10.00 pagi, maka sudah dianggap terlambat dan kemungkinan besar pembuahan gagal. Demikian beberapa penjelasan atau keterangan untuk mengatasi teknik dan cara pelaksanaan inseminasi buatan pada ternak sapi yang biasanya banyak mengalami kegagalan, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi peternak yang melakukan inseminasi buatan maupun masyarakat pada umumnya. (mnr)
Jumat, 22 Februari 2013
TELUR KOMODITAS MULTIGUNA, BAGAIMANA TEKNIK DAN CARA PENGAWETANNYA
Telur merupakan komodidas hasil peternakan yang multiguna, banyak digunakan dalam berbagai keperluan diantaranya sebagai konsumsi atau lauk pauk, sebagai bahan industri pembuatan roti dan kue, sebagai bahan industri kosmetika atau alat kecantikan, sebagai bahan untuk perekat kaca. Adapun yang terpenting dari itu semua adalah sebagai penerus keturunan atau perkembang biakan lebih lanjut. Pada dasarnya sebuah telur yang telah dibuahi terdiri atas sel yang hidup yang dikelilingi oleh kuning telur sebagai cadangan makanan, selanjutnya kedua komponen tadi dikelilingi oleh putih telur yang mempunyai kandungan air yang relative tinggi dan selanjutnya kesemuanya itu dibungkus oleh kulit telur atau cangkang. Telur banyak sekali jenisnya diantaranya telur ayam, telur itik, telur puyuh, telur penyu, telur kura- kura, telur buaya dan banyak lagi jenisnya. Pada umumnya telur terdiri dari tiga bagian pokok yaitu pertama, bagian kulit atau cangkang sebanyak : 11 %, kedua, bagian putih telur sebanyak : 57 % dan ketiga, bagian kuning telur sebanyak 32 %. Telur merupakan bahan makanan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi yaitu mengandung zat-zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia seperti asam amino yang kompleks dan seimbang, vitamin serta mempunyai daya cerna yang tinggi. Komposisi kimia telur terdiri dari berbagai macam komponen diantaranya ; Air sebanyak : 74 %, Protein : 12,8 %, Lemak: 11,5 % serta komponen lainnya sebesar : 1,7 % . Warna kuning pada telur sebenarnya bukan disebabkan oleh adanya karoten atau pro vitamin A, akan tetapi oleh adanya Xanthophil dan BethaLutein. Cara sortasi dan pengawetan telur. Sortasi adalah suatu cara atau langkah langkah yang dilakukan agar diperoleh suatu hasil yang baik sesuai dengan keinginan kita. Sedangkan pengawetan telur pada dasarnya adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penguapan, mencegah hilangnya CO2 ( Karbon dioksida ) dalam telur, mencegah kerja enzim didalam telur serta mencegah masuknya mikro organisme dari luar telur melalui kulit telur. Dengan adanya perlakukan tersebut diharapkan mutu telur dapat dipertahankan dalam waktu yang relative lama dengan kualitas yang tetap baik. Cara mensortIr telur Agar kita dapat memperoleh telur yang berkualitas baik, maka perlu adanya sortasi atau pemilihan telur dengan cermat caranya sebagi berikut : 1. Dengan cara diamati langsung, yaitu telur dikocok, apabila berbunyi dan koclak bertanda telur sudah rusak. 2. Dengan Candling, caranya dengan jalan meneropong atau menerawang dengan sinar, bila telur masih baik kelihatan terang sebaliknya bila gelap bertanda telur jelek atau sudah rusak. 3. Dengan cara perendaman dengan air bersih, apabila telur tenggelam bertanda telur masih baik , sebaliknya apabila telur terapung berarti telur sudah rusak. Cara Pengawetan telur Cara pengawetan telur banyak sekali ragamnya diantaranya: 1. Dengan cara pencelupan kedalam minyak kelapa, caranya pertama minyak dipanaskan dahulu sampai mendidih, setelah itu didinginkan. Telur dibersihkan dengan lap terlebih dahulu lalu rendamlah dalam minyak yang telah dingin tadi beberapa saat. Setelah itu telur ditiriskan pada rak-rak. Dengan cara ini telur dapat bertahan kurang lebih 1-2 bulan. 2. Disimpan dalam suasana CO2 (Carbon dioksida) telur dapat bertahan selama 5-6 bulan, tetapi perlakukan ini jarang diterapkan karena biayanya relative mahal. 3. Disimpan dalam Frezer dengan suhu 0-2 Derajat Celcius, telur dapat bertahan selama 6 bulan, sedangkan pada suhu 5-10 derajat celcius dapat bertahan hanya 1-2 bulan saja. 4. Pengawetan dengan (NaCl) atau garam dapur, caranya telur direndam dalam larutan garam dapur dengan konsentrasi 25-40 % selama 2-3 minggu, selanjutnya telur ditiriskan dan disimpan dalam rak-rak , dengan cara ini telur dapat bertahan selama 1 – 2 bulan. 5. Perendaman dengan Ca(OH)2 atau air kapur. Caranya 1 Kg CaCO3 (kapur tohor), 15 liter air, 100 gram garam dapur diaduk-aduk sampai rata, lalu biarkan sampai sampai terpisah antara air dan endapan kapur, kemudian ambillah bagian airnya yang jernih saja lalu masukkan telur kedalam larutan tersebut. Perendaman dilakukan selama 21 hari, selanjutnya diangkat dan ditiriskan, dengan cara ini telur dapat bertahan selama 3-4 bulan. 6. Dibuat telur asin. Caranya dengan abu gosok dicampur dengan garam dapur perbandingan 2 : 1, tambahkan air sedikit sehingga terbentuk adonan pekat, telur dibersihkan dan diamplas terlebih dahulu agar pori-pori kulit telur tidak tertutup , setelah itu baru dibalut dengan adonan tadi, simpanlah selama 12 hari. Setelah itu dicuci dan ditiriskan. Selanjutnya dapat pula dimasak dengan cara dikukus sampai matang dan siap untuk dikonsumsi. Demikian sekelumit teknik pengawetan telur semoga bermanfaat bagi yang memerlukannya. Selamat mencoba semoga sukses.(mnr)
TEKNIK PENANGANAN PENYAKIT TETELO PADA TERNAK AYAM BURAS
Penyakit Tetelo ( New Castel desease) Penyakit tetelo atau new castel desease pertama kali muncul pada tahun 1926 di Negara Inggris. Sampai sekarang sudah tersebar luas dibelahan dunia lain. Penyakit ini sangat ganas dan menular. Peternak ayam sering menyebut penyakit sampar atau pest. Penyakit ini menyerang ayam semua umur, selain menghambat produksi jelas mematikan. Sampai saat ini belum ada obat yang manjur. Ini akibat virus. Seprerti halnya manusia yang terkena virus influenza. Pemberian obat tidak menghilangkan virus, akan tetapi hanya mengurangi gejala. Tindakan pengendalian atau pencegahan terhadap penyakit ini sangat dianjurkan. Gejala: Pada ayam kelihatan lesu, kurang bergairah, nafsu makan berkurang, jengger ayam dan pial kebiruan. Sayap terkulai, keluar cairan dari hidung hingga susah bernafas, ngorok dan batuk. Kotoran cair kehijauan dan kekuningan. Jika banyak yang terkena ayam akan bergerombol mencari tempat yang hangat. Setelah 1-2 hari kemudian muncul gejala syaraf, seperti kaki lumpuh, jalan seret dan leher terpuntir akibatnya ayam jalannya berputar putar. Penyebab. 1. Virus Paramxyo 2. Pergantian musim seperti masim hujan ke musim kemarau atau pancaroba. 3. Kontak langsung dengan ayam yang sakit melalui udara atau binatang lain. Cara Penanggulangan. 1. Vaksinasi secara teratur sesuai petunjuk, pemberian dilakukan dengan vaksin aktif umur 4 hari, 18 hari, 8 minggu. Dengan vaksin ND in-aktif secara intra mascular, ulangi 6 bulan kemuadian. Anak ayam umur kurang dari 1 bulan diberikan dengan cara tetes, pada ayam dewasa secara intra mascular. 2. Ayam yang benar-benar sakit harus dimusnahkan. -Aktif: Vaksin mengandung bibit penyakit hidup, tetapi sifatnya tidak ganas bagi ayam, masa kekebalan 2,5 bulan. -In aktif : Vaksin yang mengandung virus yang sudah dimatikan oleh obat kimia tertentu, masa kekebalan 2 bulan. Demikian cara mengatasi serangan penyakit tetelo pada ternak ayam buras, semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya.(mnr)
Kamis, 21 Februari 2013
TEKNIK DAN CARA BETERNAK BURUNG PUYUH
PENDAHULUAN. Burung puyuh merupakan salah satu jenis ternak unggas yang cocok untuk dibudidayakan, baik sebagai usaha sambilan maupun usaha komersial. Sebab telur dan dagingnya semakin populer dan dibutuhkan sebagai salah satu sumber protein hewani yang cukup penting. Burung puyuh pada mulanya memang kurang mendapat perhatian dari para peternak. Tubuh dan telurnya yang kecil dengan cara hidup yang liar dianggap tidak dapat diternakan, kalau pun bisa bakal merepotkan. Bahkan banyak orang mengatakan bahwa beternak burung puyuh tidak akan memberikan keuntungan. Tetapi setelah pemerintah mencanangkan puyuh sebagai salah satu ternak alternative penunjang peningkatan penyediaan protein hewani untuk masyarakat, barulah puyuh terangkat namanya. Ditilik dari produksinya, sebenarnya produksi telur puyuh ini cukup banyak, bahkan dibandingkan jenis burung lainnya, Burung puyuh menemmpati ranking pertama, dalam satu tahunnya burung ini mampu menghasilkan 250 sampai 300 butir telur. Nilai gizi telur dan daging puyuh juga tidak kalah dengan telur dan daging unggas lainnya, sehingga dengan tersedianya daging dan telur puyuh dipasaran dapat menambah variasi dalam penyediaan sumber protein hewani dan tentu saja konsumen memilki lebih banyak pilihan. JENIS-JENIS BURUNG PUYUH. Pada saat ini kita baru mengenal beberapa jenis burung puyuh yang dipelihara untuk diambil telur maupun dagingnya. Sebenarnya banyak jenis puyuh yang tersebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tetapi tidak semua burung puyuh tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penghasil pangan. Ada beberapa jenis diantaranya yang mempunyai warna bulu indah, tidak kalah menariknya dengan dengan burung hias lainnya, tapi sayang produksi telurnya rendah. Adapun bagi peternak puyuh yang menginginkan produksi telurnya banyak, dapat memilih jenis puyuh yang diternakan seperti Coturnix cotournix japonica Puyuh termasuk family Phasianidae dan sub ordo Galliformes. Dibanding dengan burung puyuh lainnya, jenis dapat menghasilkan telur sebanyak 250-300 butir per ekor/tahun. Betinanya mulai bertelur pada saat berumur 35 hari, sehingga tak heran apabila banyak orang memelihara jenis puyuh ini untuk diternakan. SKALA USAHA DAN PROGRAM PEMELIHARAAN. Seperti halnya beternak hewan lain yang dilakukan secara intensif, maka dalam beternak puyuh pun perlu ada program pemeliharaan dan tata laksana yang baik. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dan memberikan keuntungan. Program pemeliharaan dan tata laksana perlu dilakukan dengan benar dan teratur sejak penetasan telur, pemeliharaan anak-anak puyuh, sampai puyuh-puyuh tersebut diafkir. Program pemeliharaan yang dimaksud disini adalah garis besar pelaksanaan yang mutlak harus dilaksanakan secara berurutan, teratur pada waktu tertentu. Program pemeliharaan dibedakan menurut skala usaha yang akan dilaksanakan. Yaitu skala usaha besar, menengah atau usaha kecil. Adapun urutan program pelaksanaan tersebut adalah sebagi berikut: Skala Usaha besar. Pengusaha ternak puyuh dalam skala besar biasanya melakukan hampir seluruh kegiatan pemeliharaan. Dari penetasan, pemeliharaan puyuh anakan, pemeliharaan puyuh pembibit dan petelur atau pedaging. Untuk itu akan diterangakn secara singkat. a. Penetasan telur. Biasanya pengusaha ternak puyuh skala besar mengusahakan pengadaan anakan puyuh sendiri. Untuk melakukan penetasan telur yang dibutuhkan, mesin tetas yang mampu memuat telur dalam jumlah ratusan, karena itu yang pertama kali disediakan adalah mesin tetas besar. b. Pemeliharaan puyuh anakan umur starter. Untuk menampung dan memelihara puyuh anakan yang baru menetas diperlukan kandang anakan/ indukan. Pemeliharaan puyuh yang berumur 1 hari sampai 3 minggu ini dilakukan pada kandang khusus untuk puyuh umur starter. Pemeliharaan harus dipisahkan dari puyuh yang dapat mengakibatkan cacat, bahkan kematian bagi anak puyuh tersebut. Banyaknya kandang Indukan disesuaikan dengan jumlah puyuh anakan yang berhasil ditetaskan. Biasanya waktu puyuh anakan berumur 1-10 hari, satu meter persegi kandang indukan cukup untuk menampung 100 ekor anakan. Tetapi setelah lewat 10 hari satu meter persegi hanya untuk 60 ekor anakan puyuh. c. Pemeliharaan umur Grower. Pemeliharaan puyuh berumur 3-6 minggu ini dilakukan dalam kandang khusus untuk puyuh-puyuh umur grower. Pada usia ini antar puyuh jantan dan betina dipisahkan atau tidak tergantung kepada tujuan pemeliharaan. Apakah puyuh dipelihara untuk pembibit, petelur atau pedaging. Bila puyuh pembibit yang dipilih, maka dalam satu kandang dicampurkan antara puyuh jantan dan puyuh betina, dengan perbandinagn1:3 dan kandang yang digunakan adalah kandang untuk jenis pembibit. Akan tetapi bila yang dipilih adalah pemeliharaan puyuh petelur maka dalam satu kandang petelur hanya dihuni puyuh betina saja didalam kandang petelur, Sedangkan kalau usaha puyuh pedaging yang akan digeluti, dalam satu kandang dapat berisi puyuh jantan dan betina. Kandang yang digunakan untuk keperluan ini mirip kandang petelur. d. Pemeliharaan puyuh umur layer Pemeliharaan puyuh yang berumur lebih dari 6 minggu ini dilakukan dalam kandang grower. Pemeliharaan pada waktu ini adalah saat kita mulai memetik hasil. Bila puyuh pembibit dan petelur yang dilakukan maka puyuh puyuh betina itu sudah waktunya bertelur dan puyuh puyuh pedaging sudah bisa di potong untuk di jual dagingnya. Hanya yang perlu dicatat untuk pembuatan kandang skala usaha besar sebaiknya tidak dalam ukuran besar sekaligus tetapi dalam ukuran sedang (lihat bab perkandangan) yang di satukan dalam kandang besar. Dengan demikian pemeliharaan lebih mudah dilakukan dan puyuh-puyuh tidak saling berkelahi karena populasi yang terlalu besar. PERKANDANGAN. Puyuh termasuk jenis burung yang tidak tahan dengan perubahan lingkungan yang sangat berbeda dari waktu kewaktu dan juga kebisingan-kebisingan, oleh karena itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan kandang. Pertama yaitu menentukan lokasi kandang. Dalam penentuan ini harus memperhatikan syarat-syarat hidup yang dikehendaki puyuh, agar puyuh yang diternakkan dapat hidup sehat dan terjamin pertumbuhannya. Sebaiknya kandang puyuh harus terpisah dari rumah, karena burung puyuh peka terhadap kebisingan-kebisingan, disamping itu juga bau dari kotoran burung sangat menyengat sehingga dapat mengganggu kenyamanan kita. Hal yang penting patut dipikirkan adalah agar kandang puyuh berada dalam ruangan yang tidak terkena percikan air hujan, baik yang langsung maupun yang tidak langsung. Begitu pula ventilasi udara harus selalu diperhatikan . Sinar matahari sangat diperlukan baik untuk penerangan, penghangat, pembunuh bibit penyakit dan sumber vitamin D bagi puyuh. Oleh karena itu kandang sebaiknya dibuat ditempat yang mendapat sinar matahari. Disamping itu kandang puyuh lantainya harus jauh dari tanah kurang lebih 40 cm dari tanah. Dan lantai usahakan dibuat dari bata merah atau campuran pasir semen dan kapur. Sistem kandang sebetulnya banyak jenisnya namun yang akan diterapkan disini ,hanya kandang yang menggunakan system baterei. Sistem kandang ini paling banyak digunakan oleh peternak puyuh di Indonesia. Dinding dan lantai kandang ini terbuat dari kawat kasa, sehingga dibawah lantai setiap kandang perlu disediakan alas guna menampung kotoran. Dengan adanya penampung kotoran, pemeliharaan kebersihan ruangan lebih mudah dilakukan dan kotoran tidak menimpa puyuh yang ada dikandang bawahnya. Kandang semacam ini sangat baik sirkulasi udaranya dan dapat mencegah timbulnya penyakit. Persyaratan Kandang. Pembuatan kandang merupakan langkah awal dalam beternak puyuh. Sekali kandang telah berdiri berarti untuk seterusnya seperti itu wujudnya, karena pembuatan memerlukan investasi yang cukup banyak. Jenis-jenis kandang. Kandang puyuh dibedakan dalam beberapa jenis kandang sesuai dengan keperluannya. 1. Kandang untuk induk pembibitan. Kandang ini sangat memerlukan sinar matahari baik langsung maupun tidak langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur. Kandang harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan lingkungan yang sehat. Oleh karena itu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Kepadatan kandang. Idealnya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 200 Cm2, sehingga didalam pembibitan satu kandang yang berisi kurang lebih 40 ekor permeter persegi itu sebaiknya dipakai perbandingan satu pejantan untuk 3 ekor betina . b. Ukuran kandang. Panjang kandang diusahakan kurang dari 2 meter, karena bila lebih dari 2 meter, kandang tersebut akan menjadi terlalu luas, akibatnya puyuh akan menjadi semakin aktif, lebarnya 75 cm, hal ini untuk memudahkan dalam perawatan. Sedangkan tingginya 30-40 cm dan pintu kandang sebaiknya dibuat dari samping . c. Temperatur dan kelembaban. Temperatur dan kelembaban ini perlu diatur, sehingga sesuai dengan keadaan yang diinginkan yaitu berkisar 200C-250C. Biasanya perlu diberi penerangan tambahan dengan lampu listrik pada siang hari 25-40 wat dan pada malam hari 50-60 wat. PAKAN PUYUH Faktor terpenting dalam keberhasilan beternak puyuh adalah faktor pakan(nutrisi). Faktor pakan meliputi cara pemberian dan kebutuhan gizi menurut tingkatan umurnya. Pakan dianggap faktor terpenting karena 80 % biaya yang dikeluarkan seorang peternak puyuh digunakan untuk pembelian pakan. Nutrisi yang harus diperhatikan antara lain: protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air mutlak harus tersedia dalam jumlah yang cukup. Cara pemberian pakan. Selain komposisi zat pakan, cara pemberian pakan pun harus diperhatikan jika tidak, akan menggangu pertumbuhan, kesehatan dan produksi telur itu sendiri. Pada saat tertentu seperti cuaca yang sangat panas misalnya, ransum bisa sedikit ditambah dengan air. Dengan cara ini puyuh lebih suka makan. tetapi harus diingat ransum yang tidak habis harus segera dibuang. Ransum dapat diberikan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan siang hari . PERAWATAN PUYUH. Keberhasilan peternak puyuh sangat tergantung dari perawatan itu sendiri. Perawatan puyuh dimulai sejak telur masih dalam mesin tetas sampai dengan burung puyuh itu bertelur, yaitu harus selalu memperhatikan kebutuhan pakan yang mengandung nutrisi lengkap, minuman, ventilasi udara yang baik, suhu dan kelembaban, serta kesehatan burung puyuh itu sendiri. Demikian teknik dan cara beternak burung puyuh secara sederhana, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya.(mnr)
TEKNIK PENGENDALIAN PENYAKIT PADA TERNAK AYAM BURAS
PENDAHULUAN Ayam buras atau ayam bukan ras yang biasa dikenal dengan ayam kampung merupakan jenis ternak unggas yang sudah tidak asing bagi kita khususnya masyarakat pedesaan. Didalam Pemeliharaan ayam kampung meskipun panca usaha peternakan telah kita laksanakan dengan baik, akan tetapi yang namanya penyakit ayam pasti akan selalu ada dan bahkan jenisnyapun bermacam-macam, sehingga sangat memusingkan kepala kita sebagai peternak ayam. Jika kita amati dan kita evaluasi, penyakit ayam yang terdapat di Indonesia setiap tahun bertambah. Penyakit ayam tersebut tidak dapat dipisahkan, baik ayam ras maupun ayam kampung, karena pada umumnya penyakit-penyakit tersebut ditemukan pada kelompok ayam tersebut. Kerugian yang ditimbulkan penyakit dapat berbentuk kematian, pertumbuhan terhambat, produksi telur turun atau berhenti sama sekali. Selain itu ayam yang pernah terserang penyakit dapat menjadi sumber penyakit. Perkembangan peternakan unggas khususnya ayam kini nampaknya semakin pesat. Dengan adanya hal ini dalam rangka meningkatkan produksi ternak ayam, dipersyaratkan pemanfaatan panca usaha ternak yang terdiri dari, masukan bibit yang baik dan terseleksi, makanan yang bergizi dan layak. Pengelolaan yang efisien. Penanganan terhadap serangan penyakit, juga hal yang berkaitan dengan masalah pemasaran produksi. Empat syarat yang pertama merupakan unsur teknis dan merupakan kesatuan yang tidak boleh dipisahkan. Ke empat unsur tersebut mutlak harus diusahakan sebagai pendukung untuk mencapai hasil produksi yang optimal. Masalah penyakit dalam usaha peningkatan produksi ternak ayam merupakan gangguan ancaman serius, dengan alasan ini penanganan penyakit harus diprogram secara seksama. Sebab program penanganan penyakit memegang perananan yang sangat dominan diantara unsur-unsur panca usaha ternak ayam , khususnya pada orientasi peningkatan produksi ternak. Tujuan utama usaha peternakan ayam adalah sama dengan usaha lainnya, sesuai dengan prinsip ekonomi yaitu dengan biaya produksi sekecil-kecilnya untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. MACAM-MACAM PENYAKIT AYAM BURAS Penyakit ayam merupakan kendala utama dalam beternak ayam kampung khususnya di daerah tropis seperti Indonesia ini. Kerugian ekonomi akibat penyakit ayam ini khususnya penyakit menular dapat berbentuk kematian, meskipun yang lebih sering terjadi adalah bentuk penurunan produksi seperti pada kelompok penyakit pernafasan. Memang ada korelasi atau hubungan yang kompleks antara penyakit dengan lingkungan, sehingga sering kali penanganan penyakit harus secara integral dan kontinyu. Adapun jenis penyakit ayam kampung yang disebabkan oleh virus banyak sekali jumlahnya antara lain: A. Penyakit Tetelo ( New Castel desease) Penyakit tetelo pertama kali muncul pada tahun 1926 di Inggris . Sampai sekarang sudah menyebar luas dibelahan dunia lain. Penyakit ini sangat ganas dan menular. Peternak ayam sering menyebut penyakit sampar, pes, pseudovogel-pestatau cekak. Penyakit ini menyerang ayam semua umur. Selain menghambat produksi jelas mematikan. Sampai saat ini belum ada obat yang manjur, penyakit Ini akibat virus. Seperti halnya manusia yang terkena virus influenza. Pemberian obat tidak menghilangkan virus, akan tetapi hanya mengurangi gejala. Tindakan pengendalian atau pencegahan sangat dianjurkan. Gejala : Lesu kurang bergairah, nafsu makan berkurang. Jengger ayam dan pial kebiruan, sayap terkulai, keluar cairan dari hidung hingga susah bernafas, ngorok dan batuk. Kotoran cair kehijauan dan kekuningan. Jika banyak yang kena, ayam akan bergerombol mencari tempat yang hangat. Setelah 1-2 hari kemudian muncul gejal saraf seperti kaki lumpuh, jalan seret dan leher terpuntir (tortikolis). Akibatnya jalannya berputar putar (tanda khas) Penyebab : 1. Virus paramxyo 2. Pergantian musim seperti musim hujan atau kemarau yang panjang, termasuk pancaroba. 3. Kontak langssung dengan ayam sakit melalui udara atau binatang lain (carrier) Penanggulangannya : 1. Vaksinasi secara teratur sesuai petunjuk. Pemberian dilakukan dengan vaksin aktif pada umur 4 hari, 18 hari, 8 minggu dengan vaksin ND in-aktif secara intra muscular pula. Ulang 6 bulang kemudian. Anak ayam umur kurang 1 bulan diberi dengan cara tetes. Pada ayam dewasa secara intra muscular. 2. Ayam yang benar benar sakit harus dimusnahkan - Aktif : Vaksin mengandung bibit penyakit hidup tetapi sifatnya tidak terlalu ganas bagi ayam. Masa kekebalan 2,5 bulan. - In-aktif : Vaksin mengandung virus yang sudah dimatikan oleh obat kimia tetentu. Masa kekebalan 2 bulan. B. Penyakit Gumboro ( Infectious Bursal Disease) Penyakit Gumboro menyerang system kekebalan tubuh, terutama bagian bursa fibricus dan thymus. Kedua bagian ini benteng pertahanan ayam dari penyakit. Kerusakan parah yang timbul adalah tidak terbentuk antibody sesudah vaksinasi. Gumboro memang tidak mengakibatkan kematian secara langsung, tetapi infeksi sekunder sesudahnya meng akibatkan banyak kematian. Secara umum penyakit ini terbagi menjadi 2 yaitu gumboro klinik dan sub klinik. Gumboro klinik menyerng ayam usia 3-7 minggu. Kerusakan system kekebalan hanya bersifat sementara (2-3 minggu). Lain lagi dengan gumboro sub klinik (dini), inilah yang ditakutkan peternak. Selain tidak terdeteksi, umumnya menyerang anak ayam usia 0-21 hari. Walhasil sifat kekebalan hilang secara permanen (imunospres ) Gejala : Diare berlendir , turun nafsu makan dan minum, gemetar sehingga sukar berdiri. Bulu kotor di sekitar anus dan perilaku mematuk disekitar kloaka (akibat peradangan pada bursa fibrikus yang di atas dubur) Penyakit Virus IBD (infectious Bursal Disease) merupakan golongan red virus dan mempunyai susunan RNA. Dalam tubuh ayam virus ini bertahan hidup lebih dari 3 bulan dan setelah itu masih bersifat infektif. Penanggulangan : 1. Vaksinasi pada umur 1 hari dengan vaksin gumboro aktif. Vaksinasi lanjutan dilakukan pada umur 11 hari dengan vaksin gumboro gabungan (aktif dan in-aktif). Vaksinasi berikutnya dilakukan pada umur 21 hari, 6 minggu dan 10 minggu dengan vaksin gumboro aktif (Gumboral CT). bila perlu diulangi pada umur 40 minggu dengan gumboro in aktif secara intra muscular. 2. Menjaga sanitasi kandang dengan cara membersihkan kandang dari kotoran yang mengganggu aktifitas ayam. C. Penyakit Cacar (avian pox/Fowl Pox/Avian Diphtera/Pokken Diptheria) Penyakit ini menyerang ayam semua umur. Angka kematian yang ditimbulkan golongan kecil. Ada dua bentuk penyakit ini pada ayam, yaitu cacar kulit berupa kutil dan pial, jengger, kelopak mata atau kaki. Diphtheria berupa radang pada selaput lendir lidah, mulut, selaput mata atau pangkal tenggorokan. Kulit timbul dari bintik putih. Kemudian berubah besar dengan warna agak kekuningan. Tak berapa lama jadi kasar dan berubah kembali cokelat. Setelah 2-3 minggu terjadi peradangandan pendarahan pada pangkal kutil. Pada diptheri, kulit ini terdapat pada rongga mulut atau saluran pencernaan depan. Akibatnya terjadi sumbatan pada oesophagus. Gejala : Lesu, nafsu mkana berkurang, produksi telur menurun drastis, suhu tubuh meninggi, kadang terjadi kelumpuhan, kotoran encer Penyebab : Virus family Poxviridae Penanggulangan : 1. Vaksinasi dengan vaksin cacar aktif (diftose CT) pada umur 4 minggu dengan cara tusuk gores sayap atau intra muscular. Kemudian beri vaksinasi penguat/booter (diftosec CT) 3 bulan kemudian. 2. Gunakan biji awar awar sebanyak 3 buah. Ukuran sedang untuk ayam umur 3 bulan. Pemberian bisa langsung dengan mengiring kecil-kecil dan masukan langsung ke mulut atau menumbuknya kemudian campur dengan makanan atau minuman. 3. Menyayat kutil-kutil sampai berdarah dan diolesi larutan yodium atau neo blue atau yodium tincture sampai kutil tersebut kering, kisut sampai akhirnya lepas. 4. Untuk diptheri, kerik dahulu gumpalan dalam rongga mulut sampai lepas. Luka yang timbul diolesi yodium tincture atau yood gliserin (yodium tincture dicampur gliserin dengan perbandingan 1 :1) D. Penyakit Batuk Darah (Infectious Lryngotracheitis) Virus penyakit ini tidak segarang gumboro. Selain dapat dihilangkan dengan desinfektan, ia juga tidak tahan dengan hidup diluar tubuh inang perantara (host-nya). Ayam umur 14 minggu atau lebih sangat rentan penyakit ini. Gejala : Mata berair, malas bergerak, getah radang (exudat) berupa lender bercampur darah melekat pada rongga mulut terutama tenggorokan. Akibatnya ayam sakit banyak mati karena penyumbatan saluran tenggorokan. Selain itu sering batuk, sulit bernafas (tedengar suara khas), paruh dan kotoran atau bulu terlihat percikan berdarah. Penyebab : Virus Herpes, yaitu Tripen Avium Penanggulangan : 1. Memberi vaksin modified LT vaccine dengan cara meneteskan pada mata. Cara lain memberikan Cloacal type vaccine dengan cara menggosokkannya pada bagian bibir atas kloaka. Lakukan 2-3 bulan sebelum ayam bertelur. 2. Vaksinasi dengan LryngoVac Nobilis (produksi intervet). 3. Bila ayam terkena sebaiknya dimusnahkan. E. Penyakit Bronchitis (infectious Bronchitis) Penyakit ini menyerang alat pernafasan. Penularan terjadi melalui udara tercemar dari ayam penderita. Ayam terserang menunjukkan gejala sakit setelah 48 jam. Angka kematian tertinggi terjadi saat menyerang anak ayam umur di bawah 6 minggu, yaitu mencapai 60%. Pada dewasa kematian hampir tiadak ada. Gejala : Batuk, bersin, sesak nafas, ngorok, mengeluarkan lender dari hidung dan mata dan nafsu makan dan minum menurun. Penyebab : Virus golongan corona Penanggulangan : 1. Vaksinasi secara teratur sesuai petunjuk. Bisa digunakan vaksin galur masasachusetts dan Connecticut. Pemberian secar tetes mata atau hidung. Bisa juga melalui air minum. 2. Vaksinasi pad aumur 7 hari, 30 hari, dan 10 minggu dengan vaksin IB aktif (Bioral H-120) dengan cara tetes mata. Pemberian vaksin dilanjutkan umur 18 minggu dengan vaksin ND+IB in aktif. PENYAKIT AYAM AKIBAT BAKTERI Disamping penyakit yang disebabkan oleh virus ada juga penyakit ayam yang disebabkan oleh Jenis Bakteri tertentu antara lain : 1. Penyakit Pilek/ Snot ( Infectious Coriza). Penyakit ini bersifat menular dan timbul akibat perubahan musim dari kemarau ke musim penghujan. Perbedaan cuaca sering ekstrim dan berpengaruh pada kondisi fisiologis ayam. Penyakit ini menyerang semua umur terutama pada ayam dewasa. Angka kematian memang kecil, tetapi angka kesakitan cukup tinggi . Ayam betina umur 18-23 minggu paling rentan terserang. Bagi ayam petelur dapat menurunkan produksi sampai 20 %. Gejala ; Keluar lender kekuningan encer dari hidung, kental dan berbau khas.Terdapat kerak disekitar lubang hidung. Mata tertutup sebagian akibat pembengkakan sinus infra orbital secara unilateral ( sebelah) atau bilateral( keduanya). Akibatnya muka bengkak dan mata memejam, suara ngorok dan sukar bernafas dan pertumbuhan tidak normal. Penyebab. Bakteri Haemophilus gallinarum. Penanggulangannya. 1. Vaksin pada umur 12 minggu dan 17 minggu dengan vaksin snot inactive( Haemovax 0,3 ml/ ekor 2. Jangan mencampur ayam yang berbeda usia lebih dari 3 minggu 3. Berilah mycomas, ampisol ultramycin atau baytril 10% OS dengan dosis sesuai petunjuk pabrik 2. Penyakit Kolera( Fowl colera) Penyakit ini tak kalah ganasnya dengan tetelo, serangannya tidak hanya pada ayam petelur, ayam pedaging pun diserangnya. Umumnya menyerang ayam lewat 12 minggu. Serangan ini bisa secara mendadak (akut) atau menahun ( kronis). Kerugian yang terjadi akibat penyakit ini adalah turunnya bobot dan produksi telur bahkan kematian. Gejala; Akut: Terjadi kematian secara tiba-tiba tanpa alas an yang jelas Kronis: Ada gejala demam,nafsu makan hilang,bulu berdiri, sesak nafas, mencret banyak mulsa-mula kuning kemudian coklat. Kotoran berbau busuk dan berlendir, Pembengkakan pada jengger dan pial serta kepala berwarna biru dan memperlihatkan gejala geleng-geleng kepala dan biasanya disertai lumpuh. Penyebab, Infeksi bakteri Pasteurela multocida. Secara normal bakteri ini disaluran pernafasan dan pencernaan. Cara penanggulangan. 1. Vaksinasi kolera umur 6-8 minggu dan diulang pada umur 8-10 minggu. 2. Menjaga ventilasi udara tetap lancar dan menjaga isi kandang jangan terlalu padat. 3. Berilah vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam, seperti fita stress atau fita strong. 3. Penyakit Tipus ( Fowl Thypoid) Penyakit ini termasuk jenis berbahaya juga menular. Angka kematian ini bisa mencapai 30% . serangan terjadi pada semua umur ayam, tetapi lebih banyak pada ayam grower dan sudah bertelur. Gejala . Lesu, nafsu makan turun, nafsu minum dan suhu badan meningkat. ayam sedikit mencret berwarna kuning kehijauan. Kepala menunduk dengan mata terpejam seperti mengantuk. Kedua sayap terkulai. Penyebabnya adalah bakteri Salmonella gallinarum Penanggulangannya, 1. Menjaga sanitasi dengan baik 2. Bila baru terserang dapat diberikan colisutrixatau demetropin dengan dosis sesuai petunjuk. 4. Penyakit Berak Kapur (Pullorum disease) Penyakit ini banyak menyerang anak ayam, terutama umur 1-10 hari . Kebanyakan yang terkena lemah dan mati muda. Pada ayam dewasa tidak terlihat gejala sakit. Ayam yang sembuh membawa seumur hidupnya mengeluarkan bibit penyakit. Penularan utama terjadi melalui telur. Gejala : Anak ayam nafsu makan berkurang . Kotoran encer berwarna putih berlendir dan banyak melekat pada daerah anus. Ayam terlihat pucat lemas, kedinginan dan suka bergerombol mencari tempat yang hangat. Sayap tampak kusut dan mengantung, jengger pucat dan berkerut. Penyebabnya adalah Bakteri Salmonella pullorum. 5. PENYAKIT AKIBAT CACINGAN. Penyakit ini jarang menimbulkan kematian, umumnya menyerang ayam segala umur. Akibatnya terjadi hambatan pertumbuhan dan produksi telur. Secara umum ada tiga golongan cacing yang menjadi parasit Yaitu Nematoda, Trematoda dan cestoda adapun yang paling banyak menyerang adalah dari jenis nematode Gejala ; a. Nematoda.Ascaris galli Menyerang ayam semua umur. Tubuh ayam kurus. lemah nafsu makan menurun mencret dengan kotoran encer agar berlendir berwarna keputih putihan. b. Heterakis galinae, hampir sama dengan ascaris galli yaitu menyerang semua umur dan nafsu makan menurun dan kotoran seperti bercak darah. Demikian cara pengendalian dan pengobatan penyakit pada ternak ayam yang banyak menyerang pada ayam buras, baik itu serangan akibat virus, bakteri maupun cacing. Harapan kami semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya.(mnr)
Langganan:
Postingan (Atom)
Label
- ANALISIS
- award
- Baja dan Nutrien
- Bena Perang
- Bengkel dan Forum SRI
- Biodiversiti dan Alam Sekitar
- BIOLOGI
- Bioteknologi Pertanian
- Bisnis
- BUAH
- BUDIDAYA
- BUDIDAYA KARET
- BUDIDAYA KELAPA SAWIT
- BUDIDAYA TANAMAN
- BURUNG
- Dapur
- dasar dasar produksi tanaman pangan
- DDPT
- DDPT2
- E_teks pes 6
- Ekologi dan Diversiti
- Ekologi dan Epidemiologi
- ekologi umum
- Ekonomi Hijau
- Ekonomi Pertanian
- Fisiologi Tanaman
- game angry birds
- Gangguan Keruntuhan Koloni
- HAMA
- hot
- icon folder
- ILMU TANAH
- Infografik
- Inspirasi
- Isu Semasa
- JAMUR
- KATA KATA MUTIARA
- Keselamatan Makanan
- Kesihatan Tanah
- Komik
- kunci gitar
- lanskap
- Lantai Kayu
- Laporan dan Jurnal
- MAKALAH
- Mesin dan Jentera
- Musuh Alami
- Padi dan Beras
- Padi Selangor
- Padi SRI
- PANGAN
- Parquet
- pemupukan
- Pengurusan Air
- Pengurusan Perosak Bersepadu
- PENYAKIT
- Penyakit dan Perosak
- Perataan Tanah
- Perawatan
- Perbaikan
- PERKEBUNAN
- Persidangan dan Forum
- PERTANIAN
- Pertanian dan Makanan
- Pertanian Lestari
- Perubahan Iklim
- pes 2013
- pes 6
- pes 6 2
- Predator dan Parasitoid
- PROPOSAL USAHA
- PUPUK
- Racikan
- Racun Perosak
- Revolusi Hijau
- Santai
- SDA
- sefwere mempercepat copy
- sofwere
- sofwere 2
- sofwere edit foto
- sofwere islami
- sofwere2
- Taman
- TANAMAN
- Tazkirah
- Teknologi Maklumat
- TERNAK
- thema
- thema bola
- thema keren
- Tips
- TOTARIAL
- TOTARIAL2
- TV ONLINE
- Ukuran-ukuran
- Usaha
- USAHA TANI
- Wallpaper
- walpaper bola
- we 8
- we9